Tahukah Kamu tentang Apa itu Fiksi Metropop?
Resah dengan Kemacetan di Kota Besar: Mengenal Lebih Dekat Metropop
Kota besar seringkali menjadi tempat yang penuh dengan hiruk-pikuk kehidupan. Kemacetan lalu lintas, padatnya tempat kerja, dan drama percintaan adalah beberapa hal yang seringkali menghantui penduduk kota. Harus diakui, betapa melelahkannya rasanya terjebak dalam kemacetan yang tak kunjung usai. Atau merasa pahitnya jatuh cinta pada orang yang tak bisa kamu miliki. Bahkan, merasa frustrasi dengan pekerjaan yang monoton dan membosankan. Jika kamu merasakan hal ini, jangan khawatir! Kami memiliki solusi yang tepat untukmu. Mari kita kenali lebih dekat dengan genre fiksi yang sedang populer belakangan ini, yakni metropop.
Metropop adalah genre fiksi yang mulai populer sejak awal 2010-an dan terus meningkat popularitasnya hingga saat ini. Kamu mungkin pernah mendengar beberapa nama penulis terkenal seperti Ika Natassa, Ilana Tan, dan aliaZalea. Nah, para penulis ini adalah pelaku di balik kepopuleran genre metropop. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan metropop?
1. Gara-gara Chicklit
Sebelum memasuki pembahasan lebih lanjut tentang metropop, ada baiknya kita mengenal genre kakak kelas-nya terlebih dahulu, yakni chicklit dan teenlit. Beberapa tahun yang lalu, novel-novel bergaya chicklit dan teenlit mendominasi rak-rak buku lokal. Teenlit, seperti namanya, berisi cerita-cerita yang mengusung tema remaja dengan segala keharuan yang disertai dalam kisahnya. Sementara itu, chicklit lebih berfokus pada kisah cinta dengan karakter yang lebih dewasa. Konon, salah satu serial novel yang menginspirasi lahirnya metropop adalah serial legendaris berjudul Lupus karya Hilman Hariwijaya. Serial ini sangat populer pada era 1980-an dan menjadi panutan para penulis teenlit dan chicklit, meskipun saat itu istilah teenlit belum dikenal secara luas.
2. Mengangkat Kehidupan Perkotaan
Metropop menceritakan kehidupan para karakternya yang tinggal di kota besar. Mereka menghadapi berbagai masalah khas anak muda yang sudah bekerja dan mandiri, namun seringkali terjebak dalam masalah percintaan yang rumit. Hidup mereka seringkali diguncang oleh kehadiran sosok love interest yang misterius, keren, dan mampu mengubah prinsip hidup mereka. Jika kamu tertarik untuk membaca metropop, novel seperti Critical Eleven karya Ika Natassa atau Sunshine Becomes You karya Ilana Tan bisa menjadi referensi yang bagus untukmu.
3. Lebih Realistis
Salah satu perbedaan mencolok antara chicklit, teenlit, dan metropop adalah bagaimana cerita berakhir. Jika chicklit dan teenlit cenderung memiliki akhir yang bahagia dan memuaskan, metropop cenderung memiliki akhir yang lebih dewasa dan realistis. Jangan berharap cerita metropop selalu berakhir dengan kebahagiaan yang sempurna, karena kehidupan nyata tidak selalu sedemikian indah. Metropop berusaha memberikan kita pemahaman tentang betapa tak sempurnanya kehidupan ini dan bagaimana kita harus menghadapinya dengan sikap yang dewasa.
4. Bacaan yang Selalu Menarik
Salah satu alasan mengapa metropop begitu diminati adalah karena alurnya yang sulit ditebak dan setting yang lebih realistis. Karakter-karakter yang dibangun dalam metropop cenderung memiliki kehidupan yang kompleks dan memikat. Membaca metropop akan memberikanmu tantangan dan kegembiraan tersendiri. Jika kamu tertarik untuk mencoba membaca metropop, perkenalkan Miss Pesimis karya aliaZalea, Divortiare karya Ika Natassa, atau My Partner karya Retni SB.
Melalui metropop, kita dapat melihat kehidupan nyata yang penuh dengan liku-liku, tantangan, dan problematika. Jika sebelumnya kita mungkin terlena dengan cerita-cerita yang berakhir bahagia, metropop mampu memberikan kita perspektif yang baru. Kehidupan tidak selalu mudah dan penuh dengan kebahagiaan tanpa cela. Dalam metropop, kita diajak untuk lebih memaknai kehidupan dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Itulah mengapa metropop menjadi genre yang semakin populer dan digemari hingga saat ini.
Dalam menghadirkan cerita-ceritanya, penulis metropop sangat memperhatikan detail dan kualitas tulisan mereka. Mereka mampu mengemas cerita yang apik dan menarik sehingga pembaca terpikat dan betah membacanya. Kamu akan merasakan kepuasan tersendiri ketika menyelami alur cerita yang sarat emosi dan konflik, serta ikut merasakan setiap dilema yang dialami oleh karakter dalam novel tersebut.
Dalam menulis metropop, penulis juga tidak ragu untuk mengangkat isu-isu sosial atau sebagai bentuk kritik terhadap kehidupan perkotaan yang serba cepat ini. Mereka berani mengeksplorasi berbagai tema sensitif seperti kecemasan, tekanan hidup, serta dinamika hubungan sosial. Hal ini membuat metropop menjadi genre yang relevan dengan kehidupan kita saat ini.
Secara keseluruhan, metropop adalah genre fiksi yang cukup menantang dan seru. Ketika membaca metropop, kamu tak hanya sekadar terhibur, tetapi juga diajak untuk menelusuri kehidupan nyata dengan segala warna dan dinamikanya. Dengan karakter-karakter yang kuat dan cerita yang menarik, metropop mampu menyajikan pengalaman membaca yang tak terlupakan.
Jadi, jika kamu merasa lelah dengan kemacetan di kota besar, janganlah merasa sendirian. Kamu bisa menemukan kenyamanan dan hiburan di dunia metropop. Buka buku-buku metropop terbaik dan merapatlah ke dunia yang penuh dengan kisah cinta, kehidupan perkotaan, dan dilema-dilema menarik. Jangan lupa untuk mempersiapkan diri karena dengan metropop, kamu akan diberikan pelajaran hidup baru yang tak terduga. Selamat membaca!
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.