10 Rekomendasi Buku Pengembangan Diri & Motivasi Terbaru
Rekomendasi Buku Pengembangan Diri & Motivasi Terbaru November 2021
1. Gesture – Zaka Putra Ramdani
Membaca Gestur Orang Lain untuk Menghindari Kesalahpahaman
Buku pengembangan diri yang pertama yang kami rekomendasikan adalah “Gesture” karya Zaka Putra Ramdani. Buku ini menggabungkan ilmu psikologi dan komunikasi yang bertujuan untuk membantu pembaca memahami bahasa tubuh dan gestur orang lain. Dengan memahami gestur ini, kita dapat menghindari kesalahpahaman dan meningkatkan kualitas komunikasi kita dengan orang lain.
Dalam buku ini, penulis menjelaskan mengenai pentingnya menyadari bahwa wajah setiap manusia menyimpan berbagai jenis ‘topeng’ saat berkomunikasi. Topeng ini dapat berupa ekspresi wajah, gerakan kepala, kontak mata, dan senyuman. Dengan memahami arti di balik gestur-gestur ini, kita dapat membaca pesan yang disampaikan oleh orang lain dengan lebih akurat.
Buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi yang mempermudah pemahaman pembaca. Ilustrasi ini memperlihatkan contoh-contoh gestur dan cara memahaminya. Selain itu, buku ini juga memberikan metode dan tips dalam membaca bahasa tubuh dan gestur orang lain.
“Hal yang menarik dari buku Gesture ini adalah penulis juga menyertakan contoh-contoh kasus dunia nyata yang memperlihatkan bagaimana gestur orang lain dapat memberikan petunjuk mengenai pikiran dan perasaan mereka. Dengan adanya contoh ini, pembaca dapat menghubungkan teori dengan aplikasi praktis di kehidupan sehari-hari.”
Buku ini memiliki total 210 halaman dan cocok untuk pembaca dari berbagai kalangan. Dengan gaya bahasa yang sederhana dan ilustrasi yang memperjelas, buku ini dapat dengan mudah dipahami oleh siapapun yang ingin mempelajari tentang membaca bahasa tubuh. Dengan membaca buku ini, kita dapat menjadi lebih peka dan memahami orang lain dengan lebih baik.
2. A Handbook for Toxic Relationship – Astrid Savitri
Cara Mengatasi Hubungan Toksik dengan Bijak
Buku selanjutnya yang kami rekomendasikan adalah “A Handbook for Toxic Relationship” karya Astrid Savitri. Buku ini membahas mengenai hubungan toksik dan bagaimana cara mengatasinya dengan bijak. Dalam buku ini, penulis memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai hubungan toksik dan mengungkap berbagai cara untuk menghadapi dan menyelesaikannya.
Hubungan toksik dapat terjadi dalam berbagai bentuk, baik secara psikis maupun fisik. Buku ini membantu pembaca untuk mengenali tanda-tanda hubungan toksik dan memberikan strategi dalam menghadapinya. Selain itu, buku ini juga mengulas mengenai berbagai jenis manusia toksik yang mungkin ada di sekitar kita.
“Buku ini sangat relevan dengan kondisi hubungan sosial di era modern ini yang sering kali terjebak dalam hubungan yang tidak sehat. Dengan membaca buku ini, pembaca akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan toksik dan mendapatkan alat-alat untuk menghadapinya.”
Selain itu, buku ini juga membahas mengenai bagaimana cara berdamai dengan diri sendiri setelah keluar dari hubungan toksik. Bagian ini memberikan panduan dan saran praktis untuk memulihkan diri dan membangun kembali kehidupan yang sehat setelah mengalami hubungan yang merusak.
Buku ini memiliki total 254 halaman dan ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dipahami. Dengan membaca buku ini, pembaca dapat meningkatkan pemahaman dan kepekaan mereka terhadap hubungan yang sehat dan toksik.
3. Terima Kasih Sudah Mengatakannya – Kim Yu-Jin
Cara Berkomunikasi Tanpa Menyinggung Perasaan Orang Lain
Buku karya Kim Yu-Jin yang berjudul “Terima Kasih Sudah Mengatakannya” menjadi salah satu buku yang sangat populer di Korea. Buku ini membahas mengenai cara berkomunikasi tanpa menyakiti perasaan orang lain dan bagaimana menghindari kesalahpahaman dalam komunikasi.
Buku ini menjelaskan mengenai pentingnya memilih kata-kata dengan bijak dan memahami efek dari perkataan kita terhadap orang lain. Dalam buku ini, penulis memberikan contoh-contoh situasi komunikasi sehari-hari dan memberikan saran praktis mengenai cara berkomunikasi yang efektif.
“Salah satu hal yang menarik dari buku ini adalah penulis memberikan contoh-contoh percakapan yang sebenarnya terjadi di antara orang-orang. Hal ini membuat buku ini menjadi lebih relevan dan dapat dengan mudah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari kita.”
Buku ini juga dilengkapi dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia sehingga memudahkan pembaca yang tidak bisa membaca bahasa Korea. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan banyak tips dan trik dalam berkomunikasi yang efektif.
Dengan total 280 halaman, buku ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan komunikasi mereka dengan orang lain. Dengan membaca buku ini, pembaca dapat belajar cara berkomunikasi yang lebih bijaksana dan efektif tanpa menyakiti perasaan orang lain.
4. Going Offline – Desi Anwar
Menghadapi Tantangan Teknologi dengan Bijak dan Sehati
Buku “Going Offline” karya Desi Anwar mengajak kita untuk sejenak melepaskan diri dari dunia online dan menemukan kesenangan sederhana dalam menjalani hidup. Buku ini membahas mengenai pentingnya menghabiskan waktu dengan melakukan aktivitas secara offline dan mengalami keindahan dunia nyata.
Desi Anwar, seorang jurnalis yang aktif di dunia digital, membagikan pengalamannya dalam menjalani hidup dengan lebih sadar dan bijaksana di tengah kemajuan teknologi. Dalam buku ini, Desi Anwar membahas mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara dunia online dan offline, serta memberikan tips dan saran praktis dalam mengelola waktu dan penggunaan teknologi.
“Buku ini sangat relevan dengan kondisi kita saat ini, di mana teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Buku ini membantu kita untuk menghadapi tantangan teknologi dengan bijak dan mengalami kehidupan secara penuh.”
Buku ini memiliki total 260 halaman dan ditulis dengan gaya bahasa yang ringan. Dengan membaca buku ini, pembaca dapat mengembangkan pola pikir yang lebih sehat terhadap penggunaan teknologi dan mengalami kehidupan dengan lebih penuh dan nyata.
5. Seni Hidup Minimalis – Francine Jay
Mengurangi Kelebihan dan Menemukan Kebahagiaan dalam Sederhana
Buku “Seni Hidup Minimalis” karya Francine Jay membahas tentang pentingnya hidup dengan sederhana dan mengurangi kelebihan. Dalam buku ini, penulis membagikan panduan praktis dalam melaksanakan gaya hidup minimalis dan mengalami kebahagiaan dalam kesederhanaan.
Dalam buku ini, penulis menjelaskan mengenai pentingnya memilih dan memilah barang-barang yang kita miliki. Dengan mengurangi kelebihan barang, kita dapat menciptakan ruang yang lebih leluasa dan memberikan kebebasan dalam kehidupan kita. Buku ini juga memberikan panduan dalam menyederhanakan berbagai aspek hidup, mulai dari ruang rumah, keuangan, hingga hubungan sosial.
“Buku ini sangat inspiratif dalam mengajak pembaca untuk mempertimbangkan ulang kebiasaan konsumsi dan memprioritaskan hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup.”
Buku ini memiliki total 280 halaman dan ditulis dengan gaya bahasa yang sederhana. Dengan membaca buku ini, pembaca dapat belajar cara mengurangi kelebihan dan menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan.
6. Apa yang Kita Pikirkan ketika Kita Sendirian – Desi Anwar
Menghadapi Kesendirian dengan Bijak dan Positif
Buku “Apa yang Kita Pikirkan ketika Kita Sendirian” karya Desi Anwar membahas tentang pentingnya menerima dan menghadapi kesendirian dengan bijak dan positif. Dalam buku ini, Desi Anwar membagikan pengalaman dan pemikirannya mengenai arti dan manfaat dari kesendirian.
Dalam buku ini, penulis menjelaskan mengenai pentingnya berdamai dengan kesendirian dan mengubah pemikiran negatif menjadi positif saat berada dalam kondisi sendirian. Buku ini juga memberikan saran dan tips dalam menjalani kehidupan dengan bijak dan menyenangkan saat kita sendirian.
“Buku ini sangat relevan dengan kondisi kita saat ini, di mana banyak orang merasa kesulitan menghadapi kesendirian. Buku ini dapat membantu kita mengubah pandangan negatif tentang kesendirian menjadi positif dan menyenangkan.”
Buku ini memiliki total 232 halaman dan ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dipahami. Dengan membaca buku ini, pembaca dapat belajar cara menghadapi kesendirian dengan bijak dan positif.
7. Berdamai dengan Diri Sendiri: Seni Menerima Diri Apa Adanya – Muthia Sayekti
Menyadari Nilai Diri dan Menerima Kelebihan serta Kekurangan
Buku “Berdamai dengan Diri Sendiri: Seni Menerima Diri Apa Adanya” karya Muthia Sayekti membahas tentang pentingnya menerima diri apa adanya dan menemukan kedamaian dalam diri sendiri. Dalam buku ini, penulis membahas mengenai nilai diri dan bagaimana menerima kelebihan serta kekurangan yang dimiliki oleh setiap individu.
Dalam buku ini, penulis menjelaskan mengenai pentingnya menerima dan menghargai diri sendiri tanpa membandingkan diri dengan orang lain. Buku ini juga memberikan panduan dan saran praktis dalam menemukan kedamaian dan kebahagiaan dalam diri sendiri.
“Buku ini sangat menginspirasi dalam mengajak pembaca untuk menerima dan mencintai diri sendiri apa adanya. Dalam buku ini, penulis memberikan banyak tips dan panduan praktis dalam menemukan kedamaian dalam diri sendiri.”
Buku ini memiliki total 254 halaman dan ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dipahami. Dengan membaca buku ini, pembaca dapat belajar cara menerima dan menghargai diri sendiri serta menemukan kedamaian dan kebahagiaan dalam diri sendiri.
8. Beginners – Tom Vanderbilt
Belajar Hal Baru dan Mengalami Perubahan dalam Hidup
Buku “Beginners” karya Tom Vanderbilt mengajak kita untuk belajar hal baru setiap saat dan mengalami perubahan dalam hidup. Dalam buku ini, penulis menjelajahi konsep belajar sebagai pemula dan manfaat yang didapat dari proses belajar.
Tom Vanderbilt mempelajari lima keterampilan pokok dalam buku ini, yaitu menyanyi, catur, berselancar, juggling, dan menggambar. Dalam proses belajar ini, ia menemukan keindahan dalam menjadi pemula dan mengalami perubahan dalam diri dan hidupnya.
“Buku ini sangat menginspirasi dalam mengajak pembaca untuk tetap bersemangat dan terus belajar hal baru. Dalam buku ini, penulis mengeksplorasi sisi psikologi dan sains yang menarik di balik manfaat sebagai pemula dewasa.”
Buku ini memiliki total 246 halaman dan ditulis dengan gaya bahasa yang menarik. Dengan membaca buku ini, pembaca dapat belajar lebih baik dalam menghadapi perubahan dan menerapkan semangat belajar dalam kehidupan sehari-hari.
9. Jurnal Menulis – Gita Romadhona
Latihan Menulis untuk Meningkatkan Keterampilan Bahasa dan Ekspresi Diri
“Buku Jurnal Menulis” karya Gita Romadhona dapat membantu pembaca meningkatkan keterampilan menulis dan ekspresi diri melalui latihan menulis. Dalam buku ini, pembaca akan diberikan banyak ide dan pemantik untuk melatih keterampilan menulis di rumah.
Menulis jurnal merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengungkapkan ide, gagasan, dan emosi. Buku ini menjelaskan mengenai manfaat menulis jurnal dalam mengembangkan keterampilan bahasa, meluapkan emosi yang tertahan, dan meningkatkan pemahaman diri.
Selain itu, buku ini juga membahas berbagai konsep menulis dasar, kebahasaan, dan memberikan tips dan trik untuk memperbaiki kemampuan menulis. Dengan membaca dan melatih keterampilan menulis menggunakan buku ini, pembaca dapat meningkatkan kemampuan bahasa dan ekspresi diri mereka.
Buku ini memiliki total 200 halaman dan ditulis dengan gaya bahasa yang sederhana. Dengan membaca dan menggunakan “Jurnal Menulis” ini, pembaca dapat melatih keterampilan menulis mereka dan meningkatkan kemampuan bahasa serta ekspresi diri.
10. Manajemen Leha-Leha – Nishida Masaki
Arti dan Pentingnya Istirahat yang Berkualitas
“Buku Manajemen Leha-Leha” karya Nishida Masaki membahas tentang pentingnya istirahat yang berkualitas dan cara mengelola waktu dengan bijak. Dalam buku ini, penulis berbagi panduan dan saran praktis dalam melepas lelah dan mengatur waktu dengan baik tanpa merasa bersalah.
Istirahat yang berkualitas sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Buku ini menjelaskan mengenai pentingnya mengatur waktu istirahat yang cukup dalam menjalani kehidupan yang sibuk. Dalam buku ini, penulis memberikan strategi dan tips dalam mengatur waktu dan menikmati waktu istirahat dengan benar.
“Buku ini sangat bermanfaat bagi siapa saja yang sering merasa kelelahan dan sulit untuk istirahat. Dalam buku ini, penulis membahas mengenai arti dan pentingnya istirahat yang berkualitas dan memberikan tips untuk mengelola waktu dengan bijak.”
Buku ini memiliki total 230 halaman dan ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dipahami. Dengan membaca buku ini, pembaca dapat belajar cara mengatur waktu dan menikmati istirahat yang berkualitas tanpa merasa bersalah.
Itulah rekomendasi buku pengembangan diri yang dapat kami berikan. Semoga buku-buku ini dapat menjadi sumber inspirasi dan pengetahuan bagi pembaca. Dengan membaca buku-buku ini, pembaca dapat mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas hidup. Selamat membaca!
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.