Mengenal Ragam Jenis Alat Musik Sumatera Barat, Apa Saja?
Jenis Alat Musik Sumatera Barat memiliki banyak ragam, mulai dari alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul, digesek hingga ditiup. Kesenian atau musik Sumatera Barat berasal dari Masyarakat Minangkabau yang mendapatkan pengaruh dari musik Melayu. Pada umumnya, musik Sumatera Barat dimainkan dengan alat-alat musik seperti talempong, saluang, sarunai, rebana, juga gandang. Masing-masing alat musik Sumatera Barat tersebut memiliki ciri khas yang unik.
Kita akan membahas lebih detail mengenai setiap jenis alat musik Sumatera Barat dan cara memainkannya.
Jenis Alat Musik Sumatera Barat Digesek
Rabab
Rabab atau rebab merupakan alat musik gesek khas Minang. Rabab khas Minang terdiri dari 3 bagian yaitu badan, tangkai dan kepala. Badan rabab disebut galuek yang merupakan bagian paling bawah yang berbentuk seperti tempurung. Pada bagian badan terdapat rongga resonansi dan di belakangnya terdapat lubang kecil tempat keluarnya udara. Bagian badan ini terbuat dari bahan kayu nangka, kayu salam ataupun kayu surian. Lalu, pada bagian tangkai terbuat dari talang atau jenis bambu, sementara kepala rabab dibuat dari kayu, di mana terdapat dua buah pemutar tali yang disebut talingo (telinga).
Sedangkan pada bagian lainnya adalah penggesek yang terdiri dari benang atau ekor kuda dan rotan. Terdapat beberapa jenis rabab yang tersebar di daerah-daerah Sumatera Barat, antara lain rabab darek, rabab pariaman dan rabab pasisie. Rabab yang terkenal di Minangkabau yaitu rabab pasisia yang asalnya dari kabupaten Pesisir Selatan. Pesisir Selatan sebagai wilayah kebudayaan Minangkabau yang menurut geohistorisnya di klasifikasikan kepada daerah rantau pasisia yang cakupan wilayah tersebut sangat luas dan didaerah inilah berkembangnya kesenian rabab pasisia.
Barabab juga dikenal sebagai seni tradisinya bagi kaum nelayan pada daerah pesisiran pantai Sumatera Barat, khususnya di Pesisir Selatan dan di Kabupaten Padang Pariaman. Di antara kedua daerah tersebut terdapat juga perbedaan dalam penampilan seni rabab ini. Perbedaan kedua jenis seni tradisi rabab di kedua daerah ini terletak pada bentuk alat musik dan nuansa irama yang dihasilkan rebab pada kedua daerah itu.
Untuk memainkan rabab, cara yang dilakukan adalah dengan digesek seperti biola, untuk mengiringi acara-acara adat pernikahan atau dimainkan sebagai sarana hiburan masyarakat. Musik tradisional rabab pasisia biasanya dipertunjukkan pada upacara yang ada kaitannya dengan adat istiadat masyarakat pemiliknya, seperti pada waktu perhelatan perkawinan, turun mandi, dan upacara alek nagari. Pertunjukkan rabab pasisia terbuka peluang untuk pemain alat musik seperti rabab, adok, orgen, tamborin, penyanyi, dan penonton untuk saling berinteraksi, melalui syair dendang dan kaba, dalam ruang dan waktu pertunjukan yang mereka alami bersama.
Jenis Alat Musik Sumatera Barat Dipukul atau Ditabuh
1. Rabano (Rebana)
Rabano atau rebana merupakan alat musik tradisional yang sering digunakan dalam kegiatan agama seperti upacara adat dan ibadah. Rebana terbuat dari bahan-bahan seperti kayu, kulit hewan, dan benang. Bagian luar rebana terbuat dari kulit hewan yang dipasangkan pada bingkai kayu. Sementara itu, bagian dalam rebana biasanya terbuat dari benang atau kawat.
Rebana biasanya dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan atau alat khusus yang disebut mallet. Suara yang dihasilkan dari rebana memiliki nada yang jelas dan menggelegar. Alat musik ini biasanya dimainkan dalam kelompok dan digunakan untuk mengiringi lagu atau tarian.
Rabano memiliki peran yang penting dalam budaya masyarakat Sumatera Barat. Selain digunakan dalam acara adat dan ibadah, rebana juga sering dimainkan dalam perayaan-perayaan keagamaan seperti peringatan hari-hari besar Islam, akikah, khitanan, dan acara kosidahan. Rebana juga menjadi pengiring dalam tarian tradisional dan sering digunakan sebagai sarana komunikasi antar masyarakat melalui kesenian.
2. Talempong
Talempong adalah alat musik tradisional khas masyarakat Minangkabau. Alat musik ini terdiri dari beberapa plat logam yang diletakkan di atas bingkai kayu. Plat tersebut dipukul menggunakan alat yang disebut palu atau pencu. Talempong biasanya dimainkan dalam kelompok dan menghasilkan bunyi-bunyi yang harmonis dan ceria.
Talempong memiliki bentuk yang mirip dengan gamelan Jawa, namun memiliki ciri khas yang berbeda. Talempong terbuat dari campuran logam seperti perunggu, kuningan, dan timah. Alat musik ini memiliki enam atau tujuh plat yang tersusun secara berurutan sesuai tingkat nada.
Talempong biasanya dimainkan sebagai pengiring dalam berbagai acara adat seperti pesta pernikahan, festival budaya, dan upacara tradisional. Alat musik ini juga sering digunakan sebagai sarana hiburan masyarakat dan menjadi bagian penting dalam mempertahankan identitas budaya Minangkabau.
3. Aguang (Gong Minang)
Aguang merupakan gong tradisional yang berasal dari Sumatera Barat. Alat musik ini terbuat dari bahan perunggu dan memiliki ukuran dan nada yang berbeda-beda. Aguang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan pemukul atau mallet.
Gong Minang biasanya digunakan sebagai penanda dimulai atau diakhirinya sebuah acara adat. Alat musik ini memiliki suara yang keras dan menggelegar sehingga dapat terdengar oleh seluruh peserta acara. Aguang juga digunakan dalam pertunjukkan musik ansambel bersama alat musik Sumatera Barat lainnya untuk menciptakan irama yang meriah dan menggugah semangat.
Jenis Alat Musik Sumatera Barat Ditiup
1. Saluang
Saluang merupakan alat musik tiup khas Minangkabau yang terbuat dari bambu. Alat musik ini memiliki bentuk yang mirip dengan suling namun memiliki jumlah lubang yang berbeda. Saluang hanya memiliki empat lubang, sedangkan suling biasanya memiliki tujuh lubang.
Untuk memainkan saluang, pemain harus menutup dan membuka lubang-lubang tersebut dengan jari-jari mereka. Alat musik ini memiliki nada yang indah dan mampu menghasilkan melodi yang merdu. Saluang sering dimainkan dalam acara pernikahan, festival musik, dan pertunjukan seni tradisional Minangkabau.
2. Serunai
Serunai adalah alat musik tiup khas Minangkabau yang berasal dari dataran India Utara. Alat musik ini awalnya digunakan dalam musik pemikat ular tradisional India. Namun, setelah dikenal oleh masyarakat Minangkabau, serunai pun populer sebagai alat musik Sumatera Barat.
Serunai terbuat dari batang padi, kayu, atau bambu. Bagian utama dari serunai adalah batang yang ditiup untuk menghasilkan suara. Serunai juga dilengkapi dengan corong yang bertujuan untuk meningkatkan volume suara yang dihasilkan.
Serunai sering dimainkan dalam pertunjukan musik tradisional Minangkabau. Alat musik ini memiliki suara yang khas dan dapat menghasilkan melodi yang indah. Serunai juga sering digunakan sebagai sarana dakwah dalam acara keagamaan dan untuk mengiringi tarian tradisional.
3. Bansi
Bansi adalah alat musik tiup tradisional yang memiliki bentuk yang mirip dengan saluang. Alat musik ini terbuat dari bambu jenis talang dan memiliki lubang-lubang pada batangnya. Bansi juga memiliki panjang yang lebih pendek dibandingkan dengan saluang.
Bansi biasanya dimainkan dengan cara meniup lubang-lubang pada batangnya. Alat musik ini menghasilkan nada yang ceria dan mampu mengiringi lagu atau tarian dengan irama yang khas. Bansi sering dimainkan dalam acara pernikahan, festival musik, dan pertunjukan seni tradisional Sumatera Barat.
4. Pupuik Tanduk
Pupuik Tanduk adalah alat musik tradisional Sumatera Barat yang terbuat dari tanduk kerbau dengan bagian ujungnya menggunakan bambu sebagai tempat untuk meniup. Alat musik ini memiliki bentuk dan ukuran yang unik.
Pupuik Tanduk digunakan sebagai kode atau isyarat dalam budaya dan adat istiadat masyarakat Minangkabau. Alat musik ini sering dimainkan sebagai penanda waktu shalat seperti penanda waktu subuh dan maghrib. Pupuik Tanduk juga digunakan untuk menunjukkan adanya informasi penting yang akan disampaikan oleh pemimpin masyarakat.
Dalam kesenian masyarakat Minangkabau, Pupuik Tanduk memiliki peran yang sangat penting dalam mempertahankan tradisi dan budaya unik mereka.
Itulah beberapa jenis alat musik tradisional Sumatera Barat beserta cara memainkannya. Setiap jenis alat musik tersebut memiliki ciri khas dan peran yang penting dalam budaya masyarakat Minangkabau. Dengan mempelajari dan mengenal lebih jauh mengenai alat musik tradisional Sumatera Barat, kita dapat lebih menghargai warisan budaya dan seni yang dimiliki oleh masyarakat ini.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.