8 Jenis Semut Beserta Cara Mengusirnya!
Jenis Semut dan Cara Mengusirnya di Rumah
Semut merupakan salah satu jenis serangga yang memiliki populasi paling banyak di dunia. Ada sekitar 15.000 jenis semut yang tersebar di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.700 spesies dan sub-spesies berasal dari Asia Tenggara, termasuk di dalamnya adalah Indonesia. Namun, tidak semua jenis semut sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa jenis semut yang sering kita jumpai di Indonesia antara lain semut hitam rumah, semut trotoar, semut tukang kayu, semut gila, semut api, semut bau, semut firaun, dan semut hantu. Setiap jenis semut memiliki ciri khas dan perilaku yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya dapat menyebabkan gangguan di rumah, seperti mengganggu kebersihan rumah dan menyebarkan penyakit. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pembasmian semut jika sudah terdeteksi keberadaannya di rumah.
Salah satu jenis semut yang sering ditemui di rumah adalah semut hitam rumah (Ochetellus). Semut ini memiliki tubuh berwarna hitam dan mengilat. Ukuran tubuhnya berkisar antara 2,5 mm hingga 3 mm. Semut hitam rumah memiliki kebiasaan menyerang rumah, mencari makanan di dapur, memakan kotoran binatang, dan berkerumun di tempat sampah. Salah satu hal yang perlu diwaspadai dari jenis semut ini adalah potensi penyebaran bakteri Salmonella.
Selain semut hitam rumah, ada juga semut trotoar (Tetramorium caespitum) yang sering ditemukan di sekitar area trotoar atau jalan raya. Semut trotoar memiliki tubuh berwarna coklat gelap dan ukurannya sekitar 3,175 mm. Makanan yang dikonsumsi oleh semut trotoar adalah makanan yang juga dikonsumsi oleh manusia dan hewan peliharaan. Sarang semut trotoar biasanya ditemukan di sekitar kayu, papan, batu, atau dekat dengan sumber air.
Selanjutnya, ada juga semut api (Solenopsis spp) yang memiliki ciri-ciri unik. Panjang tubuh ratu semut api mencapai 15 mm, sedangkan panjang tubuh pekerja semut api berkisar antara 3 mm hingga 12 mm. Semut api memiliki warna coklat tembaga dan umumnya memakan makanan manis, minyak, atau serangga yang menghasilkan zat manis. Sarang semut api dibuat dalam bentuk gundukan tanah yang tingginya dapat mencapai 40 cm. Semut api dapat menggigit manusia jika merasa terancam, dan gigitannya dapat meninggalkan rasa sakit dan bentol selama 48 jam.
Selain itu, ada juga semut gila (Anoplolepis gracilipes) yang memiliki ciri khas berupa tubuh berwarna hitam dengan kaki yang panjang. Semut ini sering terlihat bergerak dengan cepat dan bila merasa terganggu dapat bergerak ke segala arah. Semut gila mencari makanan yang bersifat manis atau berbasis gula. Jenis semut ini termasuk dalam kategori hewan invasif, yang berarti jika sudah menyerang rumah maka koloninya akan menginvasi secara masif. Oleh karena itu, penting untuk segera mengusir semut gila jika ditemukan di sekitar pekarangan rumah.
Semut bau (Tapinoma sessile) juga sering dijumpai di rumah. Semut ini memiliki warna coklat, dengan ukuran tubuh sekitar 1,5 mm sampai 3 mm. Semut bau dapat mengeluarkan bau khusus, terutama jika diremas. Bau ini identik dengan bau kelapa. Semut bau masuk ke dalam rumah hanya untuk mencari makanan, terutama makanan manis seperti permen, buah, roti, dan lainnya. Sarang semut bau dapat ditemukan di daerah yang lembap dan di luar rumah.
Selain jenis semut di atas, masih banyak lagi jenis semut lainnya yang bisa ditemui di Indonesia. Setiap jenis semut memiliki keunikan dan karakteristiknya masing-masing. Penting bagi kita untuk mengenal jenis-jenis semut tersebut agar dapat mengambil tindakan yang tepat dalam mengusir semut jika sudah terdeteksi di rumah.
Setelah mengetahui jenis-jenis semut yang sering ditemui di rumah, langkah selanjutnya adalah bagaimana cara mengusir semut agar tidak berkeliaran di dalam rumah. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusir semut di rumah, baik dengan menggunakan bahan alami maupun bahan kimia. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda coba.
Pertama, menggunakan asam borat. Cara ini menggunakan bahan kimia yang dapat dibeli di toko bahan kimia. Bubuk asam borat ditaburkan di berbagai sudut yang sulit dijangkau oleh semut, seperti di bawah tembok, sudut-sudut lantai, dan dapur. Pipet pompa dapat digunakan untuk meniupkan sedikit bubuk asam borat ke bagian-bagian yang sulit dijangkau untuk memastikan bubuk tersebut masuk ke sarang semut. Namun, penggunaan asam borat perlu dilakukan dengan hati-hati karena dapat berbahaya jika terhirup atau tertelan.
Kedua, menggunakan kapur anti serangga atau kapur barus. Kapur ini terbuat dari kalsium karbonat dan semut tidak menyukai aromanya. Caranya adalah dengan menggambar garis melingkar pada sekitar titik masuk dan keluar lubang semut, seperti pada bagian bawah tembok atau di sekitar tempat-tempat yang sering dilewati semut.
Ketiga, menggunakan tepung terigu. Jika tidak ingin menggunakan bahan kimia, Anda juga bisa menggunakan tepung terigu untuk mengusir semut. Caranya adalah dengan menaburkan sebaris tepung terigu di sepanjang bagian belakang rak dapur atau di tempat-tempat lain yang sering ditemui semut. Semut akan kesulitan melewati batas barisan tepung tersebut.
Selain itu, ada juga cara alami lainnya yang bisa Anda coba, seperti menempatkan pot terbalik di atas sarang semut, menggunakan lemon, lada/cabai bubuk, garam, bedak talc, dan lain sebagainya. Setiap cara memiliki kelebihan dan kelemahan tertentu, dan dapat dipilih sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda.
Selain mengusir semut, penting juga untuk melakukan tindakan pencegahan agar semut tidak berkeliaran di rumah. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah semut datang kembali ke rumah adalah:
– Segera bersihkan tumpahan makanan jika jatuh atau tercecer dari piring. Jangan biarkan makanan yang tumpah tertinggal di lantai, karena makanan manis atau berbasis gula dapat menarik perhatian semut.
– Simpan buah matang di dalam lemari es dan tempatkan semua makanan dalam wadah kedap udara. Jangan menyimpan makanan di tempat terbuka yang mudah dijangkau oleh semut.
– Bersihkan tempat sampah di dalam dan di luar rumah dengan rutin. Pastikan tempat sampah tertutup rapat agar tidak menarik semut.
– Jagalah agar tempat makan hewan peliharaan bersih. Bersihkan semua makanan atau air yang tumpah di sekitar tempat makan hewan peliharaan.
– Periksa tanaman pot di dalam ruangan untuk mencegah adanya serangga lainnya yang dapat menarik perhatian semut.
– Jika perlu, tanam pohon mint di sekitar fondasi rumah. Baunya dapat mengusir semut perlahan-lahan.
Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan tersebut, semut akan lebih sulit untuk berkeliaran di dalam rumah Anda. Namun, jika sudah terdeteksi keberadaan semut di rumah, sebaiknya segera mengusirnya agar tidak mengganggu kebersihan rumah dan mencegah penyebaran penyakit.
Dalam mengusir semut, perlu diingat bahwa efektivitas cara-cara tersebut akan berbeda-beda tergantung pada jenis semut yang ada di rumah Anda. Beberapa jenis semut mungkin lebih peka terhadap cara-cara tertentu, sementara yang lain mungkin tidak begitu terpengaruh. Oleh karena itu, penting untuk memahami jenis semut yang ada dan mencoba beberapa cara untuk mengusirnya, hingga menemukan yang paling efektif dalam situasi yang spesifik.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.