Perbedaan Kitab dan Suhuf Beserta Para Nabi Penerimanya


Pengertian Kitab

Kitab adalah gabungan atau kumpulan dari firman-firman dan wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada para nabi dan rasul-Nya melalui malaikat Jibril. Nabi dan rasul yang menerima kitab wajib menyampaikan firman serta wahyu tersebut kepada para umatnya. Kitab asli memiliki wujud lembaran yang terbuat dari kulit hewan maupun tumbuhan yang disusun secara sistematis menjadi sebuah buku dengan ukuran yang cukup besar. Isi kitab diklaim lebih lengkap dibandingkan isi suhuf.

Salah satu kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT adalah Kitab Taurat. Kitab ini merupakan kitab pertama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Musa AS sekitar abad ke-12 sebelum Masehi. Kitab Taurat ditulis dan disusun menggunakan Bahasa Ibrani. Kata “taurat” sendiri memiliki arti perintah atau syariat yang berasal dari bahasa Ibrani, kata aslinya “thora” yang bermakna arahan atau instruksi.

Kitab Taurat memiliki tiga elemen yang sama dengan kitab suci agama Yahudi, yaitu Thora, Nabin, dan Khetubin. Thora mengandung perintah-perintah Allah SWT yang harus diikuti, Nabin berisi riwayat hidup para nabi dan rasul, sedangkan Khetubin berisi tulisan-tulisan bijak para pemimpin agama Yahudi.

Selain Kitab Taurat, Nabi Daud AS juga menerima Kitab Zabur. Kitab Zabur diturunkan oleh Allah SWT di Tanah Kanaan sekitar abad ke-10 sebelum Masehi. Kitab Zabur ditulis menggunakan Bahasa Qibti. Isi Kitab Zabur berupa nasehat, puji-pujian, doa, dzikir, dan seruan kepada Allah SWT. Kitab Zabur bertujuan untuk mengajarkan umat Bani Israil dalam menaati dan mematuhi ajaran serta syariat yang diajarkan oleh Nabi Musa AS.

Selanjutnya, Nabi Isa AS menerima Kitab Injil. Kitab Injil diturunkan oleh Allah SWT untuk diwahyukan kepada Nabi Isa AS dan disampaikan kepada umat Nabi Isa AS, yaitu umat Bangsa Israel. Kitab Injil diturunkan di Yerusalem sekitar abad ke-1 Masehi. Isi Kitab Injil berupa keterangan yang nyata dan benar, yang mengajarkan umat untuk mengesakan Allah SWT dan menyembah hanya kepada-Nya. Kitab Injil juga memuat tentang keadaan di akhir zaman dan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai nabi penutup.

See also  80 Kata-kata Jawa Lucu Beserta Artinya, Dijamin Bikin Ngakak!

Kitab Al-Qur’an merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah SWT. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari, dan Al-Qur’an terdiri dari 30 juz, 114 surah, 6.236 ayat, 74.473 kalimat, dan 325.345 huruf.

Perbedaan antara kitab-kitab suci ini terletak pada bentuk, kelengkapan, keberlakuan, dan kewajiban penyampaian. Kitab memiliki bentuk buku yang lengkap dan memiliki masa berlaku yang lebih panjang. Rasul yang menerima kitab memiliki kewajiban untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya. Sementara itu, suhuf hanya berbentuk lembaran-lembaran dan memiliki masa berlaku yang lebih singkat. Nabi yang menerima suhuf tidak memiliki kewajiban untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya.

Arti dari Suhuf

Suhuf merupakan kumpulan wahyu-wahyu dari Allah SWT yang berbentuk lembaran-lembaran. Wahyu-wahyu ini hanya diterima oleh nabi dan tidak untuk disampaikan kepada umatnya. Ada lima nabi yang menerima suhuf dari Allah SWT.

Nabi Adam AS merupakan nabi pertama yang menerima suhuf. Menurut beberapa sumber, Nabi Adam menerima suhuf sebanyak 10 suhuf. Nabi Adam merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT dan diturunkan ke dunia. Diturunkannya Nabi Adam ke dunia bukan tanpa alasan. Allah SWT memberikan semua pengetahuan mengenai alam semesta hanya kepada Nabi Adam. Selain itu, Nabi Adam juga menghadapi cobaan dari iblis yang menolak sujud kepadanya.

Nabi Syits, anak Nabi Adam, juga menerima suhuf. Nabi Syits menerima 50 suhuf dari surga setelah kemenangannya dalam peperangan melawan Qabil. Setelah perang tersebut, Nabi Syits kembali ke rumah dan ibundanya, Siti Hawa, wafat. Setelah penguburan ibundanya, Nabi Syits menerima wahyu-wahyu yang terdiri dari 50 suhuf.

See also  Review Novel A Thousand Splendid Suns Karya Khaled Hosseini

Selain itu, Nabi Musa AS juga menerima suhuf sebanyak 10 suhuf selain Kitab Taurat. Nabi Musa hidup pada zaman kekuasaan Fir’aun yang zalim. Nabi Musa berperan dalam memerdekakan umat Bani Israil dari tindakan kezaliman Fir’aun. Selama hidupnya, Nabi Musa menerima banyak mukjizat dan petunjuk dari Allah SWT.

Nabi Ibrahim AS juga menerima 30 suhuf selain Kitab suci yang diturunkan kepada beliau. Isi dari suhuf Nabi Ibrahim adalah nasehat-nasehat dan hukum-hukum. Nabi Ibrahim terkenal dengan sabar dan kepatuhannya kepada Allah SWT.

Terakhir, Nabi Idris AS juga menerima 30 suhuf. Nabi Idris dikenal sebagai nabi yang sangat sholeh serta memiliki kepandaian yang tinggi. Beliau banyak melakukan ibadah dan berpuasa. Allah SWT memberikan Nabi Idris sejumlah suhuf yang berisi wahyu-wahyu-Nya.

Perbedaan antara kitab dan suhuf terletak pada bentuk dan kelengkapan. Kitab memiliki bentuk buku dan isi yang lebih lengkap, sedangkan suhuf hanya berbentuk lembaran-lembaran. Suhuf juga memiliki masa berlaku yang lebih singkat dan tidak perlu disampaikan kepada umat. Kitab dan suhuf merupakan wahyu-wahyu Allah SWT yang diterima oleh nabi sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. Keduanya memiliki nilai dan keutamaan yang sama sebagai pedoman untuk hidup sebagai hamba yang taat dan beribadah kepada Allah SWT.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply