Reorientasi pada Teks Biografi dan Teks Sejarah
Reorientasi pada Teks Biografi
Pengertian Teks Biografi
Teks biografi adalah teks yang berisi kisah atau cerita mengenai kehidupan seorang tokoh. Teks ini membahas tentang latar belakang sosial budaya tokoh, masalah yang dihadapinya, serta kesuksesan dan keberhasilan yang dicapainya. Tujuan dari penulisan teks biografi adalah agar tokoh tersebut dapat menjadi suri tauladan bagi banyak orang. Namun, perlu diingat bahwa biografi dan autobiografi merupakan dua jenis teks yang berbeda. Autobiografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh dirinya sendiri, sedangkan biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain.
Jenis-Jenis Biografi
Terdapat empat jenis teks biografi yang berbeda berdasarkan penulisnya, isinya, topik yang dibahas, dan penerbitannya.
1. Biografi Berdasarkan Sang Penulis
Biografi jenis ini terbagi menjadi dua, yaitu autobiografi dan biografi. Autobiografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh dirinya sendiri. Sementara itu, biografi adalah riwayat hidup orang lain yang ditulis oleh seseorang.
2. Biografi Berdasarkan Isinya
Isi dari biografi dapat dibedakan menjadi dua. Pertama, biografi yang berisi kisah perjalanan hidup seseorang secara lengkap atau singkat. Kedua, biografi yang mengisahkan perjalanan karir seseorang, mulai dari awal perjalanan karir hingga mencapai kesuksesan.
3. Biografi Berdasarkan Topik yang Dibahas
Jenis biografi ini dibuat berdasarkan topik khusus yang melekat pada sosok atau tokoh yang akan dibahas. Ada tiga jenis biografi berdasarkan topik pembahasannya. Pertama, biografi politik yang menceritakan kehidupan tokoh negara dari sudut pandang politik. Kedua, biografi jurnalistik yang didasarkan pada hasil wawancara dengan tokoh dan rujukan lain. Terakhir, biografi intelektual yang menggunakan gaya bahasa ilmiah dalam penulisannya.
4. Biografi Berdasarkan Penerbit
Jenis biografi ini dapat dibedakan berdasarkan cara penerbitan bukunya. Pertama, ada buku biografi terbitan sendiri yang biayanya ditanggung oleh sang penulis. Kedua, ada buku biografi yang terbit dengan subsidi, artinya penerbitan biografi tersebut dibiayai oleh sponsor.
Ciri-Ciri Teks Biografi
Teks biografi memiliki beberapa ciri yang dapat dikenali. Pertama, teks ini berisi informasi tentang fakta-fakta dari pengalaman hidup tokoh yang ditulis. Kedua, gaya penulisan teks biografi berbentuk narasi yang bercerita. Ketiga, teks biografi bersifat inspiratif karena mengisahkan peristiwa penting dalam hidup tokoh yang dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi pembaca. Keempat, teks biografi memiliki struktur yang baku, terdiri dari orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi. Terakhir, teks biografi biasanya menyampaikan kesan dan pesan yang dituliskan oleh tokoh atau penulis.
Struktur Teks Biografi
Struktur teks biografi terdiri dari tiga tahap, yaitu orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi.
1. Tahap Orientasi
Orientasi merupakan tahap pengenalan tentang tokoh yang akan dibahas dalam teks biografi. Pada bagian ini, penulis akan memberikan gambaran awal tentang latar belakang tokoh sehingga pembaca dapat mengikuti perjalanan kehidupan tokoh dengan baik.
2. Runtutan Peristiwa
Bagian ini berisi urutan peristiwa atau kejadian yang pernah dialami oleh tokoh. Penulis akan menjelaskan peristiwa-peristiwa menarik, mengesankan, dan menyedihkan yang pernah dialami oleh tokoh secara kronologis. Hal ini akan membuat pembaca merasa terlibat emosional saat membaca teks biografi.
3. Tahap Reorientasi
Reorientasi merupakan bagian penutup dalam teks biografi. Pada tahap ini, penulis akan meninjau kembali pandangan dan opini tentang tokoh yang ditulis dalam teks biografi. Reorientasi dapat berupa kritik, saran, atau simpulan mengenai tokoh yang ditulis.
Contoh Teks Reorientasi pada Teks Biografi
Contoh 1
Judul: Biografi B.J. Habibie
Reorientasi
Setelah turun dari jabatan Presiden, Habibie kembali ke Jerman bersama keluarganya. Pada tahun 2010, istri Habibie, Ainun, meninggal dunia karena kanker. Sebagai terapi atas kehilangan orang yang dicintainya, Habibie menulis kisah cintanya dengan Ainun yang kemudian dibukukan dengan judul “Ainun dan Habibie”. Buku tersebut kemudian diangkat menjadi film dengan judul yang sama.
Contoh 2
Judul: Biografi RA Kartini
Reorientasi
Atas semua jasanya dalam bidang pendidikan wanita, Kartini mendapatkan penghargaan dan penghormatan. Ia secara resmi ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia berdasarkan kontribusinya. Sifat dan keyakinannya untuk terus mendapatkan pendidikan dan mencari ilmu setinggi langit patut ditiru.
Kaidah Kebahasaan Teks Biografi
Dalam penulisan teks biografi, beberapa kaidah kebahasaan yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Penggunaan kata ganti orang ketiga
Dalam menceritakan tokoh, penulis menggunakan kata ganti orang ketiga tunggal seperti “beliau”, “dia”, atau “ia”. Kata-kata ini digunakan bergantian dengan penyebutan nama tokoh.
2. Penggunaan kata kerja tindakan
Teks biografi menggunakan kata kerja tindakan untuk menjelaskan peristiwa atau perbuatan yang dilakukan oleh tokoh.
3. Penggunaan kata sifat
Kata sifat digunakan untuk mendeskripsikan tokoh dalam teks biografi.
4. Penggunaan kata kerja pasif
Kata kerja pasif digunakan untuk menjelaskan peristiwa yang dialami oleh tokoh.
5. Penggunaan kata hubung
Kata hubung digunakan sebagai penghubung antara kata-kata dalam kalimat. Contohnya, “maka dari itu”, “namun”, “walaupun”, “tidak hanya itu”.
6. Penggunaan kata rujukan
Kata rujukan digunakan untuk merujuk kepada kata yang telah disebutkan sebelumnya. Kata rujukan ini bisa berupa kata tempat, kata orang, atau kata benda.
7. Penggunaan keterangan waktu dan tempat
Teks biografi sering menggunakan keterangan waktu dan tempat untuk mengindikasikan kejadian, waktu, dan tempat yang terkait dengan kehidupan tokoh.
Reorientasi pada Teks Sejarah
Pengertian Teks Sejarah
Teks sejarah adalah teks narasi yang menceritakan suatu kejadian dengan latar belakang fakta atau peristiwa yang terjadi di masa lalu. Teks sejarah dapat berbentuk fiksi atau non-fiksi. Teks sejarah fiksi berisi cerita yang disajikan sesuai pandangan penulis, sedangkan teks sejarah non-fiksi berisi cerita yang berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ciri-Ciri Teks Sejarah
Teks sejarah memiliki beberapa ciri yang dapat dikenali. Pertama, judul dalam teks sejarah bersifat eksplisit dan menggambarkan secara jelas topik yang akan dibahas. Kedua, tahap orientasi dalam teks sejarah berisi pengantar, tujuan, dan pendahuluan tentang topik yang akan dibahas. Ketiga, tahap komplikasi dalam teks sejarah bersifat gradual dan berisi peristiwa-peristiwa yang terjadi secara berangsur-angsur. Keempat, tahap resolusi dalam teks sejarah berisi kesimpulan atau penyelesaian dari permasalahan yang dihadapi. Terakhir, teks cerita sejarah tidak memiliki bagian koda.
Struktur Teks Sejarah
Struktur teks sejarah terdiri dari tiga tahap, yaitu orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi.
1. Orientasi
Orientasi merupakan tahap awal dalam teks sejarah yang berisi pengenalan tentang topik yang akan dibahas. Penulis akan memberikan gambaran umum tentang latar belakang peristiwa atau kejadian sejarah yang akan dijelaskan.
2. Urutan Peristiwa
Bagian ini menjelaskan urutan peristiwa atau kejadian sejarah secara kronologis. Penulis akan menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi sesuai dengan waktu atau tahunnya.
3. Reorientasi
Reorientasi berada di bagian akhir teks sejarah dan berfungsi sebagai peninjauan ulang terhadap topik yang dibahas. Bagian reorientasi dapat berisi kritik, saran, atau simpulan tentang topik yang telah dijelaskan dalam teks sejarah.
Contoh Teks Reorientasi pada Teks Sejarah
Contoh 1
Judul: Indonesia Merdeka
Reorientasi
Ketika mendengar teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, saya merasa sangat terharu. Saya tidak pernah menyangka bahwa pada usia 14 tahun, saya dapat menyaksikan peristiwa besar dalam sejarah Indonesia. Saya sangat bangga menjadi bagian dari perjuangan kemerdekaan bangsa ini.
Saya berharap agar rakyat Indonesia tetap bersatu seperti saat masa perjuangan melawan penjajah. Semoga semangat “satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa” terus terjaga. Setelah Proklamasi dibacakan, saya, ayah, dan adik pulang dengan rasa bahagia dan bangga karena Indonesia telah merdeka.
Contoh 2
Judul: Sejarah Danau Toba dan Pulau Samosir
Reorientasi
Dulu, Pulau Samosir berada di daratan yang sama dengan Pulau Sumatra, namun akibat letusan gunung berapi, pulau itu berpindah ke tengah Danau Toba. Pada masa penjajahan Belanda, dibangunlah kanal sungai yang memungkinkan perahu dari sisi Danau Toba bisa berpindah ke sisi lainnya tanpa harus mengelilingi Samosir. Hal ini mempermudah transportasi dan memecah belah Bangsa Batak secara psikologis.
Penggunaan Kaidah Kebahasaan Teks Sejarah
Beberapa kaidah kebahasaan yang perlu diperhatikan dalam penulisan teks sejarah antara lain:
1. Penggunaan kata ganti orang ketiga
Penulis menggunakan kata ganti orang ketiga untuk mengisahkan tokoh atau peristiwa dalam teks sejarah.
2. Penggunaan keterangan waktu
Teks sejarah sering menggunakan keterangan waktu untuk mengindikasikan waktu peristiwa atau kejadian sejarah. Keterangan waktu ini biasanya menggunakan kata seperti “pada zaman”, “pada waktu”, “pada tahun”, dan sejenisnya.
3. Penggunaan keterangan tempat
Keterangan tempat digunakan untuk mengindikasikan lokasi peristiwa atau kejadian sejarah. Keterangan tempat ini bisa menggunakan kata seperti “di”, “ke”, dan “dari”.
4. Penggunaan konjungsi temporal
Konjungsi temporal digunakan sebagai penghubung antara kalimat atau bagian dalam teks sejarah yang memiliki hubungan waktu. Contohnya, “sebagai akibatnya”, “kemudian”, “setelah itu”, dan sejenisnya.
5. Penggunaan konjungsi kausalitas
Konjungsi kausalitas digunakan untuk menyatakan hubungan sebab-akibat dalam teks sejarah. Konjungsi ini dapat berada dalam satu kalimat atau menghubungkan antara kalimat satu dengan lainnya. Contohnya, “karena”, “sebab”, “oleh karena itu”, dan sejenisnya.
6. Penggunaan nomina
Nomina digunakan dalam teks sejarah untuk merujuk kepada nama orang, hewan, benda, atau gagasan. Nomina ini diapit oleh unsur inti dan pewatas, semua inti, atau sebagai keterangan. Contohnya, “Raden Wijaya”, “Sandang pangan”, dan “hak kewajiban”.
7. Penggunaan kata kerja
Teks sejarah menggunakan kata kerja untuk menggambarkan tindakan atau kejadian dalam peristiwa atau kejadian sejarah. Kata kerja ini dapat menggunakan imbuhan me-, ber-, ter-, di-, me-kan, ber-kan, di-kan, dan sejenisnya.
Kesimpulan
Reorientasi merupakan bagian penting dalam struktur teks biografi dan teks sejarah. Reorientasi tersebut berfungsi sebagai peninjauan ulang terhadap topik yang telah dibahas dalam teks. Meskipun reorientasi bersifat opsional, kehadirannya dapat memberikan sudut pandang yang menarik bagi pembaca. Selain itu, teks biografi dan teks sejarah memiliki ciri-ciri, struktur, dan kaidah kebahasaan yang berbeda yang perlu diperhatikan dalam penulisannya. Dengan memahami konsep dan struktur teks biografi dan teks sejarah, pembaca dapat lebih memahami isi dari teks yang bersangkutan.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.