Review Novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart) Karya Rachael Lippincott, Mikki Daughtry, dan Tobias Iaconis


Profil Rachael Lippincott, Mikki Daughtry, Tobias Iaconis – Penulis Novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart)

Rachael Lippincott

Rachael Lippincott adalah seorang penulis novel terlaris yang berasal dari Amerika. Namanya mulai dikenal secara luas ketika buku adaptasi Five Feet Apart yang ditulisnya berhasil memenangkan sejumlah penghargaan. Buku ini pertama kali diterbitkan pada tanggal 20 November 2018 dan segera mendapatkan perhatian publik. Kisah yang ditulisnya kemudian diadaptasi menjadi film layar lebar yang disutradarai oleh Justin Baldoni.

Sebelumnya, Rachael Lippincott telah memiliki pengalaman menulis novelisasi Five Feet Apart dari skenario film yang ditulis oleh Mikki Daughtry dan Tobias Iaconis. Novel ini berhasil terjual lebih dari satu juta eksemplar dan menjadi salah satu buku terlaris versi New York Times selama 60 minggu. Keberhasilan ini juga membuatnya berhasil memenangkan Penghargaan Pilihan Goodreads Tahunan ke-11 untuk kategori Best Young Adult Fiction.

Pada tahun 2020, Rachael Lippincott menerbitkan novel All This Time bersama dengan Mikki Daughtry. Buku ini juga sukses menjadi buku terlaris versi New York Times. Kemudian, pada tanggal 1 Juni 2021, ia merilis novel solonya yang pertama, The Lucky List. Rachael Lippincott juga memiliki buku lain yang ditulis bersama dengan istrinya, Alyson Derrick, yang berjudul She Gets the Girl. Buku tersebut terinspirasi dari kisah cinta mereka sendiri dan juga berhasil menjadi buku terlaris versi New York Times.

Mikki Daughtry

Mikki Daughtry adalah seorang penulis skenario dan penulis fiksi dewasa muda asal Amerika. Ia sangat dikenal sebagai penulis yang sering berkolaborasi dengan Tobias Iaconis. Mereka berdua telah berhasil menulis skenario untuk beberapa film, termasuk The Curse of La Llorona (2019), Five Feet Apart (2019), dan Nightbooks (2021).

Mikki Daughtry lahir dan besar di Georgia. Ia menempuh pendidikan di Universitas Brenau dan lulus pada tahun 2001 dengan mengambil jurusan seni teater. Setelah lulus, ia memutuskan untuk mengejar karir di dunia penulisan. Mikki Daughtry mulai menulis bersama dengan Tobias Iaconis selama hampir satu dekade sebelum Five Feet Apart dirilis.

Buku novelisasi Five Feet Apart yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2018, yang ditulis bersama Rachael Lippincott dan Tobias Iaconis, menjadi buku terlaris versi New York Times. Setelah itu, Mikki Daughtry melanjutkan kariernya dengan menulis novel fiksi dewasa muda yang berjudul All This Time, yang dirilis pada tahun 2020.

See also  Mimpi Dikejar Buaya Pertanda Baik atau Buruk, Ya? Begini Artinya

Tobias Iaconis

Tobias Iaconis adalah seorang penulis skenario yang berasal dari Jerman-Amerika. Ia lahir di Jerman dan dibesarkan di luar kota Kaiserslautern. Ia memiliki kewarganegaraan ganda, Jerman dan Amerika, karena ibunya berasal dari Jerman dan ayahnya berasal dari Amerika. Pada usia delapan belas tahun, Tobias pindah ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan di Haverford College. Di perguruan tinggi tersebut, ia mengambil jurusan sastra Inggris dengan konsentrasi dalam penulisan kreatif.

Tobias Iaconis merupakan mitra penulis Mikki Daughtry. Mereka telah bekerja sama selama bertahun-tahun dan telah menulis beberapa skenario film yang sukses, termasuk The Curse of La Llorona (2019), Five Feet Apart (2019), dan Nightbooks (2021).

Sebelum terlibat dalam penulisan skenario film Five Feet Apart, Tobias Iaconis bersama dengan Rachael Lippincott dan Mikki Daughtry merilis novelisasi dari skenario film tersebut. Buku ini berhasil menjadi buku terlaris versi New York Times. Kemudian, Tobias Iaconis melanjutkan kariernya dengan menulis novel fiksi dewasa muda bersama dengan Rachael Lippincott yang berjudul All This Time, yang diterbitkan pada tahun 2020.

Sinopsis Novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart)


Novel Satu Setengah Meter atau dikenal juga dengan judul Five Feet Apart adalah kisah yang menggugah hati tentang dua remaja yang mengidap penyakit fibrosis kistik. Stella Grant adalah seorang remaja yang suka mengontrol segalanya, namun tidak ada yang bisa dia kendalikan dalam hal penyakit fibrosis kistik yang dideritanya. Kondisi ini membuat Stella harus mengunjungi rumah sakit secara teratur dan menjaga jarak minimal dua meter dari siapa pun yang berpotensi menularkan infeksi.

Will Newman, seorang remaja dengan penyakit fibrosis kistik yang parah, baru saja hadir di rumah sakit yang sama dengan Stella. Meskipun sama-sama mengidap penyakit yang sama, Stella dan Will dilarang untuk saling berdekatan atau menyentuh karena risiko penyebaran kuman yang bisa mengakibatkan infeksi dan bahkan kematian.

Meskipun Stella dan Will harus menjaga jarak, mereka semakin dekat secara emosional. Mereka berbagi perjuangan dan pengalaman yang sama dalam menghadapi penyakit mereka. Stella mengajarkan Will tentang pentingnya menjalani perawatan yang benar, sementara Will mengajak Stella untuk melihat hidup dengan lebih optimis dan berani mengambil risiko.

See also  Bagaimana Cara Menang Giveaway? Ini Kiat dan Seluk-Beluknya

Namun, ketika muncul kesempatan untuk Stella menjalani transplantasi paru-paru, pertemanan mereka diuji. Stella harus memutuskan apakah ia akan mengambil risiko menjalani transplantasi atau tetap bersama Will. Kisah cinta mereka menjadi semakin rumit saat Stella mengabaikan transplan yang seharusnya dilakukan dan lebih memilih untuk tetap bersama Will.

Apakah Stella akan pergi melawan aturan agar tetap bersama Will? Bagaimana kisah cinta mereka akan berakhir? Semua pertanyaan ini akan terjawab dalam novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart).

Kelebihan Novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart)


Novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart) memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya menjadi salah satu novel yang banyak diminati. Pertama-tama, novel ini menyajikan premis dan konflik yang unik. Kisah tentang dua remaja yang saling mencintai namun tidak bisa saling menyentuh atau berdekatan memberikan sentuhan segar dalam genre young adult fiction.

Selain itu, novel ini juga dikenal karena keasliannya. Kisah ini mampu menggambarkan realitas penyakit fibrosis kistik dengan akurat. Penulis dengan cermat menggambarkan perjuangan para penderita dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan kondisi kesehatan yang kompleks. Hal ini membuat pembaca dapat lebih memahami penyakit fibrosis kistik dan menghargai perjuangan yang dialami oleh para penderitanya.

Tidak hanya itu, novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart) juga mampu menguras emosi pembaca. Dari awal hingga akhir, kisah ini mampu membangkitkan berbagai macam emosi, seperti iba, sedih, senang, dan takut. Penulis dengan cerdas memadukan ketegangan emosional dengan momen-momen yang lebih ceria, sehingga membuat pembaca tetap terhubung dengan kisah ini.

Terjemahan novel ini ke dalam Bahasa Indonesia juga layak diacungi jempol. Terjemahan yang baik sangat penting untuk memberikan pengalaman membaca yang nyaman bagi pembaca. Dalam hal ini, terjemahan Satu Setengah Meter (Five Feet Apart) dinilai sangat baik karena tidak kehilangan nuansa dan makna yang terkandung dalam novel aslinya. Pembaca yang tidak mengerti bahasa Inggris juga dapat menikmati cerita ini dengan lancar.

Kekurangan Novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart)


Meskipun novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart) memiliki banyak kelebihan, tidak dapat dipungkiri bahwa novel ini juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah kurangnya perkembangan karakter dalam novel ini. Meskipun cerita ini menarik dan emosional, pembaca merasa bahwa karakter utama, Stella dan Will, tidak mengalami perkembangan yang signifikan sepanjang cerita. Perasaan dan pengalaman mereka tidak berubah secara mencolok, sehingga tidak memberikan kepuasan bagi pembaca yang mengharapkan perkembangan karakter yang lebih dalam.

See also  Review Novel Lotus In The Mud Karya Annelie

Meskipun demikian, kekurangan ini tidak sepenuhnya merusak kualitas cerita novel ini. Kisah yang menarik dan emosional ini masih mampu menarik perhatian pembaca dan membuat mereka terhubung dengan pengalaman dan perasaan yang dialami oleh Stella dan Will.

Pesan Moral Novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart)


Melalui novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart), terdapat beberapa pesan moral yang dapat diambil oleh pembaca. Pertama, kisah ini mengajarkan kita untuk lebih menghargai kondisi kesehatan kita saat ini. Kondisi kesehatan yang baik dan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain adalah sesuatu yang seringkali dianggap remeh, namun sebenarnya sangat berharga. Kisah ini mengingatkan pembaca untuk tetap bersyukur atas apa yang dimiliki dan memanfaatkannya sebaik mungkin.

Kedua, novel ini mengajarkan kita untuk menjaga dan merawat diri sendiri dengan baik. Perjuangan Stella dalam menjalani perawatan yang ketat dan mengikuti semua protokol kesehatan adalah pengingat bagi kita untuk tidak mengabaikan kesehatan kita sendiri. Seperti yang ditunjukkan dalam kisah ini, kesehatan adalah sesuatu yang berharga dan perlu dijaga dengan baik.

Terakhir, novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart) mengajarkan kita untuk tidak pernah kehilangan harapan dan optimisme dalam menghadapi tantangan hidup. Meskipun Stella dan Will menghadapi penyakit yang parah, mereka tetap berani mengambil risiko dan menjalani hidup mereka dengan penuh semangat. Kisah mereka mengingatkan kita untuk selalu melihat sisi positif dalam setiap situasi dan tidak menyerah pada keadaan.

Dalam kesimpulan, novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart) merupakan kisah yang sangat menarik dan menggugah hati. Kisah cinta yang unik dan emosional antara Stella dan Will mampu membuat pembaca terhubung dengan perjuangan mereka. Meskipun tidak sempurna, novel ini masih layak dibaca dan memberikan pesan moral yang penting.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?