8 Cara Mengatasi Insecure Berlebihan Pada Diri Sendiri



Bagaimana cara mengatasi insecure berlebihan? Insecure adalah salah satu kondisi dimana seseorang merasa tidak aman, merasa kurang percaya diri, merasa terancam, cemas bahkan sampai takut dan depresi.

Insecure adalah perasaan yang umum dialami oleh banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jika perasaan insecure ini berlebihan dan terus-menerus mengganggu kehidupan sehari-hari, maka dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan mental dan hubungan dengan orang lain. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi insecure berlebihan. Di dalam tulisan ini, kita akan membahas beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi insecure yang berlebihan.

Mengapa Insecure Bisa Muncul?

Insecurity bisa saja muncul karena beberapa sebab. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Pengalaman buruk atau Trauma

Pengalaman seseorang di masa lalu yang negatif seperti penolakan, pengacuhan, gagal dalam mencapai apa yang diharapkan, dan dikhianati, dapat menyebabkan seseorang melihat dirinya sendiri dan orang lain secara negatif. Ia merasakan ketidakamanan dari banyak sisi, bahkan dari dirinya sendiri.

Contoh trauma yang bisa menyebabkan seseorang mengalami insecure adalah dipecat dari tempat kerja, pola asuh orang tua yang kurang tepat, gagal membina hubungan, orang yang disayangi meninggal, tekanan dari keluarga, dikhianati orang terdekat, terkena penyakit, korban bullying, atau kegagalan dalam bisnis. Pengalaman buruk atau trauma melahirkan rasa tidak bahagia dan ketidakpercayaan diri.

Dalam bukunya yang berjudul The 3 Most Common Causes of Insecurity and How to Beat Them, Melanie Greenberg, Ph.D menyebutkan bahwa perasaan ini berpengaruh besar terhadap self-esteem atau harga diri. Penolakan dan kegagalan bisa memiliki pengaruh dua kali lipat terhadap rasa tidak percaya diri.

2. Mengharapkan Segala Sesuatu Berjalan Sempurna (Perfeksionis)

Orang-orang perfeksionis memiliki standar hidup yang tinggi. Bahkan untuk hal-hal yang detail pun sangat diperhatikan. Mereka memiliki potensi untuk memiliki prestasi yang gemilang. Namun sifat perfeksionis ini bisa saja menjadi bumerang bagi diri mereka sendiri.

Saat seorang perfeksionis mendapati ada rencana yang tidak tercapai atau kesalahan kecil, mereka akan merasa bersalah dan merasa gagal. Padahal bagi orang lain, ketidaksempurnaan tersebut adalah hal yang wajar. Namun tidak bagi orang perfeksionis. Akibatnya, mereka akan terus menyalahkan diri sendiri dan merasa tidak cukup baik.

Mengharapkan segala sesuatu berjalan sempurna dapat memicu perasaan insecure jika tidak tercapai atau kesalahan terjadi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar menerima ketidaksempurnaan dan tidak terlalu keras pada diri sendiri.

3. Menerima vonis tidak baik dari orang lain.

Orang yang mengalami insecure cenderung sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain. Hal ini bisa jadi karena mereka sering mendapatkan vonis atau penilaian yang buruk dari orang lain. Vonis tersebut membuat mereka merasa tidak aman saat bersosialisasi dengan orang lain. Akhirnya mereka cenderung mencari kenyamanan dalam kesendirian.

Mereka merasa percuma berinteraksi dengan banyak orang karena tak peduli betapa baiknya mereka berusaha, mereka tetap divonis salah. Bahkan ketika mereka berkontribusi sebesar apapun, mereka masih sering disalahpahami. Situasi seperti ini membuat seseorang merasa kurang percaya diri dan tidak memiliki kepercayaan pada diri sendiri.

4. Ekspektasi yang Terlalu Tinggi

Ekspektasi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan seseorang berharap terlalu tinggi dan berangan-angan. Mereka memimpikan kehidupan yang sempurna dan tanpa masalah. Namun, sering kali ekspektasi yang terlalu tinggi tidak diimbangi dengan kesiapan untuk menerima kegagalan.

Jika kegagalan datang, seseorang yang memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi dapat mengalami perasaan insecurity. Mereka merasa gagal dan menganggap diri mereka tidak cukup baik. Oleh karena itu, penting untuk belajar menerima bahwa kehidupan tidak selalu sempurna dan tidak semua harapan tercapai.

See also  Pengertian Soft Skill & Contoh Soft Skill

5. Tekanan atau Kekangan

Tekanan atau kekangan juga dapat menjadi faktor yang memicu perasaan insecurity. Misalnya, orang tua yang terlalu menekan anaknya dapat menimbulkan insecure pada anak tersebut. Anak tidak akan tumbuh menjadi anak yang mandiri dan berdikari karena terbiasa mendapatkan tekanan.

Begitu pula dengan pasangan yang terlalu mengekang. Pasangan yang terlalu dikekang merasa tidak dipercaya dan dicurigai secara berlebihan. Mereka merasa tidak memiliki kebebasan untuk melakukan apapun karena takut salah. Hal ini dapat membuat mereka merasa tidak percaya diri dan mencari validasi dari orang yang biasa mengekangnya.

Hubungan seperti di atas sangat tidak sehat. Namun, karena perasaan insecure yang dialami, orang tersebut takut untuk keluar dari zona tersebut dan memilih untuk tetap berada dalam hubungan yang kurang sehat.

Dampak Negatif Insecure Yang Berlebihan

Sebenarnya insecure bisa saja dialami oleh setiap orang. Namun pada batas tertentu, insecure bisa menjadi berbahaya dan merusak kualitas hidup seseorang. Beberapa dampak negatif jika insecure melebihi batas wajar adalah:

1. Gangguan Kesehatan Mental

Insecure yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental seperti depresi, gangguan kecemasan, dan paranoid. Ketika seseorang merasa tidak aman dan kurang percaya diri secara terus-menerus, hal ini dapat mengganggu pikiran dan emosinya secara keseluruhan. Mereka mungkin merasa cemas, takut, khawatir, dan tidak bisa tenang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

2. Gangguan Kesehatan Fisik

Insecure yang berlebihan juga dapat berdampak pada kesehatan fisik. Seseorang yang merasa insecure secara terus-menerus dapat mengalami gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia. Mereka mungkin menggunakan makanan sebagai pelarian dari perasaan tidak aman yang mereka rasakan.

Selain itu, perasaan insecure yang berlebihan juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri pada bagian tubuh tertentu seperti punggung, kepala, dan perut. Hal ini disebabkan oleh ketegangan otot yang berlebihan akibat stres dan kecemasan yang terus menerus.

3. Masalah dalam Hubungan dengan Orang Lain

Insecure yang berlebihan dapat mempengaruhi hubungan dengan orang lain. Seseorang yang merasa insecure terus-menerus cenderung sulit untuk percaya dan membuka diri kepada orang lain. Mereka mungkin memiliki sulit dalam menjalin hubungan yang intim dan menghadapi konflik interpersonal.

Selain itu, insecure yang berlebihan juga dapat membuat seseorang menjadi terlalu membutuhkan validasi dari orang lain. Mereka mungkin terus mencari persetujuan dan pujian dari orang lain sebagai bentuk pengakuan bahwa mereka baik dan berharga. Hal ini dapat mempengaruhi kemandirian dan kemampuan mereka dalam membuat keputusan sendiri.

4. Gangguan Body Image

Insecure yang berlebihan juga dapat mempengaruhi persepsi seseorang terhadap tubuhnya sendiri. Mereka mungkin memiliki masalah dengan body image, yaitu perasaan negatif terhadap penampilan fisiknya. Hal ini dapat menyebabkan seseorang merasa tidak percaya diri dan tidak nyaman dengan penampilannya sendiri.

Bahkan, perasaan insecure yang berlebihan dapat mengarah pada gangguan makan seperti pola makan yang tidak sehat atau obsesi terhadap berat badan dan bentuk tubuh. Hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental seseorang.

5. Overthinking

Insecure yang berlebihan juga dapat menyebabkan overthinking atau berlebihan dalam berpikir. Seseorang yang merasa insecure cenderung terus-menerus memikirkan kekhawatiran dan keraguan tentang dirinya sendiri. Mereka mungkin merasa seperti tidak ada yang bisa mereka lakukan dengan baik dan merasa takut akan kegagalan.

Overthinking dapat merugikan seseorang karena menghabiskan energi dan waktu yang berarti. Hal ini dapat mengganggu konsentrasi, mengurangi produktivitas, dan membuat seseorang menjadi mudah merasa lelah dan stres.

6. Psikosomatis

Insecure yang berlebihan juga dapat menyebabkan gejala psikosomatik, yaitu gejala fisik yang disebabkan oleh stres atau masalah emosional. Beberapa contoh gejala psikosomatik yang mungkin dialami oleh seseorang yang merasa insecure adalah sakit kepala, sakit perut, gangguan tidur, penurunan nafsu makan, dan kelelahan yang tidak dapat dijelaskan.

See also  7 Manfaat Propolis untuk Kesehatan dan Cara Mengonsumsinya!

Gejala-gejala ini merupakan respons tubuh terhadap stres dan kecemasan yang berlebihan. Jika tidak ditangani dengan baik, gejala-gejala ini dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang secara keseluruhan.

7. Nyeri pada Bagian Tubuh Tertentu

Insecure yang berlebihan juga dapat menyebabkan nyeri pada bagian tubuh tertentu. Rasa ketidakamanan dan kecemasan yang terus-menerus dapat menyebabkan ketegangan otot yang berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan nyeri pada bagian tubuh seperti punggung, leher, dan bahu.

Nyeri pada bagian tubuh ini dapat berdampak pada kualitas hidup seseorang karena dapat mengganggu mobilitas dan aktivitas sehari-hari. Selain itu, rasa nyeri yang berkelanjutan juga dapat mempengaruhi kualitas tidur dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Cara Mengatasi Insecure Yang Berlebihan

Jika Anda merasa mengalami insecure yang berlebihan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan mengurangi perasaan tersebut. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda coba:

1. Belajar untuk Mencintai Diri Sendiri dan Lebih Percaya Diri

Salah satu langkah pertama yang dapat dilakukan untuk mengatasi insecure adalah dengan belajar untuk mencintai diri sendiri dan lebih percaya diri. Menerima dan mencintai diri sendiri adalah langkah penting dalam meningkatkan self-esteem atau harga diri.

Dalam bukunya yang berjudul “Tak Apa Apa, Tak Sempurna” , Buku ini menyajikan trik-trik untuk mengatasi kepercayaan diri yang rendah lewat teknik-teknik sederhana, mudah, dan praktis yang didasarkan pada pengalaman sehari-hari serta didukung dengan penelitian psikologis. Buku ini mengajak kita untuk belajar tidak terlalu mencemaskan “apa yang orang lain pikirkan” tentang diri kita dan lebih mencintai diri sendiri. Dia mengajak kita untuk menjalani hidup dengan sepenuh hati, dengan merangkul kerapuhan dan kerentanan kita, serta menumbuhkan keberanian, belas kasih, dan keterhubungan.

Juga, menghargai dan mengakui setiap kelebihan dan kekurangan diri sendiri adalah cara yang baik untuk membangun kepercayaan diri. Ketika Anda belajar mencintai dan menghargai diri sendiri, Anda akan merasa lebih aman dan percaya diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

2. Cari Lingkungan dengan Suasana yang Positif

Lingkungan tempat Anda berada dapat mempengaruhi perasaan dan emosi Anda. Oleh karena itu, penting untuk mencari lingkungan yang mendukung dan memiliki suasana yang positif.

Sebagaimana yang kita ketahui, salah satu sebab insecure adalah trauma di masa lalu atau vonis yang tidak baik dari orang lain. Kemungkinan besar hal tersebut dikarenakan lingkungan yang kurang baik. Dengan mencari lingkungan yang baik dan masuk ke dalamnya, mungkin bisa membuat Anda menghapus trauma buruk yang pernah dialami dan melupakan vonis buruk yang pernah diterima.

Berada di lingkungan yang positif dapat menumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain. Setidaknya, dengan berada di lingkungan yang positif, Anda memiliki orang-orang yang mendukung untuk berada dalam kebaikan.

3. Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri secara Berlebihan

Salah satu hal penting yang perlu dilakukan untuk mengatasi insecure adalah berhenti menyalahkan diri sendiri secara berlebihan. Menyadari bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini dan bahwa setiap orang pasti memiliki kesalahan dan kekurangan adalah langkah awal yang penting.

Ketika Anda melakukan suatu kesalahan, janganlah menyalahkan diri sendiri secara berlebihan. Memaafkan diri sendiri adalah jalan terbaik agar dapat mencintai diri sendiri dan melanjutkan hidup dengan lebih baik. Ketika Anda dapat memaafkan diri sendiri, Anda akan merasa lebih ringan dan lebih siap untuk menerima diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan.

Belajar untuk menerima diri sendiri dan tidak terlalu keras pada diri sendiri adalah langkah penting dalam mengatasi insecure yang berlebihan.

See also  Aneka Kerajinan Kayu Bernilai Tinggi untuk Dekorasi Rumahmu

4. Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain adalah salah satu penyebab utama perasaan insecure. Ketika Anda terus-menerus membandingkan diri sendiri dengan orang lain, Anda akan merasa tidak cukup baik dan kurang percaya diri.

Ketika Anda membandingkan diri sendiri dengan orang lain, Anda mungkin tidak menyadari bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup dan keunikan tersendiri. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, hiduplah dengan menjadi diri sendiri dan tidak mencoba menjadi orang lain.

Menghargai diri sendiri dan menerima diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan adalah langkah penting dalam mengatasi insecure yang berlebihan.

5. Meminta Pendapat dari Orang Baik

Untuk mengatasi insecure, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memperbanyak intropeksi diri. Dengan intropeksi diri, Anda dapat menemukan makna kehidupan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang membuka kesadaran Anda.

Salah satu yang dapat membantu dalam intropeksi diri adalah meminta saran dari orang yang Anda percaya atau orang yang dapat mengerti permasalahan Anda. Mendengar pendapat dan saran dari orang baik mungkin dapat membantu Anda melihat diri sendiri dengan lebih jelas dan membuka pandangan baru tentang keadaan diri Anda.

Menerima masukan dan pendapat dari orang lain juga dapat membantu Anda melihat dari perspektif yang berbeda dan membantu dalam mengatasi insecure yang berlebihan.

6. Hindari Orang-orang Negatif yang Membuatmu Insecure

Menjauhi orang-orang yang membuat Anda merasa insecure adalah langkah yang bijaksana untuk mengatasi insecure yang berlebihan. Tetap bergaul dengan orang-orang yang membuat Anda merasa tidak aman dan tidak cukup baik hanya akan membuat Anda semakin merasa insecure dan tidak percaya diri.

Jadi, untuk sementara waktu, menjauhi lingkungan dan orang-orang yang membuat Anda merasa insecure adalah pilihan yang tepat. Memilih untuk berada di lingkungan yang positif dan dengan orang-orang yang mendukung dapat membantu Anda dalam proses penyembuhan dan pengembangan diri.

7. Bebaskan Dirimu untuk Melakukan Sesuatu yang Membuatmu Bahagia

Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk merasa bahagia. Jadi, carilah apa yang membuat Anda bahagia dan coba untuk melakukannya. Mungkin itu adalah hobi atau kegiatan yang Anda nikmati.

Bebaskan diri Anda untuk melakukan hal-hal yang memberikan kepuasan dan kebahagiaan bagi diri sendiri. Jangan takut atau ragu untuk melakukan sesuatu yang membuat Anda bahagia. Bahagia adalah hak setiap individu, termasuk Anda.

Dalam bukunya yang berjudul “The Art of Happiness”, Dalai Lama mengatakan bahwa kebahagiaan adalah tujuan utama dalam hidup dan memperbaiki hubungan dengan diri sendiri adalah langkah penting dalam mencapai kebahagiaan. Jadi, berikan diri Anda izin untuk merasa bahagia dan lakukan hal-hal yang membuat Anda bahagia.

Cara-cara di atas dapat membantu Anda dalam mengatasi dan mengurangi perasaan insecure yang berlebihan. Namun, tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua orang. Setiap individu memiliki keadaan dan pengalaman hidup yang unik, sehingga penting untuk menjalani prosesnya dengan sabar dan menghargai diri sendiri.

Dalam perjalanan untuk mengatasi insecure, ingatlah untuk selalu mendukung dan mencintai diri sendiri. Jika perlu, jangan takut untuk mencari bantuan dari ahli atau terapis yang dapat membantu Anda dalam proses penyembuhan dan pengembangan diri.

Menghadapi perasaan insecure yang berlebihan membutuhkan kesabaran, waktu, dan usaha. Tetapi dengan kerja keras dan tekad yang kuat, Anda dapat mengatasi insecure dan menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan bahagia. Jadi, tetaplah semangat dan percayalah pada diri sendiri!


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?