Alasan Pria Susah Berpaling Setelah Berhubungan Alias Susah Move On
Riset Pria Susah Move On
Sebelum membahas mengapa pria sulit berpaling setelah berhubungan, ada baiknya kita melihat studi dan penelitian yang telah dilakukan mengenai fenomena ini. Menurut Psychology Today, pria sebenarnya lebih sulit untuk move on setelah putus cinta dibandingkan wanita. Dalam beberapa penelitian yang dilakukan, pria cenderung mengalami efek fisik dan mental yang lebih buruk setelah perpisahan.
Salah satu penelitian yang menarik dilakukan oleh Robards, James, Maria Evandrou, Jane Falkingham, dan Athina Vlachantoni pada tahun 2012. Dalam jurnal mereka yang berjudul “Marital Status, Health, and Mortality”, mereka menemukan bahwa perpisahan memiliki dampak yang lebih buruk bagi kesehatan fisik dan mental pria daripada wanita.
Menurut penelitian ini, pria cenderung lebih bergantung pada pasangan mereka dalam mendapatkan dukungan emosional. Mereka memiliki lebih sedikit sumber dukungan lainnya dibandingkan wanita. Hal ini terbukti dari survei yang dilakukan pada tahun 1972-2012, di mana 71 persen pria memilih pasangan mereka sebagai pendukung emosional, sementara hanya 39 persen perempuan yang melakukannya.
Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa pria memiliki jaringan sosial yang lebih kecil dibandingkan wanita. Meskipun memiliki sedikit teman atau keluarga, pria tidak memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan mereka. Ini merupakan perbedaan yang signifikan dengan peran perempuan di sekitar mereka.
Beberapa peneliti juga berpendapat bahwa pria cenderung menolak mencari bantuan dari teman-temannya setelah putus cinta. Namun, ini hanya berlaku jika mereka tidak menemukan kehadiran teman atau keluarga yang dapat membantu mereka mengatasi kesedihan dan sakit hati. Pada kenyataannya, pria seringkali berkumpul dengan teman dan keluarganya, meskipun hanya sebagai pengalih emosional semata. Mereka tidak benar-benar menyelesaikan dan mengatasi perasaan dan gejolak psikis yang mereka alami. Akibatnya, pria kadang terlihat lebih kuat dan tegar setelah putus cinta, padahal sebenarnya mereka sedang mengalami rasa sakit yang dalam.
Dari berbagai studi dan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pria memang sulit berpaling setelah berhubungan. Mereka lebih bergantung pada pasangan mereka secara emosional dan memiliki dukungan sosial yang lebih sedikit. Meskipun mungkin terlihat kuat dan tegar, pria sebenarnya mengalami sakit hati yang tak kalah dalam dibandingkan wanita.
Alasan Pria Susah Berpaling Setelah Berhubungan
1. Merasa Saling Terikat
Salah satu alasan pria sulit berpaling setelah berhubungan adalah karena mereka merasa terikat dengan hubungan tersebut. Ketika pria sangat mencintai dan terikat emosional dengan pasangan, mereka biasanya sulit melepaskan perasaan itu. Setelah berjanji untuk saling mencintai dan membangun hubungan yang kuat, sulit bagi pria untuk memahami perpisahan dan menerima kenyataan bahwa hubungan mereka telah berakhir.
Bahkan setelah perpisahan, pria seringkali masih merasa terikat dengan kenangan dan momen-momen indah bersama pasangan. Hal ini membuat mereka sulit untuk berpaling dan mencoba untuk melupakan hubungan tersebut. Pria cenderung terjebak dalam perasaan cinta dan rasa kehilangan yang mendalam.
2. Merasa Kehilangan Persinggahan
Pria cenderung melihat pasangan mereka sebagai tempat persinggahan atau rumah. Ketika pria telah merasa terhubung secara emosional dengan pasangan mereka, hubungan itu menjadi seperti sebuah rumah bagi mereka. Ketika hubungan berakhir, pria merasa kehilangan rumah itu dan merasa sangat sedih.
Pria mungkin merasa bahwa seharusnya hubungan itu berjalan dengan baik dan dapat bertahan lama. Mereka merasa bahwa pasangan mereka adalah tempat mereka bisa pulang dan merasa aman. Ketika hubungan berakhir, pria akan merasa hancur dan kehilangan tempat tersebut.
3. Memendam Perasaan yang Ada
Pria cenderung memendam perasaan yang mereka rasakan setelah putus cinta. Mereka tidak ingin menunjukkan kelemahan dan kerapuhan mereka kepada orang lain. Pria seringkali mencoba untuk melampiaskan rasa sakit dan kehilangan ini dengan cara lain, seperti bekerja keras atau terlibat dalam aktivitas fisik.
Namun, dalam realitasnya, pria masih sangat terpengaruh oleh perasaan yang tertunda ini. Mereka mungkin berusaha terlihat kuat di depan orang lain, tetapi di dalam hati mereka sedih dan hancur. Pria seringkali merasa sulit untuk mengungkapkan perasaan mereka, dan hal ini membuat proses pemulihan menjadi lebih sulit.
4. Tidak Ingin Mengawalinya dari Awal Kembali
Meskipun pria seringkali mencoba untuk menjalin hubungan dengan orang lain setelah putus cinta, mereka seringkali menyadari bahwa mencapai tingkat kenyamanan yang sama dengan hubungan sebelumnya membutuhkan waktu yang lama. Pria mungkin dengan mudah menemukan pengganti, tetapi mereka akan segera menyadari bahwa hubungan baru itu tidak bisa menyamai hubungan sebelumnya.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Carnegie Mellon, pria seringkali terlambat menyadari bahwa hubungan yang berkelanjutan bergantung pada keintiman sosial dengan pasangan. Mereka cenderung sulit untuk memulai hubungan seperti awalnya dengan pasangan baru, dan hal ini membuat mereka sulit untuk berpaling dan mencoba kembali.
5. Masih Berharap Ingin Kembali
Durasi hubungan juga dapat mempengaruhi sejauh mana seseorang bisa melupakan pasangan mereka dengan cepat. Semakin lama hubungan berjalan, semakin sulit bagi seseorang untuk melupakan. Pria seringkali masih berharap bahwa mereka bisa kembali bersama dengan mantan kekasihnya, terlepas dari alasan perpisahan mereka.
Pria seringkali masih merasa terikat dengan mantan kekasih mereka dan menginginkan kesempatan kedua. Mereka mungkin menyadari kesalahan yang pernah mereka buat dan berharap bisa memperbaikinya. Namun, jika harapan ini berlangsung terlalu lama tanpa ada tanda-tanda perkembangan, maka saatnya untuk berhenti menunggu dan menerima kenyataan.
6. Menyalahkan Diri Sendiri
Pria cenderung menyalahkan diri sendiri setelah putus cinta. Mereka seringkali berpikir bahwa sulit untuk menemukan atau mendapatkan wanita yang seperti mantan kekasihnya. Pria takut untuk menjadi diri mereka sendiri tanpa kehadiran wanita di hidup mereka.
Jika pemikiran ini terus berlanjut, pria akan semakin sulit untuk melepaskan mantan kekasih mereka. Namun, perlu diingat bahwa perpisahan adalah kesempatan untuk bertumbuh dan belajar tentang diri sendiri. Pria harus mencari cara untuk meredakan perasaan bersalah dan menemukan kebahagiaan dalam hidup mereka sendiri.
Cara Pria Supaya untuk Move On
Setelah memahami alasan pria sulit berpaling setelah berhubungan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu proses pemulihan dan move on dari patah hati.
1. Terima Kenyataan dengan Lapang Dada
Hal pertama yang harus dilakukan adalah menerima kenyataan bahwa hubungan telah berakhir. Pria harus memahami bahwa perpisahan adalah bagian dari kehidupan dan semua orang pernah mengalami hal ini. Menerima kenyataan dengan lapang dada akan membantu pria untuk lebih mudah melanjutkan kehidupan mereka.
2. Temukan Dukungan Emosional
Pria perlu mencari dukungan dari teman-teman atau keluarga mereka. Berbicara dengan orang-orang yang mereka percaya dan menceritakan perasaan mereka bisa sangat membantu dalam proses pemulihan. Menerima dukungan emosional dari orang-orang terdekat akan membuat pria merasa didengar dan dipahami.
3. Fokus pada Diri Sendiri
Selama proses pemulihan, pria perlu fokus pada diri mereka sendiri. Mereka bisa melakukan kegiatan yang mereka sukai, mengembangkan hobi baru, atau menjalani gaya hidup yang sehat. Mengarahkan perhatian dan energi pada diri sendiri akan membantu pria untuk pulih dan move on dari patah hati.
4. Hindari Stalking di Media Sosial
Pria harus menghindari stalking mantan kekasih mereka di media sosial. Melihat aktivitas dan foto-foto mantan bisa memperkuat perasaan sedih dan kehilangan. Menghapus atau menyembunyikan kontak mantan dari media sosial bisa membantu pria untuk merasa lebih baik dan berfokus pada diri sendiri.
5. Berikan Waktu untuk Menyembuhkan
Proses pemulihan tidak akan terjadi dalam semalam. Pria perlu memberikan waktu kepada diri mereka sendiri untuk menyembuhkan luka dan melalui semua tahapan pemulihan. Setiap orang memiliki waktu yang berbeda untuk move on, dan pria harus sabar dan menghargai proses ini.
6. Belajar dari Pengalaman
Perpisahan adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh sebagai pribadi. Pria perlu melihat kembali hubungan yang telah berakhir dan melihat apa yang bisa dipelajari darinya. Fokus pada pembelajaran dan pertumbuhan pribadi akan membantu pria melihat masa depan dengan lebih positif.
Dalam kesimpulan, pria memang sulit berpaling setelah berhubungan. Mereka memiliki tantangan dan perjuangan sendiri dalam proses pemulihan. Namun, dengan menerima kenyataan, mendapatkan dukungan emosional, fokus pada diri sendiri, menghindari stalking media sosial, memberikan waktu untuk menyembuhkan, dan belajar dari pengalaman, pria dapat move on dari patah hati dan melanjutkan kehidupan mereka dengan lebih baik.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.