Pengertian Latar Belakang Masalah: Komponen, Cara Membuat dan Contoh
Pengertian Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah merupakan bagian penting dari sebuah karya ilmiah seperti skripsi, tesis, disertasi, paper, atau proposal penelitian. Dalam latar belakang masalah, kita menjelaskan alasan mengapa kita perlu melakukan penelitian tersebut dan pokok-pokok permasalahan yang akan kita angkat dalam penelitian. Latar belakang masalah menjadi pijakan dasar yang memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai tujuan penelitian dan konteks mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan.
Dalam penjelasan Dr. Ratna Puspitasari, M.Pd., latar belakang masalah adalah informasi yang tersusun secara sistematis tentang fenomena dan masalah yang menarik untuk diteliti. Hal ini mencakup rangkuman dari literatur yang ada, pemahaman tentang permasalahan yang ada, dan alasan mengapa masalah tersebut perlu diteliti lebih lanjut.
Sebagai contoh, dalam penulisan sebuah makalah, kita perlu menjelaskan mengapa kita memilih topik tersebut. Kita mungkin ingin menjelaskan bahwa topik tersebut memiliki relevansi yang tinggi dengan bidang studi kita, atau bahwa topik tersebut masih jarang diteliti dan perlu mendapatkan perhatian lebih. Dengan menjelaskan latar belakang yang kuat, pembaca akan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai tujuan dan pentingnya penelitian yang kita lakukan.
Latar belakang masalah juga sering kali mencakup penjelasan tentang penelitian sebelumnya yang memiliki topik serupa. Kita dapat menjelaskan apa yang sudah diketahui dan dibahas dalam penelitian sebelumnya, serta apa yang belum dibahas dan menjadi kekurangan yang bisa kita isi melalui penelitian kita. Dengan demikian, latar belakang masalah juga dapat memberikan dasar teoritis yang kuat bagi penelitian kita.
Isi latar belakang masalah
Isi dari latar belakang masalah dapat beragam tergantung pada penelitian yang dilakukan. Namun, secara garis besar, latar belakang masalah dapat mencakup hal-hal berikut:
1. Memperkenalkan fenomena atau permasalahan yang akan diteliti. Di sini, penulis dapat menjelaskan secara singkat apa yang akan menjadi fokus penelitian dan mengapa hal tersebut penting untuk diteliti.
2. Menyajikan latar belakang literatur yang relevan. Penulis dapat merangkum penelitian sebelumnya yang terkait dengan masalah yang akan diteliti. Hal ini dapat mencakup temuan, teori, pendekatan penelitian, atau pemikiran kontemporer yang berkaitan dengan masalah tersebut.
3. Menunjukkan kekurangan penelitian sebelumnya. Dalam bagian ini, penulis dapat menjelaskan apa yang belum dibahas atau masih kurang dalam penelitian sebelumnya. Penulis juga dapat mengidentifikasi celah penelitian yang bisa diisi melalui penelitian yang akan dilakukan.
4. Melibatkan pembaca dalam konteks penelitian. Penulis dapat menjelaskan alasan di balik pilihan topik penelitian dan konteks di mana penelitian tersebut dilakukan. Penulis dapat menjelaskan relevansi penelitian dengan konteks sosial, ekonomi, atau politik yang lebih luas, serta manfaat yang mungkin dihasilkan dari penelitian tersebut.
Dalam menyusun latar belakang masalah, sangat penting bagi penulis untuk memiliki pemahaman dan pengetahuan yang mendalam tentang topik penelitian yang akan dilakukan. Penulis juga perlu memiliki literatur yang memadai yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan latar belakang masalah yang kuat.
Komponen latar belakang masalah
Dalam penulisan latar belakang masalah, ada beberapa komponen yang umumnya ada. Komponen-komponen ini membantu dalam menyusun latar belakang yang sistematik dan terstruktur. Beberapa komponen utama latar belakang masalah yang perlu dipertimbangkan adalah:
1. Menjelaskan bidang atau permasalahan yang akan diteliti. Penulis harus menjelaskan dengan jelas topik penelitian yang akan diteliti. Baik itu bidang studi yang menjadi fokus penelitian atau masalah khusus yang ingin diteliti.
2. Menyediakan konteks melalui pemaparan literatur terdahulu. Penulis harus memberikan latar belakang literatur mengenai penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik penelitian. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa penelitian kita berada dalam konteks yang luas dan didasarkan pada pemahaman yang baik tentang penelitian terkini.
3. Merumuskan hipotesis atau pertanyaan penelitian. Dalam latar belakang masalah, penulis juga harus menjelaskan hipotesis yang akan diuji atau pertanyaan penelitian yang ingin dijawab dalam penelitian tersebut. Hal ini membantu dalam merumuskan tujuan penelitian dan memberikan arah bagi penelitian yang akan dilakukan.
4. Menjelaskan alasan pemilihan topik penelitian. Penulis harus menjelaskan mengapa topik penelitian tersebut dipilih dan apakah sifatnya baru atau inovatif dalam bidang studi yang relevan. Juga dapat menjelaskan apa yang memotivasi peneliti untuk mengeksplorasi topik tersebut lebih lanjut.
Memahami komponen-komponen latar belakang masalah dan mempertimbangkan setiap komponen tersebut saat menyusun latar belakang masalah dapat membantu penulis untuk mengembangkan argumen yang kuat dan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada pembaca mengenai penelitian yang akan dilakukan.
Cara membuat latar belakang masalah
Membuat latar belakang masalah yang baik membutuhkan beberapa langkah yang perlu diperhatikan. Berikut adalah cara membuat latar belakang masalah yang efektif:
1. Lakukan penelitian dan identifikasi topik yang relevan. Mulailah dengan melakukan penelitian menyeluruh tentang topik yang ingin diteliti. Kumpulkan informasi dan literatur terkait yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun latar belakang masalah.
2. Buat garis besar latar belakang masalah. Buatlah kerangka kerja yang jelas untuk latar belakang masalah, termasuk sub-topik utama yang ingin dibahas. Ini akan membantu dalam mengorganisir pemikiran dan informasi yang akan disampaikan.
3. Mulailah dengan sebuah pendahuluan yang menarik. Tulislah sebuah pendahuluan yang menarik untuk menarik perhatian pembaca dan menjelaskan mengapa topik penelitian penting. Gunakan statistik, fakta menarik, atau peristiwa terkini yang terkait dengan topik penelitian untuk membuat pendahuluan yang kuat.
4. Jelaskan latar belakang literatur. Berikan ikhtisar singkat tentang penelitian sebelumnya yang terkait dengan topik penelitian. Jelaskan hasil penelitian penting, teori, atau pendekatan yang relevan dengan topik penelitian.
5. Identifikasi kekurangan penelitian sebelumnya. Jelaskan apa yang belum dibahas atau masih kurang dalam penelitian terdahulu. Tunjukkan kepada pembaca bahwa penelitian Anda akan mengisi kekosongan tersebut dan memberikan kontribusi baru dalam bidang studi.
6. Jelaskan relevansi dan kemungkinan kontribusi penelitian Anda. Jelaskan mengapa topik penelitian Anda penting dan apa yang diharapkan dari penelitian tersebut. Ungkapkan potensi kontribusi penelitian Anda terhadap pengetahuan dan pemahaman di bidang studi yang relevan.
7. Selesaikan dengan ringkasan yang kuat. Buatlah ringkasan yang kuat dan mengesankan untuk latar belakang masalah. Jelaskan kembali alasan mengapa penelitian Anda penting, apa yang belum diketahui, dan apa yang diharapkan dari penelitian tersebut.
Dalam menyusun latar belakang masalah, penting untuk menjaga kejelasan dan keberlanjutan dalam penyampaian informasi. Pastikan argumen yang disampaikan konsisten dengan topik penelitian dan pilih kata-kata dengan cermat untuk memastikan kesesuaian dalam menyampaikan informasi.
Tips Menulis Latar Belakang Masalah
Menulis latar belakang masalah yang baik membutuhkan pemikiran yang matang dan perencanaan yang teliti. Berikut beberapa tips yang dapat membantu dalam menulis latar belakang masalah yang efektif:
1. Lakukan riset mendalam tentang topik yang ingin diteliti. Mempelajari topik secara menyeluruh dan membaca literatur yang relevan akan membantu dalam menyusun latar belakang masalah yang terinformasi. Dengan pemahaman yang mendalam, penulis dapat menunjukkan kompetensinya tentang topik yang dipilih.
2. Sediakan argumen yang solid. Identifikasi dan jelaskan secara jelas alasan mengapa topik penelitian tersebut penting dan relevan. Gunakan argumen yang kuat dan pendekatan logis untuk meyakinkan pembaca tentang kebutuhan dan relevansi penelitian.
3. Hindari informasi yang tidak relevan. Saat menulis latar belakang masalah, pastikan untuk tetap fokus pada topik dan tujuan penelitian. Hindari menyertakan informasi yang tidak relevan atau terlalu umum yang tidak berkaitan langsung dengan topik penelitian.
4. Jelaskan gap ilmiah yang ingin diisi. Identifikasi dan jelaskan apa yang belum diketahui atau belum dibahas dalam penelitian sebelumnya. Tunjukkan kepada pembaca bagaimana penelitian Anda akan mengisi kekosongan ini dan memberikan kontribusi yang berarti dalam pemahaman pengetahuan.
5. Jelaskan keunikan penelitian Anda. Jelaskan apa yang membuat penelitian Anda berbeda atau unik dari penelitian sebelumnya. Berikan alasan yang jelas mengapa penelitian Anda perlu dilakukan dan bagaimana hal itu dapat memberikan wawasan baru atau solusi terhadap permasalahan yang ada.
6. Gunakan bahasa yang jelas dan terstruktur. Gunakan bahasa yang jelas, mudah dipahami, dan terstruktur. Hindari penggunaan frasa atau jargon yang rumit dan tetap fokus pada penyampaian informasi yang terstruktur dengan baik.
7. Tetapkan batasan dan ruang lingkup penelitian. Jelaskan batasan dan ruang lingkup penelitian Anda secara jelas dan terperinci. Hal ini membantu membawa pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana penelitian Anda akan dilakukan dan apa yang ingin Anda capai.
8. Gunakan referensi yang berkualitas. Gunakan referensi yang berkualitas dan relevan untuk mendukung argumen dan pernyataan dalam latar belakang masalah. Pastikan merujuk pada sumber yang valid dan dapat dipercaya untuk memastikan keandalan informasi yang disampaikan.
Dengan mengikuti tips ini dan menjaga kejelasan serta kohesifitas dalam penyampaian informasi, penulis dapat membuat latar belakang masalah yang kuat dan meyakinkan.
Contoh latar belakang masalah
Berikut ini adalah beberapa contoh latar belakang masalah yang menggambarkan berbagai jenis tulisan ilmiah dan topik penelitian:
1. Contoh latar belakang makalah:
Judul: Dampak Perubahan Iklim Terhadap Keseimbangan Ekosistem Terumbu Karang
Latar belakang masalah:
Perubahan iklim global telah menjadi isu penting dalam beberapa dekade terakhir. Salah satu ekosistem yang paling rentan terhadap perubahan iklim adalah terumbu karang. Terumbu karang adalah ekosistem yang sangat penting bagi keberlanjutan kehidupan laut dan menyediakan berbagai manfaat ekonomi dan ekologi. Namun, perubahan suhu air laut yang disebabkan oleh pemanasan global telah memberikan dampak negatif pada keseimbangan ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan iklim terhadap keberlanjutan terumbu karang dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk melindungi ekosistem yang rentan ini.
2. Contoh latar belakang proposal:
Judul: Proposal Pengembangan Program Pelatihan Keterampilan Berwirausaha di Kalangan Remaja
Latar belakang masalah:
Pada saat ini, tingkat pengangguran di kalangan remaja semakin tinggi. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap hal ini adalah kurangnya keterampilan berwirausaha di kalangan remaja. Dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks, penting bagi remaja untuk memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menjadi lebih mandiri secara finansial dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi negara. Oleh karena itu, proposal ini bertujuan untuk mengembangkan program pelatihan keterampilan berwirausaha yang dapat membantu remaja untuk lebih siap dalam menghadapi dunia kerja dan mendukung pembangunan ekonomi negara.
3. Contoh latar belakang jurnal:
Judul: Pengaruh Teknologi Digital terhadap Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini
Latar belakang masalah:
Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Anak-anak usia dini saat ini terpapar pada berbagai bentuk teknologi digital dan produk elektronik. Namun, terdapat perdebatan mengenai dampak penggunaan teknologi digital dalam pendidikan anak usia dini. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, sementara penelitian lain menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital dapat memiliki efek negatif pada perkembangan sosial dan kognitif anak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi digital terhadap kualitas pendidikan anak usia dini dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana teknologi digital dapat digunakan secara efektif dalam pendidikan anak usia dini.
Dalam menyusun latar belakang masalah, penting untuk mempertimbangkan konteks penelitian, tujuan penelitian, dan latar belakang literatur yang relevan. Dengan memahami contoh-contoh ini, diharapkan penulis dapat membuat latar belakang masalah yang komprehensif dan informatif dalam berbagai jenis tulisan ilmiah.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.