Review Buku Merindu Baginda Nabi Karya Habiburrahman El Shirazy


Sinopsis Buku Merindu Baginda Nabi

Merindu Baginda Nabi: Kisah Perjuangan dan Keikhlasan Rifa

Novel yang berjudul “Merindu Baginda Nabi” merupakan salah satu karya terbaru dari Habiburrahman El Shirazy, atau yang lebih akrab disapa Kang Abik. Novel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2018 oleh penerbit Republika. Buku ini mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang remaja bernama Syarifatul Bariyah, atau yang biasa dipanggil Rifa. Rifa adalah seorang siswi di salah satu SMA favorit di Kota Malang.

Rifa memiliki kehidupan yang tidaklah mudah. Dia merupakan seorang anak yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya saat masih bayi dan kemudian diadopsi oleh seorang nenek bernama Mbah Tentrem. Namun, Mbah Tentrem meninggal saat Rifa masih kecil, dan Rifa kemudian diasuh oleh pasangan suami istri bernama Pak Nur dan Bu Salamah.

Meskipun memiliki latar belakang yang sulit, Rifa tetap gigih dan berjuang untuk meraih kesuksesan dalam pendidikan. Dia meraih banyak prestasi di sekolah dan berhasil lolos dalam ujian untuk program pertukaran pelajar ke San Jose, Amerika Serikat. Di San Jose, Rifa mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu dan bertemu dengan orang-orang baru, antara lain Tuan Bill, Nyonya Barbara, dan putri mereka Fiona.

Namun, perjalanan hidup Rifa tidak selalu mulus. Dia harus menghadapi berbagai rintangan dan konflik, terutama dari seorang teman sekelasnya bernama Arum. Arum, putri pejabat di Malang, merasa terancam dengan keberhasilan dan prestasi Rifa, sehingga dia melakukan segala cara untuk mengalahkan Rifa dan menjatuhkannya. Arum melakukan berbagai tindakan kotor, termasuk mencoba membuat Rifa tidak naik kelas dan bahkan menyuruh seseorang menyerempet motornya. Akibat insiden tersebut, Rifa mengalami kecelakaan dan mengalami cacat fisik yang membuatnya tidak bisa berjalan normal lagi.

Namun, meskipun menghadapi berbagai cobaan dan rintangan, Rifa tidak pernah menyerah. Dia tetap tegar dan memilih untuk menjalani hidupnya dengan penuh semangat dan keikhlasan. Dia yakin bahwa meskipun tubuhnya terbatas, dia masih memiliki dua tangan untuk menulis, mulut untuk berbicara, dan dua mata untuk membaca Al-Qur’an.

Perjalanan hidup Rifa tidak berhenti di situ. Dia harus menghadapi kehilangan yang lebih besar ketika Pak Nur, orang yang dianggap sebagai ayah kandungnya, meninggal dunia. Namun, Allah memberikan harapan baru bagi Rifa. Dia ditemukan oleh seorang dokter asal Jerman bernama Judith Mueller, yang memiliki kemampuan untuk mengembalikan kemampuan berjalan Rifa melalui perawatan intensif. Rifa pun pergi ke Muenchen untuk menjalani pengobatan tersebut.

See also  6 Cara Berlangganan Disney+ Hotstar Termudah dan Harga Paketnya!

Namun, perjalanan hidup Rifa tidak semudah yang dia harapkan. Dia harus menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan dalam proses pemulihan fisiknya. Namun, dia tidak pernah menyerah dan terus berjuang dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Dia juga mendapatkan banyak dukungan dan bantuan dari orang-orang di sekitarnya, termasuk teman-temannya dan keluarga Tuan Bill dan Nyonya Barbara.

Apakah Rifa akan bisa sembuh dan kembali menjalani hidup normal? Apakah dia akan berhasil menghadapi Arum dan mengatasi semua rintangan yang menghadangnya? Semua pertanyaan ini akan terjawab dalam perjalanan hidup Rifa yang penuh dengan perjuangan dan keikhlasan.

Pesan Nilai dalam Buku Merindu Baginda Nabi

Salah satu pesan yang sangat kuat yang disampaikan oleh Habiburrahman El Shirazy melalui buku Merindu Baginda Nabi adalah tentang pentingnya menjalani hidup dengan keikhlasan dan keberanian. Dalam cerita ini, Rifa adalah sosok yang penuh dengan semangat dan keberanian untuk menghadapi segala rintangan dan cobaan yang datang. Dia tidak pernah menyerah, meskipun mengalami kecelakaan yang membuatnya menjadi disabilitas.

Pesan lain yang disampaikan oleh Kang Abik dalam buku ini adalah tentang pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT dan menjalani ajaran agama Islam dengan benar. Rifa adalah sosok yang teguh dalam keimanan dan selalu mengingatkan dirinya sendiri untuk bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah. Dia juga selalu menjalankan doa dan ibadah dengan penuh ketulusan.

Selain itu, buku ini juga memberikan pesan tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitar kita. Rifa selalu bersikap baik dan tidak membalas kejahatan yang dilakukan oleh Arum. Dia selalu mencoba untuk memahami dan memaafkan orang lain, serta memperlakukan semua orang dengan baik. Sikap Rifa ini mengajarkan kita tentang pentingnya mengedepankan kasih sayang, kebaikan, dan kerjasama dalam menjalani kehidupan.

Buku ini juga mengajarkan tentang pentingnya meneladani dan mencintai Nabi Muhammad SAW. Kang Abik menghadirkan kisah-kisah dalam buku ini yang memperlihatkan bagaimana cara kita dapat meneladani ajaran dan perilaku Rasulullah. Kisah tentang Mbah Tentrem yang menjadi sosok dermawan dan menolong anak yatim piatu adalah salah satu contohnya. Kisah-kisah seperti ini mengingatkan kita pentingnya mengikuti teladan Nabi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

See also  Kreatif: Pengertian, Bentuk, Ciri-Ciri, dan Contoh

Review Buku Merindu Baginda Nabi

Sebuah Karya yang Menyentuh Hati dan Menginspirasi

Buku Merindu Baginda Nabi merupakan sebuah karya yang sangat menyentuh hati dan menginspirasi. Melalui cerita perjuangan Rifa, Kang Abik berhasil menggambarkan kehidupan seorang remaja yang penuh dengan tantangan dan cobaan. Rifa adalah sosok yang tidak hanya kuat dalam menghadapi segala rintangan, tetapi juga memiliki keikhlasan yang luar biasa.

Salah satu hal yang membuat buku ini begitu menarik adalah karakter-karakter yang ada di dalamnya. Setiap karakter dalam buku ini terasa begitu hidup dan memiliki keunikan masing-masing. Mulai dari Rifa yang gigih dan penuh semangat, Arum yang penuh dengan kebencian dan kebencian, hingga Tuan Bill dan Nyonya Barbara yang selalu memberikan dukungan dan kasih sayang kepada Rifa. Karakter-karakter ini memberikan banyak inspirasi dan pesan-pesan yang dapat diambil oleh pembaca.

Selain karakter yang kuat, cerita dalam buku ini juga begitu relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Banyak tema yang diangkat dalam buku ini, seperti kenakalan remaja, pornografi, narkotika, persaingan di sekolah, dan masalah keluarga. Semua tema ini diolah dengan baik oleh Kang Abik sehingga menjadi cerita yang mengena dan mendidik.

Gaya penulisan Kang Abik juga sangat apik dan mudah dipahami. Ia menggunakan kalimat yang sederhana namun memiliki makna yang dalam. Setiap kata di dalam novel ini dipilih dengan teliti sehingga menghasilkan penggambaran yang jelas dan mendalam. Hal ini membuat pembaca terbawa dengan alur cerita dan dapat merasakan emosi yang ada dalam setiap adegan.

Buku ini juga mengandung banyak nilai kebaikan dan ajaran agama Islam. Setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh karakter-karakter dalam buku ini selalu mendapatkan balasan yang baik pula. Ini mengingatkan kita bahwa melakukan kebaikan adalah hal yang penting dan akan selalu mendatangkan kebaikan pula. Selain itu, buku ini juga mengajarkan tentang pentingnya menjalani ajaran agama Islam dengan benar dan mengikuti contoh Nabi Muhammad SAW.

See also  Apa itu Gabut? Makna dan Arti Kata Gabut Serta Asal Usulnya

Namun, bukan berarti buku ini tidak memiliki kekurangan. Beberapa halaman di bagian terakhir buku memiliki cetakan yang kurang rapi, seperti tidak simetris atau miring. Ini sedikit mengganggu bagi pembaca yang menginginkan buku yang tampak rapi dan terstruktur dengan baik.

Secara keseluruhan, buku Merindu Baginda Nabi adalah sebuah karya yang sangat menginspirasi dan memberikan banyak pelajaran berharga. Cerita mengenai perjuangan Rifa dan pesan-pesan yang disampaikan oleh Kang Abik melalui buku ini sangatlah kuat dan dapat memotivasi pembaca untuk tetap kuat dan pantang menyerah dalam menghadapi cobaan hidup. Buku ini layak dimiliki dan dibaca oleh semua orang, terutama para remaja dan orang tua yang ingin memberikan inspirasi dan pemahaman yang lebih baik tentang kehidupan.

Kesimpulan

Buku “Merindu Baginda Nabi” karya Habiburrahman El Shirazy adalah sebuah karya yang sangat menarik dan penuh inspirasi. Melalui cerita Rifa, Kang Abik berhasil menggambarkan kisah hidup seorang remaja yang penuh dengan tantangan dan cobaan. Buku ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan, keikhlasan, dan keberanian kepada pembacanya.

Dalam buku ini, kita diajak untuk merenungkan kembali bagaimana kita menjalani kehidupan kita dan menjalankan ajaran agama Islam dengan benar. Kita juga diajak untuk meneladani ajaran dan contoh Nabi Muhammad SAW, serta menjaga hubungan kita dengan Allah SWT.

Meskipun tidak sempurna, buku ini memiliki banyak kelebihan yang membuatnya patut dibaca. Gaya penulisan Kang Abik yang apik, karakter-karakter yang kuat, dan pesan-pesan yang disampaikan membuat buku ini begitu mengena dan menginspirasi. Buku ini cocok untuk semua kalangan, mulai dari remaja hingga orang tua, dan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kehidupan dan agama.

Dengan demikian, buku Merindu Baginda Nabi adalah sebuah karya yang layak untuk dibaca dan dimiliki. Melalui ceritanya yang mengharukan dan penuh makna, Kang Abik telah berhasil menghadirkan sebuah karya yang dapat menginspirasi dan memberikan pelajaran berharga bagi pembacanya.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?