Perbedaan Onboarding dan Orientation Beserta Manfaatnya
Apa itu Orientasi?
Orientasi adalah sebuah program atau proses yang bertujuan untuk memperkenalkan karyawan baru kepada perusahaan tempat mereka bekerja. Program ini berfokus pada pengenalan perusahaan terkait kebijakan, prosedur, lingkungan kerja, budaya perusahaan, kesehatan dan keselamatan kerja, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan perusahaan. Program orientasi ini biasanya dilakukan oleh Departemen Sumber Daya Manusia atau HR.
Terdapat empat tujuan utama yang ingin dicapai melalui program orientasi ini. Pertama, tujuan tersebut adalah untuk membiasakan karyawan baru dengan kondisi kerja yang ada. Dalam hal ini, karyawan baru akan diperkenalkan dengan lingkungan kerja, aturan-aturan yang berlaku di perusahaan, serta tata cara kerja yang harus diikuti. Dengan demikian, karyawan baru akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru.
Kedua, tujuan dari program orientasi adalah untuk membangun sikap yang saling menguntungkan mengenai perusahaan di dalam pikiran karyawan baru. Dalam hal ini, karyawan baru akan diberikan pemahaman mengenai visi dan misi perusahaan, nilai-nilai perusahaan, dan juga tujuan perusahaan secara keseluruhan. Dengan pemahaman yang baik mengenai perusahaan, karyawan baru akan memiliki motivasi dan semangat kerja yang tinggi untuk mendukung tujuan perusahaan.
Ketiga, tujuan dari program orientasi adalah untuk memperoleh hasil yang lebih efektif dari karyawan baru dalam waktu yang singkat. Dalam hal ini, orientasi bertujuan untuk mempersiapkan karyawan baru agar segera dapat berkontribusi secara maksimal dalam pekerjaan mereka. Dengan adanya program orientasi yang baik, karyawan baru dapat memahami tugas dan tanggung jawab mereka dengan baik, sehingga dapat menghasilkan kontribusi yang lebih efektif dalam waktu yang relatif singkat.
Terakhir, tujuan dari program orientasi adalah untuk mempertahankan karyawan di dalam organisasi. Dalam hal ini, orientasi bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan bagi karyawan baru, sehingga mereka merasa betah dan ingin bertahan dalam perusahaan. Dengan adanya program orientasi yang baik, karyawan baru akan merasa didukung dan dihargai oleh perusahaan, sehingga mereka cenderung untuk tetap bekerja dalam jangka waktu yang lama.
Apa itu Onboarding?
Onboarding adalah sebuah proses yang strategis untuk membawa karyawan baru ke dalam organisasi dan memberikan pelatihan, informasi, pembinaan, dan pendampingan selama masa transisi. Proses onboarding ini biasanya dimulai setelah karyawan baru menerima tawaran kerja dan berlanjut selama enam sampai dua belas bulan pertama masa kerja mereka di perusahaan. Proses ini bertujuan untuk membangun hubungan yang baik antara karyawan baru, atasan, dan manajernya.
Onboarding memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, tujuan dari proses onboarding adalah untuk memfasilitasi kemampuan karyawan baru untuk berkontribusi dalam peran yang baru. Dalam hal ini, karyawan baru akan diberikan pelatihan dan informasi yang diperlukan untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka dengan baik. Dengan adanya proses onboarding yang baik, karyawan baru dapat memahami peran mereka dengan jelas dan dapat beradaptasi dengan pekerjaan baru mereka dengan cepat.
Kedua, tujuan dari proses onboarding adalah untuk meningkatkan kenyamanan karyawan baru di dalam peran barunya. Dalam hal ini, proses onboarding bertujuan untuk membantu karyawan baru merasa nyaman dan percaya diri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka. Dengan adanya proses onboarding yang baik, karyawan baru akan merasa didukung dan dihargai oleh perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kepuasan kerja mereka.
Ketiga, tujuan dari proses onboarding adalah untuk menguatkan keputusan karyawan baru untuk tetap bekerja di perusahaan tersebut. Dalam hal ini, proses onboarding bertujuan untuk menciptakan hubungan yang baik antara karyawan baru, atasan, dan manajernya. Dengan adanya hubungan yang baik dan saling mendukung, karyawan baru cenderung untuk tetap bekerja dalam jangka waktu yang lama.
