11 Contoh Motivasi Kerja untuk Menjawab Pertanyaan Saat Interview



Pertanyaan tentang motivasi kerja seringkali diajukan dalam wawancara kerja untuk mengukur sejauh mana seseorang tertarik dan termotivasi untuk melamar posisi pekerjaan tertentu. Jawaban yang baik dan tepat akan menunjukkan bahwa calon karyawan memiliki semangat dan antusiasme yang tinggi serta memiliki motivasi yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar.

1. Relevan dengan Pekerjaan yang Anda Lamar

Saat menjawab pertanyaan ini, penting untuk menunjukkan keterkaitan antara motivasi Anda dengan pekerjaan yang Anda lamar. Misalnya, jika Anda melamar posisi sebagai content writer, Anda dapat menjawab dengan mengatakan bahwa Anda memiliki passion dan minat yang besar dalam menulis, sehingga pekerjaan tersebut cocok dengan minat dan keahlian Anda. Anda juga dapat menyebutkan bagaimana pekerjaan tersebut memungkinkan Anda untuk mengembangkan keterampilan menulis Anda.

Sebagai contoh, Anda dapat menjawab seperti ini:
“Saya melamar posisi ini karena saya merasa hal yang saya akan kerjakan sesuai dengan passion saya. Saya adalah seseorang yang suka menulis, jadi saya pikir pekerjaan content writer ini cocok dengan saya.”

2. Berikan Motivasi yang Positif dan Antusias

Selain relevan dengan pekerjaan, Anda juga perlu menunjukkan motivasi yang positif dan antusias. Pewawancara ingin melihat bahwa Anda memiliki semangat dan antusiasme yang besar untuk bekerja. Anda dapat menjawab dengan mengatakan bahwa Anda termotivasi oleh kemampuan Anda untuk menggunakan keahlian Anda untuk memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan perusahaan.

Sebagai contoh, Anda dapat menjawab seperti ini:
“Apa yang benar-benar memotivasi saya di tempat kerja adalah bahwa saya dapat menggunakan keahlian saya untuk kebaikan dan memberikan kontribusi bagi kemajuan perusahaan.”

3. Jangan Membuat Diri Sendiri Terkesan Angkuh

Saat memberikan jawaban tentang motivasi kerja, jika Anda terlalu memuji diri sendiri atau terkesan angkuh, hal itu dapat memberikan kesan yang negatif pada pewawancara. Pewawancara ingin melihat bahwa Anda adalah seseorang yang rendah hati dan siap bekerja secara kolaboratif dengan anggota tim lainnya.

See also  10 Manfaat Buah Salak serta Jenis hingga Nutrisi yang Perlu Kamu Tahu

Sebagai contoh, Anda dapat menjawab seperti ini:
“Saya adalah seseorang yang suka mengambil tantangan untuk terus mencapai tujuan saya. Namun, saya juga orang yang senang bekerja dalam kerjasama tim. Mampu belajar hal baru dari rekan-rekan kerja saya juga merupakan hal yang memotivasi saya setiap harinya.”

4. Menjawab dengan Jujur

Saat menjawab pertanyaan tentang motivasi kerja, yang terpenting adalah menjawab dengan jujur dan memberikan jawaban yang sesuai dengan diri Anda. Pewawancara tidak berharap Anda memberikan jawaban yang sempurna, tetapi mereka ingin melihat bahwa Anda adalah seseorang yang tulus dan autentik.

Sebagai contoh, Anda dapat menjawab seperti ini:
“Saya termotivasi untuk melakukan pekerjaan ini karena saya merasa bahwa apa yang saya lakukan dapat membuat saya senang dan bahagia dalam hidup saya.”

5. Memberitahu Lingkungan Kerja Seperti Apa yang Memotivasi

Selain menjelaskan apa yang memotivasi Anda, Anda juga dapat menjelaskan kepada pewawancara tentang lingkungan kerja yang dapat memotivasi Anda. Misalnya, jika Anda suka bekerja dalam lingkungan yang komunikatif dan kolaboratif, Anda dapat menyebutkan hal tersebut dan menjelaskan mengapa itu penting bagi Anda.

Sebagai contoh, Anda dapat menjawab seperti ini:
“Saya di sini untuk melihat pekerjaan ini menjadi lingkungan kerja yang komunikasinya sangat baik. Itu sebabnya saya melamar pekerjaan ini karena saya tipe orang yang berkomunikasi dengan baik.”

6. Kaitkan dengan Rencana Karirmu

Jika posisi yang Anda lamar sejalan dengan rencana karir jangka panjang Anda, Anda dapat menjelaskan hal tersebut kepada pewawancara. Anda dapat menyebutkan motivasi dan antusiasme Anda terhadap tanggung jawab posisi tersebut, serta bagaimana posisi tersebut dapat membantu Anda mencapai tujuan dan ambisi karir Anda.

See also  Review Novel Halaqah Cinta Karya Lin Aiko

Sebagai contoh, Anda dapat menjawab seperti ini:
“Saya sangat senang mengajar. Dalam 3 tahun ke depan, saya ingin mengembangkan kursus bisnis untuk para siswa. Membuat kegiatan belajar yang efektif untuk anak-anak adalah hal yang menggairahkan dan memotivasi saya. Saya percaya bahwa karir sebagai Instructional Designer dapat membantu saya mewujudkan karir impian tersebut.”

7. Jawaban yang Spesifik

Semakin spesifik jawaban Anda, semakin baik. Pewawancara akan melihat bahwa jawaban Anda autentik dan kredibel jika Anda dapat memberikan contoh konkret tentang situasi atau peristiwa yang memotivasi Anda di tempat kerja.

Sebagai contoh, Anda dapat menjawab seperti ini:
“Saya sangat termotivasi ketika klien akhirnya bisa tersenyum lega karena masalahnya bisa diselesaikan. Itu membuat saya bersemangat dengan pekerjaan saya dan saya sangat suka melayani pelanggan.”

8. Ingat Pencapaianmu Terdahulu

Anda juga dapat menjelaskan bagaimana sebuah pencapaian atau prestasi masa lalu dapat memotivasi Anda di tempat kerja. Misalnya, jika Anda berhasil mengatasi tantangan yang sulit dan mencapai hasil yang baik di masa lalu, hal tersebut dapat menjadi sumber motivasi Anda di tempat kerja.

Sebagai contoh, Anda dapat menjawab seperti ini:
“Motivasi terbesar saya adalah ketika saya bisa mendorong batasan saya. Ketika saya masih kuliah, saya menemukan pelajaran statistik sebagai mata pelajaran yang paling sulit. Pada akhirnya, saya belajar lebih giat dari sebelumnya dan mendapat nilai A. Jadi kepuasan karena berhasil dalam tantangan besar itulah yang memotivasi saya, bahkan di tempat bekerja.”

9. Motivasi Tak Harus Selalu Hal Besar

Anda tidak perlu mengaitkan motivasi dengan hal-hal besar. Hal-hal kecil yang mungkin dianggap remeh oleh orang lain bisa sangat berharga bagi Anda. Penting untuk menjelaskan bahwa itu dapat memberi Anda kepuasan dan memotivasi Anda untuk bekerja dengan lebih baik.

See also  85+ Kata Kata Santri Yang Bijak Dan Lucu Mengenai Kehidupan

Sebagai contoh, Anda dapat menjawab seperti ini:
“Bagi sebagian orang, pekerjaan public relation mungkin berarti bertemu banyak orang. Bagi saya, membangun relasi dengan orang lain adalah seni yang sangat menarik. Saya suka mempelajari kepribadian orang yang berbeda dan mencoba menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Inilah yang memotivasi saya untuk bekerja.”

10. Fokus pada Skill untuk Posisi Tersebut

Anda juga dapat menjelaskan bahwa motivasi Anda berasal dari kekuatan dan keterampilan yang relevan dengan posisi yang Anda lamar. Misalnya, jika Anda melamar posisi manajemen, Anda dapat menyebutkan bahwa kekuatan Anda adalah kemampuan untuk membantu orang lain mencapai tujuan mereka, dan itulah yang memotivasi Anda untuk bekerja dalam posisi tersebut.

Sebagai contoh, Anda dapat menjawab seperti ini:
“Motivasi terbesar saya adalah ketika saya berhasil membantu karyawan mencapai tujuannya. Saya bersedia membimbing mereka dan membantu mereka dalam kasus-kasus sulit.”

Mengingat tips-tips di atas, Anda dapat merancang jawaban yang sesuai dan efektif saat menjawab pertanyaan tentang motivasi kerja dalam wawancara kerja. Ingatlah untuk tetap jujur, positif, relevan, dan menunjukkan semangat serta motivasi yang tinggi. Selamat mencoba dan semoga sukses dalam wawancara kerja Anda!


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply