10 Makanan Khas Banten Terpopuler yang Menggugah Selera!



Makanan Khas Banten – Banten merupakan salah satu provinsi yang terletak di pulau Jawa. Provinsi ini sebenarnya pernah menjadi bagian dari provinsi Jawa Barat. Kemudian, pada tahun 2000, terjadi pemekaran wilayah, sehingga terbentuklah provinsi Banten. Pemekaran wilayah itu berdasarkan keputusan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000. Ibukota dan pusat pemerintahannya berada di Kota Serang.

Eits, tapi kali ini kita bukan membahas tentang wilayah Banten, melainkan akan membahas makanan khas Banten. Apakah kamu sudah tahu makanan khas Banten apa saja? Simak ulasan lengkapnya, Anda.

Makanan Khas Banten dan Resepnya

Berikut ini adalah 10 makanan khas Banten beserta resepnya.

1. Pecak Bandeng Khas Banten

![Pecak Bandeng Khas Banten](https://cdnwpseller.aikerja.com.net/wp-content/uploads/2022/09/image001-37-300×200.jpg)

Pecak bandeng merupakan salah makanan dari Serang, Banten. Makanan ini biasanya dibuat untuk para petani yang sedang beristirahat di siang hari. Makanan ini hanya terdiri dari dua bahan utama, yaitu ikan pecak dan ikan bandeng.

Jika Anda pecinta makanan pedas, maka wajib untuk mencicipi pecak bandeng ini. Sebab, pecak itu sendiri adalah nama sambal yang dilengkapi dengan irisan jeruk nipis. Lalu, rasanya yang pedas dipadukan dengan bandeng yang gurih. Selain itu, makanan ini juga seringkali dibumbui dengan bumbu asinan khas Banten.

Untuk membuat pecak bandeng ini, Anda membutuhkan beberapa bahan, antara lain: 1 ekor ikan bandeng, 1 buah jeruk nipis, garam secukupnya, 4 siung bawang putih, 6 siung bawang merah, 5 buah cabai rawit, 5 buah cabai merah, 1 cm jahe, 1 buah tomat merah, 1 buah jeruk limau, 1/2 sdt terasi bakar, garam dan penyedap secukupnya.

Cara membuatnya pun cukup sederhana. Pertama, ikan dicuci sampai bersih, lalu buang sisiknya, keluarkan isi perutnya dan tarik tubuh ikan bandeng dengan memegang kedua ujung kepala dan ekor agar lebih lentur. Kemudian, lumuri ikan bandeng dengan perasan jeruk dan sedikit garam untuk menghilangkan amisnya. Setelah itu, bakar ikan hingga matang dan angkat.

Selanjutnya, bakar atau sangrai bumbu pecak hingga matang kecuali jeruk limau, lalu angkat. Haluskan bumbu pecak, peras jeruk limau di atasnya, dan tuang sedikit air panas. Setelah itu, tes rasa dan jika sudah asem asin pedas gurih, siramkan pecak ke atas ikan bandeng. Pecak Bandeng Khas Banten siap dihidangkan!

2. Nasi Bakar Sumsum Khas Banten

![Nasi Bakar Sumsum Khas Banten](https://cdnwpseller.aikerja.com.net/wp-content/uploads/2022/09/image003-15-300×225.jpg)

Nasi bakar sumsum menjadi salah satu makanan khas Serang yang harus Anda coba! Nasi bakar sumsum ini sudah sangat dikenal oleh masyarakat Banten.

Nasi yang sudah dibungkus oleh daun pisang kemudian dibakar. Tekstur sumsum yang lumer akan meresap ke dalam nasi yang ditambah dengan beragam rempah, sehingga membuat rasa nasi bakar ini sangat gurih dan lezat. Bahkan, aroma rempahnya yang harum memiliki sensasi rasa pedas yang akan membuat Moms ketagihan.

Untuk membuat nasi bakar sumsum ini, Anda membutuhkan beberapa bahan, antara lain: 500 gr nasi, 3 batang serai, 6 lembar daun jeruk, 6 buah cabai rawit, 1 sdt garam, daun kemangi secukupnya, minyak secukupnya, 5 siung bawang putih, 10 butir bawang merah, 5 buah cabai keriting, 1 sdt lada, 300 gr sumsum sapi, 100 ml air, 4 siung bawang putih, 4 batang serai, 4 lembar daun jeruk, 2 cm jahe, minyak goreng secukupnya.

Cara membuatnya pun cukup sederhana. Pertama, tumis bumbu halus hingga harum. Memarkan serai, masukkan ke dalam bumbu halus bersama daun jeruk dan cabai rawit yang sudah dikerat-kerat. Tumis hingga bumbu matang. Kemudian, masukkan nasi, aduk rata dengan bumbu, dan masak hingga sedap. Setelah itu, untuk sumsum, panaskan minyak. Tumis bawang putih yang sudah dicincang, masukkan serai dan jahe yang sudah dimemarkan bersama daun jeruk. Jika sudah harum, masukkan sumsum tulang dan tumis hingga lembek. Masukkan Air dan beri sedikit garam, aduk rata, dan angkat.

See also  Review Novel The Name of The Game : Kenali Toxic Masculinity

Selanjutnya, ambil daun pisang, tata nasi secukupnya, isi dengan sumsum tulang, balut dengan nasi lagi, dan bungkus daun pisang. Lakukan hingga habis. Bakar selama 10-15 menit atau hingga daun pisang terbakar sedap. Angkat dan sajikan nasi bakar sumsum khas Banten.

3. Ketan Bintul Khas Banten

![Ketan Bintul Khas Banten](https://cdnwpseller.aikerja.com.net/wp-content/uploads/2022/09/image005-20-300×214.png)

Seperti namanya, bahan utama untuk membuat ketan bintul adalah beras ketan. Untuk membuatnya, beras ketan ini ditumbuk sampai hancur dan umumnya diberi tambahan bumbu seperti garam dan gula sesuai selera. Lalu, ketan yang sudah ditumbuk ditaruh di nampan yang dilapisi dengan daun kelapa.

Tertarik mencoba? Berikut resep dan tata cara pembuatan yang bisa Anda coba!
Bahan-bahan:

– 250 gram ketan beras
– 125 ml santan kental
– 1 sdt garam
– 1 lembar daun pandan
– 1/2 buah kelapa setengah tua
– 3 butir bawang merah
– 2 siung bawang putih
– 3 buah cabai merah
– 2 buah cabai rawit merah
– 2 lembar daun jeruk
– 1 batang serai
– 1 sdt garam
– 1 sdt gula merah

Cara membuatnya:

1. Rendam beras ketan selama semalam agar empuk. Cuci dan tiriskan beras. Kukus selama 20 menit atau hingga matang.
2. Tuang santan di panci, masukkan garam dan daun pandan. Masak hingga matang, sambil diaduk agar tidak pecah. Angkat.
3. Campurkan santan dengan ketan. Aduk hingga santan meresap ke dalam ketan. Di atasnya taburi kelapa parut.
4. Kukus lagi selama 20 menit, angkat selagi panas dan aduk rata dengan kelapa di atasnya. Tumbuk dengan ulekan yang sudah dibalut plastik hingga lembut. Bentuk ketan, sisihkan.
5. Campurkan kelapa parut dengan bumbu halus, gula, garam, daun jeruk dan serai yang sudah dimemarkan.
6. Sangrai kelapa parut hingga matang dan kering.
7. Potong-potong ketan dan sajikan dengan taburan serundeng. Ketan bintul siap dinikmati.

4. Opak Khas Banten

![Opak Khas Banten](https://cdnwpseller.aikerja.com.net/wp-content/uploads/2022/09/image007-16-300×158.jpg)

Makanan khas Banten ini sering ditemukan di beberapa daerah di luar Banten.Makanan ini sangat renyah, sehingga cocok dijadikan sebagai camilan. Makanan yang renyah ini terbuat dari dari tepung beras atau singkong yang sudah dicampur dengan air, dibumbui, dan ditumbuk hingga berbentuk adonan lunak.

Selain itu, opak juga bisa terbuat dari tepung beras ketan atau tepung tapioka. Jika Anda ingin mencobanya, kini sudah banyak penjual opak dengan berbagai jenis yang bisa jadi pilihan.

5. Kue Jojorong Khas Banten

![Kue Jojorong Khas Banten](https://cdnwpseller.aikerja.com.net/wp-content/uploads/2022/09/image009-15-300×300.jpg)

Kue yang satu ini banyak dijual di pasar tradisional dan sering dijadikan sebagai menu sarapan masyarakat Banten. Kue ini sangat dikenal dengan teksturnya yang lumer dan rasanya yang manis gurih.

See also  Jenis Tanaman Dalam Vas Air yang Indah

Jika kita lihat sekilas, kue jojorong seperti bubur sumsum berwarna putih dan bertekstur lembut. Namun, perbedaannya adalah rasa gurih yang terdapat dalam bubur tersebut dipadukan dengan manisnya gula merah cair. Cara penyajiannya juga unik, yaitu dengan menggunakan daun pisang sehingga aromanya semakin melekat.

Tertarik mencoba? Berikut resep dan tata cara pembuatan yang bisa Anda coba!
Bahan-bahan:

– 250 gr gula merah
– 50 gr gula pasir
– 200 gr tepung beras
– 3 sdm tepung tapioka
– 1000 ml santan kental sedang2 sdt garam
– 1/4 sdt vanili bubuk
– 500 ml
– 3 sdm tepung beras
– 1/2 sdt garam
– daun pisang secukupnya
– tusuk lidi secukupnya

Cara membuatnya:

1. Campurkan gula merah dan gula pasir, sisihkan.
2. Masak santan untuk lapisan putih hingga matang, jangan sampai mendidih.
3. Campur semua bahan di dalam wadah. Tuang santan dan aduk rata hingga tidak ada yang bergerindil dan mengental halus.
4. Campurkan semua bahan santan, masak hingga matang mengental. Angkat.
5. Ambil wadah takir, taruh gula secukupnya. Tuang lapisan putih menutupi gula jangan sampai penuh. Kukus selama 15 menit.
6. Buka tutup kukusan, tuang dengan santan. Kukus lagi selama 10 menit hingga matang. Angkat.
7. Sajikan kue jojorong khas Banten selagi hangat agar gulanya meleleh di mulut.

6. Sate Bandeng Khas Banten

![Sate Bandeng Khas Banten](https://asset.kompas.com/crops/4UfXhXtR7hK2atnUpqKRHGbhFuk=/3×0:700×465/750×500/data/photo/2021/02/16/602b2a91ca7f1.jpg)

Biasanya, sate terbuat dari daging ayam atau atau daging kambing. Namun, lain halnya dengan sate khas Banten, yaitu sate bandeng. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang gurih membuat sate ini berbeda dengan sate-sate lainnya. Terlebih lagi, makanan khas Banten untuk oleh-oleh ini juga bisa bertahan sampai 3 hari lamanya.

Tertarik mencoba? Berikut resep dan tata cara pembuatan yang bisa Anda coba!
Bahan-bahan:

– 2 ekor Ikan bandeng (masing-masing 500 gr)
– 50 gr Kelapa parut, sangrai
– 1 sdt Garam
– 1 sdt Micin
– ½ sdm Air asam
– 2 btr Telur, kocok
– 100 ml Santan kental
– 2 sdm Minyak untuk menumis
– Daun pisang untuk membungkus
– Bambu untuk penjepit
– 4 bh Cabai merah keriting
– ½ sdt Ketumbar
– ¼ sdt Jintan
– 1 cm Jahe
– 1 cm Lengkuas
– 1 cm Kunyit, bakar
– 7 siung Bawang merah
– 4 siung Bawang putih

Cara membuatnya:

1. Bersihkan dan pukul-pukul badan bandeng hingga keluar daging dari mulutnya.
2. Bersihkan duri yang ada di dagingnya, lalu sangrai daging sampai 1/2 matang, sisihkan.
3. Patahkan tulang ikan, lalu keluarkan dari badan, balikkan kulit ikan dan bersihkan.
4. Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum. Campur dan aduk sampai rata daging ikan bersama bumbu yang telah dihaluskan, kelapa sangrai, garam, air asam, dan santan kental. Tambahkan telur.
5. Masukkan 3/4 daging berbumbu ke dalam kantung ikan bandeng lalu dijepit dengan bilah kayu (bambu).
6. Panggang sambil dibolak-balik. Oleskan sisa daging berbumbu ke badan ikan. Bakar/panggang terus hingga matang.

7. Angeun Lada Khas Banten

![Angeun Lada Khas Banten](https://cdnwpseller.aikerja.com.net/wp-content/uploads/2022/09/image013-11-300×218.jpg)

Angeun lada merupakan salah satu makanan khas Banten yang biasanya dijadikan sebagai menu saat merayakan hari-hari besar. Angeun artinya sayur dan lada artinya adalah pedas. Apabila Anda suka makanan pedas, bisa dipastikan akan ketagihan makan angeun lada.

See also  9 Kerajinan dari Bahan Perca yang Bisa Kamu Buat Di Rumah!

Bahan utama dalam membuat angeun lada adalah babat sapi, campuran sayur, dan daun walang yang membuat aromanya menjadi khas. Selain itu, cita rasa yang gurih dan pedas membuat angeun lada sering dijadikan menu wajib saat merayakan hari Idul Fitri. Umumnya, angeun lada akan dicampurkan ketupat agar semakin mengenyangkan.

Tertarik mencoba? Berikut resep dan tata cara pembuatan yang bisa Anda coba!
Bahan-bahan:

– 500 gr daging sapi
– 1 batang serai
– 1 lembar daun salam
– 2 lembar daun walang
– 2 cm lengkuas
– 6 butir bawang merah
– 4 siung bawang putih
– 12 buah cabai merah
– 4 buah kemiri
– 2 cm jahe
– 2 cm kunyit
– 2 cm kencur
– 1/2 sdt merica butir
– 1 sdt kaldu bubuk
– garam dan gula secukupnya

Cara membuatnya:

1. Rebus daging sapi hingga matang, kemudian tiriskan dan potong-potong daging. Lalu, saring air rebusannya ambil secukupnya sebagai kaldu.
2. Sangrai dulu bumbu hingga sedap lalu haluskan. Ikat simpul daun walang.
3. Memarkan serai dan lengkuas.
4. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun salam, daun walang, dan serai. Tumis hingga bumbu matang.
5. Masukkan daging, tumis sebentar hingga bumbu agar meresap.
6. Tuang air kaldu, masak terus hingga daging empuk. Tes rasa, jika sudah pas, angkat dan sajikan.
7. Angeun lada siap dinikmati bersama nasi hangat.

8. Leumeung Khas Banten

![Leumeung Khas Banten](https://cdnwpseller.aikerja.com.net/wp-content/uploads/2022/09/image015-6-300×199.jpg)

Makanan khas Banten ini terbuat dari beras ketan dan santan. Keunikan dari makanan ini adalah sering disajikan bersama telur asin sebagai bahan pelengkapnya. Rasanya yang khas, seperti gurih, manis, asin, dan dilengkapi dengan aroma yang khas membuat Anda harus mencoba kue satu ini!

Tertarik mencoba? Berikut resep dan tata cara pembuatan yang bisa Anda coba!
Bahan-bahan:

– 1 kg beras ketan
– 1 liter santan kelapa
– 1 tangkai daun pisang, ambil daunnya
– Garam halus secukupnya

Cara membuatnya:

1. Ambil 1 kg beras ketan dan masukkan beras ketan ke dalam wadah, lalu cuci beras ketan kemudian keringkan dan tiriskan.
2. Persiapkan wadah tempat rendaman, rendam beras ketan dalam air kurang lebih selama 3 sampai 4 jam, lalu cuci dan tiriskan.
3. Setelah selesai proses rendam beras ketan. Persiapkan santan dan garam dapur, kemudian masukkan santan dan garam tersebut ke dalam wadah yang berisi beras ketan yang telah dicuci dan direndam.
4. Siapkan bambu yang sudah dibersihkan bagian dalamnya, lalu lapisi bagian dalam bambu dengan daun pisang.
5. Masukkan beras ketan yang telah diberi santan ke dalam bambu. Namun, jangan terlalu penuh. Kira-kira 3/4 bagiannya saja ya. Lalu tutupi bagian atas bambu dengan daun pisang.
6. Nyalakan api bisa menggunakan kayu bakar atau arang untuk membakar bambu yang sudah berisi adonan, bakar adonan leumeung sampai matang. Namun, kamu harus membolak-balikan bambu sesekali agar matang secara merata.
7. Angkat leumeung lalu sajikan.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?