Pengertian Prokrastinasi: Sebuah Kebiasaan Menunda-Nunda Pekerjaan
Pengertian Prokrastinasi
Prokrastinasi merupakan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang seharusnya dilakukan tepat waktu. Istilah ini berasal dari kata “pro” yang berarti maju atau ke depan, serta kata “crastinus” yang berarti besok. Jadi, prokrastinasi dapat diartikan sebagai kecenderungan seseorang untuk menyukai atau lebih memilih menunda pekerjaan hingga besok.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang melakukan prokrastinasi. Ada yang menunda-nunda pekerjaan karena alasan lain yang dianggap lebih penting atau mendesak. Namun, ada juga yang sengaja menunda pekerjaan karena kurangnya motivasi atau rasa malas yang mendominasi dirinya.
Joseph Ferrari, seorang profesor dari De Paul University, mengungkapkan bahwa sekitar 20% wanita dan pria di seluruh dunia memiliki kecenderungan prokrastinasi. Mereka cenderung memiliki gaya hidup yang maladaptif, baik itu di rumah, sekolah, tempat kerja, maupun dalam hubungan personal.
Para prokrastinator memiliki kecenderungan untuk selalu mencari alasan atau pembenaran untuk menunda pekerjaan atau tugas yang sebenarnya harus segera dilakukan. Mereka seringkali tergoda untuk melakukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan tugas mereka, seperti bermain gadget, menonton film, atau bersosialisasi dengan teman.
Dalam melakukan prokrastinasi, para individu ini seringkali menggunakan kalimat andalan mereka, yaitu “aku akan merasa semangat jika melakukan hal ini besok”. Namun, pada keesokan harinya, mereka akan mengulang kalimat yang sama dan menunda pekerjaan hingga benar-benar mendekati batas waktu yang telah ditentukan.
Banyak prokrastinator yang bahkan berbohong pada diri mereka sendiri dengan mengatakan bahwa tugas yang harus mereka kerjakan tidak penting. Padahal, pada akhirnya mereka tetap harus melakukannya untuk kepentingan dan keberhasilan mereka sendiri. Beberapa alasan lain yang sering digunakan oleh prokrastinator adalah menunggu termotivasi atau bekerja di bawah tekanan.
Penelitian yang dilakukan oleh William James dan Dianne Tice dari Association for Psychological Science menunjukkan bahwa prokrastinasi awalnya dilakukan untuk mencari kesenangan atau kegiatan lain yang lebih menyenangkan. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, penundaan tersebut justru menimbulkan kerugian bagi para prokrastinator.
Para prokrastinator ini cenderung mendapatkan nilai akademik yang rendah dibandingkan dengan mereka yang mengerjakan tugas tepat waktu. Selain itu, mereka juga mengalami tingkat stres yang lebih tinggi. Menunda pekerjaan tidak hanya berdampak buruk pada pekerjaan dan prestasi, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mental dan emosional seseorang.
Dalam psikologi, prokrastinasi dapat dikatakan sebagai perilaku aktif yang dilakukan secara sadar. Seseorang yang melakukan prokrastinasi memiliki kesadaran penuh bahwa mereka sedang menunda pekerjaan atau tugas yang seharusnya segera diselesaikan. Mereka tidak melakukan tugas tersebut secara spontan atau tanpa sadar.
Namun, yang perlu dicatat adalah bahwa prokrastinasi bukanlah suatu kebiasaan yang tidak bisa diubah. Dalam hal ini, individu dapat mengubah kebiasaan tersebut dengan memperbaiki pola pikir dan mengadopsi sikap yang lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan. Selain itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi perilaku prokrastinasi.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.