20 Sifat & Kebiasaan Orang Maluku
Sifat & Kebiasaan Orang Maluku – Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk, salah satu akibat dari kemajemukan ini adalah beraneka ragamnya kebiasaan yang dilakukan dan dilestarikan oleh tiap-tiap daerah. Kebiasaan-kebiasaan tersebut mempunyai bentuk yang berbeda tiap daerah dan memiliki tujuan yang berbeda pula antara masyarakat satu dengan yang lain.
Perbedaan tempat tinggal, adat istiadat, serta tradisi yang diwariskan secara turun temurun lah yang menyebabkan perbedaan tersebut. Salah satu contohnya adalah daerah Maluku. Maluku merupakan salah satu daerah di timur Indonesia yang memiliki banyak keunikan dan budaya yang cukup kaya. Realitas multikultural Maluku merupakan sebuah keniscayaan sejarah.
Dari perspektif historis, sebagai the spices island (pulau rempah-rempah), khasnya cengkeh dan pala. Sejak dahulu Maluku sudah menjadi tempat perjumpaan berbagai peradaban dunia serta terbangun jalinan nusantara. Selain menjadi wilayah kontestasi berbagai kepentingan dagang dan politik dunia terutama bangsa Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, dan Jepang.
Kondisi ini menjadikan Maluku menjadi masyarakat yang multikultural. Sobat aikerja.com, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kebiasaan-kebiasaan orang Maluku, yuk simak artikel di bawah ini!
1. Memiliki Solidaritas Tinggi
Orang Maluku memiliki rasa solidaritas tinggi terutama jika bertemu sesama orang Maluku. Mereka akan membantu teman, sahabat, saudara, sesama orang Maluku yang mengalami kesusahan. Apalagi jika bertemu di tanah rantau. Hal ini menjadi salah satu keuntungan berteman dengan orang Maluku. Apakah kamu juga memiliki teman dari daerah Maluku?
2. Memiliki Tubuh Atletis
Postur tubuh orang Maluku umumnya berkulit gelap, rambut ikal, dan kerangka tulang yang kuat dan besar (atletis). Dengan ciri postur tubuh tersebut, secara fisik mereka lebih tegap dan atletis dibandingkan orang dari suku lain di Indonesia.
Hal ini bisa saja dilatarbelakangi dari kondisi alam daerah Maluku yang berupa kepulauan. Masyarakat Maluku terbiasa melakukan aktivitas fisik seperti berenang dan berlayar sehingga menunjang postur tubuhnya, terutama kaum laki-laki. Maluku juga merupakan provinsi yang memiliki luas lautan daripada daratan.
3. Pemberani
Apakah kamu pernah bertemu dengan orang Maluku? Mereka terkenal tidak memiliki rasa takut. Orang Maluku jika ia merasa dirinya berada di pihak yang benar, maka mereka akan tetap memperjuangkan kebenaran tersebut meskipun nyawa taruhannya.
Hal ini juga bisa jadi orang Maluku terinspirasi tokoh sejarah, yaitu Pattimura dalam melawan penjajah. Jika sudah merasa apa yang diperjuangkan adalah kebenaran, maka mereka akan totalitas dalam menunjukkan keberaniannya.
4. Memiliki Tradisi Pukul Sapu
Pukul sapu adalah kebiasaan suku Maluku yang dilaksanakan dengan memukul sapu lidi dari pohon enau selepas hari idul fitri. Pukul sapu ini merupakan tradisi yang sering dilakukan penduduk Desa Mamala.
Kebiasaan ini dilakukan setelah satu minggu Idul Fitri oleh kaum pria dan dilakukan dengan mengenakan celana pendek, ikat kepala, serta bertelanjang dada. Biasanya mereka melakukan atraksi pukul memukul sapu lidi dari tulang daun pohon mayang atau pohon enau.
Nilai filosofis dari tradisi ini adalah persaudaraan tidak memandang suku, agama, maupun golongan. Rasa sakit dapat dirasakan Bersama demi terwujudnya kehidupan yang harmonis antar sesama, istilah mereka yaitu sakit di kuku, rasa di daging.
5. Budaya Hawear
Hawear (sasi) merupakan budaya yang tumbuh dan berlaku dalam kehidupan masyarakat kepulauan Kei secara turun temurun. Dokumen tertulis, cerita rakyat, maupun yang lain merupakan prasarana untuk melestarikan budaya, salah satunya Hawear.
Sejarah Hawear ini dimulai dari seorang gadis yang diberikan daun kelapa kuning (janur kuning) oleh ayahnya, kemudian daun kelapa kuning tersebut disisipkan atau diikat di kain seloi yang dipakainya.
Gadis tersebut melakukan perjalanan panjang untuk menemui seorang raja. Maksud dari janur kuning tersebut sebagai tanda bahwa ia telah dimiliki oleh seseorang yang dimaksudkan agar ia tidak diganggu oleh siapapun dalam perjalanan.
Janur kuning tersebut diberikan oleh sang ayah karena sang ayah pernah diganggu oleh orang tak dikenal dalam perjalanannya. Ini merupakan proses Hawear yang masih dijalankan sesuai dengan maknanya hingga saat ini.
Pelajari berbagai budaya beserta hal yang harus kamu ketahui tentang Provinsi Maluku melalui buku Ensiklopedia Indonesia Provinsi Maluku Utara.
6. Malam Badendang
Malam Badendang yaitu kebiasaan orang Maluku yang menari dan bergoyang yang diadakan pada malam-malam tertentu. Kebiasaan ini ditujukan untuk membangun kebersamaan dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Hal ini juga menjadikan masyarakat Maluku memiliki solidaritas yang tinggi.
Para peserta yang mengikuti Malam Badendang ini akan berdansa dan menari tarian Orlapei dan Katreji. Acara malam Badendang ini dilakukan semlaam suntuk dan biasanya akan dimeriahkan juga oleh musik karaoke dan makanan khas Maluku.
7. Kebiasaan Makan dengan Ikan Laut
Dari kebiasaan makan, orang Maluku juga memiliki khas. Kebanyakan mereka gemar makan ikan, bahkan bisa dibilang selalu ada ikan dalam setiap hidangan makanannya.
Selain tidak bisa makan tanpa ikan laut, orang Maluku juga memiliki porsi makan lebih banyak dibandingkan suku lainnya di Indonesia. Kegiatan fisik yang menguras tenaga, bisa jadi membuat porsi makan menjadi lebih banyak.
8. Makan Pisang Goreng dan Teh Manis
Orang Maluku selain makan ikan, juga gemar makan pisang didampingi teh manis. Ini merupakan kebiasaan sejak zaman dahulu. Kebiasaan tersebut dilakukan di setiap kesempatan, ketika bersantai, menyuguhi tamu, dan lain sebagainya. Biasanya mereka makan pisang didampingi teh manis ini pada waktu pagi dan sore hari.
9. Budaya Arumbae
Budaya Arumbae adalah kebudayaan berlayar masyarakat Maluku. Di dalam pataka Maluku, Arumbai menjadi simbol daerah yang digambarkan atau diceritakan dengan lima orang mendayung perahu untuk menghadapi tantangan. Perjuangan melintasi lautan merupakan bagian dari terbentuknya masyarakat.
Secara filosofis, itu berarti masyarakat Maluku adalah masyarakat yang dinamis, mereka memiliki daya juang yang tinggi dalam menghadapi tantangan atau rintangan untuk menyongsong masa depan yang gemilang.
Arumbae tampak dalam beragam karya seni seperti syair kata tujuh ya nona, ditambah tujuh, sapuluh ampa ya nona dalang parao. Banyak gapura negeri adat Maluku berbentuk Arumbae. Lagu daerah banyak mengumpamakan keharmonisan dengan simbol perahu atau Arumbae.
Arumbae juga mewarnai bidang olahraga seperti Manggurebe Arumbae, lomba yang menjadi salah satu bidang yang diikutsertakan dalam Festival Teluk Ambon.
10. Upacara Fangnea Kidabela
Di daerah Maluku Tenggara Barat, tepatnya kepulauan Tanimbar, upacara Fangnea Kidabela masih dilakukan dengan tujuan memperkokoh hubungan sosial di daerah Tanimbar. Kabupaten Maluku Tenggara Barat ini memiliki kebudayaan yang mengatur persaudaraan serta kehidupan sosial dalam bentuk Duan Lolat dan Kidabela.
Duan Lolat mengatur hubungan sosial masyarakat yang luas yaitu memperkuat hubungan antar dua desa atau lebih dan hubungan tersebut diwujudkan dalam bentuk Kidabela. Upacara Fangnea Kidabela ini memperkokoh hubungan sosial masyarakat Tanimbar dalam wadah persaudaraan dan persekutuan agar tidak mudah terpecah belah karena adanya konflik.
11. Batu Pamali
Batu Pamali merupakan simbol material adat masyarakat Maluku. Batu Pamali termasuk mikrokosmos dalam negeri-negeri yang ditempati masyarakat adat Maluku. Batu Pamali ini merupakan batu alas atau batu dasar berdirinya sebuah negeri adat yang selalu diletakkan di samping rumah Baileo sekaligus representasi kehadiran nenek moyang (leluhur) di dalam kehidupan masyarakat.
Batu Pamali sebagai bentuk penyatuan soa-soa dalam negeri adat, dengan demikian Batu Pamali adalah milik Bersama setiap soa. Di beberapa daerah adat Maluku, Batu Pamali dimiliki secara kolektif termasuk negeri adat yang masyarakatnya memeluk agama yang berbeda. Seiring dengan perkembangan agama di masyarakat, terjadi pergeseran praktik tata cara dalam upacara keagamaan dan keberadaan Batu Pamali.
12. Sasahil dan Nekora
Apakah kamu pernah mendengar tradisi Sasahil dan Nekora? Sasahil pada masyarakat adat di Negeri Siri Sori Serani dan Siri Sori Islam di Pulau Saparua. Bagi masyarakat Telalora, Nekora memiliki basis nilai tolong menolong antar warga.
Nilai tradisi Sasahil dan Nekora terletak pada cara dan proses pelaksanaanya. Nilai tolong-menolong atau gotong royong yang terdapat dalam tradisi Sasahil maupun Nekora memiliki basis solidaritas yang kuat dan menciptakan relasi saling memberi dan menerima antar warga agar suatu pekerjaan berat untuk mendirikan rumah bisa lebih ringan. Seiring perkembangan zaman, tradisi Sasahil dan Nekora tetap dipertahankan dengan baik.
13. Makan Patita
Tradisi makan Patita adalah tradisi kuliner atau acara makan Bersama yang sampai saat ini masih terjaga kelestariannya di wilayah Maluku. Makan Patita biasanya dilaksanakan sebagai salah satu agenda momentum besar, seperti: Hari Ulang Tahun (HUT) Kota, HUT Kemerdekaan Indonesia, HUT tempat ibadah, dan hari besar lain.
Makan Patita biasanya dilakukan bersama-sama dengan menu khas Maluku seperti ikan asar, singkong rebus, patatas rebus, colo-colo, sayur-sayuran, papeda, kohu (urap Maluku), dan masih banyak lainnya. Setiap rumah akan memasak menu tersebut dalam jumlah banyak kemudian hasil masakan tersebut akan dibawa ke tempat berkumpul dan dimakan bersama. Esensi dari tradisi makan Patita ini adalah makan dalam kebersamaan dan kehangatan dengan jumlah banyak orang dengan bertujuan memupuk semangat kekeluargaan.
14. Budaya Kalwedo
Budaya Kalwedo adalah sebuah tanda salam persaudaraan serta salam perdamaian yang mempersatukan setiap komunitas masyarakat kepulauan Babar dan Maluku Barat Daya. Nilai budaya Kalwedo terimplementasi dalam berbagai sapaan kekeluargaan bersama yang bersifat lintas negeri dan pulau yang disebut inanara ama yali (basudara laki dan perempuan).
Pendukung budaya Kalwedo memahami bahwa Kalwedo tidak hanya memiliki nilai sosial dalam penyelenggaraan praktis kehidupan sehari-hari, tetapi juga nilai religius yang sakral, menjamin kedamaian, keselamatan, kebahagiaan bersama sebagai orang basudara. Tradisi hidup masyarakat Maluku Barat Daya (MBD) dibentuk untuk saling berbagi, saling membantu (tolong-menolong) dalam hal potensi alam, sosial, budaya, dan ekonomi, yang diwariskan oleh alam kepulauan Maluku Barat Daya(MBD).
15. Suka bernyanyi
Orang Indonesia Timur memang terkenal dengan suaranya yang merdu. Maluku merupakan salah satunya. Selain Glenn Fredly, masih banyak artis dari Maluku dan Indonesia Timur yang memiliki suara emas. Hanya saja, terkadang kemampuan seni orang Maluku ini tidak dibarengi dengan teknik sehingga jarang muncul di berbagai lomba pencarian bakat di tanah air.
16. Senang Berhumor
Orang Maluku suka membuat lelucon alias berhumor. Mereka suka membuat orang lain tertawa. Dijamin, orang yang ada di dekatnya akan sering tertawa. Mereka akan mudah tertawa meskipun hal yang didengar atau dilihatnya kurang jenaka. Selera humor orang Maluku memang bagus dan pandai melontarkan kata-kata humor.
17. Memiliki suara yang Nyaring
Dari segi suara, orang Maluku begitu khas dengan suara nyaringnya. Ketika mendengarkan mereka berbincang, terdengar seperti berteriak. Padahal nyaringnya suara orang Maluku ini adalah wajar yang sering digunakan mereka dalam berkomunikasi.
Memang suara mereka memiliki volume yang tinggi dan terdengar seperti orang marah, namun, sebenarnya mereka tidak marah, hanya saja memang volume suaranya yang tinggi.
18. Mudah sayang dengan Orang Lain
Rasa kekeluargaan orang Maluku memang tinggi. Mereka tidak memandang asal orang dalam hal sayang-menyanyangi. Meskipun berbeda daerah, mereka sangat mudah menyayangi orang lain mulai dari teman, saudara, sampai hubungan percintaan.
19. Memiliki Senyum yang Khas
Meskipun raut muka orang Maluku sering dianggap sangar, sebenarnya mereka memiliki kebiasaan yaitu murah senyum, lho. Mereka suka menyapa orang-orang yang berpapasan dengannya meskipun belum dikenalnya. Keramahan dan ketulusannya itulah yang membuat orang maluku dikenal dengan senyumnya yang khas.
20. Suka Memasak
Kepandaian dalam Memasak bagi orang Maluku dianggap sebagai keahlian istimewa yang wajib dimiliki. Memasak bagi mereka bukan sebatas tradisi. Kepandaian memasak juga menjadi salah satu persyaratan lulus ujian untuk menjadi menantu ideal di hadapan mertua.
Seperti halnya yang dibahas dalam buku Nikmatnya Sagu Maluku yang juga menceritakan bagaimana serunya Kay memanen sagu. Dapatkan bukunya di bawah ini!
Buku-buku di atas memberikan penjelasan yang lebih mendalam mengenai kebiasaan dan kebudayaan orang Maluku. Dengan membaca buku-buku ini, Anda akan mendapatkan wawasan yang lebih luas dan lebih memahami keunikan serta kekayaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Maluku.
Kesimpulan
Melalui tulisan di atas, kita dapat melihat betapa kaya dan beragamnya kebiasaan dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Maluku. Dari solidaritas tinggi hingga keahlian dalam memasak, semua kebiasaan ini menjadi lambang nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh orang Maluku.
Kita dapat mengambil inspirasi dari kebiasaan dan budaya orang Maluku ini untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Solidaritas tinggi, ketekunan dalam memasak, dan sikap ramah serta murah senyum adalah beberapa nilai yang perlu kita contoh dan terapkan.
Penting bagi kita untuk menghargai dan menghormati kebiasaan dan budaya orang lain, terlebih lagi jika kita berada di wilayah yang berbeda dari mereka. Dengan saling menghormati, kita dapat membangun kerukunan antar suku dan budaya, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Jadi, ayo kita terus belajar dan menghargai keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Dengan cara ini, kita dapat menjaga dan melestarikan kekayaan budaya bangsa kita, serta merawat persatuan dan kesatuan Indonesia.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.