Salep untuk Flu Singapura, Apakah Benar Ada? Simak Disini!
Salep Untuk Flu Singapura
Flu Singapura atau yang juga dikenal sebagai hand-foot-mouth disease (HFMD) adalah penyakit menular yang kerap terjadi pada anak-anak. Meski demikian, orang dewasa juga dapat mengalaminya. Adakah salep yang ampuh untuk mengobati flu Singapura? Simak penjelasannya berikut ini.
Sejauh ini, sebagian besar kasus flu Singapura dapat sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan. Mengutip dari American Academy of Dermatology, penyakit ini bahkan dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 7-10 hari. Maka dari itu, salep yang diformulasikan khusus untuk flu Singapura tersebut belum ada. Bahkan, pada kebanyakan kasus, salep ini sebenarnya tak dibutuhkan.
Penanganan Tanpa Salep Flu Singapura
Untuk mengurangi gatal dan ruam, dokter biasanya akan menyarankan perawatan rumahan. Bila muncul gejala nyeri yang lain, dokter kulit akan memberikan pengobatan yang dapat meredakan gejala tersebut. Akan tetapi, bila Anda hendak membeli salep untuk flu Singapura, penting untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu. Untuk perawatan rumahan, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:
1. Meredakan Demam dengan Obat OTC
Untuk mengatasi gejala berupa demam, Anda dapat mengonsumsi obat demam over the counter (OTC) yang dapat dibeli di apotik tanpa resep, seperti ibuprofen atau paracetamol (asetaminofen). Walau begitu, hindari penggunaan aspirin untuk mengatasi demam pada anak dengan usia di bawah 16 tahun. Mengutip dari BMJ Journal, penggunaan aspirin pada anak bisa menyebabkan terjadinya sindrom Reye yang berbahaya. Akan tetapi, asetaminofen umumnya efektif dan aman untuk mengatasi demam pada remaja maupun anak-anak. Supaya tetap aman, Anda harus mengikuti dosis yang didasarkan pada berat badan anak.
2. Minum Cairan Dingin
Meminum minuman hangat maupun panas bisa menyakitkan ketika tengah mengalami salah satu gejala flu Singapura, misalnya sariawan. Maka dari itu, dokter umumnya akan merekomendasikan penderita flu Singapura untuk mengonsumsi cairan dengan suhu dingin supaya dapat tetap terhidrasi dengan baik.
3. Menghindari Makanan Tertentu
Selain minuman hangat maupun panas, penderita flu Singapura juga dianjurkan untuk menghindari makanan dengan rasa pedas maupun asam. Hal ini dikarenakan kedua jenis makanan tersebut bisa memperparah gejala sariawan yang sedang dialami.
Flu Singapura
Flu Singapura atau HFMD merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi yang sangat menular. Gangguan ini juga dikenal dengan nama penyakit tangan, kaki, dan mulut karena gejalanya yang khas. Anak-anak paling berisiko untuk terkena penyakit ini, terutama anak yang masih kecil atau balita. Meski jarang terjadi, tetapi penyakit ini dapat juga menjangkit pada orang dewasa.
Flu Singapura ini bisa menimbulkan tanda berupa luka atau lepuhan pada mulut dan ruam pada tangan dan kaki. Terkadang luka-luka tersebut juga muncul di siku tangan, lutut, lipat paha, dan bokong. Ketika penyakit tersebut terjadi, gejala yang timbul biasanya ringan sehingga bisa hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.
Diagnosis dan Penyebab Flu Singapura
Diagnosis pada flu Singapura bisa dilakukan dengan melihat gejalanya. Dokter pada umumnya tidak memerlukan pemeriksaan tertentu untuk dapat memastikan seseorang mengidap penyakit flu jenis ini atau tidak. Akan tetapi, untuk benar-benar memastikannya, dokter mungkin akan melakukan swab tenggorokan atau pemeriksaan darah supaya penyebab dari gangguan ini benar-benar karena flu Singapura.
Penyakit flu Singapura ini pada umumnya disebabkan oleh strain coxsackievirus dan yang paling kerap adalah jenis A16. Coxsackievirus merupakan bagian dari kelompok virus yang disebut dengan enterovirus. Virus ini bisa menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lainnya. Penyebarannya biasanya melalui cairan dari hidung atau tenggorokan saat bersin, air liur atau ludah yang terlempar ke udara saat batuk, cairan dari luka melepuh, atau permukaan benda yang sudah terkontaminasi oleh kotoran (tinja) dari pengidap.
Gejala dan Komplikasi Flu Singapura
Ketika seseorang mengidap flu Singapura, terutama anak-anak, maka akan timbul beberapa gejala. Gejala yang mungkin timbul antara lain demam tinggi, sakit tenggorokan, hilangnya nafsu makan, adanya luka seperti lepuhan pada lidah, gusi, dan bagian dalam pipi yang umumnya berwarna merah, ruam merah, bayi dan balita akan rewel dan mudah marah, serta sakit perut.
Komplikasi yang paling umum terjadi dari penyakit flu Singapura adalah dehidrasi. Hal ini terjadi ketika pengidapnya merasakan sakit saat hendak menelan sesuatu. Bila dehidrasi telah parah, cairan intravena mungkin perlu diberikan. Beberapa komplikasi lainnya yang dapat terjadi, yaitu meningitis virus dan radang otak, meski kedua komplikasi tersebut bisa dikatakan jarang terjadi.
Perawatan dan Pencegahan Flu Singapura
Seperti pada penjelasan sebelumnya, umumnya penyakit flu Singapura dapat sembuh dalam kurun waktu kurang atau satu minggu tanpa penanganan di rumah sakit. Karena disebabkan oleh virus, jadi tidak perlu mengonsumsi antibiotik untuk meredakannya. Penanganan yang dapat dilakukan di rumah adalah pemberian obat penurun demam untuk meredakan gejalanya, beristirahat secukupnya, dan menghindari makanan dan minuman yang bisa memperparah gejala sariawan.
Untuk mengurangi risiko penyebaran flu Singapura, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu mengisolasi pengidap flu Singapura hingga dinyatakan sembuh, rutin membersihkan berbagai area yang dicurigai terkontaminasi virus, selalu mencuci tangan dengan sabun, mengajarkan anak cara menjaga kebersihan dengan tidak memasukkan apapun ke mulut sebelum mencuci tangan, tidak mencium anak yang sedang mengidap penyakit ini, dan menghindari berbagi peralatan atau barang pribadi dengan pengidap flu Singapura.
Kapan Harus ke Dokter?
Flu Singapura tergolong sebagai penyakit ringan dan sekadar menimbulkan demam selama beberapa hari yang disertai dengan gejala ringan. Namun, jika anak mengalami sakit tenggorokan hingga kesulitan untuk menelan, ada baiknya untuk segera memeriksakan kondisi tersebut. Segera periksakan anak ke rumah sakit terpercaya bila tidak segera sembuh atau bahkan menjadi lebih buruk. Juga segera berobat jika anak mengalami demam tinggi.
Cara Menghilangkan Bekas Gatal Flu Singapura
Luka yang disebabkan oleh flu Singapura pada umumnya akan sembuh dengan sendirinya tanpa meninggalkan bekas. Namun, untuk beberapa orang, bekas luka yang menghitam dapat mengganggu penampilan. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan bekas luka flu Singapura pada anak dan orang dewasa secara alami:
1. Minyak Kelapa
Minyak kelapa dapat digunakan untuk menghilangkan bekas luka dan mencegah infeksi. Oleskan minyak kelapa pada bekas luka secara teratur untuk membantu mengembalikan warna kulit yang normal.
2. Lidah Buaya
Gel lidah buaya memiliki sifat antiinflamasi dan penyembuhan yang dapat membantu mengurangi bekas luka. Potong lidah buaya dan oleskan gelnya pada bekas luka setiap hari. Biarkan selama 30 menit, lalu bilas dengan air bersih.
3. Madu
Cara lain yang dapat dicoba adalah dengan menggunakan madu sebagai masker alami. Oleskan madu pada bekas luka dan biarkan selama 15-30 menit. Kemudian bilas dengan air hangat.
4. Kencur
Kencur memiliki khasiat untuk menghilangkan bekas luka. Haluskan beberapa kencur dengan air secukupnya dan oleskan pada bekas luka setiap hari. Diamkan selama 30 menit, lalu bilas dengan air bersih.
5. Minyak Zaitun
Minyak zaitun adalah minyak alami yang dapat membantu menghilangkan bekas luka. Oleskan minyak zaitun pada bekas luka secara teratur untuk membantu mempercepat penyembuhan dan menghilangkan bekas luka.
Dalam menghilangkan bekas luka flu Singapura, penting untuk konsisten dan memiliki kesabaran. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi dengan perawatan yang rutin, bekas luka akan memudar seiring berjalannya waktu.
Kesimpulan
Flu Singapura adalah penyakit menular yang umumnya terjadi pada anak-anak. Penyakit ini ditandai oleh adanya luka atau lepuhan di mulut dan ruam pada tangan dan kaki. Sebagian besar kasus flu Singapura dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang atau satu minggu. Salep khusus untuk flu Singapura belum ada, namun perawatan rumahan seperti pemberian obat penurun demam dan menjaga kebersihan dapat membantu meredakan gejala. Untuk mencegah penyebaran flu Singapura, penting untuk mengisolasi pengidap dan rutin mencuci tangan. Bekas luka flu Singapura dapat dihilangkan dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti minyak kelapa, lidah buaya, madu, kencur, dan minyak zaitun. Selain itu, penting untuk mengunjungi dokter jika gejala tidak membaik atau bahkan memburuk.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.