8 Rekomendasi Buku yang Dibaca Najwa Shihab



1. Kekasih Musim Gugur – Laksmi Pamuntjak

Buku “Kekasih Musim Gugur” merupakan sekuel dari buku sebelumnya yang berjudul “Amba”. Namun, buku ini memiliki karakter dan cerita yang berbeda. Buku ini berkisah tentang dua karakter utama, yaitu Siri dan Dara.

Siri adalah anak dari Amba dan Bhisma. Ia tumbuh menjadi seorang seniman kosmopolitan yang tinggal di Berlin. Ia menjauh dari masa lalunya dan berusaha melupakan segala kenangan yang ada. Namun, pada suatu waktu, ia terpaksa harus kembali ke tanah airnya. Di sana, terjadilah konflik yang membuat pameran seni Siri dianggap melanggar norma-norma susila yang ada.

Sedangkan Dara adalah mantan sahabat Siri yang kini menjadi seorang aktivis politik. Meskipun keduanya memiliki latar belakang yang berbeda, mereka memiliki ikatan yang kuat. Kisah perjalanan hidup mereka penuh dengan drama dan konflik yang menarik.

Penulisan dalam buku ini sangat menarik dengan bahasa yang indah. Laksmi Pamuntjak sebagai penulis berhasil membawakan cerita ini dengan sangat apik. Dalam buku setebal 452 halaman ini, Laksmi berhasil menggambarkan isu-isu terkait seni, sejarah, politik, dan Pancasila dengan sangat baik. Buku ini mengajak pembaca untuk merenungkan kehidupan dan memahami bahwa terdapat banyak hal yang saling berhubungan dan mempengaruhi dalam kehidupan ini.

Selain itu, buku ini juga tersedia dalam versi e-book yang bisa dibaca melalui aplikasi aikerja.com Digital. Ini menjadi kemudahan bagi pembaca yang lebih suka membaca dengan menggunakan perangkat elektronik. Dengan adanya pilihan ini, pembaca dapat dengan mudah mengakses dan membaca buku ini kapanpun dan di manapun mereka berada.

2. Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi – Theoresia Rumthe & Weslly Johannes

Buku ini merupakan kumpulan puisi yang ditulis oleh pasangan penyair Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes. Buku ini cocok bagi pembaca yang tertarik dengan genre puisi dan ingin merasakan kedalaman makna dalam setiap sajak yang dibawakan.

Kumpulan puisi dalam buku ini mengisahkan tentang aneka tema, seperti cinta, hidup, dan mati. Keunikan dari buku ini adalah puisi-puisi dalam buku ini ditulis secara bergantian antara Theoresia dan Weslly. Puisi-puisi mereka yang saling berbalas ini menjadi suatu kesatuan yang indah dan memikat.

Dalam setiap puisi yang mereka tulis, terdapat berbagai perasaan dan emosi yang sangat mengena. Puisi-puisi ini dapat membawa pembaca untuk ikut merasakan dan memahami penuh makna dari setiap kata yang terucap. Puisi-puisi ini menjadi sebuah alat yang efektif dalam menyampaikan pesan dan membangkitkan perasaan pada para pembaca.

Bagi pembaca yang tertarik dengan puisi modern, buku ini sangat cocok untuk Anda. Dalam buku ini, Theoresia dan Weslly berhasil menyampaikan cerita-cerita dari sudut pandang yang berbeda.ini merupakan cara mereka untuk menyampaikan pesan mereka dengan bahasa yang indah dan menghanyutkan.

Buku ini juga tersedia dalam versi e-book yang bisa dibaca melalui aplikasi aikerja.com Digital. Dengan hadirnya versi e-book, pembaca dapat dengan mudah menikmati setiap puisi yang ada kapanpun dan di manapun mereka berada.

3. Panduan Sehari-hari Kaum Introver dan Mager – Lucia Priandarini

Judul buku ini mungkin sudah membuat Anda merasa relate. Yup, buku ini membahas realita kehidupan sehari-hari di era modern yang menghadirkan tantangan dan hiruk-pikuk yang melekat pada diri para kaum introver dan mager.

