(Review) Novel Dikta Dan Hukum Yang Sempat Viral Di Internet


SINOPSIS NOVEL DIKTA DAN HUKUM

Novel Dikta dan Hukum mengisahkan tentang dua tokoh utama, yaitu Dikta dan Nadhira, yang kemudian terjebak dalam sebuah perjodohan yang diatur oleh orang tua mereka. Dikta adalah seorang mahasiswa hukum tingkat akhir yang pintar dan idaman banyak wanita. Ia memiliki sifat yang disiplin dan serius dalam menjalani kehidupan. Sedangkan Nadhira adalah seorang siswi SMA kelas 12 yang memiliki sifat malas dan suka mengeluh.

Meskipun memiliki perbedaan yang cukup mencolok, Dikta dan Nadhira akhirnya bisa saling melengkapi satu sama lain. Dikta sering membantu Nadhira dalam menyelesaikan tugas sekolahnya, bahkan terkadang ia menjadi guru bimbel bagi Nadhira. Meskipun awalnya mereka hanya menjalin hubungan sebagai teman dan adik kakak, perasaan spesial akhirnya tumbuh di antara keduanya.

Namun, hubungan mereka tidaklah mudah. Nadhira memiliki pacar, sementara Dikta hanya menganggapnya sebagai adik dan teman masa kecil. Mereka terjebak dalam perjodohan yang diatur oleh orang tua mereka, meskipun keduanya tidak memiliki perasaan spesial satu sama lain sebagai pasangan. Mereka hanya menjalani hubungan tersebut demi menjaga perasaan orang tua mereka.

Meskipun demikian, Dikta tetap memperhatikan Nadhira dengan baik. Meskipun memiliki sifat yang dingin, Dikta selalu menaruh perhatian terhadap Nadhira. Suatu hari, Nadhira mulai menyadari bahwa ia jatuh cinta pada Dikta. Perasaan itu tumbuh karena Dikta yang selalu mendukungnya dan membantu dalam menjalani kehidupan sehari-harinya.

Kisah cinta antara Dikta dan Nadhira pun dimulai. Mereka saling melengkapi satu sama lain dan menjalani hubungan yang rumit. Namun, rahasia-rahasia besar yang Dikta sembunyikan mulai terungkap, dan hubungan mereka tidak direstui oleh takdir. Dikta mulai menceritakan tentang hidupnya yang tak lama lagi. Ia membuat daftar harapan yang ingin dijalani bersama Nadhira sebelum ia pergi jauh.

See also  15 Ciri-Ciri Wanita Ketika Jatuh Cinta yang Harus Pria Ketahui

Novel ini memiliki daya tarik utama pada isi UUDN (Undang-Undang Dikta Nadhira), yang berisi tentang dasar hukum perjodohan antara Nadhira dan Dikta, bagaimana mereka berusaha untuk menghindari jatuh cinta satu sama lain, dan bagaimana akhir cerita mereka ditentukan oleh kekuatan takdir. UUDN ini menjadi penghubung seluruh alur cerita dalam novel ini.

Novel Dikta dan Hukum memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan. Kelebihannya adalah cerita ini tidak hanya berkisah tentang percintaan, tetapi juga mengangkat tema persahabatan dan keluarga. Konflik dalam tema tersebut juga cukup kuat dan mampu menguras emosi pembaca. Pembaca akan dituntun untuk merasakan beragam emosi selama membaca novel ini.

Selain itu, karakter Dikta yang digambarkan sebagai sosok yang sempurna memiliki daya tarik tersendiri bagi pembaca. Ia adalah seorang laki-laki yang cerdas, berhati baik, dan memiliki kekayaan serta penampilan yang menawan. Namun, ia juga memiliki sisi rapuh dan terpuruk yang berhasil ditunjukkan dalam cerita ini. Hal ini mengajarkan kepada pembaca bahwa seorang laki-laki tidak harus selalu terlihat kuat dan tegar, melainkan diperbolehkan untuk menunjukkan kelemahan dan rasa sakit yang ia rasakan.

Karakter Nadhira juga menjadi warna yang berbeda dalam cerita ini. Meskipun awalnya terlihat sebagai sosok yang malas dan sering mengeluh, Nadhira berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan kuat berkat pengaruh Dikta. Perpaduan karakteristik keduanya mampu menghasilkan cerita yang kompleks dan memikat.

Novel ini juga sukses dalam menghadirkan tokoh-tokoh pendukung yang berperan penting dalam cerita. Salah satunya adalah tokoh bernama Sena, seorang anak kecil yang memiliki peran yang kuat dalam cerita ini. Meskipun hanya menjadi pemeran pendukung, Sena mampu memberikan kesan yang kuat dalam cerita.

See also  Rekomendasi Novel Terbaru yang Bikin Harimu Makin Seru!

Kelemahan novel ini terletak pada beberapa penokohan yang tidak menjadi fokus utama. Misalnya, tokoh bernama Jeno yang memiliki karakter yang hampir sempurna, namun tidak dikembangkan dengan baik dalam cerita ini. Penggambaran karakter tersebut terasa setengah-setengah dan tidak sesuai dengan porsi yang pas.

Selain itu, ada beberapa adegan yang terlalu berlebihan dan melawan logika yang sudah dibangun dalam cerita. Contohnya adalah adegan Dikta meminta maaf di depan pintu kamar Nadhira, yang terasa berlebihan dan tidak sesuai dengan karakter Dikta yang seharusnya memiliki cara yang lebih baik untuk meminta maaf.

Namun, secara keseluruhan, novel Dikta dan Hukum tetap berhasil memberikan kesenangan dan kesan mendalam bagi pembacanya. Cerita ini mengajarkan pembaca untuk tidak mudah menyerah dan menghadapi hidup dengan semangat. Melalui kisah cinta antara Dikta dan Nadhira, pembaca juga diajak untuk merenungkan tentang arti persahabatan, keluarga, dan menghargai setiap momen yang ada dalam kehidupan.

Dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, novel ini telah berhasil menjadi viral di internet dan mendapatkan apresiasi dari pembaca. Novel Dikta dan Hukum karya Dhian Farah dapat dijadikan rekomendasi bagi para pecinta cerita romantis yang ingin menikmati kisah yang unik dan menarik. Jika Anda tertarik untuk membacanya, buku ini sudah tersedia di berbagai toko buku aikerja.com. Selamat membaca!


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply