Ketahui 8 Fungsi Moisturizer Untuk Kulit, Perbedaan, dan Jenis Moisturizer



Perbedaan Moisturizer dan Pelembap

Moisturizer dan pelembap adalah dua produk yang sering kali disalahartikan sebagai satu hal yang sama. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang mirip, yaitu melembapkan kulit, tetapi sebenarnya ada perbedaan mencolok antara keduanya.

Pertama-tama, mari kita bahas mengenai manfaat dari kedua produk ini. Meskipun pada dasarnya fungsi moisturizer dan pelembap adalah sama-sama untuk melembapkan kulit, tetapi ternyata kandungan dari kedua produk tersebut berbeda lho, Anda.

Moisturizer bekerja dengan cara menghidrasi kulit agar lebih lembab dan kemudian menjaga kelembaban tersebut dengan cara menahan kandungan air yang terdapat di dalam kulit. Hal ini membuatnya sangat cocok untuk digunakan oleh orang dengan kulit yang dehidrasi, karena kulit yang dehidrasi membutuhkan produk yang dapat menghidrasi sekaligus menjaga kelembapan kulitnya.

Di sisi lain, pelembap berfungsi untuk menjaga kelembaban alami kulit yang memang sudah ada sebelumnya. Pelembap bekerja dengan membentuk lapisan di permukaan kulit yang akan melindungi kulit serta mencegah kandungan air yang ada di kulit agar tidak menguap lewat pori-pori. Dengan demikian, pelembap memiliki fungsi yang mirip dengan skin barrier, yaitu sebagai pelindung alami kulit.

Selain manfaat yang berbeda, kandungan dari moisturizer dan pelembap juga berbeda. Moisturizer pada umumnya memiliki kandungan bahan aktif seperti berbagai macam hyaluronic acid, glycerin, glycerol, lactic acid, dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut akan menarik molekul air yang ada di udara untuk menghidrasi kulit. Ketika sudah berada di lapisan kulit, molekul air tersebut akan ditarik dari dalam tubuh dan ditahan di kulit agar tidak menguap.

Sementara itu, pelembap biasanya lebih bersifat emolien, yang akan mengisi celah-celah yang ada di lapisan sel-sel kulit dengan cara membuat lapisan di permukaan kulit yang juga akan memperbaiki skin barrier. Bahan-bahan yang biasanya terkandung dalam pelembap adalah ceramide, lipid, asam lemak, dan lain-lain. Meskipun bahan-bahan tersebut juga terdapat dalam moisturizer, tetapi tidak menjadi bahan utama.

Selain perbedaan dalam manfaat dan kandungan, moisturizer dan pelembap juga memiliki perbedaan dalam waktu pemakaian yang disarankan. Pelembap biasanya ada yang diperuntukkan untuk malam hari dan untuk pagi hari. Sesuai dengan nama produknya, waktu pemakaian yang tepat untuk pelembap adalah pada pagi hari dan malam hari. Sementara itu, moisturizer pada umumnya bisa digunakan kapan saja ketika kulit terasa sangat kering dan dehidrasi.

See also  50 Ucapan Pernikahan Sederhana, Islami dan Bijaksana

Jenis-Jenis Moisturizer

Setelah mengetahui perbedaan antara moisturizer dan pelembap, sekarang mari kita bahas tentang jenis-jenis moisturizer yang dapat digunakan. Dengan mengetahui jenis-jenis moisturizer ini, para wanita dapat memilih produk yang sesuai dengan kondisi kulit yang dimilikinya.

1. Emollient
Jenis moisturizer pertama adalah moisturizer emollient. Jenis yang satu ini sangat cocok untuk digunakan oleh orang dengan kulit yang membutuhkan kelembaban ekstra, seperti kulit kering sampai mengelupas, kasar, bersisik, gatal, dan pecah-pecah. Moisturizer emollient bekerja dengan cara mengisi celah yang ada di antara sel-sel kulit yang kehilangan lipid pelembap. Setelah menggunakan jenis emollient ini, kulit terasa lebih lembut, lembab, dan kenyal. Namun, hidrasi yang dihasilkan biasanya tidak berlangsung terlalu lama.

2. Humectant
Berbeda dengan jenis emollient, moisturizer humectant memiliki bahan dasar air sehingga lebih ringan dan tidak meninggalkan kesan berminyak di wajah. Jenis humectant cocok untuk digunakan oleh orang yang memiliki kulit berminyak, berjerawat, dan juga kombinasi. Moisturizer humectant bekerja dengan menarik serta mengikat air ke sel-sel kulit agar kulit tetap terhidrasi dengan baik. Beberapa bahan yang biasa digunakan sebagai kandungan utama moisturizer humectant adalah glycerin, hyaluronic acids, AHA, urea (asam amino), ceramides, madu, dan lidah buaya.

3. Occlusive
Jenis moisturizer terakhir adalah moisturizer occlusive. Jenis ini cocok untuk digunakan oleh orang yang memiliki kulit kering serta dehidrasi. Moisturizer occlusive bekerja dengan cara memberikan lapisan pelindung yang bertujuan untuk mencegah berkurangnya kadar air pada kulit. Dengan ini, moisturizer occlusive bisa mengunci kelembaban kulit dan memberikan kelembapan yang lebih tahan lama jika dibandingkan dengan dua jenis moisturizer sebelumnya. Moisturizer occlusive umumnya hadir dalam bentuk balm yang terasa tebal, lengket, pekat, dan greasy. Karena sifatnya yang tebal dan greasy, jenis occlusive tidak direkomendasikan untuk digunakan pada kulit wajah apalagi untuk sehari-hari. Namun, jenis ini direkomendasikan untuk digunakan pada bagian-bagian tubuh tertentu yang seringkali sangat kering, seperti bibir, lutut, siku, dan bagian kulit lainnya. Bahan-bahan yang biasanya digunakan dalam moisturizer occlusive adalah wax, petroleum jelly, paraffin, olive oil, cocoa butter, dan lanolin.

See also  15 Rekomendasi Meja Belajar untuk Anak

Fungsi Moisturizer untuk Kulit

Setelah mengetahui perbedaan antara moisturizer dan pelembap serta jenis-jenis moisturizer yang ada, kini kita akan membahas tentang fungsi moisturizer untuk kulit. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, moisturizer memiliki berbagai fungsi yang sangat penting untuk kesehatan dan penampilan kulit.

1. Menutrisi Kulit
Moisturizer memiliki kandungan yang dapat menutrisi kulit. Setelah mencuci wajah, kelembaban alami kulit bisa berkurang dan keseimbangan pH kulit bisa terganggu. Kelembaban pada kulit perlu direstorasi dan nutrisi perlu diberikan agar kulit tetap sehat. Moisturizer mengandung berbagai macam vitamin seperti Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, Vitamin B5, dan antioksidan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit, melindungi kulit dari kerusakan, dan menutrisi kulit agar tetap sehat.

2. Menghidrasi Kulit
Moisturizer adalah produk yang sangat efektif dalam menghidrasi kulit. Kandungan air dalam kulit bisa berkurang ketika kita mencuci wajah dengan sabun atau facial wash dan air. Moisturizer dapat mengatasi masalah ini dengan menahan dan mengikat air ke dalam kulit, sehingga kulit tetap terhidrasi dengan baik.

3. Melindungi Terhadap Permasalahan Kulit
Moisturizer juga berfungsi untuk melindungi kulit dari permasalahan kulit yang bisa muncul, seperti kulit kering, kulit kusam, dan jerawat. Kulit yang terhidrasi dengan baik akan lebih mampu menjaga kelembaban alaminya, sehingga masalah kulit tersebut dapat dicegah. Moisturizer juga mengandung bahan-bahan yang dapat menjaga kesehatan kulit dan melindungi kulit dari kerusakan.

4. Melindungi Kulit dari Sinar UV
Sinar UV dapat menyebabkan kerusakan pada kulit, seperti penuaan dini, hiperpigmentasi, dan kanker kulit. Menggunakan moisturizer dengan kandungan SPF dapat membantu melindungi kulit dari sinar UV dan mengurangi risiko kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan moisturizer yang mengandung SPF sebelum beraktivitas di luar ruangan terutama di siang hari.

5. Mengontrol Kadar Minyak pada Kulit
Moisturizer juga dapat membantu mengontrol kadar minyak pada kulit. Banyak orang dengan kulit berminyak cenderung menghindari penggunaan moisturizer karena khawatir akan membuat kulit semakin berminyak. Namun, kulit berminyak juga membutuhkan hidrasi agar tidak menjadi kering dan memproduksi lebih banyak minyak sebagai kompensasi. Dengan menggunakan moisturizer yang ringan dan tidak berminyak, kadar minyak pada kulit dapat terkontrol.

See also  15+ Makanan Khas Maluku yang Kaya Akan Rempah, Harus Coba!

6. Mencegah Munculnya Jerawat
Jerawat seringkali muncul akibat kondisi kulit yang ekstrim seperti kulit kering yang terlalu kering atau kulit berminyak yang terlalu berminyak. Moisturizer dapat membantu menjaga kelembaban kulit dan mengatur produksi minyak sehingga dapat mencegah munculnya jerawat. Pemilik kulit kering disarankan menggunakan moisturizer berbentuk krim, sedangkan pemilik kulit berminyak dapat menggunakan moisturizer berbentuk lotion.

7. Menghaluskan dan Mencerahkan Kulit
Moisturizer juga dapat memberikan efek menghaluskan dan mencerahkan kulit. Produk ini dapat menggantikan lipid interselular yang hilang saat mencuci wajah dan membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit untuk menjaga kelembaban alami kulit dan menghaluskan tekstur kulit. Beberapa moisturizer juga mengandung bahan-bahan yang dapat meratakan warna kulit dan membuat kulit terlihat lebih bercahaya.

Dengan mengetahui fungsi-fungsi dari moisturizer, diharapkan para wanita dapat lebih memahami pentingnya penggunaan moisturizer dalam rutinitas perawatan kulit mereka. Penggunaan moisturizer secara teratur akan membantu menjaga kesehatan dan kelembaban kulit, serta mencegah terjadinya masalah kulit seperti kulit kering, kusam, dan jerawat.

Jadi, jangan ragu lagi untuk menggunakan moisturizer sesuai dengan kebutuhan kulit Anda. Pilihlah jenis moisturizer yang sesuai dengan kondisi dan tipe kulit Anda, serta perhatikan kandungan dan waktu pemakaian yang disarankan. Dengan menggunakan moisturizer secara teratur, kulit Anda akan terlihat lebih sehat, lembut, dan bercahaya.

Jenis moisturizer dan cara penggunaannya dapat Anda pelajari lebih lanjut melalui buku-buku tentang perawatan kulit yang tersedia di aikerja.com, seperti buku “Cara Mudah Merawat Kulit Wajah” karya Anggita Suroya atau buku “Perawatan Kecantikan Kulit” yang memberikan panduan lengkap tentang perawatan kulit wajah. Dengan membaca buku-buku ini, Anda dapat memperluas pengetahuan dan pemahaman Anda tentang perawatan kulit yang tepat.

Bagi Anda yang ingin membeli buku-buku tentang kecantikan, Anda bisa mengunjungi situs aikerja.com. aikerja.com selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan asli agar Anda dapat memperoleh informasi yang lebih luas melalui membaca. Yuk, tingkatkan wawasan Anda dengan membaca buku-buku yang dapat mempermudah Anda dalam merawat dan menjaga kesehatan kulit wajah Anda!


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply