Yuk, Ketahui Manfaat Pare dan Cara Pengolahannya!
Manfaat Pare –
Manfaat Pare Untuk Kesehatan Tubuh
Pare merupakan salah satu jenis buah labu-labuan yang kerap dijadikan sebagai pelengkap ketika menghidangkan siomai. Rasa pahit pada buah ini mungkin membuat banyak orang enggan menyukainya. Namun, tahukah Anda bahwa pare memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh? Mari kita simak beberapa manfaat pare berikut ini.
1. Mengendalikan Gula Darah
Pare mengandung magnesium yang dapat membantu memaksimalkan kinerja hormon insulin dalam tubuh. Pasien diabetes tipe 2 seringkali mengalami kekurangan magnesium dalam tubuh mereka, sehingga mengonsumsi pare dapat membantu mengatur kadar gula darah. Pare juga dapat membantu mencegah penumpukan glukosa dalam darah dan mengarahkannya ke otot, hati, dan jaringan lemak. Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi pare jika Anda sedang mengonsumsi obat penurun gula darah atau memiliki masalah dengan kadar gula darah Anda.
2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Pare mengandung senyawa antioksidan seperti vitamin C, yang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh dan melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Vitamin C juga dapat membantu meningkatkan produksi sel darah putih yang penting untuk sistem kekebalan tubuh. Dengan mengonsumsi pare, Anda dapat memenuhi sebagian kebutuhan harian Anda akan vitamin C.
Pare juga diketahui memiliki kandungan agen anti-virus dan anti-bakteri yang dapat membantu melawan infeksi.
3. Menjaga Kesehatan Mata
Pare mengandung senyawa flavonoid seperti beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin, yang dapat membantu menjaga kesehatan mata. Beta-karoten dan lutein diketahui dapat melindungi mata dari kerusakan akibat sinar ultraviolet dan membantu mencegah terjadinya katarak dan degenerasi makula. Dengan mengonsumsi pare secara teratur, Anda dapat membantu menjaga kesehatan mata Anda.
4. Meredakan Asma dan Gangguan Pernapasan Lainnya
Kandungan anti-inflamasi dan anti-histamin dalam pare dapat membantu meredakan gejala asma dan gangguan pernapasan lainnya. Pare juga sering digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok untuk mengobati batuk kering, bronkitis, dan asma. Dengan mengonsumsi pare, Anda dapat membantu meredakan gejala pernapasan yang tidak nyaman.
5. Mengobati Masalah Kulit
Pare dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk berbagai masalah kulit, baik yang disebabkan oleh bakteri maupun jamur. Kandungan senyawa anti-jamur dan anti-bakteri dalam pare dapat membantu melawan infeksi kulit seperti kudis dan kurap. Pare juga mengandung senyawa anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada kulit dan mengobati kondisi kulit seperti psoriasis dan eksim.
6. Membantu Mengobati HIV dan Herpes
Pare mengandung senyawa fitokimia MAP30 yang memiliki sifat anti-virus. Penelitian telah menunjukkan bahwa MAP30 dapat menghambat replikasi virus HIV dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, pare juga diketahui dapat membantu mengobati infeksi herpes dengan menghambat replikasi virus dan mengurangi gejala herpes.
7. Meningkatkan Kesehatan Tulang dan Penyembuhan Luka
Pare mengandung vitamin K, yang penting untuk kesehatan tulang dan pembekuan darah yang normal. Vitamin K membantu menjaga kepadatan tulang dan mencegah risiko patah tulang. Pare juga mengandung nutrisi penting lainnya seperti kalsium, fosfor, dan magnesium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang yang sehat. Selain itu, kandungan vitamin K dalam pare juga dapat membantu dalam proses penyembuhan luka.
8. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan
Pare mengandung serat makanan yang cukup tinggi, sehingga dapat membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi risiko sembelit. Serat juga dapat membantu mengatur gerakan peristaltik makanan melalui saluran pencernaan, menjaga kesehatan usus, dan membantu mencegah penyakit usus seperti divertikulitis dan kanker usus.
Kandungan Nutrisi Dalam Pare
Untuk memahami manfaat pare dengan lebih baik, penting untuk mengetahui kandungan nutrisi yang terdapat dalam buah ini. Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia (DKPI), per 100 gram pare segar yang masih mentah mengandung:
– Air: 94,4 gram
– Kalori: 19 kkal
– Protein: 1,0 gram
– Lemak: 0,4 gram
– Karbohidrat: 3,6 gram
– Serat: 1,3 gram
– Kalsium: 31 miligram
– Fosfor: 65 miligram
– Zat besi: 0,9 miligram
– Natrium: 5,0 miligram
– Kalium: 277,7 miligram
– Tembaga: 0,03 miligram
– Zinc: 0,8 miligram
– Retinol (Vit. A): 0,0 mikrogram
– Beta karoten: 197 mikrogram
– Karoten Total: 80 mikrogram
– Thiamin (Vit. B1): 0,18 miligram
– Riboflavin (Vit B2): 0,04 miligram
– Niacin (Vit. B3): 0,4 miligram
– Vitamin C: 58 miligram
Kandungan nutrisi ini menjadikan pare sebagai buah yang rendah kalori dan kaya nutrisi, sehingga sangat baik untuk kesehatan tubuh.
Tips Mengolah Pare
Bagi Anda yang ingin mencoba mengolah pare, ada beberapa tips yang dapat membantu Anda mengurangi rasa pahit pada buah ini. Berikut adalah beberapa tips mengolah pare yang baik:
1. Cuci pare dengan air garam bersih untuk mengurangi rasa pahitnya. Gunakan air garam secukupnya dan remas pare secara perlahan sebelum membilasnya dengan air bersih.
2. Potong pare dan keluarkan bijinya sesuai dengan kebutuhan Anda. Anda dapat memotong pare menjadi irisan tipis atau kotak-kotak kecil, tergantung pada resep atau cara memasak yang Anda pilih.
3. Anda dapat mengukus, merebus, menumis, atau memanggang pare sesuai dengan selera dan kebutuhan Anda. Tambahkan bumbu atau bahan lain yang Anda sukai untuk memberikan rasa yang lebih enak pada pare.
4. Anda juga dapat mengolah pare menjadi jus atau menambahkannya dalam suplemen yang dapat Anda temukan di apotek atau toko kesehatan.
Selain itu, ada beberapa resep yang dapat Anda coba untuk mengolah pare. Berikut adalah tiga resep tumis pare yang mudah dan lezat:
1. Tumis Pare Udang
Bahan-bahan:
– 1 buah pare besar, potong dan bersihkan
– Udang sesuai selera
– 4 bawang merah, iris tipis
– 2 bawang putih, iris tipis
– 1 daun bawang, iris tipis
– Cabai rawit sesuai selera, iris tipis
– 1 sdt saus tiram
– Garam, gula, dan penyedap secukupnya
Cara memasak:
1. Tumis bawang merah, bawang putih, dan daun bawang hingga harum.
2. Masukkan cabai rawit dan udang, masak hingga udang berubah warna.
3. Tambahkan pare, aduk rata, dan masak sebentar.
4. Tuangkan saus tiram, garam, gula, dan penyedap secukupnya.
5. Tuangkan sedikit air, masak hingga matang. Sajikan selagi hangat.
2. Tumis Pare Tempe
Bahan-bahan:
– 500 gram pare, potong dan bersihkan
– Tempe, potong dadu
– 2 cm lengkuas, memarkan
– Garam, gula, dan kaldu jamur secukupnya
Bumbu Halus:
– 3 buah cabai merah besar, buang bijinya
– 3 siung bawang putih
– 6 siung bawang merah
– 3 butir kemiri
– 1 buah tomat
Cara memasak:
1. Belah pare, buang bijinya, dan potong sesuai selera.
2. Taburi dengan 1 sdt garam, remas hingga pare layu. Cuci bersih dan tiriskan.
3. Goreng tempe hingga kering, angkat dan tiriskan.
4. Tumis bumbu halus dan lengkuas hingga harum, tuangkan sedikit air.
5. Masukkan pare, beri gula, garam, dan kaldu jamur secukupnya. Aduk rata.
6. Masukkan tempe goreng, aduk rata. Masak hingga matang. Sajikan selagi hangat.
3. Tumis Pare Teri
Bahan-bahan:
– 2 buah pare, potong dan bersihkan
– 5 sdm teri medan, rendam air panas
– 6 bawang merah, iris tipis
– 3 bawang putih, iris tipis
– 5 cabai merah keriting, iris tipis
– Garam dan gula secukupnya
Cara memasak:
1. Cuci pare, belah dan buang bijinya. Iris pare tipis-tipis.
2. Rendam pare dalam air garam selama beberapa menit, lalu bilas dengan air bersih dan tiriskan.
3. Panaskan minyak dalam wajan, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum.
4. Masukkan cabai merah keriting dan teri medan. Tumis hingga cabai layu dan teri matang.
5. Tambahkan pare, aduk rata. Beri garam dan gula secukupnya.
6. Masak hingga pare matang dan bumbu meresap. Sajikan sebagai hidangan pendamping.
Dengan mengolah pare dengan cara ini, Anda dapat menikmati manfaat dan rasa pare yang lebih lezat. Selamat mencoba!
Efek Samping Pare
Meskipun pare memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan juga dapat menyebabkan efek samping tertentu. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi akibat mengonsumsi pare secara berlebihan antara lain:
1. Gangguan Pencernaan: Mengonsumsi pare dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, kram perut, dan mual. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi pare dengan porsi yang wajar.
2. Hipotensi: Pare diketahui memiliki efek penurunan tekanan darah, sehingga dapat menyebabkan hipotensi atau tekanan darah rendah. Jika Anda memiliki tekanan darah rendah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi pare secara berlebihan.
3. Alergi: Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap pare. Gejala alergi yang mungkin muncul antara lain ruam, gatal-gatal, bengkak, atau kesulitan bernapas. Jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap buah atau sayuran lain, sebaiknya hindari mengonsumsi pare atau konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
4. Interaksi Obat: Pare telah terbukti dapat mempengaruhi kadar gula darah, sehingga jika Anda sedang mengonsumsi obat penurun gula darah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi pare secara berlebihan. Penggunaan pare bersamaan dengan obat penurun gula darah dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah yang berlebihan.
Jika Anda mengalami efek samping yang tidak diinginkan setelah mengonsumsi pare, segera hentikan penggunaannya dan konsultasikan dengan dokter. Penting untuk mengonsumsi pare dengan bijaksana dan dalam jumlah yang wajar untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.