Daftar Oleh-Oleh Khas Jogja yang Harus Kalian Beli
Sejarah Oleh-Oleh
Sebelum kita lebih jauh mencari oleh-oleh khas Jogja apa saja yang wajib kita ketahui dan dimasukkan ke dalam daftar belanja ada baiknya juga kita mengetahui mengenai sejarah awal-mula oleh-oleh menjadi tradisi turun-temurun yang merebak pada setiap turis lokal yang sedang pergi berwisata tersebut.
Oleh-oleh atau buah tangan konon berasal dari zaman kerajaan-kerajaan di Indonesia. Kerajaan-kerajaan kuno sering memberi penghormatan kepada kerajaan lain. Dalam arti tertentu, upeti adalah cara di mana para raja-raja pada zaman dahulu saling mengirim sesuatu. Penghormatan ini dapat berlangsung dalam bentuk apapun, dari barang, hewan, bahkan wanita.
“Di Indonesia sejak abad ke-7 telah terjadi pertukaran upeti antar kerajaan. Salah satunya adalah pada abad ke-14, ketika kerajaan Pajajaran mengirimkan upeti kepada kerajaan Majapahit. Pemberian upeti bisa dilihat sebagai bentuk dzikir terhadap waktu. Ini kemungkinan besar adalah bagian pertama dari memori. Sementara itu, dari sudut pandang ahli sejarah dan arkeologi kuno Indonesia, Agus Aris Munandar, asal usul cinderamata atau oleh-oleh ini juga dapat ditelusuri melalui dokumen sejarah dari abad ke-14 atau 15. Agus menjelaskan bahwa pengetahuan tentang budaya yang kita kunjungi dapat juga disebut oleh-oleh.
“Menurut dokumen yang kami terima, orang Sunda (Jawa Barat) pergi ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali. Nah, dalam teks Sunda dikatakan bahwa jika seseorang mengaku pergi ke Jawa dan kemudian kembali ke Sunda dan tidak bisa berbahasa Jawa, itu bohong. Jadi kalau dia pergi ke tempat lain, seperti Lampung, dia harus mengerti bahasa Melayu. Untuk sampai ke Jawa harus mengerti bahasa Jawa, dan waktu itu belum ada yang namanya oleh-oleh, tapi yang disebut oleh-oleh itu ilmu budaya,” kata Agus.
Wayang golek merupakan salah satu barang yang dapat dijadikan oleh-oleh khas Jawa Barat.
Wayang golek merupakan salah satu barang yang bisa dijadikan oleh-oleh khas Jawa Barat.
Sementara itu, menurut Asep, suvenir menjadi semakin populer di akhir abad ke-19, setelah tradisi wisata menjadi mainstream ketika Terusan Suez dibuka. Hal ini menyebabkan banyak orang melakukan perjalanan keliling dunia dengan kapal uap.
Memang, ribuan turis datang hanya untuk melihat dan datang ke Bali melalui Batavia. “Tahun itu, orang Bali masih sama. Jadi kenangan paling menarik tentang Bali adalah fotonya, di mana orang Bali bertelanjang dada.
Kenangan dari oleh-oleh masa lalu hanya mungkin dalam bentuk kartu pos sebelum teknologi maju secepat sekarang. Kemudian kartu pos berkembang, terutama sejak teknologi foto dimulai pada tahun 1850 dan setelahnya menjadi oleh-oleh wisata yang dikenal luas.
Kemudian, setelah munculnya teknologi keramik modern, orang dapat membentuk bentuk tiga dimensi yang solid dan dapat menampilkan warna-warna cerah, bentuk ingatan mulai berubah dan berkembang.
“Awal abad 20, tapi masih kartu pos. Hal itu dapat dilihat berdasar data di buku-buku yang ada, khususnya industri kreatif, dengan munculnya asbak dan sebagainya, setelah kita merdeka, trennya mulai berubah menjadi seperti yang kita sebut pada saat ini yaitu oleh-oleh.
Daftar Oleh-Oleh Khas Jogja
Yogyakarta sangat populer di kalangan wisatawan. Semuanya tersedia di sini, harganya juga relatif terjangkau. Mulai dari wisata kuliner hingga wisata alam, semuanya tersedia di Yogyakarta. Saking banyaknya, kamu masih bisa bingung mau beli oleh-oleh apa.
Ada begitu banyak opsi oleh-oleh yang dapat kita beli mulai oleh-oleh yang berasal dari pasar tradisional hingga toko oleh-oleh kontemporer. Berikut kami akan bagikan informasi daftar oleh-oleh khas Yogyakarta terbaik dan wajib dibawa pulang!
Bakpia dibawa oleh pedagang pendatang dari Tiongkok pada awal abad 20.
Pada tahun 1930, bakpia termasuk di antara pedagang Tionghoa yang menduduki wilayah Pathuk, Yogyakarta tengah.
Awalnya, bakpia bukanlah makanan yang bernilai sosial atau makanan yang bernilai budaya, seperti kue keranjang yang biasa terlihat pada perayaan Tahun Baru Imlek. Bakpia adalah tambahan untuk kue keranjang dan makanan ringan sehari-hari.
Dalam bahasa Cina, bakpia disebut “tok luk pia”, yang berarti kue pia kacang hijau. Nama lain, bakpia berasal dari kata ‘bak’ dan ‘pia’. ‘bak’ berarti babi, sedangkan pia berarti roti yang terbuat dari tepung. Bakpia secara harfiah berarti adonan roti yang berisi daging babi.
Karena masyarakat Yogyakarta umumnya beragama Islam, isi bakpia diganti dengan kacang hijau. Penemu bakpia buncis adalah Kwik Sun Kwok, yang konon merupakan pemilik Bakpia Pathok 75. Ketika keluarga Tionghoa menghadapi kesulitan ekonomi, bakpia mulai dijual untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Sekitar tahun 1930, Hindia Belanda mengalami keterpurukan ekonomi, setelah itu lama kelamaan bakpia dikenal sebagai industri dan makanan khas Yogyakarta.
Berikut ada beberapa jenis bakpia khas jogja yang cukup umum:
Bakpia kering dan bakpia basah
Secara umum bakpia ada dua jenis, yaitu bakpia basah dan bakpia kering. Perbedaan kedua bakpia ini terletak pada tekstur kulit dan umur simpannya. Sedangkan bakpia kering memiliki tekstur yang lebih kencang dan renyah serta memiliki masa simpan 10 hari.
Bakpia adalah oleh-oleh khas Yogyakarta yang terkenal dan melegenda. Kue ini sudah ada sejak tahun 1948. Di Yogyakarta banyak terdapat toko bakpia terkenal, seperti Bakpia Pathok 25, Bakpia Kurnia Sari, Bakpia Citra Premium dan masih banyak lagi.
Setiap soket memiliki karakteristik tersendiri sehingga Anda dapat memilih sesuai dengan preferensi Anda. Namun jika ingin membeli sebagai oleh-oleh, sebaiknya pilih bakpia kering karena lebih tahan lama.
Yangko adalah kue khas Yogyakarta yang memiliki tekstur dan rasa yang mirip dengan mochi. Kue ini bisa menjadi pilihan jika Anda menyukai cemilan yang manis dan kenyal.
Geplak adalah makanan khas Bantul yang terbuat dari parutan kelapa dan gula. Bentuk jajanan ini bulat dan berwarna-warni.
Tidak sulit menemukan geplak di Yogyakarta, karena hampir semua toko oleh-oleh menjualnya.
Keripik Belut juga bisa jadi oleh-oleh jika ke Yogyakarta. Camilan ini renyah dan enak. Selain keripik, belut juga banyak diolah menjadi makanan lain seperti Welut mangut, Welut sego, Welut pepes.
Makanan ini merupakan oleh-oleh khas salah satu kabupaten di Yogyakarta yaitu Gunungkidul. Selain kandungan proteinnya yang tinggi, rasa belalang goreng atau belalang juga sangat enak dan cocok disantap dengan nasi panas.
Tiwul adalah makanan pokok pengganti nasi yang terbuat dari singkong atau singkong. Di Yogyakarta, tiwul dibuat menjadi jajanan manis atau dimasak seperti nasi.
Geblek adalah makanan yang terbuat dari tapioka dan dibumbui dengan bawang bombay yang lezat.
Biasanya geblek disajikan dengan tempe bacem atau pelengkap lainnya.
Wedang uwuh adalah minuman herbal khas Yogyakarta. Wedang uwuh mengandung berbagai bumbu seperti jahe, kayu manis, kapulaga, serai, gula batu dan kayu secang. Wedang uwuh memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Oleh-oleh unik ini sangat populer sebagai jajanan khas Bantul. Dibandingkan dengan bebek biasa, tumpukan bebek ini lebih tebal dan berisi.
Cokelat Monggo adalah salah satu merek cokelat terkenal di Yogyakarta. Mengutip artikel di Kompas.com, Cokelat Monggo dibuat oleh para ahli cokelat di Belgia dari biji kakao terbaik dari Indonesia. Anda bisa membeli cokelat Monggo di toko dan pusat industri langsung di Jalan Tugu Gentong RT 03 Sribitan Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
Tidak jauh berbeda dengan geblek, jika rumah Anda tidak jauh, Anda bisa membawa pulang jadah tempe sebagai oleh-oleh. Sesuai dengan namanya, jadah ini disajikan dengan tempe bacem, sehingga memiliki cita rasa yang khas. Penjual tempe jadah terkenal di Jalan Kaliurang, dekat tempat wisata Gunung Merapi. Nama tempat ini adalah Jadah Tempe Mbah Carik.
Ukel adalah jajanan khas Kotagede yang terbuat dari tepung ketan, gula, telur dan garam. Jajanan ini berbentuk seperti angka delapan dan dibungkus dengan gula. Sedangkan banjar adalah bentuk ukel tanpa pemanis. Penjual ukel juga banyak di Yogyakarta, sehingga Anda akan mudah menemukannya. Penjual biasa ditemukan di pasar tradisional. Meski begitu, kini juga ada penjual ukel di toko oleh-oleh.
Wedang uwuh adalah minuman khas Yogyakarta yang populer di kalangan wisatawan dan penduduk lokal. Minuman ini terbuat dari campuran rempah-rempah, seperti jahe, kayu secang, cengkeh, bahkan kapulaga. Orang Yogyakarta sendiri tahu tentang bumbu wedang. Karena ramuannya banyak menggunakan bumbu, jadi seperti tumpukan sampah.


Oleh-Oleh Jogja Selain Kuliner
Jogja terkenal sekali dengan tempat wisata yang sangat populer kalian dapat menemukan berbagai macam pilihan oleh-oleh yang wajib dibawa pulang jika berkunjung kesana mulai dari kuliner dan pakaian khas jogja. Setelah pada pembahasan di atas kita telah disajikan daftar berbagai macam pilihan menu kuliner yang dapat dijadikan oleh-oleh selanjutnya pada pembahasan satu ini kami telah merangkum berbagai daftar pilihan oleh-oleh selain kuliner yang dapat kalian temukan dan dapat dibeli ketika kalian sedang berkunjung di Jogja. Selanjutnya kami telah merangkum daftarnya dibawah ini!
Jogja terkenal dengan seninya. Salah satu bentuk kesenian Yogyakarta adalah batik. Saat berkunjung ke kawasan ini, Anda bisa membeli batik dalam bentuk kain, garmen atau kain kasar. Jika Anda ingin membeli batik, Anda bisa mengunjungi Pasar Beringharjo. Di pasar ini terdapat banyak pilihan batik dengan harga yang relatif terjangkau.
Selain kain batik, Anda juga bisa membeli kaos Dagadu Jogja. Baju gaul khas jogja ini cukup melegenda, karena pada baju ini terdapat kata-kata lucu, unik dan tidak jarang kata-kata sarkastik. Jika Anda ingin membeli Kaos Dagadu, Anda bisa pergi ke official store di Gedong Kuning, Mal Malioboro Bawah Tanah dan di sekitar Alun-alun Utara.
Kerajinan kulit amplas juga dianggap sebagai oleh-oleh khas Jogja selain makanan. Manding adalah wisata dewasa yang merupakan jantungnya kerajinan kulit. Di desa wisata ini terdapat berbagai macam kerajinan kulit mulai dari tas, dompet, sabut, jas, bingkai foto dan gantungan.
Keunikan kerajinan Kasongan
Jogja hadir tidak hanya dalam bentuk aksesoris atau fashion item saja, tetapi juga berbagai furniture hasil karya para perajin Jogja. Di Jogja terdapat toko-toko yang menjual dekorasi rumah, mulai dari hiasan dinding hingga kursi yang terbuat dari bahan alami seperti rotan, kayu dan ijuk. Selain nilai seninya, gaya dekorasi interior khas Jogja lebih ramah lingkungan.
Surjan merupakan pakaian khas Jawa yang sering dikenakan oleh masyarakat Jogja pada saat-saat tertentu, seperti pada saat upacara adat Jawa. Jenis pakaian tradisional Jogja ini menarik untuk diberikan sebagai oleh-oleh karena teksturnya yang unik. Surjan sendiri hadir dalam dua desain, yaitu surjan bergaris dengan motif garis-garis dan surjan ontrokusuma dengan motif bunga. Biasanya lurik digunakan oleh masyarakat umum karena terbuat dari warna mentah dan gelap seperti coklat, kuning, dan abu-abu. Sedangkan ontrokusuma surjan sering digunakan oleh kalangan bangsawan dan terbuat dari kain sutera dengan hiasan bunga warna-warni.
Jika ingin membeli Surjan bisa langsung ke pasar Beringharjo atau ke para pedagang di pinggir Jalan Malioboro. Di sana, Surjan biasanya dijual dengan harga sekitar Rp. 45.000,00 hingga ratusan ribu tergantung model dan aksesoris seperti blangkon.


Referensi:
1. “Oleh-Oleh Khas Jogja,” https://www.jogjabatch.blogspot.com
2. “Sejarah Oleh-Oleh,” https://www.sejarahlengkap.my.id
3. “Daftar Oleh-Oleh Khas Jogja,” https://www.byverzher.mun&id=2022/jogjakarta-oleh-oleh
4. “Oleh-Oleh Jogja Selain Kuliner,” https://www.yogyes.com/martabak-jogja
5. “Raringan Bakpia Petruk 75,” https://www.bakpiapathok75.com
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.