Keempat, tujuan dari proses onboarding adalah untuk meningkatkan produktivitas karyawan baru. Dalam hal ini, proses onboarding bertujuan untuk mempersiapkan karyawan baru agar segera dapat berkontribusi secara maksimal dalam pekerjaan mereka. Dengan adanya proses onboarding yang baik, karyawan baru dapat memahami tugas dan tanggung jawab mereka dengan baik, sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja mereka.
Terakhir, tujuan dari proses onboarding adalah untuk mendorong komitmen dan keterlibatan karyawan baru. Dalam hal ini, proses onboarding bertujuan untuk membantu karyawan baru merasa dihargai, didukung, dan diterima oleh perusahaan dan rekan kerja mereka. Dengan adanya proses onboarding yang baik, karyawan baru cenderung untuk lebih komitmen dan terlibat dalam pekerjaan mereka.
Perbedaan Definisi Onboarding dan Orientation
Setelah memperkenalkan definisi onboarding dan orientation, sekarang kita akan membahas perbedaan antara keduanya. Meskipun kedua konsep tersebut terkait dengan pengenalan karyawan baru kepada perusahaan, namun terdapat perbedaan yang mendasar antara onboarding dan orientation.
Pertama, perbedaan mendasar antara onboarding dan orientation terletak pada fokusnya. Orientation lebih difokuskan pada pengenalan karyawan baru kepada perusahaan secara umum. Dalam program orientation, karyawan baru akan diperkenalkan dengan visi dan misi perusahaan, nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh perusahaan, kebijakan-kebijakan perusahaan, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan perusahaan secara keseluruhan. Tujuan dari orientasi adalah untuk memberikan pemahaman yang jelas mengenai perusahaan kepada karyawan baru.
Sementara itu, onboarding lebih difokuskan pada pengenalan karyawan baru kepada pekerjaan mereka. Melalui program onboarding, karyawan baru akan diberikan pelatihan, informasi, pembinaan, dan pendampingan yang khusus sesuai dengan pekerjaan yang akan mereka jalani. Tujuan dari onboarding adalah untuk membantu karyawan baru beradaptasi dengan pekerjaan baru mereka dan dapat berkontribusi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban.
Kedua, perbedaan antara onboarding dan orientation terletak pada durasi pelaksanaannya. Orientation umumnya dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, biasanya kurang lebih selama satu minggu setelah karyawan baru bergabung dengan perusahaan. Tujuan dari orientation adalah memberikan pemahaman awal kepada karyawan baru tentang perusahaan. Sementara itu, onboarding dilakukan dalam waktu yang lebih lama, biasanya antara 3 sampai 6 bulan atau bahkan satu tahun. Tujuan dari onboarding adalah membantu karyawan baru untuk beradaptasi dengan pekerjaan secara menyeluruh dan dapat berkontribusi dengan maksimal.
Ketiga, perbedaan antara onboarding dan orientation terletak pada keterlibatan karyawan baru dalam kegiatan tersebut. Dalam program orientation, karyawan baru umumnya akan melaksanakan kegiatan bersama, sehingga dapat membangun relasi antar sesama karyawan baru. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan karyawan baru dengan rekan kerja sejawatnya. Sementara itu, dalam onboarding, keterlibatan karyawan baru bersifat lebih personal. Mereka akan ikut serta dalam kegiatan kerja sehari-hari, seperti presentasi, rapat, atau mengerjakan proyek tertentu. Hal ini bertujuan untuk memperkuat ikatan karyawan baru dengan rekan kerja yang sudah lebih lama bekerja di perusahaan.
Keempat, perbedaan antara onboarding dan orientation terletak pada tujuan atau objektif dari masing-masing kegiatan. Tujuan utama orientation adalah untuk memperkenalkan karyawan baru dengan visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan. Selain itu, orientation juga bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tugas dan tanggung jawab yang harus diemban oleh karyawan baru. Tujuan utama onboarding adalah untuk memfasilitasi kemampuan karyawan baru untuk berkontribusi dalam pekerjaan baru mereka, meningkatkan kenyamanan karyawan baru di dalam peran baru mereka, mempertahankan karyawan di perusahaan, meningkatkan produktivitas karyawan baru, dan mendorong komitmen dan keterlibatan karyawan baru.
Perbedaan antara onboarding dan orientation memiliki peran yang penting dalam masa orientasi karyawan baru. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk merencanakan dan menyelenggarakan kedua kegiatan ini dengan tepat. Dengan memahami perbedaan antara onboarding dan orientation, perusahaan dapat mencapai tujuan dari kedua kegiatan tersebut dan memastikan karyawan baru dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja dan pekerjaan baru mereka dengan lebih baik.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.