Mengenang Pak Suyadi, Tokoh Dongeng Indonesia Pencipta Si Unyil



[Mengenang Pak Suyadi, Tokoh Dongeng Indonesia Pencipta Si Unyil]

Tanggal 28 November disepakati sebagai Hari Dongeng Nasional. Penetapan tersebut baru ada sejak tahun 2015 ketika para seniman dan komunitas dongeng mendeklarasikannya di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 28 November 2015 lalu. Tanggal itu diambil dari hari kelahiran Drs. Suyadi atau yang lebih populer disapa Pak Raden.

Pak Raden adalah tokoh dari seri anak-anak Si Unyil yang ciri-cirinya memakai baju adat Jawa dan blangkon serta berkumis lebat. Pak Raden biasanya muncul ketika Unyil dan teman-temannya melakukan kekeliruan dan Pak Raden datang untuk memarahi dan memberi petuah kepada mereka. Pak Suyadi-lah pengisi suara Pak Raden.

Selain menjadi dubber, Pak Suyadi juga gemar mendongeng untuk anak-anak. Dikutip dari Bobo.id, Pak Suyadi memang sangat mencintai dunia anak-anak. Selain mendongeng dan menjadi pengisi suara Pak Raden, beliau juga suka melukis. Beberapa dongeng karyanya pun sudah diterbitkan dalam bentuk buku. Semasa hidupnya, Pak Suyadi memang hadir untuk menghibur dan menginspirasi anak-anak Indonesia.

Pak Suyadi lahir pada 28 November 1932 di Jember, Jawa Timur. Beliau memiliki nama lengkap Raden Soejadi. Pak Suyadi adalah lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1960 untuk Jurusan Seni Rupa. Tak lama setelah tamat ITB, Pak Suyadi melanjutkan studi animasi ke luar negeri tepatnya di negara Perancis selama tiga tahun sampai 1963.

Pak Suyadi membuat film Si Unyil pada tahun 1981 bersama Pak Kurnain Suhardiman. Film tersebut identik dengan boneka-boneka tiga dimensi yang dimainkan dengan tangan. Pak Suyadi bertanggung jawab sebagai penata artistik dan pencipta boneka-boneka yang menjadi karakter dalam film Si Unyil tersebut. Sementara itu, Pak Kurnain bertanggung jawab pada kreasi cerita.

See also  13 Manfaat Yogurt Untuk Tubuh

Pak Suyadi menciptakan kurang lebih 300 boneka selama pembuatan film Si Unyil. Beliau juga ikut serta sebagai pengisi suara Pak Raden. Seiring film Si Unyil mengudara, nama Pak Suyadi pun meredup dan malah lebih dikenal dengan sapaan Pak Raden.

Mungkin ada yang bertanya-tanya siapa istri dan anak-anak Pak Suyadi. Namun, sampai akhir hayatnya yang tutup usia pada 30 Oktober 2015 silam, Pak Suyadi melajang alias tidak memiliki istri dan keturunan. Dikutip dari Kompas.com, Pak Suyadi hidup bersama dua orang pengasuhnya bernama Madun dan Nanang di rumahnya.

[Semangat Mendongeng pada Hari Dongeng Nasional]

Semangat Pak Suyadi untuk dongeng harus terus berkobar. Membacakan dongeng pada anak-anak menjadi salah satu kegiatan yang krusial untuk dilakukan oleh orangtua.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nadiem Makarim pun setuju akan hal itu. Dalam acara Hari Mendongeng Nasional yang diselenggarakan di Perpustakaan Kemendikbud, Jakarta beberapa hari lalu, Nadiem mengajak para orangtua meluangkan waktu untuk mendongeng kepada anak-anak.

“Apa maknanya mendongeng dan membaca itu? Maknanya adalah agar adik-adik semua senang dan mencintai cerita dan mencintai buku. Karena dari cerita itulah kita menciptakan imajinasi dan dari situlah kita berlatih jadi kreatif,” ujar Mendikbud Nadiem yang dikutip dari Kompas.com.

Hari Dongeng Nasional merupakan momentum yang baik untuk mengulang kembali betapa pentingnya dongeng dalam kehidupan anak-anak. Dongeng bukan hanya sekadar cerita atau hiburan semata, tetapi memiliki peran penting dalam perkembangan imajinasi, kreativitas, dan moralitas anak-anak.

