Daftar 10 Kota Terbesar di Dunia Berdasarkan Populasi dan Demographia



Kota terbesar di dunia – Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan paling besar yang ada di dunia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), luas wilayah Negara Indonesia mencapai 1,9 juta kilometer persegi, dan 1,8 juta kilometer persegi di antaranya adalah daratan. Luas wilayah ini dibagi lagi menjadi 34 provinsi yang memiliki total 98 kota di dalamnya.

Di Indonesia, kita banyak menjumpai kota-kota besar seperti Jakarta sebagai ibu kota, Surabaya, Medan, dan lain sebagainya. Namun, apakah kota-kota besar di Indonesia termasuk ke dalam daftar kota terbesar di dunia?

Berdasarkan World Population Review, kota terbesar di dunia ternyata tidak dihitung berdasarkan luas wilayahnya, melainkan dihitung berdasarkan banyaknya penduduk di kota tersebut. Padahal, jumlah penduduk sebuah kota tak bisa menjamin bahwa kota tersebut memiliki wilayah yang luas.

Sebagai contoh, kita bisa melihat bahwa China dan India adalah dua negara dengan populasi paling padat di dunia. Kota-kota terbesar di kedua negara ini seperti Shanghai, Beijing, Delhi, dan Mumbai memiliki jumlah penduduk yang sangat besar.

Dua negara paling padat di dunia ditempati oleh China dan India, yang memang masuk ke dalam daftar kota terbesar di dunia. Shanghai memiliki populasi sejumlah 29 juta jiwa, dan Beijing memiliki populasi sejumlah hampir 22 juta jiwa. Lalu, ada juga sebuah kota di India yang masuk ke dalam daftar kota terbesar di dunia, yakni Delhi dengan populasi sejumlah hampir 33 juta jiwa, dan Mumbai dengan populasi lebih dari 21,2 juta jiwa.

Namun, jika melihat dari keseluruhan jumlah penduduk di area wilayah, mengutip dari World Population Review tahun 2023, Tokyo menjadi kota paling padat di dunia dengan memiliki total 37 juta penduduk. Selain itu, ada juga kota di Jepang lainnya, yakni Osaka, yang juga memiliki populasi sangat besar dengan mencapai 19 juta jiwa.

Sementara itu, di luar benua Asia, terdapat kota Mexico yang memiliki lebih dari 21 juta jiwa, Kairo yang memiliki hampir 19,5 juta jiwa, dan Buenos Aires yang memiliki hampir 15,5 juta jiwa. Ketiga kota tersebut juga masuk ke dalam daftar kota terbesar di dunia.

See also  Apa itu Gabut? Makna dan Arti Kata Gabut Serta Asal Usulnya

Dalam data tersebut, ada juga nama Kota Jakarta yang masuk dalam daftar. Jakarta sendiri merupakan ibu kota Indonesia dan juga salah satu kota terpadat di dunia. Menurut data BPS tahun 2022, Jakarta memiliki jumlah penduduk mencapai 11.248.839 jiwa. Jumlah penduduk yang sangat besar ini membuat Jakarta menjadi salah satu kota terpadat di dunia.

Jadi, kita bisa menyimpulkan bahwa kota terbesar di dunia tidak hanya ditentukan oleh luas wilayahnya, tetapi juga oleh jumlah penduduk yang tinggi. Kota-kota seperti Tokyo, Shanghai, Beijing, Delhi, Mumbai, dan Jakarta adalah contoh kota-kota terbesar di dunia berdasarkan populasi.

Namun, tahukah Anda bahwa ada juga metode lain untuk mengukur kota terbesar di dunia? Metode ini menggunakan konsep luas wilayah kota urban dan metropolitan yang aktif serta daerah-daerah sekitarnya. Metode ini digunakan oleh Demographia dalam pengukuran kota terbesar di dunia. Seperti yang terlihat dalam daftar yang diberikan oleh Demographia, ada beberapa kota di Amerika Serikat, Jepang, dan Rusia yang masuk dalam daftar kota terbesar berdasarkan luas wilayahnya.

Salah satu contoh yang dapat diberikan adalah New York di Amerika Serikat. Kota ini memiliki luas wilayah sekitar 12.093 kilometer persegi, menjadikannya salah satu kota terbesar di dunia berdasarkan luas wilayah. Begitu juga dengan beberapa kota di Amerika Serikat lainnya seperti Boston, Providence, Atlanta, Chicago, Los Angeles, Washington, Baltimore, Philadelphia, dan Dallas, Fort Worth yang juga masuk dalam daftar kota terbesar berdasarkan luas wilayah.

Namun, meskipun perhitungan menggunakan metode luas wilayah, beberapa kota di Jepang seperti Tokyo dan Yokohama juga masuk dalam daftar kota terbesar di dunia berdasarkan luas wilayah. Kota-kota ini memiliki luas wilayah yang cukup besar, memberikan ruang yang luas bagi populasi yang tinggi.

