Berbagai Penyebab Trombosit Turun yang Harus Kamu Waspadai
Apa Saja Penyebab Trombosit Turun?
Trombosit merupakan komponen penting dalam darah yang berperan dalam proses pembekuan. Jumlah trombosit yang cukup adalah vital untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah pendarahan yang berlebihan. Namun, terdapat beberapa penyebab yang dapat menyebabkan trombosit turun di dalam tubuh seseorang.
Salah satu penyebab utama trombosit turun adalah penyakit atau kondisi tertentu. Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan penurunan jumlah trombosit antara lain adalah:
1. Penyakit autoimun
Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh yang sehat, termasuk sel induk darah yang ada di dalam sumsum tulang. Sistem kekebalan tubuh yang tidak normal ini dapat menyebabkan kerusakan pada sel induk darah dan menghambat produksi trombosit.
Contoh penyakit autoimun yang dapat menyebabkan trombosit turun adalah rematik dan lupus. Penderita penyakit ini perlu menjalani pengobatan yang tepat guna mengendalikan sistem kekebalan tubuh yang tidak normal.
2. Kanker darah
Kanker darah seperti limfoma atau leukemia dapat mengganggu produksi trombosit dalam sumsum tulang. Selain itu, pengobatan untuk mengatasi kanker seperti kemoterapi dan radioterapi juga dapat menyebabkan penurunan jumlah trombosit.
Penderita kanker darah perlu menjalani perawatan yang tepat guna mengendalikan penyakit dan menjaga jumlah trombosit tetap stabil.
3. Infeksi virus
Infeksi virus tertentu, seperti infeksi virus Dengue (DENV), rubella, gondok, cacar air, dan HIV/AIDS, juga dapat menyebabkan penurunan jumlah trombosit dalam darah. Infeksi virus ini dapat mempengaruhi produksi trombosit atau menghancurkan trombosit yang sudah ada dalam tubuh.
Penting bagi seseorang yang mengalami infeksi virus untuk segera mencari perawatan medis guna mengendalikan infeksi dan memulihkan jumlah trombosit dalam tubuh.
4. Gangguan fungsi limpa
Limpa adalah organ dalam tubuh yang bertugas menyaring sel-sel darah yang rusak atau sudah tua. Ketika limpa mengalami pembesaran atau pembengkakan, sel-sel darah, termasuk trombosit, dapat tertahan di dalamnya dan mengakibatkan penurunan jumlah trombosit dalam darah.
Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan pembengkakan limpa antara lain kanker hati, sirosis, dan luka pada sumsum tulang.
5. Gangguan sumsum tulang
Sumsum tulang adalah tempat produksi trombosit dalam tubuh. Jika terdapat gangguan pada sumsum tulang, produksi trombosit dapat terganggu dan menyebabkan penurunan jumlah trombosit dalam darah.
Beberapa kondisi medis yang dapat mengganggu fungsi sumsum tulang antara lain kanker darah, anemia aplastik, paparan bahan kimia berbahaya, konsumsi obat-obatan tertentu, dan infeksi bakteri.
6. Kehamilan
Selama kehamilan, tubuh wanita mengalami perubahan hormonal dan fisiologis yang dapat mempengaruhi jumlah trombosit dalam darah. Pada kehamilan, sekitar 5% wanita mengalami penurunan jumlah trombosit saat mendekati waktu persalinan.
Meskipun penurunan trombosit selama kehamilan umumnya tidak berbahaya, penting bagi ibu hamil untuk tetap memantau jumlah trombosit dalam darahnya dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Apa Saja Gejala Saat Jumlah Trombosit Rendah?
Gejala yang muncul ketika seseorang mengalami penurunan jumlah trombosit dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kondisi dan faktor-faktor penyebabnya. Beberapa gejala yang mungkin muncul saat jumlah trombosit rendah antara lain:
1. Mudah merasa lelah atau lemah. Kekurangan trombosit berarti darah sulit membeku dan tubuh harus bekerja lebih keras untuk memulihkan proses pembekuan.
2. Terdapat darah dalam urin atau feses. Kehilangan trombosit dapat menyebabkan pendarahan yang tidak normal, termasuk darah dalam urin atau feses.
3. Pembengkakan pada limpa. Jika limpa mengalami pembesaran akibat tertahannya trombosit di dalamnya, gejala pembengkakan pada limpa dapat muncul.
4. Aliran haid yang luar biasa berat pada wanita. Penurunan trombosit dalam darah dapat mempengaruhi proses pembekuan saat haid, sehingga menyebabkan aliran haid yang luar biasa berat.
5. Mudah memar atau mengalami purpura (bintik-bintik ungu). Kurangnya trombosit dalam darah dapat menyebabkan kulit mudah memar atau munculnya purpura, yakni pendarahan superfisial ke kulit yang terlihat seperti bintik-bintik ungu kemerahan.
6. Pendarahan yang sulit berhenti pada luka luar. Kekurangan trombosit dapat menghambat proses pembekuan saat terjadi luka luar, sehingga pendarahan sulit berhenti atau membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berhenti.
7. Pendarahan pada hidung atau gusi. Peningkatan risiko pendarahan pada hidung atau gusi dapat merupakan gejala trombosit rendah.
Jika seseorang mengalami gejala-gejala tersebut, sangat penting untuk segera mencari perawatan medis guna mengetahui penyebab pasti penurunan trombosit dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Bagaimana cara meningkatkan jumlah trombosit dalam darah?
Untuk mengatasi penurunan jumlah trombosit dalam darah, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan. Pilihan cara pengobatan akan bergantung pada penyebab penurunan trombosit. Beberapa cara yang dapat ditempuh antara lain:
1. Terapi obat-obatan. Dokter dapat meresepkan obat-obatan tertentu, seperti obat kortikosteroid, untuk memperlambat kerusakan trombosit dalam tubuh. Selain itu, obat-obatan seperti rituximab, imunoglobulin, romiplostim, atau eltrombopag juga dapat diberikan guna meningkatkan jumlah trombosit dalam darah.
2. Transfusi trombosit. Jika jumlah trombosit sangat rendah dan pendarahan sudah mengancam nyawa, dokter dapat melakukan transfusi trombosit. Prosedur ini melibatkan pemindahan trombosit yang sehat ke dalam darah pasien.
3. Splenektomi. Jika trombosit turun akibat pembengkakan atau gangguan pada limpa, dokter mungkin akan merekomendasikan operasi pengangkatan limpa yang disebut splenektomi. Prosedur ini biasanya dilakukan sebagai langkah terakhir jika pengobatan obat-obatan tidak efektif.
Selain melalui pengobatan medis, terdapat juga beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah trombosit dalam darah, seperti:
1. Mengonsumsi makanan bergizi. Beberapa makanan diketahui dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit dalam darah, seperti jambu biji, sayuran hijau, kurma, mangga, delima, wortel, jeruk, dan lain sebagainya. Mengonsumsi makanan bergizi yang kaya akan vitamin dan mineral dapat mendukung produksi trombosit dalam tubuh.
2. Menjaga pola hidup sehat. Menerapkan pola hidup sehat, seperti rajin berolahraga, cukup istirahat, dan menghindari stres, dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk produksi trombosit.
3. Menghindari makanan atau minuman yang dapat mengganggu pembekuan darah. Beberapa makanan atau minuman, seperti kopi, teh hijau, anggur merah, dan bawang putih mentah, diketahui memiliki efek negatif pada pembekuan darah. Menghindari konsumsi berlebihan makanan atau minuman tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan produksi trombosit dalam tubuh.
Dalam beberapa kasus, penurunan jumlah trombosit dapat berhubungan dengan kondisi kesehatan yang serius dan memerlukan penanganan medis yang intensif. Penting untuk selalu memantau kesehatan tubuh dan mengonsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala yang mencurigakan atau jika memiliki riwayat kesehatan yang berisiko mengalami penurunan trombosit.
Penutup
Penurunan jumlah trombosit dalam darah dapat terjadi akibat berbagai penyebab, seperti penyakit autoimun, kanker darah, gangguan fungsi limpa, gangguan sumsum tulang, kehamilan, infeksi virus, dan faktor-faktor lainnya. Gejala-gejala yang muncul dapat beragam, mulai dari mudah lelah, pendarahan, pembengkakan pada limpa, hingga pembekuan darah yang sulit.
Pengobatan untuk penurunan jumlah trombosit bergantung pada penyebabnya. Beberapa cara yang dapat ditempuh meliputi terapi obat-obatan, transfusi trombosit, splenektomi, serta menjaga pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan bergizi.
Selalu penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan dan memantau gejala-gejala yang mungkin muncul. Jika mengalami gejala-gejala yang mencurigakan atau memiliki riwayat kesehatan yang berisiko mengalami penurunan trombosit, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.