Mengenal Lebih Dalam Ciri dan Manfaatnya
Pengertian Platonic Relationship
Platonic relationship adalah jenis hubungan yang terjadi antara dua individu tanpa melibatkan nafsu atau keinginan untuk memiliki. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh filsuf Italia, Marsilio Ficino, pada tahun 1469. Menurut Ficino, platonic relationship adalah hubungan yang berbasis pada rasa kasih sayang dan memiliki nilai serta tujuan yang mulia.
Secara umum, hubungan platonik terjalin di antara individu yang memiliki ikatan emosional yang kuat, tetapi tidak ada keinginan untuk menjalin hubungan romantis. Bentuk platonic relationship ini dapat ditemukan dalam berbagai konteks, seperti hubungan antara anggota keluarga, persahabatan, dan kerja sama antara rekan kerja.
Salah satu perbedaan utama antara platonic relationship dan hubungan romantis adalah bahwa platonic relationship tidak memiliki syarat atau tuntutan tertentu. Hubungan ini didasari oleh kasih sayang, kepercayaan, dan dukungan antarindividu tanpa adanya intensi untuk mengubah hubungan tersebut menjadi romantis.
Platonic relationship juga dapat menjadi hubungan pertama yang kita miliki dalam hidup. Sebagai contoh, hubungan antara anak dan orang tua adalah bentuk hubungan platonik yang terjalin sejak kita lahir. Hubungan ini didasari oleh kasih sayang dan kedekatan emosional yang tetap berlangsung sepanjang hidup.
Platonic relationship juga dapat terjalin antara sahabat. Seorang sahabat dapat menjadi orang yang kita percaya dan andalan, yang selalu ada untuk mendengarkan dan memberikan dukungan dalam segala situasi. Kebersamaan yang terjalin dalam platonic relationship dapat memberikan rasa nyaman, kehangatan, dan rasa aman dalam hidup kita.
Tidak hanya itu, platonic relationship juga dapat terjadi di lingkungan kerja. Hubungan ini terjalin antara rekan kerja yang memiliki ikatan emosional dan saling mendukung satu sama lain dalam pekerjaan. Meskipun hubungan ini berbasis pada hubungan profesional, namun dapat tumbuh menjadi hubungan yang dekat dan saling memahami di luar lingkungan kerja.
Ciri-Ciri Platonic Relationship
Setiap hubungan memiliki ciri-ciri khas yang membedakannya dengan hubungan lainnya. Begitu juga dengan platonic relationship. Beberapa ciri-ciri platonic relationship yaitu:
1. Tidak ada keinginan untuk memiliki lebih
Platonic relationship tidak melibatkan keinginan untuk memiliki atau memiliki ekspektasi tertentu. Dalam hubungan romantis, seringkali terdapat keinginan untuk memperoleh lebih banyak dari hubungan tersebut, seperti komitmen lebih serius, pernikahan, atau memiliki anak. Namun, dalam platonic relationship, tidak ada tuntutan atau ekspektasi semacam itu. Hubungan ini bersifat jauh lebih bebas dan tidak membutuhkan komitmen khusus.
2. Bebas menjalin hubungan dengan orang lain
Dalam platonic relationship, individu tidak dibatasi untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Mereka bebas untuk memiliki hubungan pertemanan dengan orang lain, termasuk hubungan romantis dengan orang yang mereka sukai. Dalam hubungan romantis, terkadang muncul rasa cemburu atau possessiveness, tetapi dalam platonic relationship, individu tetap memiliki kebebasan untuk menjalin hubungan dengan orang lain tanpa ada rasa tidak aman atau posesif.
3. Bersikap apa adanya saat bersama
Platonic relationship didasari oleh kepercayaan dan kenyamanan antarindividu. Dalam hubungan ini, individu merasa nyaman untuk bersikap apa adanya dan tidak perlu berpura-pura atau menutupi bagian dari diri mereka. Keterbukaan ini terjadi karena telah terjalin hubungan yang kuat antara individu tersebut, yang memungkinkan mereka untuk menerima satu sama lain sepenuhnya.
4. Tidak perlu khawatir akan kehilangan
Satu-satunya kepastian dalam hidup adalah perubahan. Orang-orang datang dan pergi dalam hidup kita. Namun, dalam platonic relationship, individu tidak perlu khawatir akan kehilangan satu sama lain. Hubungan ini didasari oleh kepercayaan dan keterikatan yang kuat, yang membuat individu merasa yakin bahwa mereka akan tetap bersama dalam jangka waktu yang lama. Kehadiran satu sama lain memberikan rasa nyaman dan keamanan, sehingga individu tidak perlu khawatir akan kehilangan orang yang mereka sayangi.
5. Tidak ada tuntutan ini dan itu
Platonic relationship tidak melibatkan tuntutan atau ekspektasi yang harus dipenuhi oleh individu. Hubungan ini didasari oleh kasih sayang dan saling mendukung. Tidak ada pihak yang merasa diuntungkan atau dirugikan dalam hubungan ini. Individu dapat menjadi diri mereka sendiri tanpa takut dihakimi atau dinilai oleh pasangan platonic mereka. Kehadiran satu sama lain adalah alasan utama untuk menjalin hubungan ini, bukan untuk mendapatkan sesuatu dari orang lain.
Jenis-Jenis Platonic Relationship
Platonic relationship tidak hanya terbatas pada hubungan antara keluarga atau sahabat saja. Ada beberapa jenis platonic relationship yang dapat terjalin antara individu. Beberapa contoh jenis platonic relationship antara lain:
1. Bromance
Bromance adalah jenis platonic relationship yang terjalin antara dua atau lebih laki-laki. Dalam hubungan bromance, laki-laki memiliki ikatan persahabatan yang kuat dan dekat. Mereka saling mendukung, menghargai, dan dapat bergantung satu sama lain. Hubungan bromance seringkali bersifat bebas drama dan tidak melibatkan unsur-unsur romantis.
2. Womance
Womance adalah jenis platonic relationship yang terjalin antara dua atau lebih perempuan. Dalam hubungan womance, perempuan saling mendukung, menghargai, dan berbagi segala hal dengan satu sama lain. Mereka menjadi sahabat terbaik dan saling mendukung dalam keseharian maupun masalah pribadi. Hubungan womance seringkali dikenal karena tingkat kedekatannya yang tinggi dan penyertaan emosi yang kuat.
3. Work spouse
Work spouse adalah jenis platonic relationship yang terjalin di lingkungan kerja. Istilah “work spouse” digunakan untuk menggambarkan hubungan kerja yang sangat dekat dan saling mendukung antara dua individu di tempat kerja. Mereka dapat menjadi rekan kerja yang dapat diandalkan, berbagi ide, dan saling memberikan dukungan di dalam pekerjaan. Meskipun hubungan ini terjadi di lingkungan kerja, tetapi hubungan ini biasanya tidak melibatkan unsur romantis dan lebih bersifat platonic.
Manfaat Platonic Relationship
Platonic relationship memiliki sejumlah manfaat bagi individu yang menjalankannya. Beberapa manfaat platonic relationship antara lain:
1. Memberi dukungan di saat terburuk
Dalam platonic relationship, individu dapat mendapatkan dukungan emosional dan dukungan moral di saat-saat sulit dalam hidup mereka. Ketika menghadapi masalah atau kesulitan, memiliki seseorang yang dapat didukung dan didengarkan dapat memberikan kekuatan dan semangat untuk melewati masa sulit tersebut. Platonic relationship memberikan ruang untuk saling mendukung dan saling memahami tanpa ada tuntutan atau ekspektasi tertentu.
2. Membuat terbebas dari rasa sepi
Menghadapi rasa sepi adalah hal yang tidak menyenangkan. Dalam platonic relationship, individu memiliki jaringan sosial yang kuat, termasuk keluarga dan teman dekat. Mereka memberikan kehadiran yang nyaman dan membuat kita merasa tidak sendirian. Rasa kedekatan dan kasih sayang yang terjalin dalam platonic relationship dapat membantu dalam mengatasi rasa sepi dan menjaga keseimbangan emosional.
3. Mengurangi rasa stres
Hubungan platonic yang sehat dapat mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kualitas hidup seseorang. Dalam platonic relationship, individu dapat saling mendukung dan menguatkan satu sama lain dalam menghadapi tantangan hidup. Mereka dapat menjadi sumber dukungan dan motivasi yang penting dalam mengatasi stres dan masalah sehari-hari. Dalam hubungan ini, individu merasa didukung dan diterima apa adanya, sehingga dapat mengurangi tingkat stres yang dirasakan.
Dalam kesimpulan, platonic relationship adalah jenis hubungan yang terjalin antara individu tanpa melibatkan nafsu atau keinginan untuk memiliki. Hubungan ini didasari oleh kasih sayang, kepercayaan, dan saling mendukung. Platonik relationship dapat terjadi antara anggota keluarga, sahabat, atau rekan kerja. Hubungan ini memiliki ciri-ciri khas, seperti tidak ada tuntutan atau keinginan untuk memiliki lebih, kebebasan menjalin hubungan dengan orang lain, dan sikap apa adanya saat bersama. Platonic relationship memiliki manfaat yang positif, seperti memberikan dukungan di saat terburuk, membuat terbebas dari rasa sepi, dan mengurangi rasa stres dalam hidup seseorang. Dengan menjalin platonic relationship yang sehat, individu dapat mengalami kualitas hidup yang lebih baik dan memiliki jaringan sosial yang kuat.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.