Nilai Par / Nilai Nominal / Face Value

Nilai par, yang juga dikenal sebagai nilai nominal atau face value, adalah nilai pokok dari suatu obligasi. Nilai ini merupakan jumlah uang yang akan diterima oleh pemegang obligasi pada saat obligasi tersebut mencapai tanggal jatuh tempo. Obligasi adalah instrumen keuangan yang diterbitkan oleh pihak peminjam, biasanya perusahaan atau pemerintah, untuk mengumpulkan dana dari para pemegang

Continue Reading

Franchise

Ada beberapa subkategori dalam franchise dalam negeri, seperti: a. Franchise Makanan dan Minuman Bisnis franchise makanan dan minuman merupakan jenis franchise yang paling populer di Indonesia. Beberapa contoh franchise makanan dan minuman yang terkenal di Indonesia adalah KFC, Ayam Bakar Wong Solo, dan Es Teler 77. b. Franchise Ritel Franchise ritel adalah bisnis franchise yang

Continue Reading

Diskon

Apa itu Diskon? Diskon ialah pengurangan harga yang diberikan kepada pembeli ketika mereka melakukan pembelian barang atau jasa. Diskon merupakan salah satu strategi promosi yang sudah ada sejak lama, digunakan baik pada transaksi offline maupun online. Dengan membeli barang saat ada diskon, pembeli tentu saja dapat menghemat pengeluaran dalam pembelian tersebut. Namun, hal ini tidak

Continue Reading

EV to EBITDA

EV to EBITDA atau yang biasa disebut sebagai valuation ratio, digunakan untuk menilai nilai suatu perusahaan berdasarkan kemampuannya menghasilkan laba usaha atau kas operasi sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (EBITDA). Rasio ini dapat memberikan gambaran tentang seberapa mahal atau murahnya perusahaan tersebut pada saat ini. Rasio EV/EBITDA yang kecil menunjukkan bahwa harga saham perusahaan

Continue Reading

Euro

Satuan mata uang yang digunakan secara bersama-sama oleh beberapa negara di Eropa sebagai alat transaksi yang sah adalah Euro. Otoritas Jasa Keuangan Euro (€) adalah mata uang yang digunakan di 19 negara anggota Uni Eropa. Penggunaan mata uang ini secara non-fisik dimulai pada tanggal 1 Januari 1999, namun baru secara fisik digunakan pada tanggal 1

Continue Reading

Beban (Expense)

Pengertian Beban Beban atau expense adalah pengurangan manfaat ekonomi dalam periode akuntansi yang terjadi dalam bentuk arus keluar atau penurunan aktiva atau terjadinya kewajiban yang menyebabkan penurunan ekuitas tanpa melibatkan pembagian kepada para pemodal. Beban terjadi karena dua hal, pertama adalah karena biaya melebihi masa manfaatnya, dan kedua adalah karena penggunaan tertentu atau utilitas dari

Continue Reading

Outstanding Shares (Jumlah Saham Beredar)

Oustanding shares, atau yang juga dikenal sebagai jumlah saham beredar, adalah jumlah saham yang telah diterbitkan oleh suatu perusahaan dan tersedia untuk diperdagangkan di pasar saham. Istilah ini berbeda dengan saham treasury, yang tidak lagi dihitung sebagai bagian dari jumlah saham beredar. Apa itu Outstanding Shares? Outstanding Shares, yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “saham

Continue Reading

Prospektus Ringkas

Prospektus ringkas adalah dokumen tertulis yang berisi informasi penting dan relevan mengenai peristiwa atau kejadian yang dapat mempengaruhi harga efek, dan juga keputusan dari pemodal, calon pemodal, atau pihak lain yang memiliki kepentingan. Dokumen ini memuat berbagai informasi, seperti estimasi tanggal efektif, masa penawaran, tanggal pengembalian uang pemesanan, tanggal penyerahan surat efek, tanggal penjatahan, tanggal

Continue Reading

Goban

Go Ban adalah istilah yang berasal dari bahasa Mandarin, “wu wan” yang memiliki arti 50.000 dalam bahasa Indonesia. Dalam komunitas Indonesia-Tionghoa, istilah ini juga dikenal dengan sebutan “goh ban” dalam dialek Cina Hokkien yang umum digunakan. Istilah ini menjadi populer di kalangan masyarakat karena pada saat itu pedagang Tionghoa dengan dialek Hokkian sering berdagang di

Continue Reading

Break Even Point (BEP)

Strategi untuk mencapai Break-even Point Untuk mencapai Break-even Point, perusahaan dapat menggunakan beberapa strategi berikut: 1. Meningkatkan volume penjualan: Salah satu cara untuk mencapai titik impas adalah dengan meningkatkan volume penjualan. Perusahaan dapat melakukan promosi dan pemasaran yang lebih agresif untuk menarik lebih banyak konsumen dan meningkatkan penjualan. 2. Menurunkan biaya produksi: Perusahaan dapat mengurangi

Continue Reading