Apa Itu Stapler dan Bedanya dengan Staples
Stapler adalah alat yang digunakan untuk menyatukan sejumlah kertas dengan cara memasukkan staples berbentuk huruf “U”. Staples ini terlipat di bagian bawah kertas ketika panjang kedua ujungnya melebihi tebal kertas. Di Indonesia, stapler sangat populer dan dapat ditemukan di berbagai tempat seperti kantor, sekolah, kios fotokopi, rumah tangga, hingga rumah makan atau penjual makanan. Alat ini bahkan memiliki banyak nama tidak resmi yang berasal dari suara yang dihasilkannya, seperti jekrekan, jepretan, atau cekrekan.
Fungsi utama dari stapler adalah untuk menggabungkan beberapa lembar kertas, baik untuk membungkus makanan agar isinya tidak keluar maupun untuk mengencangkan bahan-bahan dengan permukaan keras dan tebal seperti taplak meja atau jok kendaraan. Alat ini sangat berguna dalam mempermudah berbagai pekerjaan sehari-hari. Karena popularitasnya, banyak orang tidak menyadari bahwa stapler sebenarnya memiliki bagian tersembunyi yang penting, yaitu pelat logam kecil di bagian bawahnya. Bagian ini berfungsi untuk memperpanjang lebar staples sehingga pengguna dapat mengatur seberapa lebar staples yang akan digunakan.
Stapler juga sangat membantu dalam pekerjaan dekorasi, seperti pemasangan kertas dekorasi, karpet, atau hiasan dinding. Jika Anda ingin memasang jok di kendaraan, stapler juga bisa menjadi solusi yang praktis dan mudah digunakan.
Stapler tersedia dalam berbagai ukuran yang menggunakan staples yang berbeda, seperti ukuran kecil, sedang, dan besar. Ukuran staples ini akan mempengaruhi kemampuan staples untuk menggabungkan media. Sebagai patokan umum, staples dikatakan mampu merekatkan kumpulan media dengan baik jika panjang kedua ujungnya melebihi tebal media tersebut.
Terdapat beberapa metode penggunaan stapler, yaitu stapler permanen, stapler pemaku, stapler penjilid majalah, dan stapler listrik. Stapler permanen adalah metode yang paling umum digunakan, di mana bahan yang ingin dijilid disatukan dengan staples. Tekanan dari lengan bagian atas stapler melipat ujung staples yang melebihi tebal kertas. Ada juga stapler pemaku yang biasa digunakan untuk memaku poster atau kertas tebal di dinding atau papan pengumuman. Stapler ini sering disebut tacker. Stapler listrik adalah stapler yang digunakan di kantor yang berhubungan dengan penjilidan, penerbitan, dan pengemasan. Stapler ini memungkinkan penjilidan kertas dilakukan secara cepat dan akurat. Terakhir, stapler penjilid majalah memiliki lengan bagian bawah yang tetap dan lengan bagian atas yang bisa digeser-geserkan. Alat ini digunakan untuk menjilid majalah atau brosur di lipatan bagian tengah yang tidak bisa dicapai oleh stapler biasa.
Sejarah stapler dapat ditelusuri sejak abad ke-18 di Prancis. Pada saat itu, stapler yang dioperasikan dengan tangan sudah dibuat untuk Raja Louis XIV. Namun, alat tersebut belum bisa dikategorikan sebagai stapler seperti yang kita kenal sekarang. Pada tahun 1841, seorang penemu bernama Samuel Slocum memperoleh paten untuk alat penjilid kertas modern. Alat ini digunakan untuk menyatukan kertas dengan paku sehingga lebih mudah dikemas dalam jumlah banyak. Pada tahun 1866, alat bernama Novelty Paper Fastener dipatenkan, yang bisa digunakan untuk menjilid kertas, buku, hingga memaku karpet, mebel, atau kotak. Pada tahun yang sama, George W. McGill juga memperoleh paten untuk prototipe stapler modern yang menggunakan staples. McGill terus mengembangkan berbagai alat stapler dan staples hingga tahun 1880-an.
Perbedaan utama antara stapler dan staples terletak pada fungsinya. Stapler adalah alat yang digunakan untuk menjepit kertas dengan staples, sedangkan staples adalah isi staples berupa potongan logam berbentuk “U” yang digunakan untuk menjepit kertas. Staples dan stapler memiliki peran yang saling melengkapi dalam menyatukan media-media, seperti kertas. Staples memiliki berbagai bentuk, seperti full strip staples, half strip staples, dan roll staples, yang masing-masing digunakan sesuai dengan kebutuhan. Bentuk staples juga berbeda, terdiri dari crown atau mahkota, leg atau kaki, dan teeth atau gigi.
Stapler dan staples memiliki kelebihan masing-masing. Staples memiliki daya rekat yang lebih baik daripada bahan lain seperti lem, dan tidak meninggalkan noda sisa saat digunakan. Selain itu, staples bisa menggabungkan media tanpa ada tekanan dari sisi lainnya. Permukaan crown staples juga lebih luas dibandingkan dengan bahan pengencang lainnya, sehingga cocok untuk media-media yang tipis. Produksi staples juga lebih mudah dibandingkan dengan menggunakan sekrup atau paku. Staples juga lebih ekonomis karena harganya yang murah dan bisa digunakan berkali-kali.
Demikianlah penjelasan mengenai stapler dan staples. Meskipun seringkali dianggap sama, keduanya memiliki perbedaan dan fungsi yang berbeda. Staples adalah isi staples yang berupa potongan logam “U” yang digunakan untuk menjepit kertas, sedangkan stapler adalah alat yang digunakan untuk menjepit kertas dengan menggunakan staples. Dengan adanya stapler dan staples, pekerjaan menyatukan media-media seperti kertas menjadi lebih mudah dan praktis.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.