Membacakan dongeng juga memiliki banyak manfaat positif bagi anak. Pertama, membantu meningkatkan kemampuan bahasa dan kosakata anak. Ketika mendengarkan dongeng, anak akan terbiasa mendengar kata-kata dan kalimat-kalimat yang formal dan beragam. Ini akan membantu anak dalam mempelajari kosakata baru dan mengembangkan kemampuan berbicara dan menulis mereka.

See also  5 Cara Cetak Kartu BPJS dan Mengenal Apa Itu BPJS Kesehatan

Kedua, membacakan dongeng dapat membantu menstimulasi imajinasi anak. Saat mendengarkan cerita, anak akan membayangkan alur cerita, karakter, setting, dan segala hal yang berkaitan dengan cerita tersebut. Imajinasi yang aktif ini sangat penting untuk perkembangan kreativitas anak.

Ketiga, melalui dongeng, anak-anak dapat belajar nilai-nilai moral dan etika. Dalam setiap cerita dongeng, terdapat pesan-pesan moral yang disampaikan melalui karakter-karakter dalam cerita tersebut. Dengan mendengarkan dongeng, anak-anak dapat belajar mengenai nilai-nilai seperti kejujuran, kerja sama, keberanian, dan banyak lagi.

Selain itu, membacakan dongeng juga dapat meningkatkan hubungan antara orangtua dan anak. Melalui aktifitas ini, orangtua dapat menghabiskan waktu berkualitas dengan anak-anak mereka, dan anak-anak merasa dekat dan dicintai oleh orangtua mereka. Aktivitas ini juga dapat membantu membangun kebiasaan membaca dan mencintai buku di masa depan.

Tidak hanya orangtua yang dapat membacakan dongeng, tetapi juga para guru dan pendidik. Di sekolah, dongeng dapat digunakan sebagai alat pembelajaran yang menarik dan efektif. Membacakan dongeng kepada siswa dapat membantu meningkatkan minat baca mereka, meningkatkan keterampilan mendengarkan, dan mengenalkan mereka pada nilai-nilai moral dan kehidupan yang penting.

Dalam rangka Hari Dongeng Nasional, para guru dapat merencanakan kegiatan khusus seperti pertunjukan dongeng, penulisan cerita bersama, atau mengajar pembuatan boneka tangan untuk menceritakan dongeng. Hal ini akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan meriah.

Selain membacakan dongeng secara langsung, di era digital saat ini juga terdapat berbagai platform yang menyediakan dongeng-dongeng secara online. Misalnya, ada aplikasi mobile yang menyediakan berbagai cerita dongeng yang dapat didengarkan ataupun dibaca oleh anak-anak. Ini dapat menjadi alternatif yang baik bagi orangtua yang sibuk tetapi tetap ingin memberikan pengalaman mendongeng kepada anak-anak mereka.

See also  Pengertian Kerangka Teori: Contoh & Cara Membuatnya

Dalam menghargai dan merayakan Hari Dongeng Nasional, kita juga dapat berkontribusi dengan mendukung penulis dan penerbit lokal dalam menerbitkan buku-buku dongeng anak-anak yang berkualitas. Dengan membeli dan mendukung produk-produk lokal, kita dapat membantu mengembangkan industri kreatif di Indonesia dan menyediakan sumber daya yang bermanfaat bagi anak-anak kita.

Selain itu, kita juga dapat mengajak anak-anak untuk ikut berpartisipasi dalam menciptakan dongeng mereka sendiri. Anak-anak dapat diajak untuk menggambar, menulis, atau menceritakan cerita-cerita mereka sendiri. Ini akan membantu mereka dalam mengembangkan kreativitas, penulisan, dan berbicara di depan umum.

Pada akhirnya, Hari Dongeng Nasional bukan hanya tentang mengingat dan menghormati Pak Suyadi, tokoh dongeng Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia anak-anak. Lebih dari itu, Hari Dongeng Nasional adalah kesempatan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya dongeng dalam kehidupan anak-anak, sebagai alat pembelajaran, hiburan, dan pengembangan karakter.

Mari kita rayakan Hari Dongeng Nasional dengan membacakan dongeng kepada anak-anak kita, mengajak mereka berimajinasi dan merasakan keajaiban dunia dongeng. Bersama-sama, mari kita jaga semangat mendongeng agar dapat terus berkobar dan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak Indonesia. Selamat Hari Dongeng Nasional!


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply