Review Nanti Juga Sembuh Sendiri Karya Helo Bagas
Profil Penulis
Helo Bagas atau Bagas Ali Prasetyo, adalah seorang penulis dan pembuat konten yang terkenal di Indonesia. Ia adalah seorang mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Sebelas Maret. Nama Helo Bagas tidak asing bagi remaja karena ia memiliki podcast populer seperti “Cerita Sebelum Tidur” di YouTube dan “Kita dan Waktu” di Spotify. Selain itu, Bagas juga aktif di media sosial seperti Instagram dan Tiktok. Dengan lebih dari 1,27 juta subscriber di YouTube dan 728 ribu pengikut di Instagram, Bagas telah membangun basis penggemar yang besar. Meskipun masih sebagai seorang mahasiswa, Bagas berhasil menerbitkan beberapa buku yang mendapat sambutan positif.
Karya Pertama Bagas adalah tulisan yang dia unggah di platform Wattpad ketika dia masih duduk di kelas 2 SMA. Namun, saat itu dia mendapat respon negatif dari beberapa teman sekelasnya. Meski demikian, Bagas tidak patah semangat dan terus berusaha untuk meraih mimpinya menjadi penulis terkenal dengan buku best seller yang dipajang di toko buku. Bagas kemudian memulai lagi kariernya sebagai Helo Bagas pada tahun 2017 melalui akun Instagram-nya. Seiring berjalannya waktu, jumlah pengikut Instagram Helo Bagas terus meningkat. Hingga kini, Bagas telah menerbitkan beberapa buku, termasuk “Night Talk Before go to Sleep”, “Kita dan Waktu”, “Arial dan Adara”, “Cerita Kapal Kertas”, dan yang terbaru adalah “Nanti Juga Sembuh Sendiri”.
Review Buku “Nanti Juga Sembuh Sendiri”
Buku “Nanti Juga Sembuh Sendiri” ditulis oleh Helo Bagas dan merupakan salah satu buku bertemakan self healing yang populer di Indonesia. Buku ini memberikan panduan dan inspirasi bagi pembaca yang ingin menyembuhkan diri sendiri dari perasaan dan pikiran negatif yang mereka alami. Salah satu hal yang menarik dari buku ini adalah bahasa yang sederhana dan mudah dipahami serta kemampuannya dalam menyentuh perasaan pembaca.
Buku “Nanti Juga Sembuh Sendiri” sangat cocok bagi pembaca yang sedang mengalami masa sulit dalam hidup mereka. Buku ini memberikan pengertian bahwa sedih dan tidak baik-baik saja adalah bagian normal dari kehidupan manusia. Melalui kutipan-kutipan dan kalimat-kalimat dalam buku ini, pembaca dapat merasakan empati dan merasa bahwa mereka tidak sendirian dalam perjuangan mereka.
Namun, ada juga beberapa catatan mengenai buku ini. Salah satunya adalah terlalu banyaknya kutipan yang bermakna kesedihan. Meskipun tujuan buku ini adalah memberikan dukungan bagi pembaca yang sedang menghadapi kesulitan, terlalu banyak kata-kata yang menggambarkan kesedihan bisa memberikan dampak sebaliknya. Selain itu, ada juga beberapa kutipan yang seolah-olah menanyakan tentang keadaan pembaca tanpa memberikan solusi yang jelas.
Secara keseluruhan, buku “Nanti Juga Sembuh Sendiri” adalah sebuah buku self healing yang sederhana namun menginspirasi. Buku ini dapat menjadi teman bagi pembaca yang sedang mencari dukungan dan ingin menyembuhkan luka emosional mereka. Meskipun ada beberapa kelemahan dalam buku ini, namun hal tersebut tidak mengurangi nilai dan manfaat yang dapat diperoleh dari membacanya.
Buku Self Healing Lainnya
Selain “Nanti Juga Sembuh Sendiri”, ada beberapa buku bertemakan self healing lainnya yang juga populer di Indonesia. Berikut adalah tiga di antaranya:
1. Buku “Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah” karya Geulbaewoo.
Buku ini ditulis untuk menginspirasi mereka yang merasa lelah dan kehilangan minat dalam hidup. Geulbaewoo berbagi beberapa pengalaman pribadi dan memberikan pesan refleksi kepada pembaca. Buku ini mengajarkan pembaca untuk merangkul perasaan lelah dan memberi izin pada diri sendiri untuk beristirahat. Buku ini juga memberikan wawasan tentang pentingnya menjalani hidup dengan jalan yang kita inginkan.
2. Buku “Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah” karya Alfialghazi.
Buku ini merupakan buku self healing dengan latar belakang agama Islam. Alfialghazi menulis buku ini sebagai pengingat bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita dalam kesulitan. Buku ini berisi pesan-pesan motivasi dan self healing yang berlandaskan pada nilai-nilai agama. Dalam buku ini, Alfialghazi bertujuan untuk mengajak pembaca berdamai dengan keadaan dan menguatkan iman mereka.
3. Buku “Kamu Gak Sendiri” karya Yahid Muhammad.
Buku ini adalah buku self healing pertama yang ditulis oleh Yahid Muhammad atau dikenal dengan Bang Iid. Buku ini mengangkat pengalaman hidup penulis dan mengajak pembaca untuk berdamai dengan keadaan mereka sendiri. Yahid Muhammad ingin menyampaikan pesan bahwa kita tidak sendirian dalam kesulitan kita. Buku ini memberikan dukungan dan pengertian kepada pembaca yang sedang mengalami kesulitan dalam hidup.
Kesimpulan
Buku self healing, termasuk “Nanti Juga Sembuh Sendiri” karya Helo Bagas, adalah sumber penghiburan dan inspirasi bagi pembaca yang sedang mengalami masa sulit dalam hidup mereka. Buku ini memberikan panduan dan pemahaman tentang pentingnya menyembuhkan diri sendiri dari perasaan dan pikiran negatif. Meskipun ada beberapa kelemahan dalam buku ini, buku ini tetap memberikan manfaat yang besar bagi mereka yang membutuhkannya.
Selain itu, ada juga buku self healing lainnya seperti “Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah” karya Geulbaewoo, “Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah” karya Alfialghazi, dan “Kamu Gak Sendiri” karya Yahid Muhammad. Buku-buku ini juga memberikan inspirasi dan motivasi bagi pembaca dalam menghadapi kesulitan hidup.
Dalam rangka mendukung kegiatan membaca dan peningkatan wawasan, aikerja.com menyediakan berbagai jenis buku berkualitas dan original. Di aikerja.com, Teman Gramed dapat menemukan semua buku yang direkomendasikan dalam tulisan ini dan berbelanja dengan mudah. Mari jaga semangat dan terus memperkaya diri dengan membaca!
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.