Review Novel And The There Were None (Lalu Semuanya Lenyap) Karya Agatha Christie



And Then There Were None merupakan novel misteri karya penulis asal Inggris, Agatha Christie. Buku ini dianggap sebagai salah satu karya terbaik dan paling sulit yang pernah ditulis oleh Agatha Christie. Novel ini pertama kali diterbitkan di Inggris oleh Collins Crime Club pada 6 November 1939, dengan judul awal “Ten Little Niggers”. Edisi Amerika Serikat dari novel ini dirilis pada Januari 1940 dengan judul “And Then There Were None”, yang diambil dari lima kata terakhir lagu tersebut.

Kisah dalam novel ini berpusat di sebuah pulau terpencil di lepas pantai Devon. Sepuluh orang yang tidak saling kenal dipanggil ke pulau ini atas undangan misterius. Ketika mereka tiba di pulau, mereka menyadari bahwa tuan rumah yang mengundang mereka belum tiba. Mereka disambut oleh pasangan pelayan, Thomas dan Ethel Rogers, yang menjelaskan bahwa tuan rumah mereka, Ulick Norman Owen dan Una Nancy Owen, belum tiba namun mereka telah meninggalkan instruksi.

Para tamu kemudian menemukan bahwa ada sepuluh patung kecil di ruang makan yang mewakili setiap tamu. Selain itu, ada juga sepuluh sajak yang terpampang di dinding yang menjelaskan tentang nasib buruk sepuluh orang ini. Saat malam tiba, mereka mendengarkan rekaman suara yang membawa tuduhan bahwa masing-masing tamu memiliki dosa tersembunyi dan bahwa mereka semua harus menerima hukuman atas dosa-dosa mereka.

Kejadian aneh pun mulai terjadi. Salah satu tamu, Anthony Marston, tiba-tiba meninggal saat makan malam setelah meminum minuman yang ternyata telah diracun. Kemudian, nyonya pelayan Rogers ditemukan meninggal di tempat tidurnya. Saat situasi semakin mencekam, para tamu menyadari bahwa mereka terjebak di pulau ini tanpa ada jalur keluar. Mereka mulai mencurigai satu sama lain, karena tidak mungkin ada orang asing di pulau ini.

See also  5 Keseruan Konser Ed Sheeran di Jakarta

Kemudian, satu per satu tamu lainnya mati dengan cara yang sesuai dengan baris sajak yang terpampang di ruang makan. Keadaan semakin tegang saat mereka menyadari bahwa pembunuh berada di antara mereka dan mereka tidak tahu siapa itu. Selama keadaan semakin memanas, karakteristik masing-masing tokoh mulai terungkap dan rahasia mereka terbongkar.

Satu persatu dari mereka mati dalam keadaan misterius dan mengerikan, membuat ketegangan semakin menggila. Para tamu menyadari bahwa mereka sedang berada pada permainan pembunuhan yang penuh dengan rahasia. Tidak ada yang bisa dipercaya, dan mereka tidak tahu siapa yang akan menjadi korban berikutnya.

Tentu saja, saya tidak akan memberikan spoiler tentang akhir cerita ini. Tapi yang pasti, Agatha Christie berhasil menciptakan sebuah cerita misteri yang sangat menegangkan dan sulit ditebak. Pembaca akan terus merasa penasaran tentang siapa dalang di balik pembunuhan ini.

Novel ini memiliki banyak kelebihan. Yang pertama adalah plot yang sangat menarik dan terstruktur dengan baik. Agatha Christie mengatur setiap detail dengan cermat sehingga tidak ada yang sia-sia atau terlewatkan. Setiap karakter memiliki latar belakang dan motivasi yang unik, dan pembaca dapat melacak perkembangan karakter tersebut sepanjang cerita.

Selain itu, gaya penulisan Agatha Christie juga sangat khas dan mengalir dengan lancar. Deskripsi tempat dan suasana membuat pembaca merasa seolah-olah berada di pulau terpencil tersebut. Bahasa yang digunakan Agatha Christie juga sederhana namun efektif dalam menggambarkan keadaan dan emosi para tokoh.

Selain itu, novel ini juga mengandung pesan moral yang dapat diambil oleh pembaca. Novel ini mengajarkan tentang pentingnya bertanggung jawab atas perbuatan kita dan akibat dari tindakan yang buruk. Setiap karakter dalam cerita ini harus menghadapi konsekuensi dari dosa-dosa mereka, yang menunjukkan bahwa tidak ada yang bisa lolos dari perbuatannya.

See also  10 Pemain Goblin dan 7 Alasan Untuk Menonton K-Drama Ini!

Novel ini juga mengajarkan tentang kewaspadaan terhadap orang lain dan ketidakmampuan kita untuk sepenuhnya mengenal seseorang secara mendalam. Kejadian di pulau ini menjadi pembuktian bahwa orang yang tampaknya baik-baik saja bisa memiliki rahasia yang sangat gelap dan mengerikan.

Namun, novel ini juga memiliki kekurangan. Yang utama adalah kurangnya personalisasi yang kuat pada karakter-karakternya. Meskipun setiap karakter memiliki latar belakang dan motivasi yang unik, mereka tidak memiliki perasaan yang mendalam atau kompleksitas emosi yang lebih dalam. Ini membuat karakter-karakter dalam novel ini terasa agak dangkal dan sulit untuk benar-benar terhubung dengan mereka secara emosional.

Selain itu, beberapa plot twist dalam cerita ini terasa sedikit dipaksakan dan tidak sepenuhnya meyakinkan. Ada beberapa kejadian di novel ini yang terasa sedikit terlalu kebetulan atau sebagai alasan untuk menggerakkan plot maju. Ini mengurangi keaslian cerita dan membuatnya terasa kurang alami.

Namun demikian, kekurangan-kekurangan tersebut tidak merusak keseluruhan pengalaman membaca novel ini. Agatha Christie tetap mampu menciptakan kisah yang sangat menarik dan menghibur. Mysteri yang dimiliki novel ini juga berhasil membuat pembaca terus ingin tahu tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.

Secara keseluruhan, And Then There Were None merupakan novel misteri yang sangat direkomendasikan bagi pecinta genre ini. Agatha Christie berhasil menciptakan cerita yang menegangkan dan sulit ditebak, dengan karakter dan alur cerita yang terstruktur dengan baik. Novel ini mengajarkan tentang akibat dari perbuatan buruk dan pentingnya bertanggung jawab atas tindakan kita. Meskipun memiliki beberapa kekurangan, novel ini tetap menjadi salah satu karya terbaik Agatha Christie dan sejauh ini merupakan novel misteri terlaris sepanjang masa.

See also  Kerangka Proposal: Manfaat, Urutan, dan Cara Membuatnya

Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?