Klasifikasi Kingdom Animalia: Karakteristik dan Ciri-Cirinya!
Etimologi
Dalam menganalisis kingdom animalia, penting untuk memahami asal-usul kata “hewan” dan “satwa”. Perkataan “hewan” berasal dari bahasa Arab, حيوان (haiwan), yang berarti binatang. Sementara itu, perkataan “satwa” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “makhluk”. Di bahasa Melayu, ada kata “binatang” yang digunakan untuk merujuk pada makhluk hidup di luar manusia. Dalam bahasa Inggris, kata “hewan” diterjemahkan menjadi “animal” yang berasal dari bahasa Latin “animalis” yang berarti “memiliki napas”. Dalam penggunaan nonformal sehari-hari, kata “animal” biasanya mengacu pada hewan, bukan manusia. Namun, dalam definisi biologis, kata tersebut mencakup semua anggota dari kingdom animalia, yang meliputi makhluk yang beragam seperti spons, ubur-ubur, serangga, dan manusia.
Karakteristik Kingdom Animalia
Kingdom animalia memiliki sekumpulan karakteristik yang membedakan mereka dari organisme lainnya. Pertama, hewan-hewan dalam kingdom ini bersifat eukariotik, yang berarti mereka memiliki membran inti dalam sel-sel mereka. Selain itu, hewan-hewan dalam kingdom ini juga multiseluler, yang berarti mereka terdiri dari banyak sel yang saling berinteraksi. Hal ini berbeda dengan bakteri yang prokariotik (tidak memiliki membran inti) dan protista yang bisa menjadi eukariotik tetapi masih uniseluler.
Kedua, hewan-hewan dalam kingdom ini adalah heterotrof, yang berarti mereka tidak dapat membuat makanannya sendiri melalui fotosintesis seperti tumbuhan. Sebagai gantinya, mereka harus mencari makanan di lingkungan mereka untuk mendapatkan energi. Proses ini sering melibatkan memakan organisme lain, baik itu tumbuhan maupun hewan, sebagai sumber makanan.
Ketiga, hewan-hewan dalam kingdom ini memiliki sistem gerak yang memungkinkan mereka bergerak dengan aktif. Meskipun ada beberapa hewan yang bersifat sesil (tidak bisa bergerak), sebagian besar hewan memiliki kemampuan untuk bergerak untuk mencari makanan, berkembang biak, dan menghindari predator.
Keempat, hewan-hewan dalam kingdom ini memiliki struktur tubuh yang beragam. Ada beberapa hewan yang memiliki simetri bilateral, seperti manusia dan sebagian besar hewan vertebrata. Namun, ada juga hewan yang memiliki simetri radial, seperti ubur-ubur dan bintang laut. Selain itu, ada juga hewan yang memiliki bentuk tubuh yang tidak teratur, seperti spons dan amoeba.
1. Dapat Bergerak
Salah satu karakteristik utama dari kingdom animalia adalah kemampuan hewan untuk bergerak. Hewan-hewan dalam kingdom ini memiliki sistem gerak yang memungkinkan mereka menggerakkan bagian-bagian tubuh mereka. Beberapa hewan memiliki anggota tubuh yang khusus untuk bergerak, seperti kaki pada mamalia atau sayap pada burung. Namun, ada juga hewan yang menggunakan organ khusus seperti sirip pada ikan atau tentakel pada gurita untuk bergerak.
2. Tidak Memiliki Dinding Sel
Salah satu perbedaan utama antara hewan dan tumbuhan adalah keberadaan dinding sel. Tumbuhan memiliki dinding sel yang memberikan mereka struktur yang kuat dan memberikan perlindungan terhadap lingkungannya. Namun, hewan tidak memiliki dinding sel yang sama. Sel hewan memiliki fungsi membran sel yang melindungi isi sel di dalamnya dan memungkinkan pertukaran zat antara sel dan lingkungan.
3. Habitat
Hewan dalam kingdom animalia menempati berbagai macam habitat di bumi. Mereka dapat hidup di air asin, seperti ikan dan paus, atau di air tawar, seperti kodok dan kura-kura. Beberapa hewan hidup di darat, seperti kucing dan burung, sementara yang lainnya hidup di udara, seperti kelelawar dan burung. Ada juga hewan yang hidup di dalam tanah, seperti cacing tanah, atau dalam hewan lain, seperti kutu dan kutu busuk. Dalam hal ini, mereka tidak terlalu tahan terhadap suhu panas, sehingga jumlah hewan yang dapat bertahan hidup pada suhu konstan di atas 50°C sangat terbatas. Beberapa spesies hewan bahkan dapat hidup di lingkungan yang sangat ekstrem, seperti ventilasi hidrotermal di dasar laut yang gelap.
4. Sistem Organ
Hewan dalam kingdom animalia memiliki sistem organ yang kompleks yang terdiri dari berbagai bagian tubuh yang saling berinteraksi untuk menjalankan fungsi-fungsi tertentu. Beberapa sistem organ yang umum ditemukan pada hewan meliputi sistem skeletal (rangka), sistem otot, sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem reproduksi, sistem saraf, dan sistem sirkulasi. Masing-masing sistem organ ini memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan hidup hewan dan memungkinkan mereka berfungsi dengan baik.
Sistem skeletal menjaga bentuk tubuh dan memberikan struktur yang diperlukan untuk gerakan. Sistem otot bekerja sama dengan sistem saraf untuk menggerakkan bagian-bagian tubuh. Sistem pencernaan mengolah makanan menjadi nutrisi yang dapat diserap oleh tubuh. Sistem pernapasan memungkinkan hewan untuk mengambil oksigen dari udara atau air dan mengeluarkan karbondioksida. Sistem reproduksi bertanggung jawab untuk perkembangbiakan. Sistem saraf berperan dalam mengatur dan mengendalikan fungsi-fungsi tubuh. Sistem sirkulasi memastikan pengiriman oksigen, nutrisi, dan hormon ke seluruh tubuh.
5. Bentuk Tubuh
Bentuk tubuh hewan dalam kingdom animalia sangat bervariasi. Sebagian besar hewan memiliki simetri bilateral, yang berarti tubuh mereka dapat dibagi menjadi dua bagian yang mirip jika dibelah. Contohnya adalah manusia, kucing, dan anjing. Namun, ada juga hewan yang memiliki simetri radial, seperti ubur-ubur dan bintang laut. Mereka memiliki banyak bilah simetris yang membentang dari tengah tubuh mereka. Ada juga hewan yang memiliki bentuk tubuh yang tidak beraturan, seperti spons dan ameba. Tergantung pada habitat dan lingkungan hidup masing-masing hewan, bentuk tubuh mereka bisa berbeda-beda.
Jenis-jenis Kingdom Animalia
Dalam kingdom animalia, terdapat dua kelompok besar yaitu vertebrata (bertulang belakang) dan invertebrata (tidak bertulang belakang).
1. Vertebrata
Vertebrata adalah jenis kelompok hewan yang memiliki tulang belakang. Kelompok ini mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang, seperti ikan, amfibia, reptil, burung, dan mamalia. Vertebrata memiliki berbagai karakteristik dan adaptasi yang memungkinkan mereka hidup di berbagai habitat, mulai dari lautan hingga daratan.
Pertama, vertebrata memiliki sistem kerangka internal yang terdiri dari tulang dan tulang rawan. Sistem kerangka ini memberikan dukungan struktural dan melindungi organ-organ internal. Selain itu, vertebrata juga memiliki sistem saraf pusat yang terletak di dalam tulang belakang. Sistem saraf ini mengendalikan berbagai fungsi tubuh, termasuk pengaturan gerakan dan persepsi sensorik.
Secara reproduksi, vertebrata membutuhkan fertilisasi interna untuk berkembang biak. Fertilisasi interna terjadi ketika ovum, atau telur, dalam tubuh betina dibuahi oleh spermatozoid, atau sperma, dari tubuh jantan. Jadwal perkawinan dan mekanisme fertilisasi bervariasi antara spesies vertebrata. Sebagai contoh, ikan melakukan perkawinan dengan mempertemukan dua organ reproduksi untuk mentransfer sperma dan telur, sedangkan mamalia dan burung melakukan perkawinan dengan penempelan fisik dan transfer internal sperma.
Baca Juga: “Keajaiban Aneh di Dunia Hewan: Ekosistem Wata Ikan Belum DKetahui ,”
…
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.