Pengertian Primordialisme: Jenis, Dampak, Ciri dan Contohnya



Pengertian Primordialisme

Primordialisme adalah pandangan atau paham yang mengakui pentingnya ikatan-ikatan yang telah ada sejak lahir dalam sebuah kelompok masyarakat, seperti adat istiadat, tradisi, kepercayaan, dan hal-hal lain yang menjadi bagian dari lingkungan pertama individu tersebut. Paham ini memiliki peran penting dalam membentuk identitas suatu masyarakat atau golongan, yang kemudian digunakan untuk memperkuat ikatan antar anggota golongan tersebut dalam menghadapi ancaman dari luar. Dengan demikian, primordialisme dapat meningkatkan semangat berbangsa dan bernegara.

Namun, primordialisme juga memiliki dampak negatif bagi masyarakat. Paham ini dapat membangkitkan prasangka buruk dan memicu permusuhan antara golongan yang memiliki perbedaan. Ketika seseorang terlalu terikat pada identitas primordialnya, ia cenderung merasa superior dan menilai bahwa budaya atau kelompoknya lebih baik daripada yang lain. Hal ini dapat mengganggu persatuan dan kesatuan dalam masyarakat.

Terkait dengan pengertian primordialisme, ada beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli. William G. Sumner mengatakan bahwa dalam kelompok masyarakat terdapat persamaan yang berbentuk persaudaraan, yang ditunjukkan melalui kerjasama, saling menghormati, saling membantu, dan memiliki solidaritas. Charles Horton Cooley berpendapat bahwa kelompok primer memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian seseorang, di mana seseorang akan belajar dan mengenal kasih sayang, keadilan, kebebasan, patuh kepada orang tua, dan bersedia berkorban untuk keluarganya. Robuskha dan Shepsle menjelaskan bahwa primordialisme adalah loyalitas yang berlebihan terhadap budaya subnasional, seperti keluarga, agama, ras, suku, dan kedaerahan.

Terdapat beberapa jenis primordialisme, yaitu primordialisme suku, primordialisme agama, dan primordialisme kedaerahan. Primordialisme suku terjadi ketika individu terlalu terikat dengan sukunya sendiri. Primordialisme agama terjadi ketika individu menganut suatu agama dengan bangga tanpa menghormati agama lain. Primordialisme kedaerahan terjadi ketika individu lebih terikat dengan daerahnya sendiri daripada dengan daerah lain.

See also  15 Macam–macam Zakat dalam Islam dan Ketentuan Perhitungannya

Dampak dari primordialisme bisa negatif maupun positif. Dampak negatifnya antara lain mengganggu kelangsungan hidup suatu bangsa, menghambat modernisasi, menghambat hubungan antar bangsa, mengurangi objektivitas ilmu pengetahuan, menyebabkan diskriminasi, dan menjadi faktor terjadinya konflik antar suku. Dampak positifnya antara lain meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air, menciptakan kesetiaan terhadap negara, meningkatkan semangat patriotisme, dan menjaga keutuhan budaya.

Primordialisme juga memiliki ciri-ciri yang perlu diperhatikan. Pertama, primordialisme merupakan identitas bagi suatu kelompok, golongan, atau komunitas dalam masyarakat untuk memperkuat ikatan antar anggotanya. Kedua, primordialisme menciptakan cita-cita yang sama dalam suatu kelompok. Ketiga, primordialisme adalah konsekuensi dari adanya masyarakat multikultural. Keempat, primordialisme bisa memicu permusuhan antar kelompok. Kelima, primordialisme mendorong sikap mempertahankan keutuhan kelompok. Dan keenam, primordialisme berhubungan dengan sistem keyakinan.

Contoh-contoh primordialisme antara lain gerakan sosial separatis seperti GAM, OPM, dan RMS, kelompok masyarakat yang menganggap agamanya lebih baik daripada agama lain tanpa menghormati agama lain, gerakan ISIS yang mengatasnamakan agama Islam, NAZI yang menganggap bangsa Arya lebih unggul daripada bangsa Yahudi, dan budaya sungkem yang dimiliki oleh suku Jawa.

Di Indonesia, primordialisme juga dapat ditemui dalam berbagai hal. Masyarakat Indonesia cenderung mengembangkan paham dan ikatan yang bersifat primordial, seperti loyalitas yang terlalu berlebihan terhadap suatu ras, agama, daerah, atau keluarga tertentu. Hal ini mengancam integrasi dan persatuan bangsa. Kemajemukan budaya di Indonesia juga bisa menjadi sumber konflik jika tidak diimbangi dengan budaya toleransi terhadap kelompok lain.

Secara keseluruhan, primordialisme memiliki pengertian dan ciri-ciri yang penting untuk dipahami. Paham ini dapat memiliki dampak positif maupun negatif tergantung bagaimana penerapannya dalam masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu dan kelompok untuk menjaga keseimbangan dalam mempertahankan identitas primordial dan mengembangkan sikap toleransi terhadap kelompok lain.

See also  24 Arti Mimpi Dikejar Ular, Ternyata Menjadi Pertanda Ini!


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply