Jenis-jenis Cabai dan Karakteristiknya yang Menentukan Level Kepedasan


Jenis-Jenis dan Karakteristiknya

1. Cabai Rawit

Cabai rawit merupakan salah satu jenis cabai yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Cabai ini memiliki rasa yang sangat pedas, sehingga sering disebut sebagai cabai dengan tingkat kepedasan tinggi. Ciri khas cabai rawit yaitu buahnya tumbuh menjulang menghadap ke atas. Saat masih muda, cabai rawit memiliki warna hijau kecil, dan ketika sudah matang, warnanya berubah menjadi merah tua. Ada juga jenis cabai rawit hijau yang memiliki warna hijau tua dan rasanya tidak terlalu pedas. Cabai rawit merah biasanya digunakan untuk masakan yang membutuhkan kepedasan yang tinggi, sedangkan cabai rawit hijau sering digunakan sebagai bahan pelengkap acar atau dalam masakan tumisan.

2. Cabai Merah Besar

Cabai merah besar adalah jenis cabai yang sering digunakan dalam masakan nusantara. Cabai ini memiliki bentuk yang lumayan gemuk, panjang, dan ujungnya lancip. Warna cabai merah besar cenderung merah menyala. Cabai merah besar biasanya diulek atau diblender dan digunakan sebagai campuran bumbu sambal goreng, sambal mentah, sambal balado, dan bahan masakan berbumbu pedas lainnya. Rasanya tidak terlalu pedas, sehingga cocok untuk bahan tumisan.

3. Cabai Merah Keriting

Cabai merah keriting memiliki bentuk yang panjang dan keriting. Ukurannya biasanya lebih kecil dibandingkan cabai merah besar. Daging cabai merah keriting cenderung padat dan bijinya menempel erat pada dagingnya. Rasanya lebih pedas dibandingkan cabai merah besar. Cabai merah keriting sering digunakan dalam tumisan atau sebagai bahan sambal.

4. Cabai Hijau Besar

Cabai hijau besar adalah fase muda dari cabai merah. Biasanya digunakan untuk menyedapkan masakan, terutama tumisan. Cabai hijau besar merupakan cabai merah yang belum matang. Warna cabai ini masih hijau tua dan teksturnya renyah. Cara mengolah cabai hijau besar adalah dengan direbus atau digoreng terlebih dahulu sebelum digunakan dalam masakan.

5. Cabai Hijau Keriting

Cabai hijau keriting juga adalah fase muda dari cabai merah keriting. Rasanya tidak sepedas cabai merah keriting, tapi tetap memberikan rasa pedas yang cukup. Cara mengolah cabai hijau keriting sama seperti cabai hijau besar, yaitu dengan direbus atau digoreng terlebih dahulu sebelum digunakan dalam masakan.

See also  12 Manfaat Sirih Cina Bagi Kesehatan Tubuh dan Kandungan-Nya!

6. Cabai Gendol

Cabai gendol atau Habanero merupakan jenis cabai yang sangat pedas. Bentuk cabai ini gembung atau bengkak. Cabai ini berasal dari semenanjung Yucatan. Tingkat kepedasan cabai gendol mencapai 100.000 – 350.000 skala Scoville.

7. Cabai Jalapeno

Cabai jalapeno berasal dari Meksiko. Bentuknya mirip dengan peluru dan memiliki rasa yang sangat pedas dan menggigit. Tingkat kepedasan cabai jalapeno mencapai 2.500 – 8.000 skala Scoville.

8. Cabai Setan

Cabai setan atau Naga Jolokia disebut sebagai cabai terpedas di seluruh dunia. Cabai ini berasal dari India dan Bangladesh. Tingkat kepedasan cabai ini mencapai 1.000 – 1.304 skala Scoville.

9. Cabai Pelangi

Cabai pelangi atau cabai numex twilight memiliki warna seperti pelangi. Awalnya cabai akan berwarna ungu, kemudian menjadi kuning dan orange. Ketika dimasak, cabai pelangi akan berubah menjadi merah. Cabai ini sering dijadikan sebagai tanaman hias.

10. Cabai Racoto

Cabai racoto banyak ditemukan di Peru, Bolivia, Chile, Argentina Utara, dan Ecuador. Bentuk cabai ini hampir bulat dan dagingnya tebal seperti paprika. Cabai racoto berwarna merah, kuning, atau orange. Ketika biji cabai hitam, maka akan sangat pedas saat dikonsumsi.

11. Paprika

Paprika juga termasuk dalam jenis cabai. Paprika memiliki 4 varietas warna yaitu merah, kuning, hijau, dan orange. Paprika hijau terasa lebih pahit, sedangkan paprika merah memiliki rasa yang lebih pedas.

12. Cabai Ceri

Cabai ceri atau pimento memiliki bentuk yang besar berwarna merah dan berbentuk hati. Cabai ini memiliki daging buah yang manis, berair, dan lebih beraroma dibandingkan dengan paprika merah. Beberapa varietas pimento juga memiliki rasa yang cukup pedas.

13. Cabai Cayenne

Cabai cayenne juga dikenal sebagai cabai Guinea, cabai tanduk sapi, cabai pedas merah, aleva, atau cabai burung. Cabai ini berasal dari Cayenne, Guiana Prancis. Buah cabai cayenne umumnya dikeringkan atau dipanggang menjadi bubuk.

See also  Cara Daftar Shopee Affiliate dan Dapatkan Penghasilan Tambahan!

14. Cabe Serrano

Cabe serrano berasal dari pegunungan Meksiko. Cabai ini biasanya dikonsumsi mentah dan memiliki tingkat kepedasan sekitar 10.000 – 23.000 skala Scoville. Cabe serrano memiliki rasa yang lebih pedas dibandingkan dengan cabai jalapeno dan bentuk yang mirip cabai rawit.

15. Cabai Rawit Domba

Cabai rawit domba atau datil pepper adalah salah satu jenis cabai terpedas di dunia. Cabai ini berasal dari St. Augustine, Florida dan memiliki tingkat kepedasan antara 100.000 – 300.000 skala Scoville. Cabai rawit domba sering digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan sup tom yam.

16. Chili Tepin

Chili tepin adalah cabai liar yang banyak tumbuh di Amerika Tengah, Meksiko, dan Barat Daya Amerika Serikat. Cabai ini sering disebut sebagai ibu dari segala jenis cabai, karena dianggap sebagai spesies Capsicum Annuum yang tertua.

17. Cabai Gendot

Cabai gendot memiliki ukuran kecil dan bentuk sedikit gemuk. Warna cabai gendot dapat berubah menjadi hijau atau jingga. Rasanya pedas dan biasanya digunakan dalam masakan yang membutuhkan bumbu kuat.

18. Cabai Katokkon

Cabai katokkon memiliki bentuk bulat seperti tomat dengan diameter sekitar 2-3 cm per buahnya. Cabai ini memiliki rasa yang lebih pedas dibandingkan dengan cabai rawit. Cabai katokkon sering digunakan untuk menambah rasa pada hidangan khas Tana Toraja.

19. Cabai Jawa

Cabai Jawa tidak ditemukan dalam masakan, melainkan dalam racikan jamu. Cabai ini lebih untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Rasanya pedas dan beberapa orang mengatakan rasanya mirip dengan cabai rawit.

20. Cabai Jalapeno

Cabai jalapeno cukup pedas dengan level kepedasan sekitar 8.000 skala Scoville. Cabai ini sering digunakan dalam masakan tumisan dan pasta.

See also  Cara Membuat Mind Mapping Gratis dengan 11 Software Ini

21. Cabai Putih

Cabai putih memiliki warna hijau pucat dan rasanya biasa-biasa saja. Biasanya digunakan dalam masakan khas Manado atau sebagai bahan makanan gorengan untuk mendapatkan sensasi pedas.

Jenis Cabai Paling Mahal

Selain jenis-jenis cabai di atas, ada juga satu jenis cabai yang cukup spesial dengan harga selangit, yaitu cabai chapita. Cabai chapita dibanderol dengan harga hingga Rp. 450 juta per kilogramnya. Cabai ini memiliki bentuk bulat berwarna kuning cerah seperti jenis beri. Rasanya cukup pedas dan sering digunakan sebagai bumbu pada masakan yang membutuhkan rasa kuat.

Berbagai Olahan Cabai

Cabai dapat dinikmati dalam berbagai bentuk olahan, seperti:
1. Kering: cabai merah yang dikeringkan, biasanya digunakan dalam masakan oriental.
2. Bubuk: cabai yang dikeringkan dan dihaluskan menjadi bubuk, memberikan rasa pedas dan warna merah pada masakan.
3. Pasta: cabai yang dihaluskan menjadi pasta, digunakan sebagai pengganti cabai giling dalam masakan berbumbu cabai.
4. Chili flakes: cabai kering yang digiling kasar, digunakan sebagai topping pada masakan pedas.
5. Abon: cabai merah kering yang diberi tambahan bumbu dan rempah, kemudian digiling hingga teksturnya seperti abon.
6. Cabai giling basah: cabai yang digiling dan digunakan dalam masakan, biasanya berbentuk pasta.
7. Dan masih banyak lagi olahan cabai lainnya.

Cabai memang memiliki banyak jenis dan karakteristik yang berbeda. Setiap jenis cabai memiliki tingkat kepedasan yang berbeda pula. Kamu bisa mencoba berbagai jenis cabai dalam masakanmu sesuai dengan selera pedasmu. Tetapi, ingatlah untuk mengatur tingkat kepedasan cabai sesuai dengan kebiasaan dan toleransi rasa pedasmu.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply