Titik Bekam yang Dilarang serta Alasan Kesehatan Dibaliknya!


Pengertian Bekam

Bekam adalah salah satu metode pengobatan tradisional yang telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Teknik pengobatan ini dilakukan dengan menghisap darah dari tubuh seseorang menggunakan alat khusus bernama kop bekam. Darah yang dikeluarkan tersebut dianggap sebagai darah kotor yang mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh. Tujuan utama dari pengobatan bekam adalah untuk membersihkan darah dan melancarkan peredaran darah dalam tubuh.

Secara etimologi, kata “bekam” berasal dari bahasa Arab yang berarti “pelepasan darah kotor”. Nama ini menggambarkan proses pengobatan bekam yang dilakukan dengan mengeluarkan darah kotor melalui proses penyayatan atau penusukan pada kulit. Istilah bekam juga dikenal dengan sebutan lain di beberapa negara, seperti hijamah dalam bahasa Arab, gua-sha dalam bahasa China, dan blood letting dalam bahasa Inggris.

Metode bekam ini telah menjadi salah satu pilihan pengobatan yang populer di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Banyak masyarakat Indonesia yang percaya bahwa bekam dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit, baik secara fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, banyak orang yang mencari terapis bekam untuk menjalani proses pengobatan ini.

Penting untuk diketahui bahwa pengobatan bekam harus dilakukan oleh terapis profesional yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan teknik bekam yang benar. Hal ini dikarenakan proses pengobatan bekam melibatkan proses sayatan atau penusukan pada kulit, yang jika dilakukan dengan cara yang salah dapat menyebabkan bahaya bagi kesehatan seseorang. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa terapis bekam yang akan melakukan pengobatan memiliki sertifikat atau izin resmi dalam bidang ini.

Manfaat Menggunakan Metode Bekam

Metode pengobatan bekam telah diketahui memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan seseorang. Beberapa manfaat pengobatan bekam yang telah terbukti melalui penelitian ilmiah adalah sebagai berikut:

1. Membersihkan darah kotor dalam tubuh: Pengobatan bekam dilakukan dengan mengeluarkan darah kotor yang mengandung zat-zat berbahaya dalam tubuh. Dengan membersihkan darah kotor ini, tubuh dapat bekerja dengan lebih baik untuk melawan penyakit dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.

2. Meningkatkan peredaran darah: Pengobatan bekam membantu memperlancar peredaran darah yang terhambat dalam tubuh. Dengan peredaran darah yang lancar, tubuh akan mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk berfungsi dengan optimal.

3. Meringankan gejala penyakit: Bekam dapat digunakan sebagai metode pengobatan yang efektif untuk meringankan gejala berbagai penyakit, seperti asam urat, tekanan darah tinggi, migrain, sakit gigi, dan masih banyak lagi. Bekam memiliki efek relaksasi pada tubuh, sehingga dapat meredakan nyeri dan ketidaknyamanan yang dialami oleh penderita penyakit tersebut.

4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Dengan membersihkan darah kotor dan memperlancar peredaran darah, pengobatan bekam dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini akan membuat tubuh lebih kuat dalam melawan infeksi dan penyakit.

5. Menyehatkan kulit: Pengobatan bekam juga memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan kulit. Penghisapan darah pada kulit dapat membantu membersihkan pori-pori dan menghilangkan racun yang terperangkap di dalamnya. Hal ini akan membuat kulit terasa lebih segar, bersih, dan sehat.

6. Mengurangi stres dan kecemasan: Proses pengobatan bekam yang dilakukan dengan lembut dan teratur dapat memberikan efek relaksasi pada tubuh dan pikiran. Hal ini dapat membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan yang dialami oleh seseorang, sehingga membuatnya merasa lebih tenang dan nyaman.

Jenis-jenis Bekam

Terdapat beberapa jenis bekam yang biasa digunakan dalam pengobatan tradisional. Berikut adalah beberapa jenis bekam yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan seseorang:

See also  Mengintip Member SNSD: Ini Biodata dan Fakta-Fakta Menarik Mereka

1. Bekam Kering: Bekam kering adalah jenis bekam yang dilakukan tanpa melakukan sayatan atau penusukan pada kulit. Teknik ini sering digunakan sebagai pengganti kerokan tradisional dengan menggunakan koin. Bekam kering biasanya digunakan untuk mengatasi masalah seperti masuk angin, pegal-pegal, dan nyeri otot.

2. Bekam Basah: Bekam basah merupakan jenis bekam yang melibatkan sayatan atau penusukan pada kulit untuk mengeluarkan darah. Darah yang dikeluarkan ini dapat membantu membersihkan darah kotor dan melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Bekam basah umumnya digunakan untuk mengatasi masalah penyakit yang lebih serius, seperti asam urat, tekanan darah tinggi, dan migrain.

3. Bekam Luncur: Bekam luncur menggunakan minyak zaitun untuk meluncurkan gelas bekam pada permukaan kulit. Teknik ini biasanya digunakan untuk merangsang peredaran darah dan mengurangi ketegangan otot. Bekam luncur juga dapat membantu mengatasi masalah nyeri punggung, nyeri leher, dan ketegangan pada otot-otot tubuh lainnya.

4. Bekam Api: Bekam api merupakan teknik bekam yang menggunakan api untuk menciptakan kevakuman di dalam gelas bekam. Teknik ini umumnya digunakan untuk mengatasi masalah pegal-pegal, nyeri otot, dan nyeri sendi. Namun, penggunaan bekam api juga perlu dilakukan dengan hati-hati karena melibatkan penggunaan api.

Pemilihan jenis bekam yang tepat tergantung pada jenis penyakit atau masalah kesehatan yang ingin diatasi, serta preferensi dan kondisi kesehatan seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya berkonsultasilah dengan terapis bekam yang berpengalaman untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Alat Terapi Bekam

Dalam melaksanakan terapi bekam, terapis bekam menggunakan beberapa alat khusus yang dirancang untuk membantu proses pengobatan. Beberapa alat terapi bekam yang umum digunakan antara lain:

1. Cupping Set: Cupping set adalah alat utama yang digunakan dalam terapi bekam. Cupping set terdiri dari gelas-gelas kaca yang tahan panas dan tidak mudah pecah, dengan berbagai ukuran dan bentuk yang sesuai dengan daerah bekam yang dituju. Gelas-gelas ini digunakan untuk menghisap kulit dan mengeluarkan darah kotor dari tubuh.

2. Lancing Device: Lancing device adalah alat yang digunakan untuk menusukkan jarum pada kulit saat melakukan bekam basah. Alat ini memiliki bentuk yang mirip dengan pulpen, yang memudahkan terapis bekam untuk melakukan tusukan pada kulit dengan presisi yang tepat.

3. Jarum: Jarum digunakan untuk melakukan tusukan pada kulit saat melakukan bekam basah. Jarum yang digunakan harus steril dan tajam untuk meminimalkan rasa sakit dan risiko infeksi.

4. Kapas, alkohol, dan lain-lain: Selain itu, terapis bekam juga menggunakan kapas dan alkohol untuk membersihkan kulit sebelum melakukan bekam. Alat-alat lainnya seperti sarung tangan medis, kain steril, dan peralatan steril lainnya juga digunakan untuk menjaga kebersihan dan menghindari penyebaran penyakit.

Penggunaan alat terapi bekam yang steril dan berkualitas sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan saat melakukan terapi bekam. Oleh karena itu, pastikan terapis bekam yang Anda pilih menggunakan alat-alat yang steril dan dalam kondisi baik.

Langkah Melakukan Terapi Bekam

Proses terapi bekam harus dilakukan dengan hati-hati dan oleh terapis bekam yang berpengalaman. Berikut adalah langkah-langkah umum yang dilakukan dalam terapi bekam:

1. Pendaftaran Pasien dan Wawancara

Sebelum melakukan terapi bekam, terapis bekam akan mendata pasien dan melakukan wawancara untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Hal ini dilakukan untuk menentukan teknik bekam yang sesuai dan titik yang akan dibekam.

See also  Apa Itu Eau De Toilette dan Apa Perbedaannya dengan Eau De Parfum?

2. Pemeriksaan dan Diagnosa Penyakit

Terapis bekam akan melakukan pemeriksaan fisik dan mendiagnosis penyakit yang dialami oleh pasien. Dengan melakukan pemeriksaan ini, terapis dapat mengetahui keadaan tubuh pasien dan menentukan teknik bekam yang paling efektif dalam mengatasi penyakit tersebut.

3. Menentukan Titik Bekam

Setelah mendiagnosis penyakit, terapis bekam akan menentukan titik-titik bekam yang akan dilakukan pada tubuh pasien. Penentuan titik bekam ini dilakukan berdasarkan diagnosis penyakit dan lokasi keluhan yang dialami oleh pasien. Terapis bekam juga dapat merujuk pada titik-titik pada pengobatan akupuntur untuk menentukan titik bekam yang sesuai.

4. Persiapan Peralatan dan Pasien

Sebelum melakukan terapi bekam, terapis bekam akan mempersiapkan peralatan yang akan digunakan selama proses bekam. Peralatan tersebut harus dalam kondisi steril dan siap digunakan. Terapis juga akan memberi pengarahan dan memberikan penjelasan kepada pasien mengenai proses bekam yang akan dilakukan.

5. Melakukan Bekam

Setelah persiapan selesai, terapis bekam akan melakukan proses bekam sesuai dengan teknik yang telah ditentukan. Proses ini melibatkan penghisapan kulit menggunakan alat bekam yang akan mengeluarkan darah kotor dari tubuh pasien. Terapis bekam akan melakukan sayatan atau tusukan pada kulit sebelum melakukan penghisapan.

6. Pemulihan dan Perawatan Pasca Bekam

Setelah proses bekam selesai, terapis bekam akan membersihkan bekas luka bekam dan memberikan perawatan yang diperlukan. Pasien juga akan diberi petunjuk mengenai perawatan bekam yang perlu dilakukan setelah proses bekam selesai, seperti menjaga kebersihan bekas luka dan menghindari aktivitas yang berat dalam beberapa waktu.

Langkah-langkah di atas harus dilakukan dengan hati-hati dan oleh terapis bekam yang berpengalaman. Tidak disarankan untuk melakukan terapi bekam sendiri tanpa pengawasan profesional, karena dapat menimbulkan risiko dan efek samping yang tidak diinginkan.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Terapi Bekam

Meskipun terapi bekam memiliki manfaat yang signifikan bagi kesehatan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan terapi bekam. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan menghindari risiko yang mungkin terjadi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam terapi bekam antara lain:

1. Melakukan terapi bekam oleh terapis yang kompeten: Terapi bekam harus dilakukan oleh terapis yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan teknik bekam yang benar. Pilihlah terapis bekam yang telah memiliki sertifikat atau izin resmi dalam bidang ini.

2. Memastikan kebersihan dan keamanan: Penting untuk memastikan tempat bekam yang Anda pilih bersih dan steril. Setiap peralatan yang digunakan harus steril dan dalam kondisi baik. Selain itu, pastikan terapis bekam menggunakan sarung tangan medis dan menjaga kebersihan diri serta alat-alat yang digunakan.

3. Menghindari beberapa kondisi dan penyakit tertentu: Terapi bekam tidak dianjurkan untuk dilakukan pada anak-anak di bawah usia empat tahun, ibu hamil, lansia, dan orang yang memiliki penyakit tertentu, seperti diabetes, penyakit pembekuan darah, atau riwayat masalah kulit. Jika Anda memiliki kondisi tersebut, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan terapi bekam.

4. Menjaga kebersihan kulit: Sebelum melakukan terapi bekam, pastikan kulit Anda dalam keadaan bersih dan steril. Bersihkan kulit dengan menggunakan alkohol atau pembersih kulit khusus sebelum proses bekam dilakukan. Hal ini akan membantu mencegah infeksi dan menjaga kebersihan bekas luka bekam.

5. Menghindari kontak langsung dengan bekas luka bekam: Setelah terapi bekam selesai, hindari menggaruk atau menyentuh bekas luka bekam dengan tangan yang tidak bersih. Hal ini dapat menyebabkan infeksi pada kulit.

See also  Cara Cek RAM Laptop yang Perlu Kamu Ketahui

6. Mengikuti petunjuk perawatan pasca bekam: Setelah terapi bekam selesai, terapis bekam akan memberikan petunjuk mengenai perawatan bekam yang perlu dilakukan. Pastikan Anda mengikuti petunjuk ini dengan baik untuk memastikan proses pemulihan yang optimal.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, Anda dapat menghindari risiko dan efek samping yang mungkin terjadi saat melakukan terapi bekam. Jika Anda memiliki keraguan atau pertanyaan mengenai terapi bekam, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau terapis bekam yang berpengalaman untuk mendapatkan informasi dan nasihat yang tepat.

Peringatan dan Efek Samping Bekam

Terapi bekam memiliki manfaat yang signifikan bagi kesehatan, namun juga memiliki beberapa peringatan dan efek samping yang perlu diperhatikan. Beberapa peringatan dan efek samping yang mungkin timbul saat melakukan terapi bekam antara lain:

1. Rasa sakit: Saat melakukan terapi bekam, beberapa orang dapat merasakan rasa sakit atau tidak nyaman saat kulit ditarik atau ditusuk dengan jarum. Sensasi ini biasanya bersifat sementara dan akan hilang setelah proses bekam selesai.

2. Bekas luka bekam: Setelah terapi bekam selesai, kulit di area bekam akan meninggalkan bekas luka berupa merah atau memar. Bekas luka ini biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar 10 hari. Namun, pada beberapa kasus, bekas luka bisa menghilang lebih lama atau bahkan meninggalkan bekas permanen.

3. Infeksi: Jika proses terapi bekam tidak dilakukan dengan kebersihan dan steril, dapat terjadi risiko infeksi pada kulit. Oleh karena itu, pastikan terapis bekam menggunakan peralatan yang steril dan menjaga kebersihan tubuh serta alat-alat yang digunakan.

4. Risiko perdarahan: Prosedur bekam yang melibatkan tusukan pada kulit dapat menyebabkan perdarahan. Risiko perdarahan ini meningkat pada orang yang mengonsumsi obat pengencer darah atau memiliki kondisi kesehatan yang berhubungan dengan masalah pembekuan darah.

5. Risiko penularan penyakit: Bekam melibatkan penggunaan alat-alat yang kontak langsung dengan kulit dan darah. Jika alat-alat tersebut tidak steril atau digunakan berulang kali tanpa proses sterilisasi yang tepat, ada risiko penularan penyakit, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV.

6. Reaksi alergi: Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap peralatan yang digunakan dalam bekam, seperti jarum atau minyak yang digunakan untuk memudahkan pergerakan gelas bekam. Reaksi alergi ini dapat menyebabkan kemerahan, gatal-gatal, dan pembengkakan pada kulit.

Penting untuk diingat bahwa efek samping yang terjadi pada setiap individu dapat bervariasi tergantung pada kondisi kesehatan dan kepekaan tubuh masing-masing. Jika Anda mengalami reaksi atau efek samping yang tidak diinginkan setelah melakukan terapi bekam, segera konsultasikan dengan dokter atau terapis bekam yang berpengalaman untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Untuk mencegah risiko dan efek samping yang tidak diinginkan, pastikan Anda melakukan terapi bekam oleh terapis yang berpengalaman dan terpercaya. Pilihlah tempat bekam yang bersertifikat dan memiliki reputasi yang baik. Jangan ragu untuk bertanya mengenai prosedur dan peralatan yang digunakan sebelum melakukan terapi bekam.

Dengan memperhatikan peringatan dan efek samping yang mungkin terjadi, Anda dapat menjalani terapi bekam dengan aman dan mendapatkan manfaat yang optimal bagi kesehatan Anda.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply