Sifat & Kebiasaan Orang Sunda
Sifat & Kebiasaan Orang Sunda – Sebagai orang-orang yang tinggal di daerah Jawa Barat, suku Sunda memiliki sifat dan kebiasaan yang khas. Secara antropologi budaya, suku Sunda adalah orang-orang yang secara turun temurun menggunakan bahasa ibu bahasa Sunda serta dialeknya dalam kehidupan sehari-hari dan berasal serta bertempat tinggal di daerah Jawa Barat, atau daerah yang juga sering disebut Tanah Pasundan atau Tatar Sunda.
Masyarakat Sunda dalam interaksi sosialnya dituntut untuk mematuhi berbagai nilai budaya yang berlaku dalam kehidupan sosial. Di antaranya adalah yang berhubungan dengan etika Sunda. Di lingkungan budaya Sunda ada ungkapan ciri sabumi ciri sadesa. Artinya, ungkapan tersebut menekankan bahwa di setiap lingkungan ada ciri dan tata cara tersendiri yang mempengaruhi tindak tanduk para penghuninya.
Jika ungkapan ini dikaitkan dengan bidang etika, dapat dikatakan bahwa pada orang Sunda pun ada kesadaran bahwa di setiap lingkungan budaya tak terkecuali lingkungan budaya Sunda, tentu ada nilai-nilai etis yang diterima oleh para penghuni lingkungan tersebut. Nilai-nilai etika Sunda ini bisa menjadi acuan kebiasaan-kebiasaan bagi masyarakat Sunda secara umum.
Berikut adalah 20 sifat dan kebiasaan orang Sunda:
1. Lucu dan Humoris
Orang Sunda memiliki selera humor tinggi. Meskipun dalam situasi serius, mereka masih bisa bercanda. Tokoh-tokoh dari Sunda yang memiliki sifat humoris adalah artis Sule, Ridwan Kamil, dan masih banyak lagi. Status di media sosialnya tidak berbicara politik saja, tapi berisi guyonan yang membuat netizen tertawa.
2. Sopan, Ramah, dan Murah Senyum
Orang Sunda memiliki pedoman hidup saling menghargai sesama. Mereka pada umumnya ramah senyum dan sopan kepada siapa saja termasuk kepada orang yang belum dikenalnya.
3. Pelafalan huruf F sering dibaca P
Orang Sunda dikenal jika melafalkan huruf F menjadi P (meskipun tidak semuanya). Ada penjelasan ilmiah mengapa orang Sunda mengucap bacaan yang ada F atau V menjadi P, salah satunya karena huruf tersebut memang tidak dikenal dalam aksara Sunda pada zaman dahulu.
4. Logat Bicara Khas
Setiap suku di Indonesia pasti punya logat atau dialek khas masing-masing ketika berbicara. Begitupun dengan yang ada pada masyarakat Sunda. Biasanya orang Sunda berbicara dengan logat yang mendayu seperti ada nada yang bergelombang.
5. Menyukai Lalapan dan Sambal
Orang Sunda terkenal memiliki kuliner yang mantap. Tidak lengkap rasanya makan di resto Sunda jika tidak mencicipi sambalnya. Nasi panas, empal daging, tempe, tahu, ikan gurame goreng, ikan asin, sayur asem, dan ditambah lalapan.
6. Sering menambah kata “teh” dan “mah”
Kebiasaan orang Sunda selanjutnya adalah penambahan pada perkataan. Contoh : “Saya teh asli Sunda”, “Kumaha atuh mah?”. Ada yang unik dari penambahan kata tersebut, yaitu tidak ada perubahan arti meskipun terdapat penambahan kata.
7. Memiliki Nama Unik
Kolot baheula di masyarakat Sunda sering memberi nama anak dengan awalan Asep yang konon katanya berasal dari kata “Kasep” artinya “ganteng” dengan ekspektasi agar anaknya menjadi orang yang ganteng dan banyak digandrungi, walaupun pada realitanya ada yang berlawanan.
8. Santai
Berbeda dengan masyarakat Jawa yang terkenal lebih kerja keras, ulet dan lebih serius. Orang Sunda lebih terlihat santai dalam hidupnya, ada yang mengatakan cenderung malas.
9. Menjunjung Tinggi Adat Istiadat
Orang Sunda atau Urang Sunda memiliki adat istiadat yang beragam. Terdapat salah satu wisata yang menjunjung tinggi adat istiadat adalah Saung Angklung Mang Udjo. Di saung tersebut, pengunjung bisa belajar angklung dan menyaksikan pentas seni yang kental dengan adat Sunda.
10. Pandai Membuat Akronim yang Mudah Diingat Orang
Wah, ternyata orang Sunda jagonya membuat akronim. Akronim adalah kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar.
Contoh yang terkenal ialah jenis makanan Cilok yang berarti Aci Dicolok, Cireng: Aci Digoreng, Cinlok: Cinta Lokasi, Combro: Oncom Dijero dan masih banyak contoh lain.
11. Mitosnya Dilarang Menikah dengan Orang Jawa
Kebiasaan orang Sunda zaman dahulu takut kualat apabila menikahkan anaknya dengan orang Jawa. Sebenarnya itu hanya mitos. Namun masih banyak dipercaya hingga kini apabila orang Sunda menikah dengan orang Jawa maka kehidupan rumah tangganya tidak langgeng.
12. Suka Persib Bandung (Bobotoh)
Persib menjadi ciri khas Kota Bandung dan menjadi identitas masyarakat Sunda. Rasa memiliki masyarakat Sunda terhadap Persib sudah mendarah daging sejak zaman dahulu. Ini terbukti dari setiap ada pertandingan sepak bola melawan Persib, penonton akan membanjiri stadion untuk menyaksikan pertandingan.
13. Mayoritas Orang Sunda Tidak Suka Merantau
Kebiasaan orang Sunda ingin mengabdi untuk daerahnya. Seiring perkembangan zaman, banyak juga ditemui orang Sunda di perantauan terkhusus untuk tujuan pendidikan seperti orang Sunda merantau kuliah ke luar daerah.
14. Tradisi Makan Berjamaah
Orang Sunda memiliki kebiasaan makan berjamaah dengan banyak orang, teman, maupun saudara. Makanannya diletakkan di atas daun pisang yang dilebarkan bersama lauk-pauknya.
15. Doyan Petai dan Jengkol
Masyarakat Sunda doyan makan petai dan jengkol. Makanan yang oleh banyak orang tidak disukai karena aromanya yang menyengat jika sudah di mulut. Bagi yang suka lalapan, petai dan jengkol bisa menjadi pelengkap dan penambah cita rasa kenikmatan makanan yang disantap.
16. Menyapa dengan Nada Romantis
Orang Sunda memiliki logat bicara yang romantis. Hal ini merupakan logat yang hanya dimiliki orang Sunda. Bukan hanya dalam hubungan percintaan saja hal ini diterapkan oleh orang Sunda.
17. Sering disebut Ganteng dan Cantik
Tatar Sunda terkenal dengan wanita-wanitanya yang cantik dan cowok-cowok yang ganteng. Di beberapa wilayah Sunda masih banyak ditemukan wanita Sunda yang memiliki kecantikan alami, wajah tanpa make up, dan memiliki karakter keagamaan yang kuat.
18. Kreatif
Orang Sunda dikenal kreatif jika mengenai musik. Alat-alat musik tradisional dari Sunda beragam, yang terkenal hingga sekarang ialah angklung dan karinding.
19. Sering Disebut Gengsinya Tinggi
Banyak orang beranggapan bahwa wanita Sunda itu gengsian dan matre. Itu bisa jadi benar bisa jadi salah. Itu merupakan bukan sifat yang dicontohkan leluhur sunda, melainkan bisa saja terjadi karena faktor lingkungan.
20. Menganggap Saudara jika Bertemu Sesama Sunda di Perantauan
Orang Sunda memiliki perasaan senasib dan seperjuangan dari daerah yang sama. Hal ini tentu bisa menjadi contoh untuk tetap menjaga kekeluargaan di manapun berada.
Berdasarkan ke 20 kebiasaan dan sifat orang Sunda di atas, terlihat bahwa orang Sunda memiliki keunikan dan kelebihan yang khas. Sifat-sifat seperti lucu dan humoris, sopan, ramah, dan murah senyum membuat orang Sunda mudah bergaul dan diterima di lingkungan sosial. Selain itu, kebiasaan seperti menambah kata “teh” dan “mah” serta pelafalan huruf F menjadi P memberikan keunikannya tersendiri dalam bahasa dan logat bicara orang Sunda.
Orang Sunda juga dikenal memiliki kecintaan yang mendalam terhadap budaya dan adat istiadatnya. Mereka menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan sangat memperhatikan adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dari kebiasaan makan berjamaah dengan banyak orang, kecintaan terhadap masakan khas Sunda seperti lalapan dan sambal, serta penghargaan yang tinggi terhadap adat istiadat Sunda.
Selain itu, orang Sunda juga memiliki keunikan dalam seni dan budaya, seperti keterampilan mereka dalam musik tradisional seperti angklung dan karinding. Mereka juga dikenal kreatif dan pandai membuat akronim yang mudah diingat orang. Juga, orang Sunda memiliki kesadaran untuk menjaga hubungan kekeluargaan, terutama ketika bertemu dengan sesama orang Sunda di perantauan.
Namun, tidak semua sifat dan kebiasaan orang Sunda positif. Ada juga stereotipe negatif yang melekat pada masyarakat Sunda, seperti anggapan bahwa wanita Sunda gengsian dan matre. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang Sunda memiliki sifat tersebut dan tidak semua stereotipe benar.
Penting bagi kita untuk memahami dan menghormati budaya dan kebiasaan orang Sunda, serta menghindari generalisasi dan stereotipe negatif. Setiap individu memiliki keunikan dan khasiatnya sendiri. Begitu pula dengan budaya dan kebiasaan masyarakat Sunda. Dengan saling menghargai dan memahami, kita dapat memperkaya dan memperkuat keragaman budaya Indonesia.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.