Kumpulan Kata Bahasa Inggris yang Sering Dipakai Anak Jaksel



Kumpulan Kata Bahasa Inggris yang Sering Dipakai Anak Jaksel

Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional sudah sering dipakai dalam berbagai kegiatan. Bahasa tersebut juga telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari beberapa orang karena beberapa orang sering mencampur penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hal ini sangat wajar karena penggunaan bahasa Inggris semakin populer di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Jakarta Selatan atau sering disebut Jaksel.

Anak-anak di Jaksel sempat viral karena penggunaan bahasa slang atau bahasa gaul mereka yang dicampur dengan bahasa Inggris. Bahasa ini menjadi perhatian banyak kalangan. Bahkan, anak-anak di daerah lain pun ikut mengikuti penggunaan bahasa ini. Fenomena ini memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai bahasa Inggris dan pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa kata bahasa Inggris yang sering dipakai oleh anak Jaksel antara lain:

1. Literally, yang berarti secara harfiah atau secara literal. Kata ini sering digunakan untuk menekankan kebenaran suatu pernyataan. Misalnya, “Aku literally pingsan karena capek.”

2. Basically, yang artinya berdasarkan atau pada dasarnya. Kata ini digunakan untuk menjelaskan suatu konsep dasar atau pokok. Misalnya, “Dia basically tidak mengerti cara kerja mesin ini.”

3. Prefer, yang berarti lebih suka atau lebih demen. Kata ini digunakan untuk menyatakan pilihan atau preferensi seseorang. Misalnya, “Aku lebih prefer makan di restoran ini daripada yang lain.”

4. Which is, yang berarti yang mana atau di mana. Kata ini digunakan untuk memperjelas suatu pilihan atau alternatif. Misalnya, “Kamu bisa pilih salah satu, which is merah atau biru.”

5. Better, yang berarti lebih baik. Kata ini digunakan untuk membandingkan dua hal atau memberikan saran. Misalnya, “Kamu sebaiknya memilih yang ini, karena lebih better daripada yang lain.”

6. Like – Unlike, yang berarti seperti – tidak seperti. Kata ini digunakan untuk membandingkan kesamaan atau perbedaan antara dua hal. Misalnya, “Aku suka warna ini, unlike warna yang lain.”

7. Somehow, yang berarti bagaimanapun. Kata ini digunakan untuk menggambarkan suatu cara atau alasan yang tidak jelas. Misalnya, “Dia berhasil mencapai tujuannya, somehow.”

8. End up, yang berarti akhiri. Kata ini digunakan untuk menyatakan hasil atau konsekuensi dari suatu peristiwa. Misalnya, “Aku berencana pergi ke luar kota, tapi akhirnya end up di rumah saja.”

9. Fuck, yang berarti brengsek. Kata ini digunakan untuk mengungkapkan rasa marah, kejutan, atau ketidakpuasan terhadap sesuatu. Misalnya, “Dia benar-benar fuck, tidak ada sopan santun sama sekali.”

10. While, yang berarti sementara. Kata ini digunakan untuk menggambarkan suatu kegiatan yang dilakukan dalam waktu yang sama dengan kegiatan lain. Misalnya, “Dia bermain game while aku sedang mengerjakan tugas.”

11. Not yet, yang berarti belum. Kata ini digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu belum terjadi atau belum dilakukan. Misalnya, “Aku belum makan siang, not yet.”

12. Confuse, yang berarti membingungkan. Kata ini digunakan untuk menggambarkan ketidaktahuan atau ketidakpahaman seseorang terhadap suatu hal. Misalnya, “Aku bingung dengan instruksi yang diberikan, tidak bisa memahaminya.”

13. Eye catching, yang berarti enak dilihat. Kata ini digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang menarik perhatian atau mencolok secara visual. Misalnya, “Desain poster itu benar-benar eye catching.”

14. You know, yang berarti kamu tahulah. Kata ini digunakan untuk menekankan pemahaman atau pengetahuan pribadi terhadap suatu hal. Misalnya, “Aku pernah ke sana, you know, tempat yang sangat indah.”

15. Surely, yang berarti pastinya. Kata ini digunakan untuk menegaskan atau mengesahkan suatu pernyataan. Misalnya, “Kamu pasti bisa melakukannya, surely.”

16. Bestie, yang merupakan bahasa slang dari orang kesayangan. Kata ini digunakan untuk menyebut teman terdekat atau sahabat karib. Misalnya, “Dia adalah bestie ku sejak kecil.”

17. Body shaming, yang berarti hinaan fisik. Kata ini digunakan untuk menggambarkan tindakan mempermalukan atau melecehkan seseorang karena penampilannya. Misalnya, “Body shaming adalah tindakan yang tidak pantas dilakukan.”

See also  Profil Gaeul IVE, Sang Hidden Member yang Serba Bisa!

18. Clingy, yang berarti sifat ketergantungan. Kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlalu melekat atau terlalu bergantung pada orang lain. Misalnya, “Dia sangat clingy, selalu ingin bersama saya setiap hari.”

19. Cyber widows, yang berarti cewek atau istri yang dicuekin pasangan karena game. Kata ini digunakan untuk menggambarkan situasi di mana pasangan pria lebih memilih bermain game daripada menghabiskan waktu bersama pasangan wanita. Misalnya, “Dia menjadi cyber widows karena pasangannya lebih suka main game daripada memperhatikannya.”

20. Deep talk, yang berarti percakapan dua orang yang sensitif dan mendalam. Kata ini digunakan untuk menggambarkan percakapan yang menyinggung emosi atau masalah pribadi yang dalam. Misalnya, “Kami sering memiliki deep talk tentang kehidupan dan impian kami.”

21. Flexing, yang berarti pamer. Kata ini digunakan untuk menggambarkan tindakan memamerkan keberhasilan atau kekayaan seseorang. Misalnya, “Dia selalu flexing tentang mobil barunya.”

22. Fomo atau fear of missing out, yang berarti takut ketinggalan tren media. Kata ini digunakan untuk menggambarkan ketakutan atau kecemasan seseorang untuk melewatkan suatu peristiwa atau tren yang sedang populer. Misalnya, “Dia selalu ingin bergabung dengan setiap acara, takut ketinggalan FOMO.”

23. FwB atau Friend with Benefit, yang berarti teman rasa pacar. Kata ini digunakan untuk menggambarkan hubungan intim antara dua orang yang hanya berteman tanpa komitmen romantis. Misalnya, “Mereka adalah FwB, tidak ada hubungan romantis di antara mereka.”

24. Gatekeeping, yang berarti pelit. Kata ini digunakan untuk menggambarkan sikap atau tindakan seseorang yang tidak rela membagi pengetahuan atau pengalaman kepada orang lain. Misalnya, “Dia tidak mau berbagi informasi, sangat gatekeeping.”

25. Healing, yang berarti penyembuhan dari kesedihan atau luka batin. Kata ini digunakan untuk menggambarkan proses pemulihan dari sesuatu yang menyakitkan secara emosional. Misalnya, “Perjalanan ini merupakan bagian dari proses healing saya setelah kehilangan mendalam.”

26. Healthy relationship, yang berarti hubungan yang sehat. Kata ini digunakan untuk menggambarkan hubungan yang memiliki komunikasi yang baik, saling pengertian, dan dukungan yang sehat. Misalnya, “Hubungan kami adalah hubungan yang sehat, kami saling menghargai dan mendukung satu sama lain.”

27. Insecure, yang berarti merasa cemas dan rendah diri. Kata ini digunakan untuk menggambarkan perasaan ketidakamanan atau ketidakpercayaan pada diri sendiri. Misalnya, “Dia sangat insecure tentang penampilannya.”

28. Inner child, yang berarti memori kanak-kanakan. Kata ini digunakan untuk menggambarkan sisi kekanak-kanakan dalam diri seseorang. Misalnya, “Terkadang aku suka mengingat-ingat inner child ku ketika masih kecil.”

29. Judgemental, yang berarti suka mengomentari banyak hal tanpa memikirkan perasaan orang yang diberi komentar. Kata ini digunakan untuk menggambarkan sikap atau tindakan seseorang yang suka menghakimi orang lain tanpa mempertimbangkan perasaan mereka. Misalnya, “Dia sangat judgemental, selalu mengomentari pakaian orang lain.”

30. Hidden gems, yang berarti sesuatu yang sangat keren. Kata ini digunakan untuk menggambarkan tempat atau hal yang jarang diketahui orang dan sangat menarik. Misalnya, “Dia mengenalkan aku pada beberapa hidden gems di kota ini.”

31. Love language, yang berarti bahasa cinta, seperti gestur atau tindakan yang membuktikan rasa kasih sayang. Kata ini digunakan untuk menggambarkan cara seseorang mengekspresikan dan menerima cinta dari orang lain. Misalnya, “Tokoh utama di novel ini menggunakan love language mereka untuk menunjukkan cinta mereka.”

32. Low key, yang berarti sesuatu amat penting yang harus dirahasiakan. Kata ini digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang sebenarnya penting, tetapi tidak ditampilkan dengan sangat mencolok. Misalnya, “Dia low key adalah salah satu penulis terbaik dalam generasinya.”

33. Me time, yang berarti menikmati waktu sendiri. Kata ini digunakan untuk menggambarkan waktu yang dihabiskan seseorang untuk merawat diri sendiri atau melakukan hal-hal yang menyenangkan tanpa gangguan dari orang lain. Misalnya, “Aku butuh me time setelah minggu yang sibuk.”

See also  25+ Contoh Puisi Pendek Berbagai Tema dan Unsur Di Dalamnya

34. Negative vibes, yang berarti suasana yang negatif. Kata ini digunakan untuk menggambarkan situasi atau lingkungan yang terasa tidak menyenangkan. Misalnya, “Aku merasa negative vibes di tempat kerja ini.”

35. Mental Health, yang berarti kesehatan mental. Kata ini digunakan untuk menggambarkan kondisi emosional, psikologis, dan sosial seseorang yang mempengaruhi cara mereka berpikir, merasa, dan berperilaku. Misalnya, “Kepentingan kesehatan mental semakin diperhatikan dalam masyarakat.”

36. Support system, yang berarti lingkungan yang mendukung. Kata ini digunakan untuk menggambarkan kelompok orang yang memberikan dukungan dan perhatian kepada seseorang. Misalnya, “Saya sangat beruntung memiliki support system yang kuat di keluarga dan teman-teman.”

37. BRB atau be right back, yang berarti akan segera kembali. Kata ini digunakan untuk memberi tahu orang lain bahwa kamu akan segera kembali setelah sesuatu dilakukan atau diperbaiki. Misalnya, “BRB, aku mau ambil minuman dulu.”

38. Split bill, yang berarti bayar bareng atau patungan. Kata ini digunakan untuk mengatur pembayaran bersama-sama antara beberapa orang. Misalnya, “Kita bisa split bill untuk makan malam ini.”

39. Strict parents, yang berarti orang tua yang suka mendikte anaknya. Kata ini digunakan untuk menggambarkan orang tua yang memiliki aturan dan batasan yang ketat terhadap anak-anak mereka. Misalnya, “Orang tua mereka sangat strict, mereka memiliki banyak larangan bagi anak-anak.”

40. Toxic masculinity, yang berarti melarang laki-laki melakukan hal yang nggak laki-laki banget. Kata ini digunakan untuk menggambarkan sikap atau tindakan yang membatasi laki-laki dalam melakukan hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan norma maskulinitas. Misalnya, “Konsep toxic masculinity mempengaruhi persepsi mengenai peran gender dalam masyarakat.”

41. Verbally abuse, yang berarti suka berkata-kata kasar dan menyakiti hati orang lain. Kata ini digunakan untuk menggambarkan tindakan atau perilaku yang menyakitkan secara verbal. Misalnya, “Dia sering melakukan verbally abuse terhadap orang lain.”

42. Trust issue, yang berarti memiliki masalah kepercayaan dengan orang lain. Kata ini digunakan untuk menggambarkan ketidakpercayaan atau kurangnya kepercayaan seseorang terhadap orang lain. Misalnya, “Dia memiliki trust issue karena pengalaman masa lalunya.”

43. Word of affirmation, yang berarti memberikan pujian atau dukungan dalam bentuk kata-kata. Kata ini digunakan untuk menggambarkan kekuatan kata-kata dalam memberikan motivasi dan perasaan yang baik kepada orang lain. Misalnya, “Saya membutuhkan word of affirmation setiap hari untuk merasa termotivasi.”

44. Work life balance, yang berarti baik pekerjaan maupun kehidupan berjalan dengan seimbang. Kata ini digunakan untuk menggambarkan usaha untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi seseorang. Misalnya, “Saya sedang mencari work life balance yang lebih baik.”

45. Toxic positivity, yang berarti kata-kata atau sesuatu yang positif kadang menjadi racun di zaman sekarang. Kata ini digunakan untuk menggambarkan insistensi pada pemikiran positif yang berlebihan dan mengabaikan kenyataan atau emosi yang negatif. Misalnya, “Terkadang, toxic positivity dapat mengabaikan perasaan yang sebenarnya dirasakan seseorang.”

46. Social butterfly, yang berarti mudah bersosial. Kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sangat aktif dalam kehidupan sosial, suka berinteraksi dengan banyak orang, dan mudah bergaul. Misalnya, “Dia adalah seorang social butterfly, dia selalu memiliki banyak teman dan acara yang dihadiri.”

47. Sleepy call, yang berarti ngabisin kuota telepon. Kata ini digunakan untuk menggambarkan percakapan telepon yang terjadi ketika seseorang dalam kondisi mengantuk atau lelah. Misalnya, “Aku ngobrol dengan dia tadi malam, tapi itu hanya sleepy call karena aku sudah sangat mengantuk.”

48. Simp, yang dijadikan sebutan bagi cowok yang tunduk dengan ceweknya. Kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlalu mengagumi atau membela seseorang dengan cara yang berlebihan. Misalnya, “Dia adalah simp, dia selalu membela dan mengagumi dia setiap saat.”

See also  10 Rekomendasi Film Korea Action Komedi Paling Populer, Wajib Nonton!

49. Personal space, yang berarti sedang tidak ingin sendiri dan tidak mau diganggu. Kata ini digunakan untuk menggambarkan kebutuhan seseorang untuk memiliki ruang pribadi tanpa gangguan dari orang lain. Misalnya, “Tolong jaga personal space saya, saya sedang ingin sendiri sekarang.”

50. Part time traveller, yang berarti orang yang hobi jalan-jalan. Kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang suka traveling dan menjelajahi tempat-tempat baru saat waktu senggang. Misalnya, “Dia adalah part time traveller, dia sering berpergian setiap akhir pekan.”

51. Hectic, yang berarti sibuk atau ribet. Kata ini digunakan untuk menggambarkan situasi atau kegiatan yang padat atau penuh tekanan. Misalnya, “Minggu depan akan sangat hectic di kantor, banyak deadline yang harus dipenuhi.”

52. Flirtatious behaviour, yang berarti genit, contohnya laki-laki yang suka siul saat ada perempuan lewat. Kata ini digunakan untuk menggambarkan tindakan atau perilaku yang berupaya menarik perhatian atau memikat lawan jenis dengan cara yang anggun atau menggoda. Misalnya, “Dia memiliki flirtatious behaviour, dia sering membuka percakapan dengan senyuman atau guyonan yang menggoda.”

53. Detox sosmed, yang artinya puasa media sosial atau sedang malas sosial mediaan. Kata ini digunakan untuk menggambarkan waktu atau periode di mana seseorang memutuskan untuk tidak menggunakan media sosial untuk sementara. Misalnya, “Saya merasa lelah dengan kehadiran media sosial, saya perlu waktu detox sosmed.”

54. Burnout, yang berarti sedang malas dan stres menghadapi pekerjaan. Kata ini digunakan untuk menggambarkan kelelahan fisik dan mental yang disebabkan oleh tekanan atau stres berkepanjangan. Misalnya, “Saya merasa burnout dengan pekerjaan saya saat ini, saya butuh istirahat yang baik.”

55. Gender fluid, yang berarti suka berubah-ubah gender. Kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang merasakan atau mengidentifikasi dirinya dengan lebih dari satu jenis kelamin, atau tidak terikat pada konsep gender yang konvensional. Misalnya, “Dia adalah gender fluid, dia merasa nyaman dengan identitas gender yang berubah-ubah.”

56. Jujurly, yang berarti sejujurnya, merupakan plesetan dari bahasa Inggris honestly. Kata ini digunakan untuk menyatakan kejujuran secara lebih santai dan akrab. Misalnya, “Tadi film itu jujurly bikin aku baper, sampai nangis-nangis sendiri.”

57. Invasion of privacy, yang berarti suka mengganggu urusan atau masalah pribadi. Kata ini digunakan untuk menggambarkan tindakan atau perilaku yang melibatkan intervensi tanpa izin dalam privasi seseorang. Misalnya, “Dia terlalu sering melakukan invasion of privacy, melihat pesan di ponsel tanpa izin.”

58. Overwork, yang berarti banyak bekerja. Kata ini digunakan untuk menggambarkan kondisi atau situasi di mana seseorang bekerja terlalu banyak, melebihi batas yang sehat. Misalnya, “Dia sering overwork, jadwal kerjanya sangat padat.”

59. Self-love, yang berarti mencintai diri sendiri. Kata ini digunakan untuk menggambarkan sikap atau tindakan seseorang yang menghargai dan merayakan diri sendiri. Misalnya, “Self-love adalah hal yang penting untuk kesehatan mental dan emosional.”

60. Silent treatment, yang berarti seseorang yang memilih diam dan mengabaikan seseorang saat menyelesaikan masalah. Kata ini digunakan untuk menggambarkan tindakan atau perilaku yang melibatkan penolakan atau pengabaian terhadap orang lain dengan sengaja. Misalnya, “Dia memberi aku silent treatment, tidak mau berbicara denganku sampai aku meminta maaf.”

Itulah beberapa kata bahasa Inggris yang sering dipakai anak Jaksel. Penggunaan kata-kata ini menunjukkan pengaruh budaya dan lingkungan mereka terhadap bahasa yang mereka gunakan sehari-hari. Meskipun terkadang penggunaan kata-kata ini tidak tepat, hal ini dapat menjadi bagian dari identitas mereka dan memberikan wawasan kepada kita mengenai bentuk bahasa slang yang sedang populer di kalangan anak-anak Jakarta Selatan.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?