Selain itu, dalam pengukuran kota terbesar di dunia, Demographia juga mempertimbangkan wilayah urban dan metropolitan yang aktif, serta daerah-daerah sekitarnya. Misalnya, untuk kota Jakarta, pengukuran Demographia tidak hanya memperhitungkan luas wilayah kota Jakarta itu saja, tetapi juga mencakup kota-kota di sekitarnya seperti Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Karawang, dan Bekasi. Hal ini karena daerah-daerah tersebut juga tergabung dalam wilayah metropolitan Jakarta.

See also  Review Komik Arakawa Under The Bridge Karya Nakamura Hikaru

Ketika mempertimbangkan luas wilayah, kita juga harus memperhatikan bahwa ada beberapa berbagai faktor yang mempengaruhi perhitungan ini. Misalnya, keberadaan daerah pinggiran dan metode perhitungan yang digunakan. Itulah mengapa terdapat perbedaan dalam peringkat kota terbesar di dunia berdasarkan luas wilayah.

Namun, dalam konteks kepadatan penduduk, perhitungan berdasarkan jumlah populasi tetap menjadi faktor utama. Kepadatan penduduk adalah rasio atau perbandingan antara jumlah penduduk dan luas wilayah. Semakin tinggi perbandingan ini, semakin padat penduduk suatu wilayah.

Dalam hal kepadatan penduduk, Indonesia memiliki beberapa kota yang juga masuk dalam daftar kota terpadat di dunia. Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, memiliki kepadatan penduduk yang sangat tinggi. Menurut data yang diperoleh dari BPS tahun 2022, kepadatan penduduk di Jakarta mencapai lebih dari 17.000 jiwa per kilometer persegi. Ini menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia.

Selain Jakarta, beberapa kota lain di Indonesia juga memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, memiliki kepadatan penduduk sekitar 7.700 jiwa per kilometer persegi. Medan, kota terbesar ketiga di Indonesia, juga memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dengan sekitar 4.100 jiwa per kilometer persegi.

Namun, meskipun ada kota-kota di Indonesia dengan kepadatan penduduk yang tinggi, luas wilayah Indonesia yang luas membantu mengurangi tekanan yang ditimbulkan oleh populasi yang besar. Dengan luas wilayah 1,9 juta kilometer persegi, Indonesia masih memiliki ruang yang cukup untuk menampung populasi yang besar.

Namun, masalah kepadatan penduduk yang tinggi juga membawa sejumlah tantangan dan dampak. Salah satunya adalah terbatasnya lahan yang tersedia untuk pemukiman, pertanian, dan infrastruktur. Dalam kota-kota yang padat, lahan yang luas menjadi barang yang langka dan mahal, sehingga pemukiman menjadi sangat padat.

Selain itu, kepadatan penduduk yang tinggi juga dapat mempengaruhi kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan infrastruktur seperti jalan, perumahan, air bersih, dan sanitasi menjadi tantangan karena keterbatasan lahan dan sumber daya.

See also  Sinopsis & Review Novel All the Bright Places

Pemerintah Indonesia telah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi masalah kepadatan penduduk, seperti program transmigrasi yang mendistribusikan penduduk dari kota besar ke daerah-daerah yang belum terlalu padat. Program ini bertujuan untuk mendorong pemukiman dan pembangunan di daerah-daerah yang belum termanfaatkan sepenuhnya.

Selain itu, program Keluarga Berencana (KB) juga telah diterapkan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Program ini berfokus pada edukasi keluarga mengenai pentingnya merencanakan keluarga dengan cara yang bertanggung jawab.

Pemerintah juga berupaya untuk mendorong pembangunan di daerah-daerah yang belum terlalu padat melalui program pemerataan pembangunan. Pembukaan lapangan kerja dan pengembangan infrastruktur di daerah-daerah ini diharapkan dapat mengurangi tekanan pada kota-kota besar dan mendistribusikan penduduk secara merata.

Dalam mengatasi masalah kepadatan penduduk, penting untuk memperhatikan keberlanjutan dan keselarasan antara pertumbuhan penduduk, pembangunan, dan pelestarian lingkungan. Upaya mitigasi seperti pengembangan transportasi massal, pengelolaan air dan limbah yang efisien, serta penghijauan kota perlu ditingkatkan.

Tidak hanya pemerintah, tetapi partisipasi aktif masyarakat juga dibutuhkan dalam mengatasi masalah kepadatan penduduk. Peningkatan kesadaran akan pentingnya merencanakan keluarga, pengelolaan sumber daya secara bijak, dan partisipasi dalam program-program pembangunan masyarakat dapat membantu menciptakan kota yang lebih berkelanjutan.

Dalam menghadapi tantangan kepadatan penduduk, penting untuk menjaga kualitas hidup masyarakat dengan memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Perencanaan kota yang baik, investasi dalam infrastruktur yang berkelanjutan, pengelolaan sumber daya yang baik, dan peningkatan partisipasi masyarakat dapat membantu menciptakan kota-kota yang lebih baik untuk masa depan.

Permasalahan kependudukan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat. Dengan kesadaran dan partisipasi aktif dari semua pihak, masalah kepadatan penduduk dapat diatasi secara bertahap dan berkelanjutan.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?