Abstraksi adalah Struktur Teks Anekdot, Simak Serba Serbi Lainnya!



Pengertian Abstraksi Dalam Teks Anekdot
Abstraksi adalah salah satu struktur atau unsur pembentuk dalam teks anekdot yang diletakkan pada posisi paling awal dari teks tersebut. Abstraksi juga sering disebut sebagai tahap pembukaan dalam teks anekdot dan memiliki sifat opsional, artinya penggunaan abstraksi dalam teks anekdot tidak wajib.

Abstraksi berfungsi untuk menggambarkan situasi awal atau latar belakang dari cerita yang akan disampaikan dalam teks anekdot. Dengan adanya bagian abstraksi ini, pembaca dapat memiliki gambaran umum mengenai teks anekdot sehingga mereka bisa membayangkan lebih baik saat membaca cerita tersebut. Biasanya, bagian abstraksi menunjukkan hal-hal unik yang terdapat dalam sebuah teks anekdot yang membuatnya menarik.

Apa Itu Teks Anekdot?
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai pengertian abstraksi dalam teks anekdot, penting untuk memahami apa itu teks anekdot secara keseluruhan. Teks anekdot adalah cerita pendek yang memiliki tujuan untuk mengkritik atau menyindir seseorang atau kelompok dengan cara yang lucu. Teks anekdot biasanya mengangkat cerita mengenai tokoh penting atau terkenal serta berdasarkan atau menyerupai kejadian nyata.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, anekdot memiliki pengertian sebagai cerita singkat yang menarik karena lucu serta mengesankan, biasanya menceritakan hal-hal tentang orang penting atau yang terkenal dan berdasarkan atau menyerupai dengan kejadian yang sebenarnya. Teks anekdot memiliki berbagai jenis bentuk, seperti artikel, cerita pendek, dan teks dialog.

Teks anekdot biasanya berisi kritikan atau sindiran yang ditujukan kepada para tokoh penting dan terkenal setelah mereka melakukan tindakan yang salah, memalukan, atau menyeleweng sehingga pantas untuk mendapat sindiran, kritikan, dan ditertawakan. Tujuan utama dari teks anekdot adalah untuk memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai berbagai bidang pelayanan publik, seperti bidang hukum, bidang sosial, bidang politik, dan bidang lingkungan.

Ciri-Ciri Teks Anekdot
Teks anekdot memiliki beberapa ciri-ciri yang dapat membedakannya dengan jenis teks lainnya. Ciri-ciri tersebut antara lain:

1. Menghibur dan mengundang gelak tawa: Teks anekdot dirancang untuk menghibur dan membuat pembaca atau pendengar tertawa melalui cerita lucu yang disampaikan.
2. Tidak menyinggung perasaan: Meskipun berisi kritik, teks anekdot tidak menyakiti perasaan pembaca atau pendengar yang diceritakan. Anekdot menggunakan kritik halus yang masih dapat diterima dengan baik oleh pembaca atau pendengar.
3. Inspiratif: Teks anekdot dapat memberikan inspirasi bagi pembaca atau pendengar untuk menyampaikan protes atas ketidaksetujuan dengan cara yang halus dan santun.
4. Media penyampaian pandangan, aspirasi, dan humor: Anekdot digunakan sebagai sarana atau media untuk menyampaikan pandangan, aspirasi, dan humor kepada masyarakat.
5. Menggunakan tokoh-tokoh yang dikenal: Dalam teks anekdot, digunakan tokoh-tokoh yang bisa diidentifikasi dalam kehidupan sehari-hari sehingga pembaca atau pendengar dapat lebih terhubung dengan cerita yang disampaikan.
6. Humoris, lucu, dan menggelitik: Teks anekdot memiliki sifat humoris, menggelitik, lelucon, tetapi tetap menyindir dengan halus.

See also  Review Buku How to Love: Belajar Cinta dari Penulis Yoon Hong Gyun

Struktur Teks Anekdot
Teks anekdot memiliki struktur yang terdiri dari beberapa bagian yang membentuk alur cerita. Berikut adalah struktur umum teks anekdot:

1. Abstraksi: Bagian abstraksi diletakkan di awal teks anekdot dan berfungsi untuk memberikan gambaran atau penjelasan mengenai latar belakang dan gambaran umum dari cerita yang akan disampaikan. Abstraksi memiliki tujuan untuk memberikan ilustrasi tentang keseluruhan isi teks kepada pembaca atau pendengar.
2. Orientasi: Bagian orientasi memberikan penjelasan mengenai latar belakang terjadinya peristiwa utama dalam cerita anekdot. Bagian inilah yang menjadi penyebab munculnya krisis atau komplikasi di bagian selanjutnya.
3. Krisis atau Komplikasi: Bagian krisis atau komplikasi membahas masalah utama dalam cerita anekdot. Biasanya, bagian ini mengandung kekonyolan yang dapat mengundang rasa geli atau situasi yang menarik untuk didengar atau dibaca. Bagian krisis juga mengandung sindiran atau kritikan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca atau pendengar.
4. Reaksi: Bagian reaksi berisi respons atau tanggapan terhadap krisis atau komplikasi yang telah terjadi. Reaksi dapat berupa solusi atau penyelesaian atas masalah yang telah terjadi.
5. Koda: Bagian koda merupakan kesimpulan dari teks anekdot. Bagian ini menandakan akhir dari cerita dan biasanya berupa komentar penulis atau penjelasan ulang mengenai maksud dari cerita yang telah disampaikan.

Penulisan Teks Anekdot
Penulisan teks anekdot memiliki ciri khusus dalam penggunaan bahasanya. Beberapa ciri khas penulisan teks anekdot antara lain:

1. Penggunaan keterangan waktu lampau: Teks anekdot menggunakan kata-kata yang menunjukkan keterangan waktu lampau, seperti dahulu, kemarin, bulan lalu, tahun lalu, waktu itu, dan lain-lain. Penggunaan keterangan waktu lampau ini membantu pembaca atau pendengar memahami bahwa cerita yang disampaikan terjadi di masa lalu.
2. Penggunaan konjungsi atau kata penghubung: Teks anekdot sering menggunakan konjungsi atau kata penghubung untuk menghubungkan kata, kalimat, atau paragraf dalam teks. Konjungsi tersebut bisa berupa konjungsi antar kata, konjungsi antar kalimat, atau konjungsi antar paragraf.
3. Penggunaan kata kerja atau verba: Teks anekdot menggunakan kata kerja atau verba yang menjelaskan aksi atau kegiatan yang terjadi dalam cerita. Contohnya adalah kata seperti menulis, tertawa, berlari, terkejut, dan lain-lain.
4. Urutan peristiwa berdasarkan kronologis atau waktu: Teks anekdot mengikuti urutan peristiwa berdasarkan kronologis atau waktu, dimulai dari awal cerita hingga akhir cerita.
5. Penggunaan pertanyaan retorik: Teks anekdot dapat menggunakan jenis pertanyaan yang bersifat retorik, yaitu pertanyaan yang tidak diharapkan untuk dijawab oleh pembaca atau pendengar. Pertanyaan retorik digunakan untuk memancing perhatian pembaca atau pendengar dan menarik mereka ke dalam cerita.
6. Penggunaan kalimat perintah: Teks anekdot dapat menggunakan kalimat perintah untuk menyampaikan instruksi kepada pembaca atau pendengar. Kalimat perintah digunakan untuk memberikan petunjuk atau arahan dalam cerita.
7. Penggunaan kalimat seru: Terutama untuk teks anekdot yang disampaikan dalam bentuk dialog, penggunaan kalimat seru sangat dominan. Kalimat seru digunakan untuk menggambarkan ekspresi atau emosi dalam cerita.

See also  Apa Itu Academic Skill dan Manfaatnya

Teks anekdot juga bisa berisi peristiwa-peristiwa yang membuat kesal atau situasi yang mengundang tawa. Teks anekdot terkadang juga mempunyai sifat sebagai sindiran alami terhadap suatu kondisi atau peristiwa.

Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya
Berikut adalah contoh teks anekdot beserta struktur yang digunakan:

1. Cara Sapi Membaca Buku

Abstraksi
Alkisah, seorang raja bernama Watu Geni menghadiahi Slamet seekor sapi. Lalu, Slamet menerimanya dengan senang hati.

Orientasi
Meski demikian, Watu Geni memberi syarat yaitu Slamet harus mengajari terlebih dahulu sapi itu supaya bisa membaca. Watu Geni memberikan batas waktu empat belas hari sejak sapi itu diberikan kepada Slamet.


Koda
“Jadi kalau kita juga hanya sekadar membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sama bodohnya dengan seekor sapi, bukan?” kata Slamet dengan mimik wajah yang serius.

2. Hukuman Pencuri Sandal Vs Koruptor

Abstraksi
Di suatu pagi yang indah, Adi sedang asyik menyantap makanan yang ia sukai yaitu pecel, di warung langganan sebelah Masjid Ad Da’wah. Setelah merasa cukup kenyang, Adi kemudian berdiri dari duduknya dan beranjak pulang menuju ke rumah.

Orientasi
Dalam perjalanan pulang menuju ke rumah, tidak disangka tiba-tiba Adi tertimpa sebuah musibah. Adi terserempet oleh kelompok pemuda pengendara motor yang melaju dengan sangat kencang dan ugal-ugalan.


Koda
Lalu hakim menjelaskan kepada Adi bahwa ia mencuri sandal dan merugikan seseorang dengan nilai 50.000 rupiah saja. Sementara para koruptor melakukan korupsi uang senilai 3 miliar, dan itu sama saja merugikan 200 juta rakyat Indonesia.

3. Hukum Penjara Seumur Hidup untuk Pencuri Ikan

Abstraksi
Pada suatu siang terdapat seorang nelayan muda yang baru saja dimasukkan ke dalam penjara.

See also  15 Fakta One Piece Ini Wajib Kamu Ketahui

Orientasi
Di hari pertama ia berada di penjara, narapidana yang disebelahnya menanyakan mengapa ia sampai bisa dipenjara.


Koda
Setelah membahas singkat mengenai kasus yang dialami oleh si nelayan muda tersebut yang masuk penjara dengan dijatuhi divonis seumur hidup, mereka melanjutkan pembicaraan mengenai pembahasan yang lain.

Dalam teks anekdot yang pertama, “Cara Sapi Membaca Buku”, bagian abstraksi menggambarkan situasi awal cerita, yaitu raja yang menghadiahi Slamet seekor sapi. Bagian orientasi menjelaskan syarat yang diberikan oleh raja kepada Slamet. Bagian krisis mengisahkan bahwa sapi tersebut bisa membaca buku dengan cara yang unik. Bagian reaksi menceritakan respons dari raja dan penjelasan Slamet mengenai cara mengajari sapi membaca. Bagian koda adalah kesimpulan cerita yang membuat pembaca berpikir tentang betapa pentingnya memahami isi dari sebuah buku.

Dalam teks anekdot yang kedua, “Hukuman Pencuri Sandal Vs Koruptor”, bagian abstraksi menggambarkan kejadian Adi yang tertimpa musibah dan kehilangan sandalnya. Bagian orientasi menjelaskan latar belakang terjadinya musibah tersebut. Bagian krisis menceritakan bahwa Adi mencuri sandal di masjid dan akhirnya dibawa ke kantor polisi. Bagian reaksi adalah persidangan Adi dan respons hakim terhadap perbuatan Adi. Bagian koda adalah penjelasan hakim mengenai perbandingan kerugian yang ditimbulkan oleh Adi dan koruptor.

Dalam teks anekdot yang ketiga, “Hukum Penjara Seumur Hidup untuk Pencuri Ikan”, bagian abstraksi menggambarkan nelayan muda yang masuk penjara. Bagian orientasi menjelaskan alasan nelayan tersebut dipenjara. Bagian krisis menceritakan tindakan nelayan yang mencuri ikan dengan menggunakan bom. Bagian reaksi adalah respons dari narapidana yang duduk disampingnya dan diskusi mengenai hukuman yang diterima nelayan tersebut. Bagian koda adalah penutup diskusi yang membuat pembaca berpikir tentang kejadian tersebut.

Dengan demikian, teks anekdot memiliki struktur yang terdiri dari beberapa bagian yang membentuk alur cerita dan menggunakan gaya bahasa khusus untuk menyampaikan cerita secara efektif kepada pembaca atau pendengar.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply