Perbedaan TBM, SP, dan Ovalet Serta Cara Penggunaannya
Pengertian Cake Emulsifier
Cake emulsifier adalah zat tambahan yang digunakan dalam pembuatan kue untuk menyatukan cairan dan lemak sehingga adonan kue menjadi lebih mengembang dan memiliki tekstur yang halus. Pada awalnya, cake emulsifier tidak digunakan dalam resep kue di Indonesia. Namun, pada masa penjajahan Belanda, kebiasaan memakai cake emulsifier mulai dikenal dan diadopsi dalam pembuatan kue di Indonesia.
Pada umumnya, cake emulsifier ditambahkan dalam takaran tertentu sesuai dengan resep kue yang digunakan. Misalnya, untuk pembuatan kue dengan menggunakan 5 butir telur, biasanya ditambahkan sekitar 1 sendok teh cake emulsifier. Jika jumlah telur dalam resep kue ditambah, maka takaran cake emulsifier juga perlu ditambah sesuai dengan proporsi yang tepat.
Fungsi dan Cara Kerja Emulsifier
Emulsifier memiliki beberapa fungsi penting dalam pembuatan kue. Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari emulsifier:
1. Menyatukan Cairan dan Lemak
Salah satu fungsi utama dari emulsifier adalah menyatukan cairan dan lemak dalam adonan kue. Cairan dalam adonan kue bisa berupa air, telur, dan susu, sedangkan lemak bisa berasal dari mentega atau margarin. Kedua komponen ini memiliki sifat yang berbeda, namun emulsifier memiliki kemampuan untuk mengikat dan menyatukan keduanya dalam adonan kue.
Dalam proses pembuatan kue, semua bahan harus tercampur secara merata agar adonan menjadi homogen. Emulsifier berperan dalam menyatukan cairan dan lemak sehingga adonan tidak pecah dan tercampur dengan baik.
2. Melembutkan Tekstur Kue
Selain menyatukan cairan dan lemak, emulsifier juga berperan dalam mempengaruhi tekstur kue. Dengan adanya emulsifier, adonan kue akan menjadi lebih homogen dan menghasilkan kue yang memiliki tekstur yang lembut dan berpori halus. Kemampuan emulsifier dalam menyatukan cairan dan lemak membuat adonan kue lebih stabil dan tidak menggumpal sehingga kue menjadi lebih mengembang dengan baik.
Proses pengocokan telur dalam pembuatan kue juga berperan penting dalam menjaga kelembutan dan kehalusan tekstur kue. Ketika telur dikocok dengan emulsifier, udara akan masuk ke dalam adonan dan menghasilkan adonan yang lebih bervolume. Proses ini disebut dengan proses aerasi dan merupakan salah satu faktor penting dalam pembuatan kue yang lembut dan mengembang.
3. Memperpanjang Umur Cake
Selain menyatukan cairan dan lemak serta melembutkan tekstur kue, emulsifier juga dapat membantu memperpanjang umur cake. Adanya emulsifier dalam adonan kue membuat adonan menjadi lebih tahan lama dan tidak mudah rusak. Adonan yang diberikan emulsifier menjadi lebih stabil dan merata sehingga kue dapat bertahan lebih lama tanpa mengalami perubahan kualitas yang signifikan.
Jenis Cake Emulsifier
Ada beberapa jenis cake emulsifier yang umum digunakan dalam pembuatan kue. Berikut adalah beberapa jenis cake emulsifier yang sering digunakan:
1. TBM
TBM merupakan jenis cake emulsifier yang paling kompleks dibandingkan dengan SP dan Ovalet. TBM biasanya digunakan pada saat pengocokan mentega dan gula yang telah mengembang. Fungsi dari TBM adalah untuk mencegah adonan pecah saat penambahan tepung terigu. Kue-kue yang biasanya menggunakan TBM sebagai emulsifier adalah kue yang menggunakan bahan dasar coklat bubuk, kacang-kacangan, atau buah-buahan yang dihaluskan. TBM memiliki kandungan yang kompleks sehingga cocok digunakan dalam bahan-bahan yang lebih berat.
2. Ovalet
Ovalet adalah jenis cake emulsifier yang memiliki warna yang sedikit lebih terang daripada TBM. Ovalet terbuat dari asam lemak hewan dan tumbuhan. Salah satu tujuan penggunaan ovalet dalam pembuatan kue adalah untuk menstabilkan adonan kue saat dipanggang sehingga kue tidak turun atau bantat. Selain itu, ovalet juga memberikan tekstur yang basah dan lembab pada kue. Jenis kue yang biasanya menggunakan ovalet adalah kue basah, seperti lapis.
3. SP
SP adalah jenis cake emulsifier yang memiliki warna yang paling terang atau kuning pucat. SP terbuat dari asam lemak hewani dan biasanya ditambahkan pada akhir pengocokan adonan yang menggunakan lelehan mentega. Adanya emulsifier dalam adonan kue akan membuat mentega dan adonan menjadi lebih homogen sehingga kue tidak turun atau bantat saat dipanggang. Jenis kue yang biasanya menggunakan SP adalah sponge cake atau segala jenis kue yang memerlukan pengocokan telur di awal proses pengadukan adonan.
Dalam pembuatan kue, penggunaan emulsifier harus sesuai dengan takarannya agar adonan kue dapat mengembang dan memiliki tekstur yang baik. Jika takaran emulsifier terlalu banyak atau terlalu sedikit, adonan kue bisa menjadi tidak stabil dan kualitas kue tidak akan maksimal.
Tips Menggunakan dan Menyimpan TBM, Ovalet, dan SP
Untuk menghasilkan kue yang sempurna, tidak hanya penggunaan emulsifier yang perlu diperhatikan, tetapi juga cara penyimpanannya. Berikut beberapa tips dalam menggunakan dan menyimpan TBM, Ovalet, dan SP:
1. Simpan dalam wadah kedap udara
Setelah penggunaan emulsifier, segera tutup dan simpan dalam wadah yang kedap udara. Hal ini penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan menjaga kualitas emulsifier agar tetap baik. Jika membeli emulsifier dalam kemasan besar, sebaiknya bagi emulsifier ke dalam plastik kecil dan simpan dalam wadah yang tertutup rapat.
2. Jauhkan dari sinar matahari langsung
Cake emulsifier terbuat dari asam lemak yang mudah meleleh jika terkena panas sinar matahari secara langsung. Selain itu, sinar matahari juga dapat merusak kualitas emulsifier. Untuk itu, selalu simpan emulsifier di tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung.
3. Simpan di lemari es
Untuk menjaga emulsifier agar lebih awet, dapat menyimpannya di dalam lemari es. Suhu rendah dalam lemari es akan memperlambat perubahan kualitas emulsifier dan membuatnya tetap tahan lama. Pastikan emulsifier selalu dalam keadaan tertutup rapat agar tidak ditumbuhi oleh bakteri.
4. Gunakan sendok yang bersih
Saat mengambil emulsifier dari wadah, pastikan menggunakan sendok yang bersih dan kering. Jangan menggunakan sendok yang sebelumnya digunakan untuk menyendok mentega, tepung, atau bahan kue lainnya. Hal ini penting untuk mencegah kontaminasi yang dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri pada emulsifier.
Selain menggunakan emulsifier, terdapat berbagai resep kue yang bisa Anda coba untuk menambah variasi kue yang ingin dibuat. Berikut ini beberapa resep kue yang menggunakan emulsifier TBM, Ovalet, dan SP:
1. Bolu Pisang
Resep bolu pisang ini sangat mudah dan praktis untuk dicoba. Bahan-bahannya antara lain:
– 2 buah pisang ambon yang sudah matang dan dilumatkan dengan garpu.
– 2 butir telur ayam
– ½ sendok teh TBM
– 15 sendok makan tepung serbaguna
– 2 sendok makan susu bubuk
– 7 sendok makan gula pasir
– 120 gram margarin atau butter yang dilelehkan
Cara membuatnya:
