Ketahui Kandungan Gizi Tahu dan Manfaatnya Bagi Tubuh!


Sejarah Tahu

Sejarah tahu dapat ditelusuri kembali ke zaman dinasti Han di Tiongkok sekitar 2200 tahun yang lalu. Penemunya adalah seorang bangsawan bernama Liu An, cucu dari Kaisar Han Gaozu Liu Bang yang mendirikan dinasti Han. Tahu kemudian tersebar ke berbagai negara di Asia Timur dan Asia Tenggara melalui perantau-perantau Tiongkok.

Di Jepang, tahu dikenal dengan sebutan tahu sutra. Tahu sutra memiliki tekstur yang lebih lunak dan biasanya dikonsumsi mentah. Sedangkan di Indonesia, tahu mengalami indigenisasi dengan munculnya berbagai jenis makanan berbahan dasar tahu.

Tempat yang terkenal dengan tahu adalah Kediri, di mana tahu kuning menjadi makanan khas yang dikenal sebagai tahu takwa. Selain itu, Sumedang juga terkenal dengan tahu sumedang yang memiliki cita rasa yang khas.

Tahu juga memiliki hubungan dengan kembang tahu atau tauhue. Kembang tahu merupakan sejenis makanan yang dibuat dengan cara menggumpalkan tahu yang sudah dibersihkan. Ada berbagai jenis makanan yang menggunakan tahu sebagai bahan utama, seperti tahu bacem, tahu baso, tahu campur, tahu bungkus, tahu isi, lontong dan kerupuk tahu, tahu pedas, tahu garing, tahu bolong, dan tahu parut.

Tahu yang biasa disajikan adalah tahu goreng yang biasanya disajikan dengan masakan kuah cair seperti mie bakso dan soto. Tahu juga digunakan sebagai bahan dalam masakan seperti batagor siomay, sejenis dim sum. Secara umum, tahu menjadi salah satu komponen penting dalam hidangan Indonesia, bersama dengan tempe.

Fakta lain tentang kandungan gizi sepotong tahu

1. Lemak

Tahu memiliki kandungan lemak sebesar 7 gram per 81 gram. Namun, sebagian besar lemak dalam tahu adalah lemak tak jenuh ganda yang baik untuk kesehatan jantung.

2. Protein

Tahu mengandung protein yang tinggi, yaitu sekitar 14 gram per 81 gram tahu. Protein ini termasuk protein lengkap yang mengandung asam amino esensial. Tahu dapat menjadi pengganti daging sebagai sumber protein.

3. Vitamin dan Mineral

Selain itu, tahu juga mengandung berbagai vitamin dan mineral yang penting untuk kesehatan tubuh. Kalsium dalam tahu memiliki jumlah sekitar 553 mg per 81 gram. Tahu juga mengandung zat besi sekitar 2,5 mg. Selain itu, tahu juga mengandung potasium sebanyak 237 mg.

See also  Daftar UMK di Jawa Timur Terbaru 2022

Manfaat dari Kandungan Gizi Tahu

Dari berbagai kandungan gizi yang terdapat dalam tahu, terdapat beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan mengonsumsi tahu secara teratur.

1. Menjaga Kesehatan Gula Darah

Tahu mengandung isoflavon yang dapat membantu mengontrol dan menurunkan gula darah. Hal ini sangat bermanfaat bagi penderita diabetes atau orang-orang yang berisiko terkena diabetes. Selain itu, tahu juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh.

2. Mengurangi Risiko Kanker Saluran Pencernaan

Kandungan isoflavon dalam tahu dapat mengurangi risiko kanker saluran pencernaan, seperti kanker usus besar dan perut. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi tahu secara teratur dapat mengurangi risiko kanker saluran pencernaan hingga 61% pada pria dan 59% pada wanita.

3. Menurunkan Risiko Kanker Prostat

Selain mencegah kanker saluran pencernaan, kandungan isoflavon dalam tahu juga dapat menurunkan risiko kanker prostat. Isoflavon memiliki sifat sebagai karsinogen, yaitu zat yang dapat mencegah pertumbuhan sel kanker. Selain itu, isoflavon juga memiliki sifat antioksidan yang dapat melawan radikal bebas penyebab kanker.

4. Mencegah Kanker Payudara

Tahu mengandung fitoestrogen yang dapat membantu mencegah perkembangan sel kanker payudara. Kandungan fitoestrogen dalam tahu dapat memberikan perlindungan terhadap kanker payudara pada wanita. Oleh karena itu, mengonsumsi tahu secara teratur dapat membantu mencegah kanker payudara.

5. Meningkatkan Kesehatan Kulit

Kandungan isoflavon dalam tahu juga bermanfaat untuk kesehatan kulit. Isoflavon dapat mengurangi tanda-tanda penuaan pada kulit, seperti flek hitam dan kerutan. Selain itu, isoflavon juga dapat membantu mengencangkan otot kulit dan menjaga elastisitas kulit.

6. Mencegah Osteoporosis

Tahu mengandung kalsium yang tinggi, sehingga baik untuk mencegah osteoporosis. Kalsium adalah salah satu nutrisi yang penting untuk menjaga kepadatan tulang. Selain itu, kandungan isoflavon dalam tahu juga dapat meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko osteoporosis pada wanita pascamenopause.

7. Membantu Menurunkan Berat Badan

Tahu rendah kalori namun mengandung protein yang tinggi. Kedua kombinasi ini membuat tahu menjadi makanan yang ideal untuk menurunkan berat badan. Protein dalam tahu dapat membuat Anda kenyang lebih lama dan membantu mengurangi asupan kalori secara keseluruhan. Selain itu, tahu juga telah terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

See also  Begini Cara Mengetahui Jenis Font dengan Mudah dan Anti Ribet

8. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Tahu mengandung serat yang tinggi, sehingga baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Serat dalam tahu dapat membantu melancarkan proses pencernaan dan mencegah masalah seperti sembelit dan diare. Selain itu, serat dalam tahu juga dapat mengurangi gejala sindrom iritasi usus.

9. Meningkatkan Fungsi Otak

Kandungan isoflavon dalam tahu dapat meningkatkan fungsi kognitif dan memori, terutama pada wanita di atas 65 tahun yang telah mengalami menopause. Selain itu, tahu juga mengandung lesitin yang menghasilkan fosfolipid asam fosfatidat dan fosfatidilserin. Kedua asam ini dapat membantu meningkatkan fungsi otak.

10. Mencegah Kerontokan Rambut

Tahu mengandung keratin dan protein yang dapat mencegah atau mengurangi kerontokan rambut berlebihan. Kandungan protein dalam tahu dapat membantu memperkuat akar rambut dan mencegah rambut menjadi rapuh dan rontok.

11. Menjaga Kesehatan Jantung

Makanan tinggi serat seperti tahu dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Kolesterol tinggi adalah salah satu faktor risiko penyakit jantung. Selain itu, kandungan isoflavon dalam tahu juga dapat mengurangi peradangan pada pembuluh darah, yang juga berhubungan dengan penyakit jantung.

12. Mengurangi Gejala Menopause

Tahu mengandung fitoestrogen yang dapat membantu mengurangi gejala menopause pada wanita. Gejala menopause seperti hot flashes dan perubahan suasana hati dapat dikurangi dengan mengonsumsi tahu secara teratur.

13. Mencegah Anemia

Tahu mengandung zat besi yang tinggi, yang penting untuk produksi sel darah merah dalam tubuh. Oleh karena itu, mengonsumsi tahu secara teratur dapat membantu mencegah anemia atau kekurangan sel darah merah.

Dengan mengetahui manfaat dan kandungan gizi tahu, kita bisa memanfaatkannya sebagai salah satu bahan makanan yang sehat dan bergizi. Namun, penting untuk mengolah tahu dengan benar agar manfaatnya tetap terjaga. Berikut adalah beberapa tips untuk menyimpan dan mengolah tahu secara sehat:

Tips Menyimpan dan Mengolah Tahu dengan Benar

Menyimpan Tahu

Setelah membeli tahu, sebaiknya segera mengeluarkan airnya dari kemasan dan membersihkannya dengan air matang. Hal ini dapat mencegah kontaminasi bakteri yang mungkin masih ada pada tahu.

See also  Resep Ayam Bumbu Rica-Rica dan Asal-Usul, Ciri Khas, dan

Tahu mentah bisa disimpan di dalam kemasannya dan diletakkan di dalam lemari es. Dengan cara ini, tahu dapat bertahan hingga seminggu. Jika ingin menyimpan tahu secara lebih lama, tahu bisa dibekukan di dalam freezer dan akan tetap baik dikonsumsi hingga lima bulan.

Mengolah Tahu secara Sehat

Ada beberapa cara mengolah tahu secara sehat agar kandungan gizinya tetap terjaga:

1. Mengukus: Mengukus tahu adalah cara yang sehat karena tidak menggunakan minyak dan mempertahankan nilai gizinya. Tahu yang diukus dapat disajikan dengan tambahan sayuran atau rempah-rempah untuk menambah rasa dan nilai gizi hidangan.

2. Panggang atau Bakar: Memanggang atau membakar tahu juga merupakan cara yang sehat. Anda dapat menambahkan bumbu sesuai selera seperti saat membuat sate. Pastikan untuk memanggang tahu dengan hati-hati agar tidak terlalu gosong dan tetap sehat.

3. Tumis: Tahu tumis adalah cara lain untuk mengolah tahu yang sehat. Anda dapat menumis tahu dengan sayuran dan tambahan protein seperti ayam. Menambahkan sayuran akan meningkatkan nilai gizi hidangan.

4. Sup atau Olahan Tahu Rebus: Sup tahu atau olahan tahu rebus juga merupakan pilihan yang sehat. Sup tahu dapat disajikan dengan tambahan sayuran atau daging ayam, sehingga menjadi hidangan yang enak dan kaya gizi.

Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat menyimpan dan mengolah tahu dengan benar agar manfaat dan kandungan gizinya tetap terjaga. Tahu merupakan sumber protein nabati yang bermanfaat bagi kesehatan. Selain itu, tahu juga mengandung berbagai nutrisi penting seperti kalsium, zat besi, dan serat. Dengan mengonsumsi tahu secara teratur dan mengolahnya dengan cara yang sehat, kita dapat memanfaatkan manfaat dan kandungan gizi tahu untuk menjaga kesehatan tubuh.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply