10 Rekomendasi Film Sniper Terbaik yang Wajib Ditonton
Film Sniper – Anda pasti sudah tidak asing dong dengan film sniper? Film yang menggambarkan aksi penembak militer alias sniper dalam tugas pengintaian ini pasti akan selalu ramai ditonton oleh kaum adam maupun kaum hawa. Yap, meskipun keseluruhan adegan dari film sniper adalah aksi tembak-menembak, tetapi tetap saja populer bagi mereka pecinta film dengan genre aksi dan militer. Apakah Anda juga termasuk dalam mereka yang menggandrungi film sniper ini?
Keberadaan film sniper juga cocok kok ditonton ketika weekend atau akhir pekan. Walaupun film sniper ini jarang diputar di bioskop, tetapi dapat ditonton melalui platform streaming film secara gratis. Jadi Anda dapat menontonnya lewat laptop atau televisi yang dihubungkan dengan HDMI selama akhir pekan di rumah. Lalu, apa saja ya rekomendasi film sniper yang asyik sekaligus menegangkan?
Apa Sih Sniper Itu?
Bagi Anda yang tidak tahu apa itu sniper sebenarnya atau hanya sekadar tahu bahwa sniper itu adalah penembak, tidak apa-apa kok. Sebab dalam ulasan berikut ini terdapat juga tulisan mengenai apa itu sniper. Pada dasarnya, sniper dan penembak jitu itu berbeda lho…
Sniper adalah sebutan lain untuk penembak runduk yang pastinya adalah bagian dari prajurit infanteri dan dilatih secara khusus untuk membunuh musuhnya secara tersembunyi. Bagaimana cara membunuhnya? Tentu saja dengan menggunakan senapan dari jarak jauh. Istilah “sniper” ini pertama kali muncul pada tahun 1770-an untuk prajurit-prajurit Kolonial Inggris yang berada di india, berasal dari kata “snipe” yang ternyata adalah ‘sejenis burung yang sangat sulit didekati dan ditembaki’. Nah, mereka yang kerap memburu burung tersebut diberi julukan “sniper”.
Dalam bidang militer, posisi sniper dianggap menjadi sesuatu yang paling hebat sebab mereka harus memiliki kemampuan menembak sekaligus taktik yang cermat dalam menembak musuh. Selain itu, taktik yang digunakan juga berbeda untuk setiap negara. Secara umum, tujuan seorang sniper adalah mengurangi kemampuan tempur musuh dengan perkara membunuh sasaran yang bernilai tinggi, misalnya perwira dari anggota musuh.
Di kebanyakan negara seperti Amerika Serikat dan Inggris, tim sniper akan diisi oleh dua orang. Satu orang bertugas sebagai penembak, sementara satunya lagi akan bertugas sebagai spotter alias penunjuk sasaran. Namun dalam praktiknya, keduanya dapat bergantian untuk menembak.
Posisi sniper juga ada di bidang kepolisian, yang mana biasanya memiliki peran utama dalam proses penanganan kasus penyanderaan. Sniper di kepolisian juga dilatih untuk menembak tersangka tetapi sebagai pilihan terakhir saja, yakni jika nyawa dari seorang sandera memang benar-benar terancam langsung. Sniper polisi ini kebanyakan beroperasi dengan jarak di bawah 100 meter dan tak jarang kurang dari 50 meter.
Perbedaan Sniper dengan Penembak Jitu
Jika sniper adalah sebutan lain untuk penembak runduk, maka penembak jitu juga memiliki istilah lain yakni marksman, sharpshooter, atau designated marksman. Perbedaannya terletak pada beberapa kemampuan. Kemampuan pertama adalah kemampuan kamuflase mereka. Seorang sniper akan dilatih untuk mahir dalam berkamuflase atau menyamar sesuai dengan lingkungan sekitarnya. Sementara seorang penembak jitu tidak dilatih demikian.
Kemampuan kedua adalah posisinya dari regu. Jika seorang sniper nantinya akan terpisah dari regu infanteri sehingga akan berperan sebagai pengintai sekaligus memberikan informasi lapangan. Bahkan tak jarang juga sniper mampu memberikan efek psikologis bagi musuh. Sementara seorang penembak jitu nantinya akan berperan untuk memperpanjang jarak jangkauan pada tingkat regu.
Perbedaan ketiga terletak pada senjata yang digunakan. Para sniper kebanyakan menggunakan senapan runduk alias bolt-action khusus. Sedangkan penembak jitu akan menggunakan senapan semi-otomatis yang mana telah dimodifikasi dengan ditambahkan teleskop. Perbedaan keempat adalah pada pelatihannya. Seorang sniper pasti akan dilatih secara khusus untuk menguasai bagaimana teknik bersembunyi, berkamuflase, mengintai, mengamati, hingga kemampuan infiltrasi garis depan. Sedangkan seorang penembak jitu tidak berikan latihan demikian. Biasanya, seorang sniper akan ditempatkan di tingkat batalyon dan kompi, sementara penembak jitu di tingkat regu.
Seorang sniper pasti akan memanfaatkan senjatanya secara baik dengan kemampuan yang telah dilatihnya. Kebanyakan para sniper akan menggunakan senapan K89k Mouser buatan Jerman, Springfield 1903 dan M1 Garand buatan Amerika Serikat, Mosin-Nagant buatan Rusia, Arisaka buatan Jepang, dan Lee Enfield No.4 buatan Inggris. Senapan-senapan tersebut tentu saja akan dimodifikasi sesuai kebutuhan, misalnya ditambahkan dengan laras khusus, alat bidik teleskop, bipod, bantalan pipi, penyembunyi kilatan, peredam suara, dan lain-lain.
Satu lagi kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang sniper selain kemampuan menembak, yakni kemampuan berkamuflase. Tujuan mengapa sniper menggunakan kemampuan kamuflase adalah supaya gerak-gerik mereka tidak terdeteksi oleh musuh. Dalam berkamuflase, seorang sniper juga harus cermat dalam memilih tempat persembunyian. Terlebih lagi dari adanya bidikan teleskopik itu memiliki lensa yang apabila dalam kondisi terbuka pasti memantulkan cahaya matahari. Jika musuh melihat kilatan dari pantulan cahaya matahari tersebut, maka tentu saja seorang sniper akan ketahuan. Solusinya adalah dengan mencari tempat persembunyian yang minim cahaya matahari secara langsung, atau juga bisa dilakukan dengan menutupi lensa dengan sesuatu yang tidak memantulkan cahaya, misalnya dengan kain tipis.
Berhubung zaman sudah modern, maka seorang sniper juga akan berinovasi dengan menggunakan penglihatan suhu (thermal vision) dan night vision supaya dapat meningkatkan intensitas cahaya. Selain itu, bahan pakaian dan alat juga didesain secara khusus supaya tidak terdeteksi oleh thermal vision milik musuh.
10 Rekomendasi Film Sniper
1. Lone Survivor
Tahun rilis: 2013
Genre: Biographical, Action
Produksi: Emmet/ Furla Films
Sutradara: Peter Berg
Pemain: Mark Wahlberg, Taylor Kitsch, Ben Foster
Menceritakan tentang seorang sniper bernama Marcus Luttrell dan teman-temannya yang merupakan bagian dari prajurit Navy Seal AS untuk memburu Shah. Shah adalah pimpinan Taliban yang menjadi dalang atas meninggalnya 20 angkatan laut AS. Marcus bersama teman-temannya siap bertempur untuk menghabisi Shah dan para anak buahnya begitu sampai di Taliban, Afghanistan.
Sayangnya, misi tersebut diketahui oleh salah satu penggembala kambing. Padahal Marcus dan teman-temannya sudah berbaik hati melepas penggembala kambing tersebut, tetapi justru dilaporkan kepada Shah. Akhirnya, Shah dan anak buahnya memburu balik Marcus CS. Lalu, apakah Marcus CS berhasil menyelesaikan misi tersebut?
2. Savior
Tahun rilis: 1998
Genre: Drama, Action
Produksi: Initial Entertainment Group
Sutradara: Predrag Antonijevic
Pemain: Dennis Quaid, Nastassja Kinski, Stellan Skarsgard
Kala itu, Joshua tengah mengadakan acara makan siang bersama anak dan istrinya di restoran, tetapi tiba-tiba restoran tersebut meledak akibat adanya bom. Diketahui, bom tersebut dipasang oleh kelompok muslim radikal dan menyebabkan Joshua kehilangan anak dan istrinya sekaligus. Hal tersebut tentu saja membuat Joshua tersulut api amarah dan berkehendak untuk balas dendam.
Bertahun-tahun kemudian, Joshua mengubah namanya menjadi Guy dan ikut perang Bosnia. Joshua tetap mencari kelompok muslim radikal tersebut, yang ternyata tidak hanya meresahkan semua orang tetapi juga dengan penduduk lokal. Di tengah-tengah misi balas dendam itu, Joshua alias Guy bertemu dengan Vera, seorang wanita yang menjadi korban pemerkosaan oleh tentara radikal muslim tersebut. Nah, bersama teman-temannya dan Vera, Guy semakin bertekad menyelesaikan misi balas dendam tersebut.
3. Shooter
Tahun rilis: 2007
Genre: Drama, Action
Produksi: Bonaventura Pictures
Sutradara: Antione Fuqua
Pemain: Mark Wahlberg, Michael Pena, Danny Glover
Anda pasti sudah tidak asing dong dengan aktor Mark Wahlberg ini yang kerap bermain film bergenre aksi ini. Yap, kali ini Mark Wahlberg akan berperan sebagai Bob Lee Swagger, seorang sniper yang sudah pensiun dan tinggal di pengasingan. Masa pensiun tersebut harus terusik karena tiba-tiba dirinya kedatangan oleh seorang anggota FBI. Anggota FBI tersebut meminta Swagger untuk kembali lagi menjalankan misi yang hebat.
Menurut perkataan anggota FBI tersebut, misinya kali ini akan berkaitan dengan adanya sebuah sindikat yang berencana untuk membunuh presiden dan Swagger diminta untuk membongkar singkat tersebut. Namun ternyata, itu semua adalah jebakan. Uskup Agung Ethiopia mati tertembak dan tiba-tiba Swagger disalahkan dengan dianggap sebagai otak pembunuhan. Tentu saja Swagger tidak terima dengan tuduhan tersebut dan berusaha menghindari penangkapan sekaligus mencari pembunuh sebenarnya. Lalu, bagaimana nasib Swagger selanjutnya?
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.