1. Panaskan oven dengan suhu 180 derajat Celsius.
2. Kocok telur dan gula pasir dengan mixer menggunakan kecepatan tinggi hingga putih berjejak.
3. Turunkan kecepatan mixer, masukkan tepung dan susu bubuk secara bertahap, aduk hingga rata.
4. Masukkan pisang yang sudah dilumatkan ke dalam adonan mixer, aduk hingga rata dengan kecepatan rendah.
5. Terakhir, masukkan lelehan margarin atau butter ke dalam adonan, aduk hingga merata.
6. Tuang adonan ke dalam loyang yang telah diolesi margarin dan ditaburi tepung tipis.
7. Panggang selama 30 menit atau hingga matang.
8. Setelah matang, keluarkan bolu dari oven dan biarkan hingga dingin sebelum dipotong dan disajikan.
2. Bolu Tape Singkong Keju
Resep bolu tape singkong keju ini memiliki kombinasi rasa dan tekstur yang lezat. Bahan-bahannya antara lain:
– 5 butir telur
– 1 sendok teh TBM
– 180 gram tepung terigu
– 300 gram tape singkong yang telah dihaluskan
– 100 gram keju parut
– 1 sachet santan kara
Cara membuatnya:
1. Kocok telur, TBM, dan gula dengan mixer hingga mengembang.
2. Masukkan tepung terigu dan aduk rata.
3. Tambahkan tape singkong dan santan kara, aduk hingga rata.
4. Terakhir, masukkan keju parut ke dalam adonan, aduk hingga merata.
5. Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi margarin dan ditaburi tepung.
6. Panggang selama 30-40 menit atau hingga matang.
7. Setelah matang, keluarkan dari oven dan biarkan hingga dingin sebelum dipotong dan disajikan.
3. Kue Lapis Legit Keto
Resep kue lapis legit keto ini cocok untuk Anda yang sedang menjalani pola makan rendah karbohidrat. Bahan-bahannya antara lain:
– 300 gram kuning telur (sekitar 20 butir kuning telur)
– 350 gram telur utuh (8 butir telur utuh)
– 400 gram Hollman Butter
– 200 gram Palmia Cake and Cookies
– 1 sendok makan ovalett
– 1 sendok teh rhum bakar (opsional)
– 4 sachet nutrijel plain
– 30 gram tepung almond
– 2 sendok teh bumbu spekoek
– 150 gram Erythritol
– ¼ sendok teh garam
Cara membuatnya:
1. Kocok kuning telur dan telur utuh bersama ovalett dengan mixer hingga mengembang.
2. Sambil menunggu, olesi loyang dengan margarin dan lapisi dengan kertas roti.
3. Campurkan nutrijel plain, tepung almond, bumbu spekoek, erythritol, dan garam dalam satu wadah, aduk rata.
4. Mixer butter dan margarin hingga pucat dan mengembang. Masukkan campuran bahan kering, aduk hingga rata.
5. Masukkan adonan kuning telur, aduk hingga rata.
6. Panaskan oven dengan suhu 180 derajat Celsius untuk pemanasan awal menggunakan api atas dan bawah.
7. Tuangkan adonan sebanyak dua sendok sayur ke dalam loyang yang sudah disiapkan, ratakan.
8. Panggang selama 10 menit hingga permukaan bagian atasnya membentuk garis. Untuk lapisan pertama, gunakan api atas dan bawah dengan posisi loyang di rak tengah.
9. Ulangi langkah 7 hingga adonan habis dan membentuk lapisan.
10. Pada lapisan terakhir, taburi dengan topping sesuai selera.
11. Panggang hingga lapisan atas matang.
12. Setelah matang, angkat kue dari loyang dan letakkan dalam posisi terbalik. Biarkan kue dingin sebelum dipotong dan disajikan.
4. Bolu Kukus Mekar
Resep bolu kukus mekar ini menghasilkan kue yang lembut dan memiliki tampilan yang menarik. Bahan-bahannya antara lain:
– 250 gram tepung terigu
– 2 butir telur
– 230 gram gula pasir
– 1 sendok teh SP
– 130 ml santan
– 2 pasta warna (bisa warna apa saja, misalnya hijau dan merah)
Cara membuatnya:
1. Panaskan kukusan dan bungkus tutup kukusan dengan serbet agar air kukusan tidak menetes ke adonan saat dikukus.
2. Campur semua bahan kecuali pasta warna. Mixer dengan kecepatan tinggi hingga adonan berjejak dan warnanya putih.
3. Bagi adonan menjadi dua. Satu adonan diberi pasta warna hijau, dan adonan lainnya tetap dengan warna aslinya.
4. Tuang adonan bergantian ke dalam cetakan yang telah disiapkan.
5. Masukkan ke dalam kukusan dan kukus selama 20 menit.
6. Setelah matang, keluarkan dari kukusan dan dinginkan sebelum disajikan.
5. Bolu Kukus Nutrisari
Resep bolu kukus nutrisari ini menggunakan bahan tambahan nutrisari untuk memberikan aroma dan rasa yang lebih nikmat pada kue. Bahan-bahannya antara lain:
– 2 sachet Nutrisari rasa apa saja
– 300 gram tepung terigu
– 300 gram gula pasir
– 4 butir telur
– ½ sendok teh SP
– 300 ml susu cair
– Pewarna secukupnya (misalnya hijau)
Cara membuatnya:
1. Kocok telur, gula pasir, dan SP dengan mixer hingga putih dan mengembang.
2. Masukkan campuran tepung terigu dan nutrisari yang sudah diayak, mixer dengan kecepatan rendah hingga rata.
3. Tambahkan susu cair dan aduk hingga rata.
4. Bagi adonan menjadi dua. Satu bagian diberi pewarna hijau, dan adonan lainnya tetap dengan warna aslinya.
5. Tuang adonan bergantian ke dalam loyang yang telah diolesi margarin dan ditaburi tepung tipis.
6. Kukus selama 25 menit atau hingga matang.
7. Setelah matang, keluarkan dari kukusan dan biarkan dingin sebelum dipotong dan disajikan.
6. Bolu Ketan Hitam Kukus
Resep bolu ketan hitam kukus ini menghasilkan kue yang lezat dengan aroma dan rasa ketan hitam yang khas. Bahan-bahannya antara lain:
– 3 butir telur
– 100 gram gula pasir
– 1 sendok teh SP
– 150 gram tepung ketan hitam
– 15 gram susu bubuk putih
– 1 sendok makan maizena
– 1 sendok teh baking powder
– 120 gram butter (lelehkan)
Cara membuatnya:
1. Panaskan kukusan dan lapisi tutup kukusan dengan serbet.
2. Ayak tepung ketan hitam, susu bubuk putih, maizena, dan baking powder. Sisihkan.
3. Kocok telur, gula pasir, SP dengan mixer hingga mengembang.
4. Masukkan campuran tepung ketan hitam, susu bubuk, maizena, dan baking powder secara bertahap ke dalam adonan telur, aduk hingga rata.
5. Tambahkan butter yang sudah dilelehkan ke dalam adonan, aduk hingga merata.
6. Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi margarin dan dialasi kertas roti.
7. Kukus selama 30-40 menit atau hingga matang.
8. Setelah matang, keluarkan dari loyang dan biarkan hingga dingin sebelum dipotong dan disajikan.
7. Bolu Jadul Mentega
Resep bolu jadul mentega ini menghadirkan kue dengan cita rasa tradisional yang klasik. Bahan-bahannya antara lain:
– 4 butir telur
– 150 gram gula pasir
– 1 sendok teh vanili bubuk
– 1 sendok teh SP
– 1 sendok teh garam
– 150 gram terigu
– 25 gram susu bubuk full cream
– 1 sendok makan maizena
– 1 sendok teh baking powder
– 120 gram butter (lelehkan)
Cara membuatnya:
1. Panaskan oven dan siapkan loyang.
2. Kocok telur, gula pasir, vanili bubuk, SP, dan garam dengan mixer hingga putih kental dan berjejak.
3. Campurkan tepung terigu, susu bubuk, maizena, dan baking powder secara bertahap ke dalam adonan telur sambil diayak, aduk hingga rata.
4. Masukkan butter yang sudah dilelehkan ke dalam adonan, aduk balik dengan spatula hingga merata.
5. Tuangkan adonan ke dalam loyang yang sudah disiapkan.
6. Panggang selama 40-45 menit atau hingga matang.
7. Setelah matang, keluarkan dari oven dan tunggu hingga dingin sebelum dipotong dan disajikan.
Demikianlah beberapa resep kue yang menggunakan emulsifier TBM, Ovalet, dan SP. Dengan menggunakan emulsifier, kue-kue yang Anda buat akan memiliki tekstur yang lebih lembut, mengembang dengan baik, dan tahan lama. Selamat mencoba dan semoga berhasil!
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.