Mengenal Cladding: Pengertian, Fungsi, Jenis Material, dan Perawatan



Cladding – Istilah cladding mungkin belum begitu akrab di telinga masyarakat. Namun, dalam pengaplikasiannya, ternyata teknik cladding sudah sangat awam dilakukan dalam konstruksi rumah atau bangunan. Masyarakat kita mungkin lebih sering mendengar istilah dinding lembaran yang kemudian langsung merujuk pada jenis material penggunaannya.

Pengertian Cladding: Memperkuat Struktur dan Estetika Bangunan

Cladding merupakan salah satu teknik dalam konstruksi dengan mengaplikasikan material yang berbeda-beda dengan tujuan membuat suatu lapisan, terutama pada tembok rumah. Pada mulanya, teknik cladding ini digunakan dalam rangka meningkatkan nilai estetika dalam sebuah bangunan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu teknik cladding tersebut justru banyak dimanfaatkan untuk digunakan sebagai pelapis dalam mencegah air dan berbagai kelembaban lainnya di tembok rumah dan dapat menyebabkan kerusakan.

Teknik cladding tersebut tentu saja dilakukan untuk membuat struktur rumah menjadi lebih kuat dan kokoh tanpa menghilangkan nila estetikanya. Pada teknik ini, akan dilakukan pemasangan material dengan bahan tertentu untuk selanjutnya direkatkan pada bagian dinding eksterior bangunan sebagai hasil akhir atau finishing pada lapisan yang paling luar.

Lapisan yang digunakan dalam cladding juga dapat menggunakan berbagai material yang bisa disesuaikan dengan konsep rumah yang sebelumnya sudah ada, hal itu mendukung fakta bahwa cladding tidak akan membuat nilai estetika suatu bangunan berkurang, justru akan semakin kental dan berkonsep.

Fungsi Penggunaan Cladding: Lebih dari Sekedar Pelindung Bangunan

Semakin hari, fungsi cladding semakin beragam. Tidak hanya digunakan sebagai pelindung bangunan saja, namun lebih dari pada itu. Berikut adalah fungsi penggunaan cladding pada rumah dan bangunan.

1. Cladding sebagai Penopang Struktur Utama

Pada dasarnya, cladding digunakan sebagai penopang struktur utama karena dibuat dengan struktur yang kuat pula. Tidak hanya ditempelkan pada dinding, cladding juga dibangun dan dibuat melalui pondasi bawah. Hal tersebut yang kemudian membuat cladding dikatakan berfungsi sebagai penopang struktur utama.

See also  Pengertian Gerak Lokomotor: Ketahui Manfaat dan Contoh-Contohnya

2. Sumber Energi

Cladding berfungsi sebagai sumber energi karena sering kali digunakan sebagai unit penghasil energi, salah satunya energi panas atau listrik. Sebenarnya, masyarakat di negara-negara maju Eropa telah menggunakan cladding sejak lama sebagai bahan konstruksi yang multifungsi. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa fungsi penerapan cladding tidak hanya untuk segi estetika semata.

Karena banyaknya penggunaan cladding di negara-negara maju, cladding terbukti dapat dimanfaatkan sebagai material untuk mengumpulkan energi panas ke dalam rumah, misalnya pada material metal.

3. Cladding Dapat Menambah Nilai Estetika

Secara umum, kebanyakan masyarakat menganggap bahwa penggunaan cladding ialah untuk menambah nilai estetika. Hal tersebut tentu saja tidak salah, karena cladding wall bahkan sudah dianggap ke dalam item wajib yang berhubungan dengan desain arsitektur rumah minimalis. Banyak rumah dan bangunan yang dinilai semakin mewah dan indah jika menggunakan cladding dengan material yang tepat pula.

Jenis Material Cladding: Kayu, Vinyl, Batu Veneer, Metal, EIFS, GRC

Berikut adalah jenis-jenis material yang dapat digunakan dalam cladding rumah atau bangunan.

1. Kayu

Material cladding yang dapat dijadikan pilihan salah satunya adalah kayu. Material kayu dapat digunakan sebagai pelapis dinding bagian luar yang memiliki banyak kelebihan. Beberapa kelebihan penggunaan material kayu di antaranya adalah tahan terhadap cuaca, kuat, serta dapat mengurangi suhu panas di dalam bangunan tersebut. Pilihan material kayu juga beraneka ragam, di antaranya adalah kayu pinus dan oak. Namun, ada satu hal penting yang harus diperhatikan saat menggunakan material kayu dalam cladding, yakni perlu perawatan yang lebih serta pengecatan ulang secara berkala.

Dari segi harga, penggunaan material kayu dalam cladding beraneka ragam tergantung pada jenis kayunya. Untuk kayu jati belanda berkisar pada Rp87.500 per meter persegi, sedangkan pada kayu jenis gunung berkisar pada Rp120.000 per meter perseginya.

See also  37 Fakta Menarik Giselle AESPA dan Profil Lengkapnya!

2. Vinyl

Material dalam cladding kedua adalah vinyl. Sebagai bahan pelapis, material yang terbuat dari polyvinyl chloride (PVC) dan panel resin ini memiliki keunggulan dalam segi harga karena lebih terjangkau. Pada saat proses pemasangan dan penggantian saat terjadi kerusakan, material vinyl juga dinilai lebih mudah digunakan karena bentuknya yang gampang dipotong. Selain karena bahannya, material vinyl juga memiliki usia pakai yang panjang dan tidak membutuhkan banyak perawatan yang rumit untuk menjadikannya tetap terlihat menarik.

Dari segi harga, cladding vinyl diperkirakan memiliki harga sekitar Rp200.000 per meter persegi. Harga tersebut juga tentunya ditentukan oleh model vinyl yang dipilih. Uniknya, material vinyl ini tersedia dalam banyak bentuk, misalnya bentuk 3D yang akan membuat kesan semakin nyata pada ornament-ornamen terkait.

3. Batu Veneer


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?