Rasa Daging Manusia Menurut Sumanto dan Kanibal Dunia Lainnya



Rasa Daging Manusia Menurut Sumanto dan Kanibal

Sumanto merupakan salah satu kasus kanibal di Indonesia yang cukup terkenal. Pada tahun 2003, Sumanto mencuri jenazah wanita tua bernama Mbah Rinah dan memakan daging jenazah tersebut. Dalam persidangan, Sumanto mengaku bahwa dirinya sedang menimba ilmu di bawah bimbingan seorang “guru”. Menurutnya, dengan memakan mayat, tubuhnya akan menjadi kebal, tidak tergores oleh senjata, dan mendapatkan kedamaian batin. Dia mengatakan bahwa sebelumnya dia berimigrasi ke Lampung pada tahun 1988 dan belajar ilmu hitam pada seorang yang bernama Taslim.

Menurut ajaran ilmu hitam yang dia pelajari, jika bisa menghidupkan kembali orang mati, maka Sumanto harus memakan daging tujuh manusia. Sumanto melakukannya, tetapi ditangkap sebelum memenuhi syarat dari gurunya. Dalam persidangan, Sumanto mengaku bahwa rasa daging manusia tersebut seperti daging anjing dan babi. Namun, menurutnya daging anjing, tikus, dan kucing lebih enak rasanya.

Kasus Sumanto hanyalah salah satu dari banyak kasus kanibalisme yang terjadi di dunia. Salah satu kasus yang cukup terkenal adalah kasus Jeffrey Dahmer di Amerika Serikat. Dahmer membunuh 17 orang dan memakan bagian tubuh mereka. Dia mengatakan bahwa bagian tubuh favoritnya adalah paha dan lengan atas, karena menurutnya rasanya tidak jauh berbeda dengan beef tenderloin.

William Seabrook, seorang reporter untuk New York Times, juga memiliki pengalaman kanibalisme. Dalam bukunya yang berjudul Jungle Ways, Seabrook merinci perjalanannya ke Afrika Barat di mana dia bertemu dengan suku terpencil yang dikenal sebagai Guere. Setelah menyelesaikan misi untuk menyelidiki keanehan suku Guere, Seabrook menjadi penasaran dengan rasa daging manusia yang sebenarnya dan akhirnya ingin mencobanya sendiri. Dia kemudian kembali ke suku Guere dan ikut serta dalam salah satu ritual kanibal mereka. Menurutnya, rasa daging manusia sama seperti daging sapi.

See also  Contoh Surat Pengantar, Pengertian, Jenis dan Fungsi!

Selain itu, ada juga kasus Peter Bryan di Inggris. Bryan dinyatakan sakit jiwa setelah membunuh anak majikannya dan melarikan diri saat dipindahkan ke rumah sakit jiwa lainnya. Dia membunuh dan memutilasi beberapa orang, dan mengaku bahwa daging manusia rasanya enak seperti daging ayam. Kasus serupa juga terjadi di Brazil, di mana suku Wari memiliki ritual kanibal sebagai bagian dari upacara pemakaman.

Hanya beberapa contoh di antara banyak kasus kanibalisme yang terjadi di dunia. Apakah mereka melakukan perbuatan tersebut karena kekurangan makanan atau karena keyakinan spiritual, tetap saja tindakan ini dianggap mengerikan dan tidak dapat diterima secara moral. Kanibalisme sering kali menjadi kisah mengerikan yang menarik perhatian banyak orang. Namun, hal ini juga harus diingat bahwa kanibalisme adalah kejahatan yang serius dan melanggar hukum di hampir semua negara.

Kasus-kasus kanibalisme tersebut menyoroti keanehan manusia dan betapa luasnya variasi budaya dan kepercayaan di dunia ini. Ada suku-suku di Indonesia seperti suku Batak Sumatera Utara, suku Dayak Kalimantan, suku Asmat Papua, dan beberapa suku lain di Papua Barat dan Timur, serta Fiji dan daerah Melanesia lainnya, yang masih mempraktikkan kanibalisme. Di luar Indonesia, kanibalisme terjadi di banyak negara seperti Amerika Serikat, Prancis, India, Brasil, dan banyak lagi.

Namun, seiring berjalannya waktu, praktik kanibalisme semakin jarang ditemui. Hal ini disebabkan oleh kemajuan peradaban, pengaruh agama, dan pemberlakuan hukum yang melarang kanibalisme. Kanibalisme lebih sering dianggap sebagai tindakan penyimpangan dan kelainan mental.

Tentunya, setiap kasus kanibalisme memiliki latar belakang yang unik dan kompleks. Beberapa pihak berpendapat bahwa kanibalisme adalah hasil dari kekurangan makanan atau situasi darurat lainnya. Namun, ada juga yang berargumen bahwa kanibalisme adalah produk dari kepercayaan spiritual atau praktik ritualistik tertentu. Namun, apapun alasannya, kanibalisme tetap merupakan tindakan yang tidak dapat diterima secara moral dan melanggar hukum.

See also  15 Tanaman Hias Gantung yang Tepat untuk Mempercantik Rumahmu!

Sebagai masyarakat yang beradab, kita harus menjaga dan mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan, menghormati hak hidup semua orang, dan menolak segala bentuk kekerasan dan kekejaman. Tindakan kanibalisme harus ditangani dengan serius dan dilakukan pencegahan serta pendidikan yang tepat agar tindakan ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.

Sebagai penutup, fenomena kanibalisme adalah sesuatu yang mengejutkan dan mengerikan. Meskipun demikian, kita sebagai masyarakat harus tetap berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan, saling menghormati, dan menjaga keberagaman budaya di dunia ini. Semoga dengan adanya pemahaman akan kasus kanibalisme ini, kita dapat semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga martabat manusia dan mencegah praktek-praktek kekerasan seperti kanibalisme untuk terus terjadi.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply