Review Komik Frieren: After The End


Perkenalan dengan Cerita Frieren: After The End

Cerita dimulai mengikuti sekelompok orang yang kembali ke ibukota kerajaan setelah mereka mengalahkan Demon King. Kelompok tersebut terdiri dari Himmel sang pahlawan, Eisen sang prajurit, Heiter sang pendeta, dan tentu saja Frieren sang penyihir. Saat itu, mereka sedang berada di sebuah acara yang telah raja siapkan khusus untuk mereka karena telah mengalahkan Demon King.

Saat itu, Frieren tampaknya tidak tertarik dengan seluruh rangkaian acara itu. Berbeda dengan ketiga temannya yang sangat menikmati perayaan itu. Mereka semua ingin mengenang sepuluh tahun yang mereka habiskan berpetualang bersama Frieren.

Himmel dan Heiter adalah seorang manusia biasa. Mereka selalu membahas tentang jatuhnya sebuah meteor. Setiap mereka melihat moment tersebut, mereka akan mengucapkan janji untuk bertemu dan berbagi kenangan lainnya saat meteor jatuh tersebut.

Mereka berkata bahwa lima puluh tahun yang akan datang, Frieren, Heiter, Himmel, dan Eisen harus berkumpul dan menyaksikan meteor jatuh secara bersama-sama. Frieren yang mendengar janji mereka terlihat biasa saja tanpa perasaan apapun.

Frieren

Frieren pun berkata. Jika mau melihat meteor jatuh bersama, pastikan bahwa kalian semua masih seperti sekarang. Maksudnya adalah tetap hidup dan sehat. Saat ini, Frieren hanya mengatakannya sebatas basa-basi. Namun, nanti ia akan berpikir bahwa ini adalah moment yang sangat berharga yang harus Frieren kenang dan tidak melupakannya seumur hidupnya.

Perjalanan Frieren Untuk Mencari Sihir

Keesokan harinya, Frieren pergi meninggalkan ketiga temannya untuk mengumpulkan lebih banyak sihir. Kelompok itu mengantarnya pergi, mengatakan bahwa persepsi elf tentang berbagai hal sangat miring karena rentang hidup mereka yang sangat panjang.

Setelah lima puluh tahun Frieren mengumpulkan sihir, dia kembali ke kerajaan. Alasan Frieren kembali adalah; satu, untuk bertemu kembali dengan teman-temannya dan dua, untuk mendapatkan item magis dari Himmel.

Ketika dia bertemu Himmel sejak 50 tahun lalu, perubahan terjadi pada fisiknya. Dia sudah sangat tua.Frieren dan Himmel juga bertemu dengan Eisen dan Heiter, yang sekarang menjadi uskup, sehingga mereka dapat melihat hujan meteor lagi seperti yang telah mereka janjikan 50 tahun lalu.

Pertemuan itu membuat Himmel ingat akan kenangan masa-masa lalu yang telah mereka lalui bersama-sama. Beberapa waktu kemudian, Himmel meninggal dunia. Selama proses kebaktian, Frieren menyadari bahwa selama sepuluh tahun mereka bepergian bersama, dia tidak terlalu tahu banyak tentang Himmel.

Penyesalan tumpah menjadi air mata. Heiter dan Eisen yang melihat Frieren begitu terpukul pun menghiburnya. Saat Heiter akan pergi, dia mengatakan bahwa dia tidak punya banyak waktu tersisa setelah bertahun-tahun minum terus-menerus. Heiter pun berpesan, ketika dirinya sudah meninggal dan Frieren atau Eisen sedang berada di dekat Kota Suci, ia menyuruh Frieren dan Eisen, kedua temannya untuk datang ke kuburnya dan meletakan sebotol minuman di samping kuburannya. Lalu, Heiter pun pergi.

See also  Kayu Jati Belanda: Asal-Usul, Kelebihan, dan Kekurangannya

Tak lama kemudian, Frieren juga kembali melaksanakan misinya untuk mengumpulkan sihir dan belajar lebih banyak tentang manusia. Dia meminta Eisen untuk menemaninya, tetapi Eisen telah menjadi lebih tua dan tidak seefektif seorang pejuang seperti dia di masa jayanya.

Frieren kembali setelah dua puluh tahun, ia datang untuk memastikan bahwa Heiter masih hidup. Namun, dirinya menemukan sesuatu tak terduga. Tidak hanya masih hidup, tetapi heiter telah mengambil seorang yatim piatu perang. Seorang gadis muda bernama Fern.

Frieren mengatakan bahwa dia telah menghabiskan waktunya untuk belajar sihir dan juga melakukan apa yang dia bisa untuk lebih banyak berinteraksi dengan manusia.

Heiter bertanya “Apakah kamu bisa membantuku untuk mengambil Fern sebagai anak didikmu?”. Frieren menolak. Alasannya sederhana, karena sangat berbahaya menjadi penyihir yang baru belajar. Heiter mengerti dan meminta bantuan yang berbeda.

Dia menunjukkan ke Frieren sebuah buku. Konon buku itu memiliki sihir yang berhubungan dengan keabadian dan kebangkitan, tapi buku itu memiliki kode hingga tidak dapat dibaca.

Frieren memperkirakan bahwa dia dapat memecahkan sandi buku tersebut dalam lima atau enam tahun. Tetapi bertanya mengapa Heiter ingin tahu tentang sihir ini? Ia tidak ada ketertarikan sedikitpun dengan sihir. Aneh, benak Frieren.

Pencarian Buku Sihir dan Keinginan untuk Berbicara dengan Himmel

Heiter juga meminta bantuan kepada Frieren untuk membawa Fern saat dirinya pergi mencari kunci sandi dari buku yang diberikan heiter. Frieren pun menyetujui untuk membawa Fern.

Setelah empat tahun berlalu dan Frieren hampir selesai memecahkan kata sandi buku tersebut. Dirinya menyadari tentang heiter. Frieren yakin dia pasti baik-baik saja, tetapi hanya saja perasaan-nya mengatakan bahwa waktunya pasti akan segera tiba.

Frieren menemukan dan mengetahui bahwa Fern sebenarnya sangat mahir dalam sihir, meskipun tidak pada level yang diinginkan Fern. Frieren memberinya beberapa tips. Waktu yang berlalu dengan cepat. Empat tahun setelahnya, Heiter bertanya tentang kemajuan Fern dan Frieren mengatakan bahwa dia telah berkembang sangat cepat.

Frieren mencoba meyakinkan Fern untuk menghentikan pelatihannya untuk sementara waktu agar dia bisa tetap berada di sisi Heiter. Fern menjawab bahwa Heiter menyelamatkan hidupnya, mencegahnya melompat dari tebing ketika dia jauh lebih muda. Terungkap bahwa Heiter ingin melakukan satu hal baik terakhir di dunia, sebagai penghormatan kepada Himmel yang adalah orang yang sangat baik.

Heiter hampir menyesal hidup lebih lama dari Himmel, jadi untuk menebusnya dia ingin membantu Fern, itulah sebabnya dia ingin sedikit lebih banyak waktu untuk membantunya sebelum dia meninggal.

See also  Empati: Pengertian, Ciri, Faktor & Manfaatnya dalam Keseharian

Tak lama, Heiter pun meninggal, dan Frieren memenuhi janji untuk membawa minuman keras ke kuburannya dan membawa Fern dalam petualangannya.

Pencarian Sihir dan Kenangan Bersama Teman-Teman Lama

Setelah kejadian itu, Frieren kembali melanjutkan misinya dan memecahkan sandi dari buku tersebut. Ia berkeliling ke tempat-tempat yang pernah ia kunjungi bersama teman-temannya dulu. Satu persatu moment kenangan petualangan mereka terputar dalam benak Frieren dan membuatnya merasa sedih, senang, sekaligus menyesal.

Ketika keduanya akan pergi keesokan harinya, Fern bertanya sebenarnya apa tujuan perjalanan mereka. Frieren mengatakan bahwa tujuan utama adalah mengumpulkan sihir, tetapi juga tentang menelusuri kembali langkah-langkah kelompok lamanya dan menghidupkan kembali kenangan lama sebelum semuanya memudar. Saat itu, Fern sudah beranjak remaja. Usianya sudah 16 tahun saat itu.

Ketika keduanya sampai di desa lain. Frieren datang untuk melenyapkan iblis yang telah disegel bersama teman-temannya itu bertahun-tahun yang lalu.

Himmel rupanya datang ke kota ini untuk memeriksa segelnya dan mengatakan bahwa Frieren akan kembali suatu hari nanti untuk memastikan bahwa iblis itu dirawat sebelum segelnya rusak.

Frieren mengatakan bahwa dia telah menyegelnya karena dia sangat kuat, dan sihir pembunuh yang telah dikembangkan iblis itu dapat menembus pertahanan dan baju besi magis.

Frieren mengatakan bahwa sihir iblis adalah kejatuhannya, dan ketika Fern bertanya apa maksudnya, Frieren mengatakan bahwa dia akan menjelaskan keesokan harinya ketika dia akan membuka segel dan menghancurkan iblis itu.

Keesokan harinya, ketika segel telah rusak dan iblis mengetahui tentang berapa lama dia ditangkap dan bahwa Demon King sudah mati, dia melepaskan ledakan yang kuat, yang menggunakan sihir pertahanan untuk diblokir oleh Fern.

Kota berterima kasih kepada Frieren dan Fern, dengan Frieren berkomentar kepada Fern bahwa kota itu percaya pada Himmel, yang ditanggapi oleh Fern bahwa Himmel percaya pada Frieren untuk membuat pilihan yang tepat untuk kembali dan membantu kota.

Kelebihan Cerita Frieren: After The End

Salah satu konsep pertemanan yang sederhana. Mereka menunjukkan bahwa komitmen sangat berharga dalam cerita ini. Penggambaran jelas untuk mengerti dan memahami bahwa waktu berjalan dengan sangat cepat. Kita diajarkan untuk menikmati setiap detik, menit, dan jam yang berlalu dengan perasaan penuh kenangan.

Frieren mengajarkan banyak hal. Sikapnya yang awalnya begitu abai dengan kehadiran waktu, selalu berusaha keras untuk mencapai keinginannya. Berubah menjadi lebih tenang dan manis. Kenangan akan kehilangan seseorang membuatnya belajar untuk lebih memahami temannya. Membuat semua kenangan menyenangkan sebelum mereka harus berpisah selamanya.

Cerita ini memiliki alur maju dan mundur yang membuat pembacanya akan terjerumus masuk ke dalam pemaknaan dari setiap kenangan yang terlukis indah di benak Frieren yang saat itu belum disadari.

See also  Rekomendasi Menu Makan Siang untuk Bekal dan Keluarga

Meskipun karakter dari buku ini hanya ada lima. Tetapi semua karakter dikemas dengan peran yang saling mendukung dan melengkapi satu sama lain. Karakter setiap peran terdeskripsikan dengan sangat jelas dan kuat. Sehingga pembaca dapat mengerti dari berbagai sisi maksud dan arti tindakan yang dilakukan oleh semua karakter dalam buku ini.

Kekurangan Cerita Frieren: After The End

Kekurangan dari buku ini tentu saja sangat minor. Alur ceritanya sangat menakjubkan. Tetapi tentu saja buku Frieren: After The End ini memiliki sedikit kekurangan.

Bahasa yang digunakan buku Frieren: After The End ini agak sulit dimengerti. Hal ini dikarenakan genre fiksi membuat pembacanya sedikit bingung ketika tidak fokus.

Selain itu, humor yang disajikan penulis Frieren: After The End ini juga kurang berkesan dalam ceritanya. Terkadang humor tersebut terasa sedikit mengganggu emosi yang sudah terbangun dari cerita ini, hingga emosi yang sudah terbangun tersebut menjadi buyar.

Kesimpulan

Buku Frieren: After The End ini menceritakan perjalanan Frieren yang harus melihat satu per satu temannya pergi meninggalkannya dalam kematian. Namun, Frienren tidak merasakan hal yang mengecewakan.

Ia memang menyesali karena bersikap cuek dan abai pada setiap moment yang dilalui selama sepuluh tahun bersama teman-temannya. Namun, ia bersyukur bahwa teman-temannya sangat sayang dan peduli dengan dirinya, walau harus meninggalkannya sendirian di dunia ini.

Perasaan haru terlintas ketika Frienren mengetahui bahwa buku yang diberikan oleh Heiter adalah buku yang menunjukkan siapa dirinya di masa lalu. Oleh karena itu, Frieren merasa bersyukur dengan hal itu.

Dari kejadian yang dilalui oleh Frieren atas kehilangan temannya. Ia semakin penasaran dan ingin mempelajari tentang kehidupan manusia.

Buku Frieren: After The End ditulis oleh Kanehito Yamada dan diilustrasikan oleh Tsukasa Abe. Buku ini telah dicetak sebanyak dua puluh juta kali copy dan sudah beredar hingga Amerika dengan terjemahan bahasa Inggris. Buku Frieren: After The End ini juga memenangkan beberapa penghargaan, seperti Manga Taisho keempat belas dan penghargaan Kreator Baru dari Penghargaan Budaya Tezuka Osamu tahunan ke yang dua puluh lima.

Buat kamu yang suka dengan cerita Frieren: After The End ini, kamu bisa mendapatkannya dari link www.aikerja.com loh! Ada banyak rekomendasi buku, novel, dan komik yang bisa kamu beli untuk menemani waktu luang kamu.

Semoga sinopsis ini membantu kamu untuk lebih mengenal siapa Frieren dan teman-temannya ya.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?