Review Buku Cinta Laki-Laki Biasa: Kekuatan Cinta Nania dan Rafli
Review Buku Cinta Laki – Laki Biasa
Buku “Cinta Laki-Laki Biasa” karya Asma Nadia adalah sebuah karya sastra yang mengangkat tema cinta dan hubungan antara lelaki dan perempuan. Buku ini memiliki cerita yang menarik dan mampu menyentuh hati pembacanya.
Cerita dalam buku ini mengisahkan tentang cinta tulus antara sepasang kekasih, Nadia dan Rafli. Cinta mereka mendapat penolakan dari kedua orang tua Nania, karena Rafli dianggap kurang cocok menikahi Nania.
Kisah ini bermula ketika Nania magang di sebuah proyek perumahan sederhana untuk masyarakat kurang mampu. Nania berasal dari keluarga yang berada dan berpendidikan tinggi. Ia merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Seluruh saudaranya perempuan dan telah menikah dengan lelaki mapan. Sedangkan, Nania adalah seorang mahasiswi arsitektur yang sedang menyelesaikan tugas magang.
Di tempat magang tersebut, Nania bertemu dengan Rafli yang menjadi mentornya. Rafli adalah seorang laki-laki sederhana yang bekerja sebagai tukang bangunan di proyek tersebut. Nania tidak hanya mendapatkan bimbingan mengenai ilmu membangun rumah, tetapi juga tuntunan untuk menjalani hidup yang lebih penuh arti. Rafli mengajarkan kepada Nania bahwa kebahagiaan tidak dibangun dengan kemewahan, tetapi dengan kesederhanaan dan ketulusan.
Setelah dua tahun berpisah, Rafli mencari Nania dan mengajaknya untuk taaruf. Nania menerima ajakan tersebut dan memutuskan untuk menikah dengan Rafli. Namun, keluarga Nania menolak Rafli karena status sosialnya yang rendah. Ayah Nania menolak putri bungsunya menikah dengan laki-laki yang dianggap kurang cocok untuknya.
Tetapi Nania tidak peduli dengan penolakan keluarganya. Baginya, yang terpenting adalah kesederhanaan dan ketulusan hati yang dimiliki Rafli. Di mata Nania, Rafli adalah orang yang memiliki sikap yang sangat luar biasa, lebih dari yang ia harapkan. Rafli selalu ada di sisi Nania dan menjaga dan memberikan perhatian yang luar biasa padanya. Hal tersebutlah yang menjadikan keluarga Nania yakin kepada Rafli untuk menjadi pendamping hidup Nania.
Buku “Cinta Laki-Laki Biasa” sebenarnya berisi kumpulan cerpen yang ditulis oleh Asma Nadia. Cerpen-cerpen dalam buku ini mengisahkan tentang cinta dengan ide cerita dan gaya bahasa yang berbeda. Cerpen-cerpen ini sangat cocok untuk dibaca oleh golongan remaja akhir hingga dewasa.
Salah satu pesan yang dapat diambil dari buku ini adalah bahwa dalam memilih pasangan hidup, yang pertama dan utama yang harus dilihat adalah akhlak dan perilakunya, bukan kekayaan atau status sosialnya. Nania telah membuktikan bahwa jatuh cinta dan menikah dengan lelaki sederhana seperti Rafli tidak membuat hidupnya tidak bahagia. Sebaliknya, Rafli adalah orang yang memberikan kasih sayang dan kenyamanan dalam hidup Nania.
Buku ini juga mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan dan kewarasan dalam sebuah hubungan. Rafli tidak pernah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan selalu mendukung dan melindungi Nania. Hal ini mengingatkan kita bahwa dalam hubungan yang sehat, tidak ada tempat untuk kekerasan atau perlakuan yang tidak baik.
Beberapa judul cerpen dalam buku ini antara lain Cinta Laki-Laki Biasa, Batu Cinta, Telur Dadar, Kamu dan Surgaku, dan masih banyak lagi. Cerita dalam buku ini juga telah diadaptasi menjadi film dengan pemain-pemain ternama. Sebagai contoh, tokoh Nania dalam cerita “Cinta Laki-Laki Biasa” diperankan oleh Velove Vexia, Rafli oleh Deva Mahendra, dan Tyo oleh Nino Fernandez.
Melalui cerita-ceritanya, Asma Nadia berhasil menghadirkan kisah cinta yang mengharukan dan menyentuh hati. Ia mampu menggambarkan perasaan dan emosi tokoh-tokohnya dengan sangat baik. Gaya bahasa yang digunakan juga mudah dipahami namun tetap formal dan baku.
Biodata Asma Nadia
Asma Nadia Rosalba atau yang akrab disapa Asma Nadia adalah seorang penulis novel dan cerpen terkenal. Ia juga merupakan pendiri Forum Lingkar Pena dan manajer dari Asma Nadia Publishing House. Asma Nadia lahir pada 26 Maret 1972 dan merupakan lulusan SMA Negeri 1 Budi Utomo, Jakarta.
Setelah lulus SMA, Asma Nadia melanjutkan kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor. Namun, ia tidak menyelesaikan studinya karena harus beristirahat setelah menderita suatu penyakit. Selama beristirahat, Asma Nadia mulai menggeluti dunia menulis.
Walaupun sakit, Asma Nadia tetap semangat menulis. Tulisan-tulisannya dikirim ke majalah Islam, dan salah satu cerpen yang ia tulis, berjudul “Imut dan Koran Gondrong”, berhasil menjadi juara pertama Lomba Menulis Cerita Pendek Islami tingkat nasional yang diadakan oleh majalah Aninda pada tahun 1994 dan 1995.
Tidak hanya menulis cerita fiksi, Asma Nadia juga aktif menulis lagu. Ia pernah mengikuti Sastrawan Nusantara XI di Brunei Darusalam dan bengkel kerja kepenulisan novel yang diadakan oleh Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera). Dari kegiatan tersebut, Asma Nadia melahirkan novel berjudul “Derai Sunyi”.
Karya-karya Asma Nadia telah mendapatkan berbagai penghargaan dan popularitas baik di dalam maupun luar negeri. Kesibukannya saat ini adalah sebagai seorang penulis dan pembicara publik yang kerap memberikan materi dalam berbagai lokakarya mengenai penulisan dan feminisme. Asma Nadia juga sering diundang dalam seminar dan wawancara kepenulisan di berbagai negara.
Pada tahun 2009, dalam perjalanannya keliling Eropa setelah mendapatkan undangan sebagai writers in residence di Le Chateau de Lavigny, Asma Nadia juga diundang dalam seminar dan wawancara kepenulisan di PTRI Jenewa, Masjid Al Falah Berlin, KBRI Roma, Manchester, dan Newcastle.
Selain menulis, Asma Nadia juga aktif dalam pengembangan penerbitan. Pada tahun 2009, ia mulai merintis penerbitan dengan nama Asma Nadia Publishing House. Beberapa judul bukunya juga diadaptasi menjadi film, seperti Emak Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela, dan Assalamualaikum Beijing.
Berikut ini adalah beberapa karya dari Asma Nadia:
Buku Asma Nadia
1. Assalamualaikum, Beijing!
2. Surga yang Tak Dirindukan
3. Salon Kepribadian
4. Derai Sunyi
5. Preh (A Waiting)
6. Cinta Tak Pernah Menari
7. Rembulan di Mata Ibu
8. Dialog Dua Layar
9. 101 Dating: Jo dan Kas
10. Jangan Jadi Muslimah Nyebelin!
11. Emak Ingin Naik Haji: Cinta Hingga Tanah Suci
12. Jilbab Traveler
13. Muhasabah Cinta Seorang Istri
14. Catatan Hati Bunda
15. Jendela Rara
16. Catatan Hati Seorang Istri
17. Aisyah Putri
18. The Jilbab Traveler
19. La Tahzan for Hijabers
20. Ketika Penulis Jatuh Cinta
21. Kisah Kasih dari Negeri Pengantin
22. Jilbab Pertamaku
23. Miss Right Where R U? Suka Duka dan Tips Jadi Jomblo Beriman
24. Jatuh Bangun Cintaku
25. Gara-gara Jilbabku
26. Galz Please Don’t Cry
27. The Real Dezperate Housewives
28. Ketika Aa Menikah Lagi
29. Karenamu Aku Cemburu
30. Catatan Hati di Setiap Sujudku
31. Badman: Bidin
32. Suparman Pulang Kampung
33. Pura-Pura Ninja
34. Catatan Hati di Setiap Sujudku
35. Mengejar-ngejar Mimpi
36. Dikejar-kejar Mimpi
37. Gara-gara Indonesia
38. Diary Doa Aisyah Putri
39. Dia Siapa
Karya yang Ditulis Bersama Penulis Lain
1. The Jilbab Traveler
2. Jangan Bercerai Bunda
3. Catatan Hati Ibunda
4. La Tahzan for Hijabers
5. Ketika Penulis Jatuh Cinta
6. Kisah Kasih dari Negeri Pengantin
7. Jilbab Pertamaku
8. Miss Right Where R U? Suka Duka dan Tips Jadi Jomblo Beriman
9. Jatuh Bangun Cintaku
10. Gara-gara Jilbabku
11. Galz Please Don’t Cry
12. The Real Dezperate Housewives
13. Ketika Aa Menikah Lagi
14. Karenamu Aku Cemburu
15. Catatan Hati di Setiap Sujudku
16. Badman: Bidin
17. Suparman Pulang Kampung
18. Pura-Pura Ninja
19. Catatan Hati di Setiap Sujudku
20. Mengejar-ngejar Mimpi
21. Dikejar-kejar Mimpi
22. Gara-gara Indonesia
23. Diary Doa Aisyah Putri
24. Dia Siapa
Rekomendasi Buku Asma Nadia
Berikut ini adalah lima rekomendasi buku karya Asma Nadia yang wajib dibaca:
1. Bidadari Berbisik
![]()
Novel ini mengisahkan tentang Bidadari Ayuni dan Bidadari Ayuning, saudara kembar asal Tegal. Ayuni pergi ke Jakarta untuk menjadi pekerja rumah tangga di rumah seorang nyonya kaya. Ayuni berharap dapat menabung gajinya untuk memberangkatkan haji ibunya. Namun, Ayuni menghilang tanpa memberi kabar kepada keluarganya. Kemudian Ayuning, saudara kembar Ayuni, nekat mencari Ayuni ke ibu kota. Novel ini menceritakan perjalanan dan pengalaman kedua saudara kembar tersebut secara bergantian.
2. Rumah Tanpa Jendela
![]()
Novel ini bercerita tentang seorang gadis kecil bernama Rara yang bermimpi tinggal di rumah dengan jendela. Rara tinggal di sebuah rumah kecil dari papan triplek bekas di kawasan pemukiman kumuh bersama nenek dan ayahnya. Ayah Rara mengetahui keinginan Rara dan berusaha mencarikan jendela bekas untuk memenuhi mimpi Rara. Kisah Rara yang bekerja sebagai pengamen dan ojek payung juga turut menjadikan novel ini sangat menarik.
3. Assalamualaikum, Beijing!

Novel ini menceritakan sebuah perjalanan di Beijing yang dialami oleh seseorang bernama Asma. Di sana, ia bertemu dengan Zhongwen yang terkesan dengan kisah cinta sejati yang disebut Ahei dan Ashima. Melalui pertemanan mereka, Zhongwen sering mendapatkan pencerahan tentang Islam. Zhongwen pun menjadi mualaf, namun menghadapi konflik dengan keluarganya. Sementara itu, Asma menghadapi penyakit yang hampir merenggut nyawanya. Novel ini mengisahkan perjalanan hidup Asma dan Zhongwen yang saling mempengaruhi dan bertemu dengan jalan cerita yang menarik.
4. Surga yang Tak Dirindukan

Novel ini mengisahkan tentang seorang perempuan yang harus menghadapi kehidupan rumah tangga yang sulit dan mengorbankan dirinya sendiri. Ia melakukan segalanya untuk kebahagiaan keluarganya, tetapi merasa bahwa ia tidak pernah benar-benar diinginkan atau dirindukan oleh suaminya. Kisah ini menggambarkan perjuangan seorang perempuan dalam mencari kebahagiaan dan cinta yang sejati dalam hidupnya.
5. OTW Nikah

Buku ini mengisahkan tentang perjalanan seorang single dalam mencari jodohnya. Buku ini memberikan insight kepada pembaca mengenai proses persiapan menuju pernikahan secara baik dan santun. Buku ini juga memberikan pemahaman tentang pentingnya mempersiapkan diri secara fisik dan mental sebelum memasuki fase pernikahan. Buku ini sangat cocok bagi mereka yang ingin menikah atau yang sedang mempersiapkan pernikahan mereka.
Itulah lima rekomendasi buku karya Asma Nadia yang wajib dibaca. Buku-buku tersebut menghadirkan cerita-cerita yang menarik dan sarat dengan nilai-nilai kehidupan. Dalam setiap karyanya, Asma Nadia mampu menggambarkan kehidupan dengan jelas dan menghadirkan pesan-pesan yang mendalam.
Buku-buku Asma Nadia mencerminkan penulis yang berbakat dan memiliki kemampuan menulis yang luar biasa. Melalui karya-karyanya, Asma Nadia telah memberikan kontribusi yang besar dalam dunia sastra Indonesia. Diharapkan buku-buku karya Asma Nadia dapat terus menginspirasi dan menyentuh hati masyarakat luas.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.