Review Novel Before The Coffee Gets Cold: Perjalanan ke Masa Lalu
Sekilas tentang Novel Before The Coffee Gets Cold
Novel Before The Coffee Gets Cold adalah karya pertama dari Toshikazu Kawaguchi, seorang penulis asal Jepang. Novel ini pertama kali terbit pada tahun 2015 dan telah menuai kesuksesan serta pujian dari pembaca dan kritikus sastra. Dalam novel ini, Kawaguchi mengangkat tema time travel yang unik dan menarik, dengan diiringi nuansa drama, fantasi, dan realisme.
Detail Buku Before The Coffee Gets Cold
Novel Before The Coffee Gets Cold memiliki judul asli “Funiculi Funicula” dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Versi terjemahannya diterbitkan oleh aikerja.com Pustaka Utama pada bulan April 2021. Buku ini memiliki jumlah halaman sebanyak 224 halaman dengan ukuran panjang dan lebar 20 cm x 13,5 cm.
Sinopsis Novel Before The Coffee Gets Cold
Novel Before The Coffee Gets Cold mengisahkan tentang sekelompok orang yang memiliki penyesalan di masa lalu dan berharap bisa mengubahnya. Mereka menemukan sebuah kafe di Tokyo bernama Funiculi Funicula yang memiliki kemampuan khusus untuk membawa mereka kembali ke masa lampau. Di kafe itu, mereka dapat menghadapi orang-orang atau momen yang ingin mereka ubah agar menghilangkan penyesalan mereka di masa sekarang.
Kafe Funiculi Funicula memiliki beberapa aturan yang harus diikuti oleh para pengunjungnya. Pertama, pengunjung harus duduk di kursi yang ditentukan oleh kafe tersebut. Kedua, apa pun yang mereka lakukan di masa lalu tidak akan mengubah apa pun di kehidupan mereka saat ini. Dan ketiga, pengunjung harus meminum secangkir kopi “spesial” dari kafe tersebut sebelum kopi itu dingin.
Dalam perjalanan mereka ke masa lampau, para pengunjung melewati berbagai pengalaman dan momen yang membuat mereka memahami arti penting masa lalu dalam hidup mereka. Meskipun mereka tahu bahwa perubahan di masa lalu tidak akan mengubah kehidupan mereka saat ini, namun kehadiran kafe ini memberi mereka kenyamanan dan kelegaan emosional.
Review Novel Before The Coffee Gets Cold
Novel Before The Coffee Gets Cold telah mendapatkan respons positif dari pembaca dan kritikus sastra. Banyak pembaca yang terkesan dengan konsep cerita yang unik dan menarik, serta alur yang mengalir dengan baik. Karakter-karakter dalam novel ini juga dinilai terasa nyata dan dapat mengena di hati para pembaca.
Namun, ada beberapa kritik yang ditujukan pada gaya penulisan Toshikazu Kawaguchi dalam novel ini. Beberapa pembaca merasa bahwa penjelasan cerita terkesan terlalu eksplisit dan kurang memberikan ruang bagi pembaca untuk menginterpretasikan pesan di dalamnya. Selain itu, ending novel ini juga dianggap biasa saja dan terlalu aman.
Meskipun demikian, kesuksesan novel Before The Coffee Gets Cold tidak bisa dipungkiri. Novel ini telah diadaptasi menjadi drama teater, film, dan bahkan serial televisi. Hal ini menunjukkan betapa cerita yang diangkat Kawaguchi berhasil menarik minat banyak orang.
Profil Toshikazu Kawaguchi Penulis Novel Before The Coffee Gets Cold
Toshikazu Kawaguchi adalah seorang penulis asal Jepang yang lahir di Osaka pada tahun 1971. Sebelum menjadi penulis novel, Kawaguchi merupakan seorang produser, penulis skenario, dan sutradara teater. Dia adalah salah satu pendiri dari grup teater bernama Sonic Snail.
Kawaguchi telah menciptakan beberapa karya teatrikal sebelum merilis novel Before The Coffee Gets Cold. Salah satu karyanya yang terkenal adalah drama berjudul COUPLE, Sunset Song, dan Family Time. Pada tahun 2015, dia memutuskan untuk mengadaptasi drama teatrikalnya menjadi novel, dan itulah awal mula munculnya novel Before The Coffee Gets Cold.
Kesuksesan novel ini membawa nama Kawaguchi ke dunia sastra internasional. Novel ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan meraih sambutan positif dari pembaca di seluruh dunia. Kawaguchi juga melanjutkan karyanya dengan merilis sekuel novel ini berjudul Before The Coffee Gets Cold: Tales From The Café.
Rekomendasi Novel Bertema Time Travel Lainnya
Jika Anda tertarik dengan tema time travel dan ingin mencari novel lain yang sejenis, berikut beberapa rekomendasi novel bertema time travel selain Before The Coffee Gets Cold:
1. Hazards of Time Travel
Novel Hazards of Time Travel karya Joyce Carol Oates mengisahkan tentang seorang remaja bernama Adriane Strohl yang secara misterius terlempar ke masa lalu setelah menyampaikan pesan kelulusan dari sekolahnya. Di masa lalu, ia harus berhadapan dengan berbagai bahaya dan tantangan demi bertahan hidup. Novel ini menggabungkan elemen science fiction dan distopia yang menghasilkan cerita yang menarik dan gelap.
2. A Wrinkle In Time
A Wrinkle In Time karya Madeleine L’Engle adalah salah satu novel time travel yang telah menjadi klasik. Cerita ini mengikuti petualangan Meg Murry, Charles Wallace Murry, dan Calvin O’Keefe yang melakukan perjalanan melintasi ruang dan waktu untuk menyelamatkan ayah Meg dari ancaman kegelapan dan kejahatan. Novel ini menggabungkan tema time travel dengan konflik antara baik dan buruk serta petualangan yang penuh dengan pesan moral.
3. Night Watch
Night Watch karya Terry Pratchett adalah bagian dari serial Discworld dan mengisahkan petualangan Sir Sam Vimes yang terlempar ke masa lampau setelah terlibat dalam insiden misterius. Di masa lampau, Vimes harus menghadapi sekelompok biksu yang berusaha mengubah alur sejarah. Novel ini menggabungkan elemen humor, fantasi, dan time travel dalam satu cerita yang seru dan menghibur.
Semua novel di atas menawarkan pengalaman membaca yang unik dan menarik. Anda dapat menemukan novel-novel tersebut di toko buku atau toko online terpercaya. Selamat membaca dan menikmati petualangan dalam dunia time travel!
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.