See also  Ide Cara Menembak Pacar Idaman yang Jitu dan Anti Gagal

Dalam buku ini, Lucia Priandarini berhasil mengemas realita kehidupan kaum introver dan mager dengan menggunakan bahasa puisi yang menarik dan diksi-diksi kekinian yang relevan bagi kaum muda saat ini. Buku ini menjadi bentuk pengakuan terhadap karakteristik individu yang memiliki kepribadian seperti itu.

Dalam kumpulan puisi ini, Lucia Priandarini berhasil menyampaikan berbagai perasaan dan pengalaman kaum introver dan mager. Melalui kata-kata yang dipilih dengan bijak, ia berhasil membuat pembaca larut dalam gelak tawa, kekecewaan, keharuan, keprihatinan, dan kesialan. Puisi-puisi dalam buku ini menggambarkan keseharian kaum introver dan mager sehingga para pembaca dapat merasakan kedekatan dan kesamaan dengan karakter yang ada.

Buku ini juga tersedia dalam versi e-book yang bisa dibaca melalui aplikasi aikerja.com Digital. Dengan hadirnya versi e-book, pembaca dapat dengan mudah menikmati setiap puisi yang ada kapanpun dan di manapun mereka berada.

4. Salah Piknik – Joko Pinurbo

Buku puisi “Salah Piknik” karya Joko Pinurbo mengkritik fenomena-fenomena sosial yang terjadi selama pandemi Covid-19 melanda. Buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi apik dari Alit Ambara yang memperkaya pengalaman membaca para pembaca.

Dalam buku ini, Joko Pinurbo berhasil menyampaikan perasaan dan emosi dengan baik. Setiap sajak yang ia tulis merefleksikan rasa takut, penyesalan, jenuh, dan bahagia yang kita rasakan sebagai individu yang hidup di tengah pandemi yang berkepanjangan. Buku ini memungkinkan pembaca untuk merenung dan melihat kembali perjalanan mereka selama masa-masa sulit ini.

Dalam buku ini, Joko Pinurbo juga memperlihatkan kemampuannya dalam mengungkapkan kritik dan sindiran terhadap fenomena-fenomena sosial yang muncul selama pandemi. Puisi-puisinya memiliki kekuatan untuk menggerakkan pembaca dan mengajak mereka untuk berpikir lebih dalam tentang apa yang sedang terjadi di sekitar mereka.

Buku ini adalah salah satu karya Joko Pinurbo yang berhasil mencuri perhatian pembaca. Gaya penulisannya yang lugas dan jelas memberikan kesan yang kuat pada pembaca. Melalui puisi-puisi dalam buku ini, pembaca dapat merenungkan arti dan makna dari setiap kata dan kalimatnya.

Dalam jaman yang serba cepat seperti sekarang ini, buku puisi seperti “Salah Piknik” adalah sebuah peluang untuk melambat sejenak dan merasakan keindahan dalam kata-kata. Buku ini adalah pilihan yang tepat untuk membawa kita kembali ke masa awal pandemi dan mengingat kembali betapa jauh kita telah melewati masa-masa sulit ini.

5. Negeri Daging – A. Mustofa Bisri

Buku “Negeri Daging” karya Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa sebagai Gus Mus berisikan kumpulan puisi yang bertemakan keresahan akan manusia dan masyarakat Indonesia. Buku ini merangkum berbagai perasaan dan pemikiran Gus Mus tentang kondisi sosial dan budaya kita.

Dalam puisi-puisi yang ada, Gus Mus mengkritik dan mengajak pembaca untuk berpikir kritis tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Puisi-puisi dalam buku ini mengungkapkan kegelisahan dan keprihatinan Gus Mus atas ketidakadilan sosial, korupsi, kemiskinan, dan berbagai masalah lainnya.

Dalam membaca buku ini, kita akan dibawa untuk merenungi hubungan sosial kita dengan sesama manusia dan dengan Tuhan. Gus Mus menyampaikan pesan-pesan moral yang sangat penting melalui setiap kata dan kalimat dalam puisi-puisinya. Buku ini mengajak pembaca untuk secara aktif berpartisipasi dalam memperbaiki kondisi sosial dan budaya kita.

See also  21 Manfaat Buah Zaitun Untuk Kesehatan, Wajah, dan Ibu Hamil

Meskipun buku ini tipis, tetapi setiap kata dan kalimatnya begitu bermakna dan mengena. Puisi-puisinya mampu menggugah perasaan dan membangkitkan semangat dalam diri pembaca. Melalui puisi-puisi ini, Gus Mus mengajak kita untuk melihat dan merasakan kehidupan dengan keprihatinan, empati, dan kepekaan terhadap permasalahan yang ada.

6. Cantik Itu Luka – Eka Kurniawan

Novel “Cantik Itu Luka” karya Eka Kurniawan mengisahkan kehidupan seorang perempuan Indo Belanda bernama Dewi Ayu. Dewi Ayu terpaksa bekerja menjadi pelacur di kota Halimunda pada akhir masa kolonial. Ia memiliki tiga orang putri yang memiliki kecantikan yang luar biasa.

Kisah dalam novel ini membawa pembaca untuk merasakan tragedi dan kesedihan yang dialami oleh Dewi Ayu dan keluarganya. Meskipun kedua putrinya menikah dan punya anak masing-masing, Dewi Ayu merasa bahwa ia dan keluarganya selalu mengalami penderitaan dan tragedi yang tak berkesudahan. Ketika Dewi Ayu mengandung putri keempatnya, ia berdoa agar anaknya lahir dengan wajah buruk rupa. Permintaan Dewi Ayu dikabulkan, dan ia menamai putrinya dengan nama Si Cantik.

“Cantik Itu Luka” merupakan salah satu karya Eka Kurniawan yang sangat legendaris dan terkenal. Novel ini telah diterjemahkan ke lebih dari 34 bahasa dan memenangkan World Readers’ Award pada tahun 2016 di Hong Kong. Buku ini berhasil mengangkat isu-isu diskriminasi gender, feminisme, dan penindasan yang terjadi di masa kolonial.

Melalui cerita dalam novel ini, Eka Kurniawan mengajak pembaca untuk melihat dan merasakan keberagaman dan konflik yang ada dalam masyarakat kita. Novel ini menggambarkan bagaimana manusia dengan segala kekurangan dan kelebihannya berinteraksi dan hidup bersama dalam satu lingkungan. Buku ini menyajikan pesan-pesan yang penting tentang persatuan, cinta, dan keadilan.

7. Grit: Kekuatan Passion dan Kegigihan – Angela Duckworth

Buku “Grit: Kekuatan Passion dan Kegigihan” karya Angela Duckworth merupakan buku self improvement yang mengajak pembaca untuk memahami pentingnya memiliki hasrat dan kegigihan dalam mencapai kesuksesan. Buku ini menunjukkan bahwa bakat saja tidak cukup, tetapi perlu adanya upaya dan ketabahan dalam menghadapi segala rintangan dan hambatan yang muncul.

Angela Duckworth mengajak pembaca untuk melihat bahwa kesuksesan memerlukan upaya dan reaksi yang baik dalam menghadapi segala sesuatu. Dalam buku ini, ia mengungkapkan bahwa ketabahan adalah karakteristik yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh siapa saja. Jika kita memiliki keinginan yang kuat, kegigihan, dan ketabahan, maka kita dapat mencapai keberhasilan.

Buku ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang ingin mencapai tujuan mereka tetapi kurang percaya diri dengan bakat, privilege, atau keberuntungan mereka. Angela Duckworth juga membuka mata pembaca kita tentang sisi lain dari kesuksesan, di mana kesuksesan yang sejati memerlukan upaya dan ketabahan yang tinggi.

Melalui buku ini, pembaca diajak untuk merenung dan melihat lebih dalam tentang diri sendiri. Buku ini memberikan pandangan yang positif tentang bagaimana kita bisa memanfaatkan hasrat dan kegigihan kita untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Dengan membaca buku ini, pembaca akan belajar banyak tentang pentingnya mengasah kemampuan kita dan mengembangkan ketabahan dalam menghadapi segala rintangan dan hambatan dalam hidup ini.

8. The Things You Can See Only When You Slow Down – Haemin Sunim

Buku “The Things You Can See Only When You Slow Down” karya Haemin Sunim mengajak pembaca untuk melambat dan menghargai hal-hal sederhana dalam kehidupan ini. Dalam masyarakat yang serba cepat dan penuh dengan aktivitas, seringkali kita merasa tergesa-gesa dan tidak sempat untuk menikmati momen-momen kecil yang ada di sekitar kita.

See also  Bacaan Doa Ketika Turun Hujan dan Keutamaannya

Haemin Sunim mengajak kita untuk melihat bahwa melambat adalah suatu kebaikan. Ketika kita melambat, kita dapat menghargai hal-hal kecil dalam kehidupan yang sering terlewatkan. Melalui buku ini, Haemin Sunim mengajak pembaca untuk menghentikan diri sejenak, berhenti berlari, dan melihat segala sesuatu dengan jelas.

Dalam buku ini, terdapat ilustrasi penuh warna yang memanjakan mata pembaca. Haemin Sunim ingin memberikan pengalaman visual yang indah bagi mereka yang membaca bukunya. Buku ini menghadirkan pesan-pesan yang dalam tentang arti hidup, kebahagiaan, dan pentingnya menghargai momen-momen kecil dalam hidup.

Bagi mereka yang merasa terjebak dalam kesibukan dan stress hidup sehari-hari, buku ini mungkin menjadi pengingat yang baik. Buku ini mengajak kita untuk bersantai, menghentikan segala kegiatan yang mengganggu, dan benar-benar merasakan hidup ini dengan sepenuh hati.

Melalui buku ini, Haemin Sunim ingin membantu pembaca untuk memaknai kehidupan mereka dengan lebih baik. Buku ini memberikan wawasan yang berharga tentang pentingnya menghargai momen-momen sederhana dalam kehidupan ini dan mengajak pembaca untuk melihat keindahan yang terdapat dalam hal-hal kecil yang kadang terlewatkan.

Kesimpulan

Najwa Shihab, sebagai sosok wanita yang cerdas dan kritis terhadap permasalahan politik dan pemerintahan, memiliki minat yang besar terhadap dunia literasi. Dalam perjalanan karier jurnalisnya, Najwa Shihab juga terlibat dalam dunia pengembangan perpustakaan dan pembacaan di Indonesia.

Sebagai Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab telah merekomendasikan berbagai buku yang menarik untuk dibaca oleh khalayak. Delapan buku yang telah disarankannya ini memiliki kisah dan pesan yang berbeda-beda, namun memiliki satu kesamaan, yaitu kemampuan untuk menginspirasi dan mengajak pembaca untuk merenungi kehidupan dan memahami dunia di sekitar kita.

Dari buku-buku tersebut, terdapat berbagai macam genre, mulai dari novel, puisi, hingga buku self improvement. Masing-masing buku memiliki keunikan dan keistimewaan dalam penulisan dan penyampaiannya. Dalam hal ini, penulis juga telah mengulas setiap buku dengan seksama dan memberikan gambaran mengenai isi dan pesan yang ingin disampaikan oleh buku-buku tersebut.

Dalam era teknologi dan digital seperti sekarang ini, pembaca dapat dengan mudah mengakses buku-buku ini melalui platform digital seperti aplikasi aikerja.com Digital. Dengan adanya versi e-book dari buku-buku tersebut, pembaca dapat membaca kapan saja dan di mana saja dengan menggunakan perangkat elektronik seperti smartphone atau tablet.

Rekomendasi buku dari Najwa Shihab ini memberikan kesempatan bagi pembaca untuk menemukan buku yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. Setiap buku memiliki nilai dan makna yang berbeda, namun semuanya memberikan kesempatan bagi pembaca untuk merenungi kehidupan dan memperkaya pengetahuan mereka.

Melalui tulisan ini, penulis berharap dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembaca dalam memilih buku-buku yang akan dibaca. Selain itu, penulis juga berharap bahwa melalui tulisan ini, minat baca masyarakat Indonesia dapat semakin meningkat dan dunia literasi dapat semakin berkembang.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply