Cara Membuat Tempe dan 6 Makanan Olahan dari Tempe
Cara Membuat Tempe
Makanan fermentasi di Indonesia memang tidak sulit ditemukan. Masyarakat kita memang gemar melakukan fermentasi terhadap makanan. Terdapat beberapa alasan, namun satu hal yang pasti adalah bahwa makanan fermentasi memiliki rasa yang enak dan memiliki gizi cukup tinggi.
Sebut saja makanan seperti tauco, asinan bogor, atau tahu. Makanan-makanan tersebut adalah beberapa dari sekian makanan fermentasi yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tetapi, tidak dapat dipungkiri, makanan fermentasi yang amat populer di negara kita adalah tempe.
Apa Itu Tempe?
Agaknya tidak mudah mencari orang Indonesia yang tidak mengetahui apa itu tempe. Jangankan orang Indonesia, bahkan sekarang banyak masyarakat mancanegara yang mengetahui tempe, mulai dari cara memasak, kandungan gizi, hingga cara membuat tempe itu sendiri.
Untuk itu, kita tidak akan membahas tempe secara mendetail pada sesi kali ini, karena pengetahuan terkait tempe seharusnya sudah Anda ketahui. Kita hanya akan membahas terkait definisi dari tempe secara harfiah, dan membahas sejarah singkat dari makanan fermentasi ini.
Tempe adalah makanan fermentasi yang mempunyai bahan dasar kedelai. Kedelai ini difermentasi menggunakan sejenis jamur atau kapang dengan nama ilmiah “Rhizopus“, lebih dikenal dengan nama “ragi tempe”. Jenis kapang tersebutlah yang menjadi media katalis dalam pembuatan tempe.
Tempe sendiri memang merupakan bahan makanan asli Indonesia yang dikenal karena memiliki kandungan gizi tinggi. Selain itu, fakta bahwa tempe merupakan makanan berbahan dasar nabati, membuatnya menjadi makanan yang banyak diburu oleh vegetarian atau vegan sebagai pengganti daging.
Sejarah tempe sebenarnya masih diperdebatkan oleh sejarawan di Indonesia. Namun, mayoritas mengatakan kalau asal muasal tempe berawal dari era Kerajaan Mataram kuno, di mana masyarakat pada masa itu memakan sebuah makanan yang terbuat dari campuran kedelai dan tepung sagu.
Bukti ini ditemukan dari sejumlah manuskrip Bahasa Jawa kuno yang dikabarkan berasal dari abad ke-16. Selain itu, ada catatan sejarah menunjukan kalau memasuki pertengahan abad ke-19, menemukan kalau periode tersebut adalah kali pertama masyarakat Indonesia membuat tempe dari kapang.
Pada masa itu, jenis kapang yang dipakai memiliki jenis “Aspergillus“. Masyarakat Indonesia melakukan hal tersebut atas dasar tanam paksa, yang dilakukan oleh penjajah Belanda terhadap bangsa ini. Teknik tersebut akhirnya diterapkan oleh negara kita, dan menjadi dasar pembuatan tempe.
Tempe sendiri merupakan makanan yang bisa dipakai untuk berbagai macam jenis masakan baik itu masakan manis atau masakan asin, cemilan atau hidangan utama, hingga bahkan bisa dipakai sebagai substitusi daging. Anda yang ingin memperkaya pengetahuan akan resep tempe bisa membaca buku “Resep Kreatif Olahan Tempe“.
Cara Membuat Tempe
Tadi sudah dijelaskan secara singkat terkait pembuatan tempe. Memang terdengar sulit, terlebih jika kita mengetahui bahwa tempe adalah makanan fermentasi dan seseorang memerlukan semacam kapang untuk bisa membuatnya. Namun, kenyataannya cara membuat tempe tidak sesulit yang kalian bayangkan, Anda.
Jenis-jenis kapang untuk membuat tempe dapat ditemukan di sejumlah toko grosir makanan hingga berbagai toko online. Dan setelah kalian menemukan kapang ini, hal yang kalian perlukan tidak serumit apa yang kalian kira, dan hal terpenting dalam proses pembuatan tempe adalah kesabaran.
Di bawah ini, kita akan bersama-sama mempelajari bagaimana cara membuat tempe dengan baik dan benar. Pada artikel ini, kita akan membahas 2 cara membuat tempe. Cara pertama adalah cara yang menggunakan ragi tempe, dan cara kedua yaitu dengan membiarkan tempe berfermentasi dengan sendirinya.
Kedua cara di ini memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Setelah kalian membaca artikel ini, Anda mungkin bisa atau ingin mencoba mempraktikan pembuatan tempe di rumah dan mengetahui cara membuat tempe yang cocok untuk kalian. Selamat membaca dan selamat mencoba, Anda.
Cara Membuat Tempe Dengan Ragi Tempe
Bahan-bahan:
Kedelai
Ragi tempe
Cuka
Air
Daun pisang, plastik, atau koran
Alat-alat:
Wadah, bisa berupa mangkok atau baskom.
Panci
Kompor
Cara membuat:
Rendam kedelai di dalam wadah berisi air. Ini bertujuan untuk mempermudah mengupas kulit kedelai.
Setelah kedelai sudah dikupas, rebus kedelai di dalam panci dengan air mendidih. Kedelai direbus agar bisa melunakkan kedelai serta membuat kedelai menyerap banyak air untuk proses selanjutnya.
Setelah kedelai direbus sampai lunak, saring dan keringkan kedelai sampai benar-benar kering.
Masukan kedelai ke dalam wadah lain, dan tambahkan ragi tempe serta cuka secukupnya. Jangan lupa untuk mengaduk ragi tempe dan cuka sampai rata.
Susun kedelai ke dalam daun pisang. Jika tidak ada, kalian bisa memakai plastik atau koran.
Pastikan mereka sudah digolongkan agar udara bisa masuk.
Diamkan di suhu ruangan paling tidak selama 24 jam. Setelahnya, tempe kalian jadi. Jika belum, kalian bisa tunggu lagi sampai kedelai benar-benar terfermentasi, umumnya memakan waktu sekitar 12 jam sampai dengan 24 jam.
Cara Membuat Tempe Tanpa Ragi Tempe
Bahan-bahan:
Tempe
Air
Cuka (tentatif)
Daun pisang, plastik, atau koran
Alat-alat:
Wadah, bisa berupa mangkok atau baskom.
Panci
Kompor
Cara Membuat:
Kali ini, proses pembuatan tempe dimulai dari merebus kedelai terlebih dahulu. Gunanya sama, agar mereka bisa menyerap banyak air dan kali ini, mempermudah pengupasan kedelai.
Lalu, tiriskan dan tunggu kedelai sampai dingin. Setelah dingin, kedelai dikupas dengan baik.
Kedelai yang sudah dikupas kemudian direndam ke dalam air. Ini merupakan awal dari proses fermentasi. Jika proses berjalan dengan baik, maka akan timbul bau dari kedelai. Tetapi, jika hal ini tidak terjadi, bisa ditambah cuka untuk membantu proses fermentasi.
Setelahnya, kedelai dicuci hingga bersih agar mempermudah tumbuhnya kapang atau jamur secara alami.
Kedelai yang sudah dicuci bisa disusun ke daun pisang yang sudah dibolongi. Plastik atau kertas koran bisa menjadi alternatif jika tidak ada daun pisang.
Proses fermentasi ini dilakukan di suhu ruangan, dan biasanya memakan waktu 24 jam sampai paling lama 48 jam. Tempe akan jadi setelah melewati periode waktu tersebut.
Itulah 2 cara yang bisa Anda pakai untuk membuat tempe. Cara pertama dapat dikatakan lebih mudah dan risiko gagalnya lebih sedikit. Sementara cara kedua memang lebih beresiko untuk gagal, tetapi lebih autentik, sehingga kalian bisa memahami cara pembuatan tempe secara tradisional.
Tidak dapat dipungkiri bahwa ada kemungkinan Anda bisa gagal dalam proses pembuatan tempe. Tapi, selama kalian berlatih, tidak takut mencoba, dan mau belajar, kalian pasti akan bisa menghasilkan tempe sesuai keinginan. Jika tertarik untuk membuat tempe sendiri, kalian bisa membaca buku “Homemade Tempe: Bikin Sendiri Tempe Sehatmu” untuk mendapatkan informasi lebih mengenai cara membuat tempe.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.