Review Novel Bukan Aku yang Dia Inginkan


Sinopsis dan Review Novel Bukan Aku yang Dia Inginkan

Aiza Humairah, Seorang Gadis yang Menyimpan Cinta Diam-diam

Novel “Bukan Aku yang Dia Inginkan” karya Sari Fatul Husni menghadirkan cerita tentang seorang gadis bernama Aiza Humairah. Aiza adalah seorang mahasiswi yang sangat menyukai seorang laki-laki tampan bernama Fakhri Alfarazel. Namun, perasaan itu hanya ia simpan rapat-rapat dan hanya dirinya serta Allah yang mengetahuinya.

Fakhri adalah laki-laki idaman di kampus mereka. Pria yang memiliki banyak prestasi ini memikat hati setiap perempuan yang melihatnya. Tidak ada yang tahu bahwa Aiza diam-diam menyimpan perasaan pada Fakhri.

Dalam menjalani kehidupan sehari-harinya, Aiza selalu berusaha untuk menahan perasaannya. Ia tidak ingin membuat Allah cemburu karena perasaannya pada Fakhri. Dengan tetap taat dan patuh terhadap aturan agama, Aiza berusaha untuk menundukkan pandangannya terhadap lawan jenis.

Keputusan Aiza ini menjadi bukti nyata dari keteguhan imannya. Ia sering berdoa pada Allah di sepertiga malam, memohon agar kelak Allah merestui mereka berdua untuk bersatu dalam ikatan pernikahan yang halal.

Sebuah Lamaran Tak Terduga

Suatu hari, kehidupan Aiza berubah saat seorang laki-laki datang ke rumahnya dengan niat melamar Aiza. Kejutan ini sangat tidak terduga baginya. Aiza merasa tertekan dan bimbang dalam menghadapinya.

Di satu sisi, Aiza ingin menolak lamaran tersebut karena dalam hatinya sudah ada nama Fakhri yang tersemat sejak lama. Namun, di sisi lain, ibunya menyarankan Aiza untuk menerima ajakan khitbah tersebut demi menghindari dosa zina. Ibunya bahkan berbagi pengalaman bahwa dulu ia pun menikah muda.

Aiza kebingungan dalam mengambil keputusan. Ia mencoba untuk menerima kenyataan bahwa ia harus menikah dengan laki-laki yang bukanlah Fakhri. Namun, dalam hatinya, Aiza masih menyimpan harapan bahwa suatu hari nanti ia bisa bersama dengan laki-laki yang ia cintai.

See also  Biografi Dewi Sartika

Mimpi yang Terwujud

Ternyata, Tuhan pun punya rencana yang tidak terduga. Laki-laki yang datang untuk melamar Aiza rupanya adalah laki-laki yang selama ini Aiza sebut-sebut namanya dalam doa sepertiga malam. Aiza merasa sangat bersyukur kepada Allah atas kejadian ini.

Dengan tanpa ragu, Aiza menerima lamaran Fakhri dan mereka akhirnya menikah. Hari bahagia pun datang, di mana Aiza mengharapkan sebuah rumah tangga yang hangat dan harmonis bersama Fakhri. Namun, harapan itu ternyata harus pupus begitu saja.

Kebahagiaan yang Rapuh

Setelah pernikahan mereka, Fakhri dengan tiba-tiba mengatakan bahwa mereka harus pisah kamar. Aiza merasa terkejut dan tidak mengerti alasan di balik sikap Fakhri tersebut. Fakhri pun hanya marah ketika Aiza berusaha bertanya.

Aiza merasakan betapa hampanya hatinya. Ia tidak merasakan kehangatan, kasih sayang, dan perhatian dari Fakhri sebagai suami. Bahkan, Fakhri seringkali menyakiti hati Aiza dengan sikap dingin dan ketusnya.

Namun, cinta adalah yang membuat Aiza bertahan dan tabah menghadapi segala perlakuan buruk Fakhri. Aiza yakin bahwa ada alasan di balik sikap Fakhri tersebut. Hingga suatu hari, ia mengetahui sebuah pengakuan yang mengejutkannya.

Aiza menemukan bahwa itu bukan dia yang sebenarnya ingin Fakhri khitbah waktu itu. Tetapi, itu adalah kakaknya, Arisha. Fakhri mengatakan bahwa pernikahan ini ia lakukan untuk melampiaskan kekesalannya kepada Aiza karena Arisha sudah lebih dulu menerima pinangan laki-laki lain.

Perpisahan dan Kepergian Aiza

Hati Aiza hancur mendengar pengakuan itu langsung dari Fakhri. Rasa sakit dan kekecewaan menguasai hatinya. Ia merasa dikhianati dan dianggap tidak berharga. Aiza tak kuasa menahan tangis dan sumpah serapah pada Fakhri. Ia mengatakan dengan jelas bahwa ia membenci Fakhri.

See also  10 Cara Mudah Menjadi Dropshipper Sukses

Aiza memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah dan menghubungi sahabatnya untuk tinggal sementara di rumahnya. Ia merasa bahwa keberadaannya tidak lagi diinginkan di samping Fakhri. Aiza merasa dunianya hancur.

Namun, takdir membawa perjalanan hidupnya ke beberapa kejadian yang tak terduga. Saat sedang dalam perjalanan menuju ke Aceh, mobil yang Aiza tumpangi mengalami kecelakaan dan terbakar. Kecelakaan itu menjadi berita utama dan melaporkan bahwa penumpangnya meninggal dunia.

Berita ini membuat Fakhri merasa khawatir dan mencari tahu lebih lanjut. Orang tua Aiza, yang juga mengetahui berita tersebut, merasa marah dan membenci Fakhri karena tidak bisa menjaga Aiza dengan baik.

Pencarian dan Penyesalan Fakhri

Fakhri merasa penyesalan mendalam atas perbuatannya terhadap Aiza. Ia menyadari bahwa ia telah melakukan kesalahan besar dan tidak menyadari betapa berharganya Aiza baginya. Ia merindukan kehangatan dan cinta Aiza yang telah ia sia-siakan.

Fakhri berusaha mencari Aiza, ingin memperbaiki kesalahan yang telah dilakukannya. Ia merasa bahwa hidupnya tak lengkap tanpa kehadiran Aiza. Namun, apakah Fakhri akan berhasil menemukan Aiza kembali? Apakah Aiza akan memaafkannya dan memberikan kesempatan kedua?

Kelebihan dan Kekurangan Novel Bukan Aku yang Dia Inginkan

Kelebihan

Salah satu kelebihan dari novel “Bukan Aku yang Dia Inginkan” adalah alur ceritanya yang tidak bertele-tele. Penulis, Sari Fatul Husni, mampu menghadirkan alur yang ringan sehingga cerita mudah diikuti dan dipahami oleh pembaca.

Konflik yang disajikan dalam novel ini juga cukup ringan. Meskipun ada beberapa masalah yang dihadapi oleh tokoh utama, namun novel ini tidak terlalu membebani pembacanya. Penggambaran karakter yang jelas juga menjadi kelebihan novel ini.

Kekurangan

Namun, novel “Bukan Aku yang Dia Inginkan” juga memiliki beberapa kekurangan. Meskipun tidak banyak, masih terdapat beberapa kesalahan penulisan yang mungkin dapat mengganggu kenyamanan pembaca. Sebagai contoh, ada beberapa kata yang salah penulisan.

See also  Fakta Menarik Kura-Kura Brazil dan Cara Merawatnya

Kesimpulan

Secara keseluruhan, novel “Bukan Aku yang Dia Inginkan” adalah pilihan yang tepat bagi para pecinta genre romance islami. Novel ini tidak hanya menyajikan cerita cinta yang menarik, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai Islami yang kuat.

Melalui kisah cinta Aiza dan Fakhri, kita dapat belajar tentang pentingnya memahami konsep pernikahan dalam Islam dan komitmen yang dibutuhkan dalam menjalani sebuah rumah tangga. Novel ini juga mengajarkan tentang pentingnya membangun hubungan yang baik dan bahagia dengan didasari oleh iman.

Meskipun memiliki kekurangan di beberapa aspek penulisan, nilai-nilai dan pesan moral yang ada dalam novel ini jauh lebih berarti. Kisah Aiza dan Fakhri mengajarkan kita tentang pentingnya saling mencintai, menghormati, dan memahami pasangan kita dalam menjalani sebuah pernikahan.

Jadi, tunggu apalagi? Segera dapatkan novel “Bukan Aku yang Dia Inginkan” di aikerja.com atau situs resmi aikerja.com, aikerja.com. Dengan membaca novel ini, Anda akan mendapatkan pengalaman membaca yang menginspirasi dan nilai-nilai Islami yang berharga.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?