Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal Online beserta Contohnya



Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal Online

Dalam dunia akademik, penulisan karya ilmiah seperti artikel atau jurnal merupakan hal yang tidak asing. Bagi para mahasiswa, menulis karya ilmiah adalah salah satu tugas yang sering diberikan sebagai bentuk laporan hasil penelitian yang telah dilakukan. Dalam menulis karya ilmiah, terdapat etika dan teknik penulisan yang harus diikuti, salah satunya adalah mencantumkan daftar pustaka.

Apa itu daftar pustaka?
Secara sederhana, daftar pustaka adalah daftar referensi yang berisi sumber-sumber yang digunakan oleh penulis ketika membuat suatu karya ilmiah. Daftar pustaka merupakan hal yang penting dalam penulisan karya ilmiah karena menjadi bentuk penghargaan kepada penulis sebelumnya dan juga untuk menghindari dugaan plagiasi.

Namun, penulisan daftar pustaka memiliki kaidah-kaidah khusus yang mungkin terasa sedikit rumit. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempelajari cara menulis daftar pustaka dari sumber jurnal online dan sumber lainnya agar dapat menghasilkan karya tulis yang baik dan etis.

Berikut ini adalah cara menulis daftar pustaka dari jurnal online:

1. Periksa informasi dari jurnal, apakah sudah sesuai digunakan
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa kembali informasi dari jurnal yang akan kita gunakan sebagai referensi. Pastikan semua informasi yang dibutuhkan telah ada dan sesuai untuk dicantumkan dalam daftar pustaka.

2. Perhatikan nama penulis dan tahun publikasi
Langkah kedua adalah memperhatikan dengan seksama nama penulis dan tahun publikasi dari jurnal yang akan kita gunakan. Pastikan nama penulis dan tahun publikasi tersebut dicantumkan dengan benar dalam daftar pustaka.

3. Mencatat judul jurnal yang dijadikan sebagai referensi
Langkah ketiga adalah mencatat dengan baik judul jurnal yang dijadikan sebagai referensi. Hal ini penting untuk menghindari kesalahan penulisan judul jurnal dalam daftar pustaka.

4. Memberikan informasi jurnal dan DOI
Langkah terakhir adalah memberikan informasi jurnal dengan jelas, termasuk nomor volume, nomor terbitan, dan halaman-halaman yang digunakan dalam jurnal tersebut. Selain itu, juga perlu mencantumkan DOI (Digital Object Identifier) atau URL dari jurnal online tersebut. Jangan lupa juga mencantumkan informasi tanggal akses jurnal tersebut.

See also  Rekomendasi Menu Makan Siang untuk Bekal dan Keluarga

Contoh penulisan daftar pustaka dari jurnal online:

Nama penulis. (tahun publikasi). Judul artikel. Judul jurnal. Volume, nomor terbitan halaman-halaman. DOI (atau URL). Tanggal akses jurnal.

Contoh:
Pamungkas, B. (2023). Perilaku Kucing Berdasarkan Warna Bulu. Jurnal Biologi 325(17), 128. DOI. Diakses 19 Juni 2023.

Ketika menulis daftar pustaka dari jurnal online, kita dapat menggunakan format jurnal online apabila e-journal tersebut tidak memiliki nomor volume dan halaman, atau jika e-journal tersebut dalam proses penerbitan dan belum diberi nomor halaman, kita dapat mencantumkan informasi “Epub sebelum dicetak” menggantikan informasi volume, terbitan, dan nomor halaman.

Tentang Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah kumpulan buku-buku atau sumber lain yang digunakan dalam penyusunan karya ilmiah. Daftar pustaka juga memiliki istilah lain seperti sumber pustaka, pranala, rujukan, atau referensi. Umumnya, daftar pustaka akan ditempatkan pada halaman terakhir dari sebuah karya ilmiah. Menyertakan daftar pustaka ini memiliki beberapa manfaat bagi penulis karya ilmiah.

Beberapa tujuan penulisan daftar pustaka adalah:

1. Menguatkan hasil penelitian
Salah satu manfaat dari menyertakan daftar pustaka adalah untuk membuktikan bahwa penelitian dan data yang disajikan dalam karya ilmiah adalah benar dan tidak mengada-ada. Dengan menyertakan daftar pustaka, karya ilmiah akan menjadi lebih kredibel karena berdasarkan pada sumber yang jelas dan terpercaya.

2. Menghindari tuduhan plagiasi
Tujuan lain dari menulis daftar pustaka adalah untuk menghindari tuduhan plagiasi terhadap karya yang kita tulis. Ketika menulis karya ilmiah, kita menggunakan pemikiran dan penemuan penulis sebelumnya. Oleh karena itu, penting untuk mencantumkan kredit dari ide dan karya orang lain yang kita kutip dalam artikel kita. Dengan menulis daftar pustaka dengan benar, kita dapat menghindari tuduhan plagiasi dan menjaga integritas karya ilmiah kita.

3. Bentuk penghargaan dari penulis lain
Menyertakan daftar pustaka juga merupakan bentuk penghargaan kepada penulis atau peneliti yang telah berkontribusi dengan ide dan penelitian mereka. Menuliskan kredit dari pemikiran orang lain dalam daftar pustaka adalah cara kita untuk menghargai karya mereka.

4. Membantu penulis lain
Daftar pustaka juga dapat membantu penulis lain dalam menelusuri sumber-sumber yang dapat digunakan dalam penyusunan karya ilmiah mereka. Dengan melihat daftar pustaka dari karya ilmiah seseorang, penulis dapat dengan mudah menemukan referensi yang relevan dan mendukung penelitian mereka.

See also  Ciri-Ciri Ikan dan Struktur Tubuh Ikan

Dalam penulisan daftar pustaka, kita harus memperhatikan beberapa hal agar dapat menyusunnya dengan baik. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menulis daftar pustaka:

1. Angka pada nama penulis
Ketika mengutip buku dari luar negeri, kita mungkin akan menemukan nama penulis yang mengandung angka, seperti George III. Dalam penulisan daftar pustaka, angka tersebut harus dituliskan setelah nama penulis. Penulisan nama penulis juga perlu dibalik seperti biasa.

2. Tidak ada nama penulis yang tertera
Ketika menggunakan sumber yang tidak mencantumkan nama penulis, kita dapat mencantumkan judul buku, tahun terbit, dan tempat terbit sebagai gantinya.

3. Sumber dengan penulis yang sama
Jika kita menggunakan sumber-sumber dengan nama penulis yang sama dalam karya ilmiah kita, kita perlu menyusun daftar pustaka berdasarkan tahun terbit paling awal.

4. Buku yang ditulis oleh institusi atau organisasi
Jika kita menggunakan buku yang ditulis oleh institusi atau organisasi tertentu, kita perlu mencantumkan nama organisasi dan nama organisasi yang bertanggung jawab di akhir daftar pustaka.

5. Sumber dengan buku edisi tertentu
Jika buku yang kita gunakan memiliki edisi tertentu, kita perlu mencantumkan informasi tentang edisi tersebut di akhir daftar pustaka.

6. Buku yang diedit oleh editor
Jika menggunakan buku yang diedit oleh editor, kita perlu mencantumkan nama editor dan judul buku, diikuti dengan tempat terbit dan nama penerbit.

7. Sumber dari buku berseri
Jika menggunakan buku yang merupakan bagian dari suatu seri, kita perlu mencantumkan informasi tentang seri tersebut setelah judul buku.

8. Sumber dari EBook
Jika menggunakan sumber dari EBook, kita perlu mencantumkan nama database atau URL EBook tersebut.

9. Buku terjemahan
Jika menggunakan buku terjemahan, kita perlu mencantumkan nama asli penulis, diikuti dengan tahun terbit, judul buku, nama penerjemah, tempat terbit, dan nama penerbit buku terjemahan.

Dalam penulisan karya ilmiah, termasuk dalam daftar pustaka, kita perlu memperhatikan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku. Salah satu cara untuk mempelajari kaidah-kaidah tersebut adalah dengan membaca buku-buku yang membahas teknik penulisan karya ilmiah. Salah satu buku yang bisa menjadi panduan adalah buku “Menulis Ilmiah: Metode Penelitian Kualitatif”. Buku ini tidak hanya menjelaskan teknik penulisan, tetapi juga memberikan contoh yang mudah dipahami.

See also  Pengertian Kewajiban: Jenis, dan Contohnya

Dalam menyusun karya ilmiah, tidak hanya menulis daftar pustaka yang penting, tetapi juga ada langkah-langkah lain yang perlu diperhatikan, seperti merumuskan rumusan masalah, menyusun kerangka teori, melakukan metodologi penelitian, menganalisis data, dan menyusun kesimpulan. Agar dapat mempelajari teknik-teknik tersebut dengan lebih baik, Anda dapat membeli buku “Teknik Penulisan Karya Ilmiah” yang menjelaskan langkah-langkah tersebut secara detail.

Dalam penulisan karya ilmiah, juga penting untuk menghindari plagiasi. Plagiasi adalah tindakan menyalin atau mengambil ide, pemikiran, atau karya orang lain tanpa memberikan kredit atau sumber referensi yang jelas. Oleh karena itu, selain menyusun daftar pustaka dengan benar, kita juga perlu menyertakan kutipan dan merujuk sumber secara tepat saat menggunakan ide atau karya orang lain.

Kesimpulan
Menulis daftar pustaka dari jurnal online adalah hal yang penting dalam menulis karya ilmiah, karena membantu kita untuk mencantumkan sumber-sumber referensi yang digunakan dan mencegah plagiasi. Dalam menulis daftar pustaka, kita perlu memeriksa dengan teliti informasi dari jurnal yang digunakan, mencantumkan dengan benar nama penulis dan tahun publikasi, serta memberikan informasi jurnal dan DOI (atau URL) yang jelas. Selain itu, kita juga perlu memperhatikan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku dalam menyusun daftar pustaka.

Dalam penulisan karya ilmiah, ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita mempelajari lebih lanjut tentang teknik penulisan karya ilmiah melalui buku-buku yang tersedia di aikerja.com. Dengan memahami teknik penulisan karya ilmiah yang baik dan benar, kita dapat menghasilkan karya tulis ilmiah yang berkualitas dan kredibel. Selamat mencoba!


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?