Resensi Buku Rindu Karya Tere Liye


Tere Liye: Penulis Novel Kebangsaan Indonesia

Tere Liye adalah seorang penulis novel kebangsaan Indonesia yang telah menghasilkan banyak karya best seller. Buku “Rindu” merupakan karya ke-20 yang ditulis oleh Tere Liye. Nama asli Tere Liye adalah Darwis, dan ia lahir pada tanggal 21 Mei 1979. Tere Liye memiliki kecintaan yang besar terhadap menulis, sehingga ia tidak suka menghadiri acara-acara seperti workshop, seminar, atau kegiatan lainnya. Ia lebih memilih untuk fokus pada kegiatan menulisnya.

Sejak tahun 2005, Tere Liye telah menulis dan menerbitkan sekitar 30 buku. Buku debutnya yang berjudul “Hafalan Shalat Delisa” langsung mencuri perhatian pembaca dan sukses besar. Dengan tulisan-tulisannya yang penuh emosi dan kerinduan, Tere Liye telah menjadi salah satu penulis paling populer di Indonesia.

Buku “Rindu” adalah salah satu karya terbaru dari Tere Liye. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Republika pada tanggal 19 September 2014. Dalam buku ini, Tere Liye mengeksplorasi tema-tema seperti masa lalu yang mengguncang, kebencian terhadap orang yang seharusnya disayangi, kehilangan orang yang dicintai, cinta yang sejati, dan juga kemunafikan. Buku ini terdiri dari lima kisah yang saling terhubung dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan.

Sinopsis Buku “Rindu”

Buku “Rindu” menawarkan pertanyaan-pertanyaan mendalam mengenai arti memiliki, kehilangan, dan cinta. Bagaimana mungkin seseorang merasa kehilangan ketika sebenarnya ia menemukan banyak hal saat kehilangan? Apa arti cinta ketika perasaan yang seharusnya indah malah menyebabkan luka? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu diangkat dalam buku ini melalui lima kisah yang menggugah hati.

Buku “Rindu” juga menggambarkan perjalanan panjang kerinduan yang dialami oleh para tokoh dalam buku ini. Mereka menghadapi berbagai rintangan dan konflik, termasuk kebencian yang berlebihan terhadap seseorang yang seharusnya disayangi dan kehilangan orang yang dicintai. Namun, di tengah-tengah semua itu, ada juga kekuatan cinta sejati yang mampu mengatasi segala rintangan.

Dalam buku “Rindu”, Tere Liye menjelajahi berbagai aspek kehidupan, termasuk masa lalu yang memilukan, kemunafikan, dan kehidupan di atas kapal uap Blitar Holland. Buku ini mengajak pembaca untuk melihat ke dalam diri mereka sendiri dan menggali emosi-emosi yang terpendam di dalam hati.

See also  Toxic Relationship: Pengertian dan Ciri-ciri Orang Toxic

Latar Belakang dan Alur Cerita

Buku “Rindu” berlatar belakang pada masa penjajahan Belanda. Kisah ini dimulai pada tanggal 1 Desember 1938 di kota Makassar, ketika kapal uap Blitar Holland datang untuk pertama kalinya. Kapal ini menarik perhatian semua orang dengan tinggi menara uapnya yang besar. Di atas kapal ini, terjadi perjalanan panjang yang penuh dengan kerinduan dan kehidupan penuh warna.

Dalam buku ini, Tere Liye menggunakan alur maju untuk menceritakan kisah-kisah yang terjadi dalam perjalanan kapal Blitar Holland. Para tokoh dalam buku ini mengalami berbagai tantangan dan konflik, baik dengan sesama penumpang maupun dengan serdadu Belanda. Tere Liye berhasil menggambarkan suasana yang kuat dan menegangkan dalam cerita ini, sehingga pembaca akan merasa seolah-olah ikut berada di atas kapal tersebut.

Penulisan dalam buku “Rindu” juga tergolong sederhana, sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Tere Liye juga menyisipkan beberapa bahasa Belanda dalam cerita ini, meskipun tidak memberikan arti dari kata-kata tersebut. Hal ini membuat cerita terasa lebih autentik dan memberikan nuansa yang khas.

Buku “Rindu” mengandung banyak nilai sejarah dan kehidupan yang dapat dipetik oleh pembaca. Cerita ini mengajarkan tentang pentingnya menghargai masa lalu, menghadapi takdir, menghadapi kemunafikan, mengatasi kebencian, dan mencari cinta sejati. Melalui cerita-ceritanya, Tere Liye mengajak pembaca untuk merenungkan makna dan tujuan hidup, serta mengapresiasi kehidupan yang telah dijalani.

Tokoh dan Karakter dalam Buku “Rindu”

Buku “Rindu” memiliki sejumlah tokoh dan karakter yang kuat. Setiap tokoh memiliki peran penting dalam alur cerita dan memberikan kontribusi dalam perkembangan plot. Berikut adalah beberapa tokoh dan karakter utama dalam buku ini:

1. Daeng Andipati: Tokoh utama dalam buku ini. Daeng Andipati adalah seorang pedagang muda kaya raya dari kota Makassar. Meskipun bergaul dengan orang-orang Belanda, ia memiliki hati yang baik dan merupakan penumpang kapal Blitar Holland. Ia membawa keluarganya dalam perjalanan ini.

2. Istri Daeng Andipati: Istri Daeng Andipati yang cantik dan soleha. Ia menemani suaminya dalam perjalanan ini.

See also  Biografi Bung Tomo: Riwayat Hidup dan Perjuangannya

3. Anna & Elsa: Anak-anak Daeng Andipati, dua gadis kecil yang ceria dan menggemaskan. Mereka memiliki keahlian mengaji dan menjadi guru ngaji kecil bagi Ambon Uleng.

4. Gurutta: Ulama yang rendah hati, berilmu, dan dicintai oleh banyak orang. Gurutta merupakan tokoh yang terlibat penting dalam perjalanan kapal Blitar Holland. Meskipun memiliki kepribadian yang baik, Gurutta juga memiliki rahasia yang mengganggu batinnya.

5. Ambon Uleng: Seorang pemuda yang memiliki niat dan kemauan kuat untuk belajar, terutama dalam belajar mengaji. Ia belajar melalui Anna, salah satu anak Daeng Andipati.

6. Bonda Upe: Guru ngaji yang mengajar anak-anak di kapal Blitar Holland. Ia adalah seorang warga keturunan China yang beragama Islam. Bonda Upe memiliki kuasa dalam dirinya yang dapat dirasakan oleh pembaca.

7. Mbah Kakung & Mbah Putri: Pasangan suami istri sepuh yang merupakan penumpang tertua di kapal. Mereka adalah pasangan yang romantis, namun juga memiliki rahasia dan pertanyaan besar tentang cinta.

Selain tokoh-tokoh di atas, ada juga tokoh lain seperti suami Bonda Upe, Kapten Phillips, anak-anak Mbah Kakung dan Mbah Putri, Pak Mangoenkusumo, Ruben Si Bostwain, Enlai, Dale, Chef Lars, dan serdadu Belanda. Semua tokoh ini memberikan warna dan peran penting dalam cerita yang menggugah emosi.

Kelebihan Buku “Rindu”

Buku “Rindu” memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya menarik bagi pembaca. Berikut adalah beberapa kelebihan yang dapat ditemukan dalam buku ini:

1. Penulisan yang baik: Tere Liye mampu mengemas cerita dengan baik sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Alur cerita yang teratur dan dialog-dialog yang berkorelasi membuat pembaca tidak merasa bingung dan tetap terikat dengan cerita.

2. Informasi yang beragam: Buku “Rindu” mengandung banyak informasi yang beragam, termasuk sejarah nusantara dan nilai-nilai keagamaan. Tere Liye berhasil mengemas informasi ini dengan baik sehingga mudah dipahami oleh pembaca dan memberikan pengetahuan yang bermanfaat.

3. Pembalikan emosi pembaca: Meskipun alur cerita maju, Tere Liye berhasil membangkitkan emosi pembaca dengan baik. Pembaca akan diajak merasakan beragam emosi, mulai dari sedih, senang, terharu, dan sebagainya. Hal ini membuat pembaca terlibat secara emosional dalam cerita.

See also  Review Novel Siege and Storm: Takhta dan Prahara Karya Leigh Bardugo

Kekurangan Buku “Rindu”

Namun, buku “Rindu” juga memiliki beberapa kekurangan. Berikut adalah beberapa kekurangan yang dapat ditemukan dalam buku ini:

1. Istilah Bahasa Belanda: Ada beberapa istilah dalam bahasa Belanda yang mungkin membuat pembaca yang tidak memahami bahasa tersebut menjadi bingung. Meskipun tidak disertakan artinya, hal ini dapat mengganggu pemahaman pembaca.

2. Desain sampul buku: Sampul buku “Rindu” kurang menarik dan tidak mencerminkan isi yang terdapat di dalamnya. Hal ini bisa membuat orang yang melihat dari luar hanya berdasarkan sampul buku menjadi tidak tertarik untuk membacanya.

Kesimpulan

Buku “Rindu” karya Tere Liye adalah sebuah karya yang unik dan segar dalam dunia perbukuan Indonesia. Dengan latar belakang zaman lampau dan cerita yang menarik, buku ini mampu menarik perhatian pembaca dari awal hingga akhir. Kisah perjalanan kapal Blitar Holland dan tokoh-tokoh yang terlibat memberikan banyak pelajaran dan nilai-nilai kehidupan.

Buku ini cocok menjadi teman santai bagi pembaca dari kalangan remaja hingga dewasa. Selain menghibur, buku ini juga memberikan pembelajaran mengenai kehidupan dan nilai-nilai yang dapat diambil. Buku “Rindu” juga mengajak pembaca untuk merenungkan arti kehidupan dan mengapresiasi masa lalu yang memilukan.

Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang buku “Rindu” ini atau buku-buku bergenre sejarah, fantasi, dan fiksi lainnya, Anda dapat membaca buku-buku yang tersedia di toko-toko buku aikerja.com. aikerja.com sebagai teman selalu siap membantu dan memberikan rekomendasi buku yang penuh inspirasi dan pengetahuan.

Dengan adanya buku-buku seperti “Rindu” karya Tere Liye, kita dapat menjelajahi dunia baru dan menambah wawasan kita tentang sejarah dan kehidupan. Mari jadikan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi kita semua.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply