Aliran Dana


Pengertian Aliran Dana

Aliran dana merupakan perpindahan uang ke dan dari berbagai sektor ekonomi di dalam negeri. Umumnya, aliran dana ini dikumpulkan dan dianalisis oleh bank sentral suatu negara. Akun dari aliran dana ini digunakan sebagai indikator kinerja ekonomi.

Pemerintah, investor, dan manajer keuangan memantau aliran dana untuk menilai efektivitas rencana yang telah dibuat, jenis sumber daya yang dimiliki, bagaimana sumber daya tersebut telah diinvestasikan, serta sumber yang digunakan untuk membiayai sumber daya tersebut.

Cara Mengukur Aliran Dana

  1. Tingkat Kas Reksa Dana
    Investor dapat melihat tingkat kas reksa dana untuk mengetahui jumlah uang yang harus dimiliki investor agar dapat membeli saham. Ketika tingkat kas reksa dana rendah, hal ini menunjukkan bahwa dana institusional tidak memiliki banyak uang tunai yang dapat digunakan untuk berinvestasi dalam saham baru. Sebaliknya, ketika suatu lembaga memiliki tingkat kas reksa dana yang tinggi, dapat disimpulkan bahwa lembaga tersebut memiliki modal yang cukup untuk membeli saham.
  2. Hutang Marjinal
    Hutang marjinal merupakan cara lain untuk melihat pergerakan uang yang masuk dan keluar dalam ekonomi. Ketika pasar sedang dalam keadaan bullish, investor cenderung menginvestasikan semua aset yang mereka miliki ke pasar dengan harapan mendapatkan keuntungan. Investor dapat menggunakan akun tunai untuk menutup seluruh investasi atau menggunakan akun margin saat tingkat hutang marjinal sedang tinggi.

    Akun margin ditawarkan oleh broker guna memfasilitasi pembelian sekuritas oleh investor. Jika sejumlah besar hutang margin telah digunakan untuk pembelian sekuritas, maka ini menegaskan bahwa terjadi pergerakan uang yang besar dalam perekonomian nasional.

Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

See also  Wesel Bank

Kamus Istilah

Leave a Reply